cover
Contact Name
Lyra Yulianti
Contact Email
lyra@sci.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lyra@si.unand.ac.id
Editorial Address
http://jmua.fmipa.unand.ac.id/index.php/jmua/index
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Matematika UNAND
Published by Universitas Andalas
ISSN : 2303291X     EISSN : 27219410     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Fokus dan Lingkup dari Jurnal Matematika FMIPA Unand meliputi topik-topik dalam Matematika sebagai berikut : Analisis dan Geometri Aljabar Matematika Terapan Matematika Kombinatorika Statistika dan Teori Peluang.
Arjuna Subject : -
Articles 858 Documents
ANALISIS SISTEM ANTRIAN SATU SE RVER (M/M/1) Erik Pratama
Jurnal Matematika UNAND Vol 2, No 4 (2013)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.2.4.59-66.2013

Abstract

Sistem antrian satu server (M/M/1) adalah sistem antrian sederhana dimanalabel pertama menyatakan dengan pola kedatangan, label kedua menyatakan tingkatpelayanan dan angka 1 menotasikan jumlah server yang ada di dalam sistem antrian.Sistem antrian satu server (M/M/1) mempunyai ciri pola kedatangan berdistribusi Poisson sedangkan waktu antar kedatangannya berdistribusi eksponensial dan pola kepergian berdistribusi Poisson dan tingkat pelayanannya berdistribusi eksponensial. Ukuran keefektifan dari sistem antrian satu server dapat dinilai dari kategori nilai harapanbanyaknya customer dalam sistem, nilai harapan banyaknya customer dalam antrian,nilai harapan waktu tunggu customer dalam sistem dan nilai harapan waktu tunggucustomer dalam antrian.
ALOKASI PORTOFOLIO OPTIMAL DENGAN METODE MOORE PENDROSE Roza Ria Indah
Jurnal Matematika UNAND Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.4.2.65-72.2015

Abstract

Salah satu permasalahan yang terjadi ketika seorang investor memutuskan untuk berinvestasi adalah bagaimana mendapatkan return yang diharapkan tetapi dengan risiko yang minimum. Implikasi dalam meminimumkan risiko adalah dengan menggunakan metode mean variance pada model Markowitz yang melibatkan matriks kovarian. Ketika matriks kovarian menghampiri matriks singular tetapi ill-conditioned, maka alokasi portofolio optimal dapat ditentukan dengan mengganti invers matriksnya dengan invers Moore Pendrose. Metode Moore Pendrose dapat diaplikasikan untuk menentukan alokasi portofolio pada 43 aset FTSE selama periode waktu terhitung sejak 1 Januari 2008 hingga 30 Desember 2014 yang datanya dapat diakses melalui http://yahoo.finance.com. Matriks kovarian dari aset tersebut menghampiri matriks singular, maka metode Moore Pendrose memberikan solusi yang lebih baik dalam menentukan alokasi portofolio optimal.Kata Kunci: Matriks kovarian, ill-conditioned, invers Moore Pendrose, portofolio optimal
Kajian Metode Commissioners, Illinois dan Canadian dalam Menentukan Cadangan Pada Asuransi Jiwa Dwiguna Nur Hasnah
Jurnal Matematika UNAND Vol 4, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.4.4.99-106.2015

