cover
Contact Name
Aceng Komarudin Mutaqin
Contact Email
aceng.k.mutaqin@gmail.com
Phone
+628179289987
Journal Mail Official
jstat.unisba@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ranggagading No. 8 Bandung 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Statistika
ISSN : 14115891     EISSN : 25992538     DOI : https://doi.org/10.29313/jstat.v19i2.4898
STATISTIKA published by Bandung Islamic University as pouring media and discussion of scientific papers in the field of statistical science and its applications, both in the form of research results, discussion of theory, methodology, computing, and review books.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 2 (2013)" : 8 Documents clear
Pendugaan Angka Kematian Bayi Melalui Model Regresi Poisson Bayes Berhirarki Dua-Level (Studi Kasus pada Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat) Nusar Hajarisman; Aceng Komarudin Mutaqin; Anneke Iswani A.
STATISTIKA: Forum Teori dan Aplikasi Statistika Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Program Studi Statistika Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jstat.v13i2.1077

Abstract

In this paper, we address the issue of estimation of the hierarchical Bayesian models, especially forcount data in small area estimation problem. This model was developed by combining the existingterminology in generalized linear models with the concept of Bayes methods, especially hierarchicalBayes methods, such that it can be implemented to address the problem of small area estimation forsurvey data in the form of the count data. Development of this model starts by assuming that theobserved random variable is a member of the exponential family conditional on a certain parameter.The main objective of the development of this model is to make inference on these parameters are alsoconsidered as random variables. Then these parameters are modeled with the Fay-Herriot model asthe basic model of the small area estimation. Furthermore, the combination of both models will bestandardized in such a way as to represent a model within the framework of Bayes methods that willeventually form a two-level hierarchical Bayes Poisson model to solve problems in small areaestimation. The results of the development of this model is implemented to estimate the infantmortality rate in Bandung district, West Java Province.
Analisis Komponen Angin Landas Pacu (Runway) Bandara Depati Amir Pangkalpinang Akhmad Fadholi
STATISTIKA: Forum Teori dan Aplikasi Statistika Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Program Studi Statistika Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jstat.v13i2.1073

Abstract

Informasi cuaca sangat dibutuhkan dalam operasi penerbangan, karena terkait dengan kelancaranpesawat mulai take off sampai landing serta kelesamatan penerbangan. Salah satu informasi cuacayang yang diperlukan data angin (arah dan kecepatan) permukaan landas pacu disayaratkan sebagaiinformasi penting dalam proses pendaratan (landing). Informasi terkait komponen angin permukaanrunway (landas pacu) akan menambah pengetahuan dan wawasan para pelaku operasi penerbangandalam meningkatkan mutu keselamatan penerbangan. Komponen angin tersebut merupakanheadwind (angin dari arah depan), tailwind (angin dari arah belakang), dan crosswind (angin silang).Penelitian terkait komponen angin di landas pacu Bandara Depati Amir Pangkalpinangmenggunakan data tiap jam angin permukaan Stasiun Meteorologi Pangkalpinang sejak tahun 2000hingga 2012. Dengan mengacu landas pacu R34 sebagai arah pendaratan (landing) diketahui bahwakomponen headwind memiliki prosentase kejadian lebih besar pada musim hujan sedangkantailwind pada musim kemarau. Dari perhitungan komponen angin secara keseluruhan, prosentasedata angin yang mempunyai komponen headwind sebesar 16.11%, tailwind sebesar 32.84%.komponen crosswind yang berasal dari arah kiri (250o) sebesar 19.76% dan dari arah kanan (070o)sebesar 27.63%.
Estimasi Pendugaan Biomassa Hutan Sekunder dan Daerah Reklamasi Menggunakan Data Citra ALOS PALSAR Harry Tetra Antono
STATISTIKA: Forum Teori dan Aplikasi Statistika Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Program Studi Statistika Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jstat.v13i2.1078

