cover
Contact Name
Sutaryono
Contact Email
sutar.on@gmail.com
Phone
+6282227110966
Journal Mail Official
sutar.on@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ir. Soekarno, Km.1 Klaten
Location
Kab. klaten,
Jawa tengah
INDONESIA
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi
ISSN : 20891458     EISSN : 26851229     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi is a collection of publication journals, covering a lot of common problems or issues related to the Pharmaceutical sciences, including Pharmacetics, Biopharmacy, Drug Delivery Systems, Pharmaceutical Physics, Pharmaceutical Chemistry, Pharmaceutical Technology, Pharmaceutical Biotechnology and Microbiology, Pharmacology and Toxicology, Pharmacokinetics, Clinical and Community Pharmacy, Pharmaceutical Regulation and Marketing, Herbal Medicine
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 1 (2011)" : 6 Documents clear
POLA PERESEPAN OBAT PADA PENDERITA HIPERTENSI DI APOTEK SEHAT FARMA KLATEN TAHUN 2010 Rahmawati, Farida; Agustina, Anita
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 2, No 1 (2011)
Publisher : CERATA Jurnal Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi adalah kenaikan tekanan darah arteri melebihi normal dan kenaikan ini bertahan. Tekanan darah kurang dari 120/80 mmHg didefinisikan normal. Pada tekanan darah tinggi, biasanya terjadi kenaikan teLanan sistolik dan diastolik. Hipertensi biasanya terjadi pada tekanan darah 140/90 mmHg atau keatas, diukur dikedua lengan tiga kali dalam jangka beberapa minggu.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola pengobatan pasien hipertensi di Apotek Sehat Farma Klaten tahun 2010. Untuk mengetahui obat-obat yang diresepkan pada pasien hipertensi berdasarkan jenis dan golongan obat hipertensiMetode penelitian ini menggunakan metode analisis diskriptif. Populasi diambil dari pasien reumatik di Apotek Sehat Farma Klaten tahun 2010. Dari hasil penelitian diperoleh populasi sebanyak 622 kasus hipertensi sehingga diperoleh sampel sebanyak 243 kasus yang dihitung dengan metode random sampling.Kesimpulan dari penelitian ini adalah berdasarkan peresepan obat hipertensi diperoleh jenis obat hipertensi yaitu: Captropil yang berjumlah 95 obat (20,5%), Amlodipin yang berjumlah 95 obat (20,5%), Furosemid yang berjumlah 77 obat (16,6%), Valsartan yang berjumlah 67 obat (14,5%), Bisoprolol yang berjumlah 61 obat (13,2%), Lisinopril yang berjumlah 29 obat (6,3%), Nifedipin yang berjumlah 23 obat (5%), H.C.T yang berjumlah 13 obat (2,8%), Spironolakton yang berjumlah 2 obat(0,4%), dan propanilol yang berjumlah 1 obat (0,2%) Kata kunci: pola peresepan, penyakit, obat, hipertensi.
GAMBARAN KETEPATAN DOSIS PADA RESEP PASIEN GERIATRI PENDERITA HIPERTENSI DI RSUP Dr. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN TAHUN 2010 O.K, Yetti; Handayani, Sri
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 2, No 1 (2011)
Publisher : CERATA Jurnal Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan masalah utama dalam kesehatan masyarakat yang ada di Indonesia maupun di beberapa negara yang ada di dunia. Berdasarkan data WHO (2007) dari 50% penderita hipertensi yang diketahui hanya 25% yang mendapat pengobatan, dan hanya 12,5% yang diobati dengan baik. Penggunaan obat yang rasional sangat penting dalam terapi pengobatan pasien untuk mencegah adanya kegagalan dalam terapi pengobatan.            Tujuan penelitian untuk mengetahui ketepatan dosis pada resep pasien geriatri penderita  hipertensi di RSUP Soeradji Tirtonegoro Tahun 2010. Penelitian non eksperimental dengan metode deskripsi. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan pasien geriatri penderita hipertensi yang berobat di rumah Sakit Umum Soeradji Tirtonegoro Klaten tahun 2010. Tehnik pengambilan sampel dengan simple random sampling. Analisa data menggunakan deskriptif non analitik berupa analisis univariat yaitu prosentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengobatan hipertensi pada pasien geriatri di RSUP Dr.Soeradji Tirtonegoro Klaten sudah tepat. Antihipertensi yang banyak digunakan yaitu captopril. Dosis captopril yang sering digunakan yaitu 12,5 mg dan 20 mg sebanyak 24%. Dosis Furosemid yang sering digunakan yaitu 20 mg dan 40 mg sebanyak 22%. Dosis Valsartan yang sering digunakan yaitu 80 mg sebanyak 17%.Kesimpulan menunjukkan bahwa pemberian antihipertensi dan dosis sudah tepat. Jenis antihipertensi yang diberikan untuk mengobati hipertensi sudah tepat. Kata Kunci : Antihipertensi, Hipertensi, Geriatri
KARAKTERISTIK TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN ANTARA PENGGUNAAN OBAT GENERIK DAN OBAT PATEN DI APOTEK KETANDAN FARMA KLATEN Agustina, Anita; Nurhaini, Rahmi
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 2, No 1 (2011)