Abstract

Saat ini industri asuransi berkembang selaras dengan perkembangan dunia usaha pada umumnya. Telah banyak masyarakat di Indonesia yang sudah menyadari betapa pentingnya asuransi, meskipun jika dibandingkan dengan negara lain, Indonesia masih kalah jauh. Kebanyakan masyarakat mengikuti asuransi jiwa karena ingin mengurangi resiko kerugian finansial. Di sisi lain, perusahaan asuransi bisa saja mengalami kerugian ketika terdapat pemegang polis (tertanggung) yang meninggal dunia dan pada saat itu perusahaan tidak mempunyai dana, sedangkan perusahaan tersebut harus mengeluarkan sejumlah dana untuk uang santunan. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi kerugian perusahaan, maka sebagian dari premi yang diterima oleh perusahaan harus dicadangkan perusahaan sebagai cadangan premi sehingga bila di masa yang akan datang terjadi klaim maka perusahaan tidak kesulitan membayarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan besarnya cadangan yang diperoleh dengan menggunakan metode cadangan yang merupakan perluasan dari cadangan prospektif yaitu cadangan Commissioners, Illinois dan Canadian pada asuransi jiwa Dwiguna. Pada penelitian ini diberikan ilustrasi kasus. Langkah-langkahnya adalah dengan menghitung nilai anuitas awal, premi tahunan bersih, menghitung besarnya premi tahunan yang dimodifikasi, dan menghitung besar cadangan premi di akhir tahun ke-t. Dari hasil analisa perhitungan cadangan premi, walaupun besarnya cadangan premi baik itu cadangan Commissioners,Illinois dan Canadian yang besarnya berbeda beda pada setiap tahunnya tetapi pada akhir periode polis, besarnya cadangan premi adalah sama dan cukup untuk membayarkan uang santunan.Kata Kunci: Cadangan premi, cadangan prospektif, metode Commissioners, metode Illinois dan metode Canadian
KAJIAN PERILAKU MODEL MATEMATIKA PENULARAN PENYAKIT TUBERCULOSIS Faizal Hafiz Fadilah; Zulakmal .
Jurnal Matematika UNAND Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.5.2.26-32.2016

Abstract

Abstrak. Penyakit Tuberculosis merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkanoleh bakteri Mycrobacterium Tuberculosis. Bakteri ini menyebar melalui udaradan biasanya menyerang paru-paru. Pada saat ini, Tuberculosis menjadi penyakit yangserius dan mematikan bagi manusia sehingga masyarakat sebaiknya memiliki informasiuntuk mengenali dan mencegah penyakit ini. Dari hasil analisis terhadap model diperolehtitik kesetimbangan bebas penyakit E0dan titik kesetimbangan endemik E. Selanjutnyadilakukan analisis kestabilan di sekitar titik-titik kesetimbangan tersebut. Simulasinumerik untuk kasus endemik memberikan hasil yang sesuai dengan analisis kestabilan.Kata Kunci: Tuberculosis, model matematika, kasus deteksi, kestabilan, bilangan reproduksidasar
PEMILIHAN DISTRIBUTOR OLEH CV. SINAR MATAHARI PARIAMAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DAN GOAL PROGRAMMING Fitria Sarah; Dodi Devianto; Bukti Ginting
Jurnal Matematika UNAND Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.6.4.64-71.2017

Abstract

Abstrak. Dalam perindustrian hubungan antara produsen dan konsumen tidak bisadipisahkan dengan distributor karena distributor memiliki tugas menyalurkan produkyang dihasilkan produsen kepada konsumen. Jika peran distributor kurang optimal makaproses pendistribusian barang kepada konsumen pun kurang maksimal. Penelitian inibertujuan untuk menyelesaikan kasus pemilihan distributor dengan studi kasus di CVSinar Matahari Pariaman Sumatera Barat. Metode yang digunakan untuk permasalahanini yaitu metode Analytical Hierarchy Process untuk pembobotan dan metode Goal pro-gramming untuk optimasi. Kriteria dan alternatif distributor ditentukan oleh CV SinarMatahari dimana terdapat empat kriteria dan lima alternatif distributor dengan bobotkriteria Permodalan (0.066), Kelayakan Gudang (0.548), Armada Pengiriman (0.151)dan Tenaga Kerja (0.236) dengan nilai Consistency Ratio antarkriteria dan semua al-ternatif 0.1 . Dari lima alternatif pilihan tersebut diperoleh 1 distributor yang palingdirekomendasikan yaitu Kandidat 3 disusul dengan prioritas rekomendasi distributorlainnya yaitu Kandidat 4, 2, 1 dan 5.Kata Kunci: Analytical hierarchy process, distributor, Goal programming
PELABELAN TOTAL ( a, d) -TITIK ANTIAJAIB SUPER PADA GRAF PETERSEN YAN G DIPERUMUM P(n, 3) DENGAN n GANJIL, n ≥ 7 Iranisa Permata Sahli
Jurnal Matematika UNAND Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.3.1.68-77.2014