Abstract

Forests has an important role in stabilize CO2 concentrations in the atmosphere as a source ofcarbon emissions and can absorb carbon and store. It is often called a carbon sink program . Todevelop this program, it needs carbon stock data stored in the form of biomass using an effectivetechnique and easy to use. This study aimed to estimate the carbon content in the area ofreclamation and secondary forest resulting from mining activities through biomass allometricequation. Biomass values obtained by non-destructive method of sampling and biomass values wereused to develop allometric equations using regression analysis between the biomass with a diameterof tree. The study case was located at mine concession of PT. Insani Bara Perkasa, at the border ofKutai Kertanegara and West Kutai Districts, East Kalimantan Province. The allometric biomassequations for the reclamation area: B = 0.1 x 0.41 x D2+0.62, and for secondary forests: B = 0.118 xD2,31. This biomass allometric equations can be used to predict carbon reserves stored in thesecondary forest vegetation. This study also analysed the carbon stored using remote sensing. Theanalytical result from the ALOS PALSAR images of study area PT Insani Bara Perkasa describes thatcarbon sink potential is 7,83 ton/ha in reclamation area and 9,19 ton/ha in secondary forest. Theestimation of carbon uptake in reclamation area of PT Insani Bara Perkasa is 8.701,205 ton/ha and247.836,444 ton/ha in secondary forest.Those data suggest that the reclamation activity in the studyarea gave a little contribution to the carbon sink program yet.
Pengembangan Metode Lyzenga untuk Deteksi Terumbu Karang di Kepulauan Seribu dengan Menggunakan Data Satelit AVNIR-2 Muchlisin Arief
STATISTIKA: Forum Teori dan Aplikasi Statistika Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Program Studi Statistika Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jstat.v13i2.1074

Abstract

Penelitian tentang deteksi terumbu karang dan objek dibawah perairan dangkal sudah banyakdilakukan di Indonesia. Akan tetapi penelitian yang dilakukan lebih banyak dengan pengukuranlangsung dilapangan. Metode yang dikembangkan dari metode yang pernah dilakukan oleh Lyzengadengan memanfaatkan teknologi peginderaan jauh. Metode deteksi terumbu karang Lyzengamenggunakan operator Depth Invarian Indexs (DII) dengan mengikut sertakan koreksi kolom airki/kj Global (nilai ki/kj yang sama untuk seluruh citra) dan nilai ki/kj dapat menentukanhomogenitas suatu region. Dengan asumsi bahwa suatu citra terdiri dari beberapa region homogen,maka pengembangan metode ini, menggunakan nilai Ki/kj regional artinya nilai tidak konstan untukseluruh (diambil dari beberapa region yang dianggap homogen). Metode ini telah diaplikasikanmenggunakan data satelit AVNIR-2 tanggal 3 Agustus 2009 untuk Kabupaten Kepulauan Seribu danhasil dari pemerosessannya lebih baik (mengandung sedikit kesalahan) bila dibandingkan denganmetode Lyzenga.
Pengkelasan dengan Logika Fuzzy Nazaruddin Nazaruddin
STATISTIKA: Forum Teori dan Aplikasi Statistika Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Program Studi Statistika Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jstat.v13i2.1079

Abstract

Pengkelasan atau pengelompokan suatu objek dapat ditentukan melalui suatu model matematika.Tulisan ini mengkaji tentang pengkelasan dengan menggunakan logika fuzzy. Proses ini memakai 17aturan fuzzy untuk 3 metode, yaitu Centroid (Composite Moment), Bisector, dan Mean of Maximum(MoM). Data yang digunakan adalah data mahasiswa S-1 Matematika Universitas Syiah Kuala. Nilaiprediksi yang diperoleh dibandingkan dengan nilai yang sebenarnya. Hasil yang diperolehmenunjukkan bahwa metode Mean of Maximum (MoM) tidak lebih baik dibanding dengan duametode lain, yaitu Centroid (Composite Moment), Bisector, jika dilihat dari persentase kesalahandalam pengkelasan objek. Setiap metode memiliki tingkat kesalahan sebesar 25% dari 20 objek yangdigunakan.
Optimasi Penaksir Respon Primer Orde Dua dengan Kendala Model Orde Satu untuk Model Permukaan Multirespon pada Rancangan Percobaan Campuran Kasus Pembuatan Pupuk Bokashi Ruslan Ruslan
STATISTIKA: Forum Teori dan Aplikasi Statistika Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Program Studi Statistika Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jstat.v13i2.1075