Publisher : CERATA Jurnal Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mutu utama layanan kesehatan adalah salah satunya kepuasan pasien. Kemauan atau keinginan pasien dapat diketahui melalui survey kepuasan pasien. Faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen diantaranya adalah ketanggapan, kehandalan, jaminan, empati, dan bukti langsung.Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik tingkat kepuasan pasien dalam penggunaan obat generick dan obat paten di Apotek Ketandan Farma Klaten.Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Teknik untuk menentukan responden dalam penelitian ini adalah accidental sampling. Jumlah sampel dalam penelitian sejumlah 50 responden. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pasien yang memilih obat generik dan  merasa puas sebanyak 7 responden (53,84%), sedangkan yang merasa tidak puas sebanyak 6 responden (46,16%). Tingkat kepuasan pasien yang memilih obat paten dan merasa puas sebanyak 24 responden (64,86%), sedangkan yang merasa tidak puas sebanyak 13 responden (35,14%). Kata kunci : karakteriktik, kepuasan pasien, obat generik dan obat paten
POLA PERESEPAN OBAT PADA PENDERITA REUMATIK DI APOTEK SEHAT FARMA KLATEN TAHUN 2010 Hardiyanto, Totok; -, Sutaryono; Arrosyid, Muchson
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 2, No 1 (2011)
Publisher : CERATA Jurnal Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reumatik  adalah penyakit yang menyerang persendian dan struktur di sekitarnya.  Reumatik bisa menyerang bagian kepala sampai kaki. Reumatik  biasa disebut juga dengan nama arthritis.  Secara umum penyakit ini ditandai dengan sejumlah gejala, seperti pembengkakan, kemerahan, nyeri di lutut, siku, pergelangan maupun di bagian sendi-sendi lain, gangguan di otot dan tendon.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola pengobatan pasien reumatik di Apotek Sehat Farma Klaten tahun 2010. Dan untuk mengetahui obat-obat yang diresepkan pada pasien reumatik berdasarkan jenis dan golongan obat reumatik.Metode penelitian ini menggunakan metode analisis diskriptif. Populasi diambil dari pasien reumatik di Apotek Sehat Farma Klaten tahun 2010. Dari hasil penelitian diperoleh populasi sebanyak 512 kasus reumatik sehingga diperoleh sampel sebanyak 224 kasus yang dihitung dengan metode random sampling.Kesimpulan dari penelitian ini adalah berdasarkan peresepan obat reumatik diperoleh jenis obat reumatik yaitu: Natrium Diklofenak yang berjumlah 87 obat (22,30%), Metil Predniosolon yang berjumlah 84 obat (21,53%), Meloxicam yang berjumlah 76 obat (19,48%), Allopurinol yang berjumlah 49 obat (12,56%), Asam Mefenamat yang berjumlah 45 obat (11,53%), Prednison yang berjumlah 39 obat (10,00%) dan Ibuprofen yang berjumlah 10 obat (2,56%). Kata kunci : pola pengobatan, penyakit, obat, reumatik
HUBUNGAN BENTUK SEDIAAN OBAT BATUK TERHADAP KECENDERUNGAN DAYA BELI KONSUMEN DI APOTEK KETANDAN FARMA KLATEN -, Isnaini; O.K, Yetti; Hana, Choiril
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 2, No 1 (2011)
Publisher : CERATA Jurnal Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daya beli masyarakat dapat meningkat jika obat yang yang beredar di pasaran memiliki kualitas yang baik, harga yang relatif terjangkau, serta pengemasan yang baik. Jenis penelitian ini adalah non eksperimental dengan metode penelitian Cross sectional dan menggunakan analisa deskriptif analitik  yang diuji dengan analisis statistika anova one way. Dengan subyek penelitian adalah konsumen yang membeli obat batuk. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan accidental sampling. Sampel yang diperoleh sebanyak 60 orang.Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara bentuk sediaan obat batuk terhadap kecenderungan daya beli konsumen di Apotek Ketandan Farma Klaten. Kecenderungan tersebut lebih dipengaruhi oleh faktor kemasan dibandingkan dengan harga. Untuk kemasan memiliki kecenderungan p=0,000 sedangkan harga p=1,000. Kata Kunci : Bentuk sediaan obat batuk, daya beli konsumen
GAMBARAN PENGOBATAN PADA PENDERITA ISPA (INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT) DI PUSKESMAS TRUCUK 1 KLATEN TAHUN 2010 Yani Dewi Hapsari, Roy; -, Sunyoto; Rahmawati, Farida
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 2, No 1 (2011)
Publisher : CERATA Jurnal Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan masalah kesehatan di negara-negara berkembang. Di Indonesia, ISPA selalu menempati urutan pertama penyebab kematian pada kelompok bayi dan balita. Angka kesakitannya tinggi dan angka kematian tinggi karena adanya bakteri.            Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis obat yang paling banyak digunakan pada pengobatan ISPA di Puskesmas Trucuk I Klaten Tahun 2010 berdasarkan jenis dan penggolongannya.            Metode yang digunakan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan pendirian ISPA yang berobat jalan di Puskesmas Trucuk I Klaten periode Januari-Desember 2010. Instrumen yang digunakan adalah data resep pasien ISPA. Sampel diambil secara simple random sampling dengan taraf signifikan 5%.            Hasil penelitian menunjukkan jumlah populasi yang diperoleh 2141 kasus, diperoleh sampel 337 responden. Berdasarkan penggolongannya yang mempunyai frekuensi tertinggi adalah golongan obat saluran nafas (31,50%), sedangkan berdasarkan jenis obat yang mempunyai frekuensi tertinggi antara lain : parasetamol (71,81%), GG (67,65%) dan CTM (58,45%). Kata kunci : Pengobatan, Penderita ISPA, Puskesmas Trucuk I Klaten

Page 1 of 1 | Total Record : 6