Abstract

Graf G = (V, E) dikatakan pelabelan pada suatu graf jika terjadi pemetaanbijektif dari setiap elemen graf ke bilangan bulat positif, yang mana bilangan tersebut disebut dengan label. Misalkan G adalah graf dengan himpunan titik V dan himpunan sisi E. Banyak titik di graf G adalah p dan banyak sisi di graf G adalah q.Pelabelan total (a,d)-titik antiajaib adalah pemetaan satu-satu f : V(G) ∪ E(G) →{1, 2, · · · , p + q}, sedemikian sehingga himpunan bobot titik dari G, W = {w(x)|w(x) =f(x)+Σf(xy), ∀xy ∈ E(G)}, dapat ditulis sebagai W = {a, a+ d, a+2d, · · · , a+(p− 1)d}dimana a > 0, d ≥ 0. Suatu pelabelan total (a, d)-titik antiajaib dikatakan super jika E(G) menerima q label terkecil dengan E(G) → {1, 2, · · · , q} dan V(G) →{q + 1, q + 2, · · · , p + q}. Pada makalah ini akan dikaji kembali paper [1] yang membahastentang pelabelan total (a, d)-titik-antiajaib super pada Graf Petersen yang diperumumP(n, 3), dengan n ganjil, n ≥ 7.
Dimensi Metrik Dari Graf Hasil Kali Kartesius Antara Dua Lintasan (Pn x Pm) Korona Graf Lengkap K1 Dwi Purwati; Budi Rudianto
Jurnal Matematika UNAND Vol 4, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.4.4.28-33.2015

Abstract

Misalkan terdapat graf G = (V, E) dan W ⊆ V (G), dimana W = {v1, v2, · · · , vk}. Representasi metrik dari titik v ∈ V terhadap W adalahr(v | W) = (d(v, v1), d(v, v2), · · · , d(v, vk)).Himpunan W dikatakan sebagai resolving set di G jika untuk setiap pasangan dari titiktitik berbeda u, v ∈ V , r(u | W) 6= r(v | W). Dimensi metrik dari G adalah kardinalitas minimum dari resolving set untuk G dan dinotasikan dim(G). Graf (Pn × Pm) adalah graf hasil kali Kartesius antara graf lintasan dengan n titik dan graf lintasan dengan m titik. Graf (Pn × Pm) K1 adalah graf yang diperoleh dari graf (Pn × Pm) dengan nm titik dan graf lengkap K1, dengan cara menghubungkan titik vij di (Pn × Pm) ke titik uij , yang merupakan salinan ke-ij dari graf K1, untuk 1 ≤ i ≤ n dan 1 ≤ j ≤ m. Pada makalah ini dikaji kembali [4] yang membahas tentang penentuan dim((Pn × Pm) K1 untuk n ≥ 3 dan m ≥ 2.Kata Kunci: Dimensi metrik, resolving set, hasil kali kartesius, graf korona
PELABELAN TOTAL (a; d)-SISI ANTIAJAIB PADA GRAF PETERSEN P(n; 2), UNTUK n GANJIL, n 3 Arif Rahman; Narwen M.Si; Dr. Ahmad Iqbal Baqi
Jurnal Matematika UNAND Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.1.1.1-4.2012

