cover
Contact Name
Sutaryono
Contact Email
sutar.on@gmail.com
Phone
+6282227110966
Journal Mail Official
sutar.on@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ir. Soekarno, Km.1 Klaten
Location
Kab. klaten,
Jawa tengah
INDONESIA
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi
ISSN : 20891458     EISSN : 26851229     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi is a collection of publication journals, covering a lot of common problems or issues related to the Pharmaceutical sciences, including Pharmacetics, Biopharmacy, Drug Delivery Systems, Pharmaceutical Physics, Pharmaceutical Chemistry, Pharmaceutical Technology, Pharmaceutical Biotechnology and Microbiology, Pharmacology and Toxicology, Pharmacokinetics, Clinical and Community Pharmacy, Pharmaceutical Regulation and Marketing, Herbal Medicine
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 6, No 1 (2015)" : 6 Documents clear
PENETAPAN KADAR ALBUMIN DALAM IKAN GABUS (Channa striata) KUKUS DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI VISIBEL Astika Sari, Fitri; Handayani, Sri; Nurhaini, Rahmi
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : CERATA Jurnal Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan Gabus merupakan sumber albumin yang tinggi. Albumin merupakan bahan pembentuk jaringan–jaringan baru dalam tubuh. Albumin juga mempunyai peran penting dalam menjaga tekanan osmotik plasma, mengangkut molekul-molekul kecil melewati plasma maupun cairan ekstra sel. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan kadar albumin dan mengetahui perbedaan kadar albumin dalam ikan gabus mentah dan ikan gabus kukus secara spektrofotometri visibel.            Penelitian yang dilakukan menggunakan penelitian eksperimental. Pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling yaitu pengambilan sampel yang kebetulan ada atau tersedia di suatu tempat sesuai dengan konteks peneliti. Populasi dalam penelitian ini adalah ikan gabus segar yang dijual oleh 3 pedagang yang berada di Pasar Klaten. Sampel yang digunakan adalah ikan gabus segar dan kukus yang diambil dari pedagang Pasar Klaten sebanyak 1kg. Sampel ikan gabus segar diambil 30 gram dan sampel ikan gabus kukus diambil sebanyak 30 gram dari ikan gabus mentah yang telah dikukus. Masing-masing sampel diekstraksi terlebih dahulu menggunakan sentrifugasi. Setelah ekstrak albumin diperoleh kemudian dihitung kadar albuminya dengan spektrofotometri visibel.            Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan gabus yang telah dikukus dengan pengukusan terkontrol tidak mengurangi kandungan albumin di dalamnya. Kadar albumin ikan gabus mentah 480,8 % b/b, sedangkan kadar albumin dalam ikan gabus kukus 458,4 % b/b. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada perbedaan yang signifikan antara kadar albumin ikan gabus segar dan ikan gabus kukus. Kata kunci : Albumin, Ikan gabus, Pengukusan
EVALUASI PERESEPAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN DEWASA DI PUSKESMAS BANGUNTAPAN 1 BANTUL YOGYAKARTA TAHUN 2014 Wijayanti, Agustin; Wijayanti, Eni
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : CERATA Jurnal Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Intensitas penggunaan antibiotik tinggi menimbulkan berbagai permasalahan dan ancaman global bagi kesehatan terutama resistensi bakteri. Bila hal ini terus terjadi maka banyak penyakit infeksi yang tidak dapat disembuhkan dengan antibiotik. Untuk itu perlunya penggunaan antibiotik secara rasional sehingga dapat mencegah masalah resistensi antibiotik terhadap bakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pola peresepan antibiotik pada pasien dewasa di Puskesmas  Banguntapan 1 tahun 2014. Metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pengambilan data secara retrospektif. Populasi adalah pasien dewasa yang datanya tertulis dalam rekam medis dengan jumlah populasi 334 pasien. Sampel pasien dewasa usia lebih dari 20 tahun dengan jumlah sampel 179 pasien. Subjek penelitian berdasarkan data rekam medis, teknik pengambilan data dengan metode probability sampling.Hasil penelitian menunjukan antibiotik yang sering diresepkan adalah antibiotik generik golongan penicillin yaitu amoxicllin (69,27%). Bentuk sediaan yang banyak digunakan tablet (90,50%). Gambaran Kesesuaian pemberiaan antibotik di Puskesmas Banguntapan 1 dengan Pedoman Pengobatan Dasar Puskesmas dan Model Presscribing Information Drug Used in Bacterial Infection adalah tepat indikasi 62,25%, tepat dosis 99,13%, tepat frekuensi 100%, tepat durasi 40,87%. Kata kunci   : evaluasi peresepan, antibiotik, Puskesmas