Abstract

Berbagai percobaan dilakukan untuk menemukan komposisi terbaik dari komponen percobaan yangmenghasilkan respon optimum. Rancangan percobaan yang melibatkan asumsi jumlah proporsikomponen sama dengan satu adalah rancangan percobaan campuran, sedangkan model yangmengasumsikan bahwa terdapat r respon dan q komponen disebut model permukaan multirespon.Penentuan kondisi optimum sangat berkaitan dengan metode optimasi. Metode optimasi yangdikembangkan adalah metode dual respon pada model permukaan multirespon untuk rancanganpercobaan campuran pada kondisi penaksir respon primer orde dua dengan kendala kendala yangmemiliki model orde satu. Metode optimasi yang dikembangkan tersebut diterapkan pada kasuspembuatan pupuk bokashi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi terbaik dariproporsi komponen pupuk bokashi yang akan membuat kadar N (Y1), P (Y2) dan K (Y3) yangmaksimum. Kondisi optimum akan dicapai untuk Kadar N maksimum yang mengikuti modelpermukaan multirespon orde dua dengan kendala kadar P dan kadar K serta jumlah proporsikomponen adalah satu yaitu 6,109 ml/gr dengan hanya menggunakan proporsi banyaknya bahanpupuk kandang 1 kg tanpa mencampurkan proporsi sampah daun sono maupun sekam dan dedakpada pembuatan 1 kg pupuk Bokashi.
Analisis Indeks Vegetasi Menggunakan Citra ALOS AVNIR-2 untuk Mengestimasi Serapan Karbon Harry Tetra Antono
STATISTIKA: Forum Teori dan Aplikasi Statistika Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Program Studi Statistika Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jstat.v13i2.1080

Abstract

Forests has an important role in stabilize CO2 concentrations in the atmosphere as a source ofcarbon emissions and can absorb carbon and store. It is often called a carbon sink program . Todevelop this program, it needs carbon stock data stored in the form of biomass using an effectivetechnique and easy to use. This study aimed to estimate the carbon content in the area ofreclamation and secondary forest resulting from mining activities through biomass allometricequation. Biomass values obtained by non-destructive method of sampling and biomass values wereused to develop allometric equations using regression analysis between the biomass with a diameterof tree. The study case was located at mine concession of PT. Lanna Harrita, at the border of KutaiKertanegara and West Kutai Districts, East Kalimantan Province. The allometric biomass equationsfor the reclamation area: B = 0.1 x 0.41 x D2+0.62, and for secondary forests: B = 0.118 x D2,31.Allometric equations to estimate carbon stored is y = 278.91 (NDVI) from 2 to 133.66 (NDVI) +68.4.This study also analysed the carbon stored using remote sensing. The analytical result from theAlos Palsar images of study area PT Lanna Harrita describes that carbon sink potential is 12,229ton/ha in reclamation area and 56,665 ton/ha in secondary forest. The estimation of carbon uptakein low vegeation area of PT Lanna Harrita is 337.037,72 ton/ha, 899.678,1 ton/ha in vegetation isbeing and 43.364,95 in high vegetation.Those data suggest that the reclamation activity in the studyarea gave a little contribution to the carbon sink program yet.
Menentukan Analisis Industri Unggulan di Kota Bandung Menggunakan Indeks Komposit Teti Sofia Yanti; Onoy Rohaeni; Fuji Astuti
STATISTIKA: Forum Teori dan Aplikasi Statistika Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Program Studi Statistika Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jstat.v13i2.1076

Abstract

Pelaksanaan otonomi daerah, merupakan momentum bagi dimulainya proses implementasikebijakan pengembangan ekonomi lokal. Berlakunya otonomi daerah menimbulkan implikasi bagidaerah (kabupaten/kota) mengembangkan kemampuannya sumberdaya yang dimilikinya sehinggamenjadi produk unggulan yang memiliki keunggulan daya saing komparatif maupun kompetitif.Penentuan sektor unggulan di suatu daerah sangat diperlukan, karena berguna untuk menentukankebijakan prioritas sektor yang dipilih, sehingga investasi yang dilakukan terhadap sektor tersebutmemberikan multipler effect yang besar terhadap daerah tersebut. Sebanyak 30 sektor dari 54 sektorekonomi merupakan sektor unggulan kota Bandung, karena mempunyai nilai indeks komposit diatas rata-rata. Sektor yang paling diunggulkan adalah sektor “Perdagangan Komoditi Lainnya”.Sementara itu terdapat enam sektor, selain menjadi sektor-unggulan juga sektor-sektor yang palingresponsif ketika terjadi peningkatan permintaan akhir dalam perekonomian.

Page 1 of 1 | Total Record : 8