Abstract

Misalkan G = (V;E) adalah graf sederhana dengan himpunantitik V dan himpunan sisi E. Pelabelan total (a; d)-sisi antiajaib padagraf G adalah pemetaan injektif dari gabungan himpunan titik dan him-punan sisi ke himpunan bilangan asli berurutan yang dimulai dari 1.Pada pelabelan didenisikan jumlah label sisi dan label dua titik yangmenempel pada sisi disebut sebagai bobot sisi. Apabila bobot dari se-mua sisi membentuk barisan aritmatika dengan suku awal a dan beda d,maka pelabelan tersebut merupakan pelabelan total (a; d)-sisi antiajaib.Pada tugas akhir ini dikaji tentang pelabelan total (a; d)-sisi antiajaibpada graf Petersen P(n; 2) dengan n ganjil (n 3). Fokus pengkajiandiutamakan pada pembentukan pola pelabelan total (a; d)-sisi antiajaibpada Graf Petersen P(n; 2) dengan n ganjil (n 3).
Perankingan Proporsi Pengangguran Terbuka Setiap Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Barat tahun 2013 dengan Metode Bayes Tiara Shofi Edriani; Dodi Devianto; Hazmira Yozza
Jurnal Matematika UNAND Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.4.3.65-74.2015

Abstract

Perankingan merupakan upaya mengurutkan suatu nilai dari nilai terkecil hingga terbesar atau sebaliknya. Nilai yang diurutkan tersebut merupakan hasil pendugaan parameter populasi seperti nilai tengah, ragam, proporsi dan lain-lain. Pada penelitian ini dilakukan perankingan pengangguran terbuka di Provinsi Sumatera Barat tahun 2013 berdasarkan hasil pendugaan parameter proporsi masing-masing kabupaten/kota dengan menggunakan metode Bayes. Proporsi pengangguran terbuka dianggap sebagai parameter θ dari data yang berdistribusi Binomial. Ranking menunjukkan tinggi rendahnya selang nilai penduga proporsi pada setiap kabupaten/kota berdasarkan iterasi yang dilakukan dengan menggunakan metode Gibbs Sampling terhadap nilai tengah fungsi kepekatan peluang distribusi posterior masing-masing parameter proporsi.Kata Kunci: Ranking, Pengangguran Terbuka, Distribusi Binomial, Metode Bayes, WinBugs, Gibbs Sampling
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN DAN PENGENDALIAN KUALITAS JASA BERDASARKAN PERSEPSI PENGUNJUNG (STUDI KASUS: KUALITAS PELAYANAN DI KANTOR POS PADANG) Maisan Nusa Putri; Yudiantri Asdi; Dodi Devianto
Jurnal Matematika UNAND Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.6.2.70-77.2017

Abstract

Kualitas pelayanan yang baik merupakan salah satu titik ukur dari perkembangan suatu perusahaan atau instansi. Hal tersebut dapat dinilai dari kepuasan pelanggan terhadap pelayanan yang diberikan perusahaan tersebut. Pada penelitian ini, akan diamati kualitas pelayanan jasa pada Kantor Pos Padang yang bertujuan untuk mengetahui persepsi pengunjung terhadap variabel-variabel dalam dimensi kualitas jasa, dengan menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA), metode Customer Satisfaction Index (CSI), dan Bagan kendali T^2 Hotelling. Hasil penilaian dari Importance Performance Analysis (IPA) terdiri dari dua komponen, pertama dapat dilihat dari analisis kuadran terdapat tujuh variabel yang diprioritaskan untuk ditingkatkan yaitu kebersihan ruangan, fasilitas pendukung seperti tempat fotocopy, toilet, dan mushalla, kedisiplinan petugas, ketepatan waktu pengiriman, kelancaran pelayanan, keramahan petugas, dan kesabaran petugas. Sementara itu, untuk komponen kedua yaitu analisis gap diporelah kinerja Kantor Pos berada di bawah kepentingan Kantor Pos. Dari hasil perhitungan Customer Satisfactin Index (CSI) diperoleh 79,55%, hal ini berarti secara umum pengunjung Kantor Pos merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan. Berdasarkan bagan kendali T^2 Hotelling pada data kinerja dan kepentingan Kantor Pos menunjukkan output bagan kendali belum terkendali karena terdapat beberapa pengamatan yang berada di luar batas kendali, sehingga dapat dikatakan kualitas pelayanan yang diberikan Kantor Pos belum terkendali.Kata Kunci: Bagan kendali T^2 Hotelling, Customer Satisfaction Index (CSI), Kepuasan pelanggan, Importance Performance Analysis (IPA)