IDENTIFIKASI DAN PENETAPAN KADAR KLORIN (Cl2) DALAM BERAS PUTIH DI PASAR TRADISIONAL KLEPU DENGAN METODE ARGENTOMETRI Tilawati, Wahyu; Agustina, Anita; -, Sutaryono
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : CERATA Jurnal Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beras adalah makanan pokok di Indonesia yang mudah diolah, mudah disajikan, enak dan merupakan sumber pemberi energi bagi manusia sehingga dapat berpengaruh besar terhadap aktivitas tubuh. Penambahan klorin sebagai pemutih beras sering dilakukan untuk meningkatkan kualitas beras putih. Klorin  dalam beras putih dapat membahayakan kesehatan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Klorin sering digunakan dalam berbagai  industri untuk menghasilkan produk yang bermanfaat bagi manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menentukan kadar klorin dalam beras putih yang dijual di pasar tradisional Klepu. Penelitian dilakukan di Laboratorium Analisis Farmasi STIKES Muhammadiyah  Klaten  pada  bulan  Maret 2015. Sampel penelitian berjumlah 8 merk beras putih yang diambil dari pasar tradisional Klepu, sampel kemudian diberi label A, B, C, D, E, F, G, H. Identifikasi dilakukan dengan uji reaksi warna dari filtrat air cucian beras kemudian ditambahkan larutan AgNO3. Uji reaksi warna bertujuan untuk mengetahui kandungan klorin pada sampel. Sampel yang positif mengandung klorin dilanjutkan dengan penetapan kadar secara Argentometri mohr menggunakan larutan AgNO3 dan indikator K2CrO4.  Hasil uji kualitatif dari 8 sampel beras putih menunjukkan 2 sampel positif mengandung klorin pada sampel dengan label B dan G, sedangkan hasil uji kuantitatif kadar klorin yang diperoleh pada sampel B sebesar 17,51 mg/L dan pada sampel G sebesar 18,11 mg/L. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI  No.722/Menkes/Per/IX/1988 tentang bahan tambahan pangan, bahwa klorin tidak tercatat dalam kelompok pemutih dan pematang tepung dan menurut Peraturan Menteri Pertanian No.32/Permentan/OT.011/3/7/2007 klorin tercatat sebagai bahan kimia berbahaya pada proses penggilingan padi, huller dan penyosoh beras.  Sehingga dalam kadar berapapun klorin dilarang digunakan dalam makanan. Kata kunci : Beras, Klorin, Metode Argentometri Mohr
AKTIVITAS ANTI DIARE PERASAN SEGAR BAKAL BUAH KELAPA (Cocos nucifera L.) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN GALUR DDY DENGAN METODE PROTEKSI Artemisia, Rahma
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : CERATA Jurnal Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit diare masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang seperti di Indonesia, karena morbiditas dan mortalitasnya yang masih tinggi (Kemenkes RI, 2011). Penyakit diare bisa diobati dengan obat sintetik dan obat tradisional. Dewasa ini banyak masyarakat umumnya beralih menggunakan obat tradisional dibanding obat sintetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antidiare perasan segar bakal buah Kelapa (Cocos nucifera L.) terhadap Mencit (Mus musculus) putih jantan galur DDY.Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental dengan menggunakan metode proteksi. Penelitian ini menggunakan 15 ekor mencit yang dibagi dalam 3 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (Aquades), kelompok kontrol positif (larutan Tanin), dan kelompok zat uji (perasan segar bakal buah Kelapa). Data yang diamati pada metode proteksi adalah frekuensi diare dan konsistensi feces. Analisa deskriptif dilakukan untuk data konsistensi feces dan frekuensi diare. Selanjutnya data frekuensi diare  dilakukan analisis statistik menggunakan uji Anova (LSD) dengan taraf kepercayaan 95%.Hasil pengamatan konsistensi feces menunjukkan bahwa konsistensi feces padat pada ketiga kelompok dicapai pada menit ke-360. Pengamatan frekuensi diare secara deskriptif pada larutan uji (perasan segar bakal buah Kelapa) didapatkan rata-rata paling rendah yaitu 7,2 ± 1,5. Hasil uji statistik frekuensi diare pada kelompok kontrol positif (larutan Tanin) dan kelompok zat uji (perasan segar bakal buah Kelapa) pada metode proteksi menunjukkan nilai signifikansi paling kecil (0.001). Hal ini dapat diartikan bahwa tidak ada perbedaan aktivitas diare yang signifikan antara kontrol positif (larutan Tanin) dengan perasan segar bakal buah Kelapa, dimana kedua zat tersebut sama-sama memberikan efek antidiare terhadap mencit putih jantan galur DDY. Kata Kunci : Antidiare, Perasan Segar, Bakal Buah Kelapa, Mencit Jantan
UJI SIFAT FISIK FORMULASI TABLET ANTI DIABETES EKSTRAK PARE (Momordica charantia L.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI PEMANIS ASPARTAM SECARA GRANULASI BASAH Arum, Fitri; -, Sunyoto; Hidayati, Nurul
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : CERATA Jurnal Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah dari tanaman obat pare (Momordica charantia L.) merupakan salah satu jenis tanaman obat yang banyak digunakan oleh masyarakat. Charantin merupakan salah satu senyawa berkhasiat yang terkandung pada buah pare. Senyawa charantin dapat digunakan untuk menurunkan kadar glukosa dalam darah sehingga banyak digunakan sebagai obat kencing manis. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat tablet ekstrak buah pare (Momordica carantia L.) dengan bahan pemanis aspartam dengan berbagai konsentrasi yang dapat menutupi rasa pahit dan memenuhi persyaratan mutu fisik tablet. Formula tablet ekstrak buah pare ( Momordica charantia L.) dengan bahan pemanis aspartam pada konsentrasi 0,5% dan 0,625% mampu menghasilkan tablet yang memenuhi persyaratan. Sedangkan pada konsentrasi 0,75% belum mampu menghasilkan tablet yang memenuhi persyaratan. Konsentrasi pemanis aspartam memberi pengaruh terhadap sifat fisik granul dan sifat fisik tablet yaitu pada kekerasan dan waktu hancur tablet. Konsentrasi pemanis aspartam yang paling baik sebagai bahan pemanis tablet ekstrak buah pare (Momordica charantia L.) adalah formula I yaitu dengan konsentrasi bahan pengikat 0,5%. Kata Kunci : Ekstrak Buah Pare (Momordica Charantia L.), Bahan Pemanis Aspartam, Granulasi Basah, Uji Sifat Fisik Tablet
PENGARUH PENGGUNAAN BERULANG MINYAK GORENG TERHADAP PENINGKATAN KADAR ASAM LEMAK BEBAS DENGAN METODE ALKALIMETRI Ayu, Afifa; Rahmawati, Farida; Zukhri, Saifudin
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : CERATA Jurnal Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makanan jajanan sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, salah satu contohnya ialah gorengan. Dalam mengolah bahan pangan menjadi gorengan diperlukan minyak goreng. Selama proses penggorengan minyak goreng mengalami berbagai reaksi kimia. Apabila minyak goreng tersebut digunakan terus menerus akan memberikan dampak negatif bagi kesehatan tubuh.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan berulang minyak goreng  terhadap peningkatan kadar asam lemak bebasnya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode titrasi asam-basa (alkalimetri). Hasil penelitian semua sampel minyak goreng pada penggunaan 0 kali masih memenuhi batas maksimal yang di tetapkan oleh SNI (< 0,30%). Pada sampel A penggunaan 2 kali telah menunjukkan kadar asam lemak bebas > 0,30% sehingga sudah melebihi batas maksimal yang telah ditentukan oleh SNI (0,40%), sampel B pada penggunaan 3 kali sudah melebihi batas SNI (0,44%), pada sampel C sampai penggunaan 4 kali masih memenuhi batas maksimal SNI (0,30%), dan pada sampel D penggunaan 4 kali sudah melebihi batas maksimal SNI (0,32%). Setelah dianalisis dengan ANOVA satu jalan semua sampel minyak goreng yang digunakan dari penggunaan 0 kali, 2 kali, 3 kali dan 4 kali memiliki perbedaan yang signifikan dengan nilai p < 0,05.       Kesimpulan, semakin sering penggunaan minyak goreng secara berulang dapat meningkatkan kadar asam lemak bebasnya. Kata kunci : penggunaan, asam lemak bebas, minyak goreng dan alkalimetri

Page 1 of 1 | Total Record : 6