Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

FORMULASI PERMEN JELLY BUNGA TURI (Sesbania grandiflora.L) DENGAN VARIASI KADAR GELATIN DAN KARAGENAN Deti Andasari, Sholikhah; Zukhri, Saifudin; Nurjanah, Prihatin
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : CERATA Jurnal Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bunga Turi memiliki kandungan vitamin A, B, C, karbohidrat, protein dankandungan gizi lainnya. Bunga turi juga memiliki efek immunomodulator danantioksidan. Bunga turi dapat digunakan sebagai bahan pembuatan permen jelly. Tujuandari penelitian ini adalah untuk mengetahui perngaruh variasi gelatin dan karagenanterhadap kualitas permen jelly serta untuk mengetahui konsentrasi gelatin dankaragenan yang tepat dalam pembuatan permen jelly. Konsentrasi gelatin yang digunakan 12%, 13%, 14% dan konsentrasi karagenanyang digunakan 3,5% dan 4%. Pengujian kualitas permen jelly meliputi organoleptis,kadar air, kadar abu, dan gula reduksi. Data yang diperoleh diuji menggunakanANOVA dilanjutkan dengan uji LSD jika menunjukkan adanya beda nyata padaperlakuan.Hasil penelitian menunjukkan penambahan gelatin dan karagenan berpengaruhterhadap hasil kadar air dan kadar abu permen jelly bunga turi. Permen jelly bunga turiperlakuan terbaik berdasarkan uji kesukaan responden yaitu permen jelly denganpenambahan gelatin 12% dan karagenan 4%. Rerata kadar air 10.1014%; kadar abu1.0315%; dan gula reduksi 2.5542%. Kadar air, kadar abu, dan gula reduksi permenjelly bunga turi sudah memenuhi syarat mutu SNI 3547.2-2008, yaitu dengan kadar airmaksimal 20.0%; kadar abu maksimal 3.0%; dan gula reduksi maksimal 25.0%.Kata Kunci: Bunga Turi (Sesbania grandiflora L.), gelatin, karagenan, permen jelly
UJI EFEKTIVITAS MINYAK ATSIRI LENGKUAS MERAH (Alpinia purpurata K. Schum) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN Candida albicans Ayu Wardani, Alfian; Zukhri, Saifudin; Nurhaini, Rahmi
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : CERATA Jurnal Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi  merupakan  penyakit  yang  selalu  berubah  dan  disebabkan  oleh mikroorganisme seperti jamur. Candida albicans merupakan jamur yang banyak menyerang  manusia.  Pengembangan  obat-obatan  tradisional  yang  berasal  dari alam  mendapat  perhatian  dari  pemerintah  maupun  masyarakat.  Rimpang lengkuas  merah  (Alpinia  purpurata  K.  Schum)  merupakan  salah  satu  tanaman yang mengandung minyak atsiri yang berkhasiat sebagai antijamur. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  efektivitas  minyak  atsiri lengkuas merah  (Alpinia purpurata K. Schum) terhadap pertumbuhan Candida albicans.  Dalam  penelitian  ini  penyulingan  minyak  atsiri  rimpang  lengkuas merah  (Alpinia  purpurata  K.  Schum)  dilakukan  dengan destilasi  uap-air  dan diperoleh  rendemen  sebesar  0,507% v/b.  Dilanjutkan  pembuatan  variasi konsentrasi  minyak  atsiri  12%,  14%,  dan  16%.  Uji  efektivitas  mikrobiologi dilakukan  pada  satu  kelompok  kontrol  dan  tiga  kelompok  perlakuan.  Kelompok kontrol  yaitu  n-hexana   (kontrol  negatif)  dan  kelompok  perlakuan  yaitu  minyak atsiri  konsentrasi  12%,  14%,  dan  16%  dengan  menggunakan  metode  cakram kertas (disk diffusion). Hasil  penelitian  menunjukkan  minyak  atsiri  rimpang  lengkuas  merah (Alpinia purpurata K. Schum) memiliki kemampuan sebagai antijamur terhadap pertumbuhan Candida albicans. Efektivitas tersebut  ditunjukkan dengan  adanya zona  bening  disekitar  cakram  kertas  yang  disebut  dengan  diameter  hambat. Diameter hambat [12%] adalah 16 mm, [14%] adalah 18mm dan [16%] adalah 19,3 mm. Dari hasil uji one way ANOVA menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna  (P  < 0,05) antara daya hambat yang dihasilkan dari pengujian minyak  atsiri  rimpang  lengkuas  merah  (Alpinia  purpurata  K.  Schum)  terhadap pertumbuhan  Candida  albicans.  Dari  hasil  uji  efektivitas  juga  menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi minyak atsiri semakin besar pula daya hambat yang dihasilkan terhadap Candida albicans. Kata kunci : Uji Efektivitas, Rimpang Lengkuas Merah, Candida albicans.
PENGARUH PENGGUNAAN BERULANG MINYAK GORENG TERHADAP PENINGKATAN KADAR ASAM LEMAK BEBAS DENGAN METODE ALKALIMETRI Ayu, Afifa; Rahmawati, Farida; Zukhri, Saifudin
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : CERATA Jurnal Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makanan jajanan sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, salah satu contohnya ialah gorengan. Dalam mengolah bahan pangan menjadi gorengan diperlukan minyak goreng. Selama proses penggorengan minyak goreng mengalami berbagai reaksi kimia. Apabila minyak goreng tersebut digunakan terus menerus akan memberikan dampak negatif bagi kesehatan tubuh.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan berulang minyak goreng  terhadap peningkatan kadar asam lemak bebasnya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode titrasi asam-basa (alkalimetri). Hasil penelitian semua sampel minyak goreng pada penggunaan 0 kali masih memenuhi batas maksimal yang di tetapkan oleh SNI (< 0,30%). Pada sampel A penggunaan 2 kali telah menunjukkan kadar asam lemak bebas > 0,30% sehingga sudah melebihi batas maksimal yang telah ditentukan oleh SNI (0,40%), sampel B pada penggunaan 3 kali sudah melebihi batas SNI (0,44%), pada sampel C sampai penggunaan 4 kali masih memenuhi batas maksimal SNI (0,30%), dan pada sampel D penggunaan 4 kali sudah melebihi batas maksimal SNI (0,32%). Setelah dianalisis dengan ANOVA satu jalan semua sampel minyak goreng yang digunakan dari penggunaan 0 kali, 2 kali, 3 kali dan 4 kali memiliki perbedaan yang signifikan dengan nilai p < 0,05.       Kesimpulan, semakin sering penggunaan minyak goreng secara berulang dapat meningkatkan kadar asam lemak bebasnya. Kata kunci : penggunaan, asam lemak bebas, minyak goreng dan alkalimetri
Optimasi Formula Sirup Ekstrak Etanol Daun Sukun (Artocarpus altilis) Dengan Pemanis Sorbitol dan Co – Solvent Propilen Glikol Nurul Hidayati; Ivan Nuryanto; Saifudin Zukhri
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 10 No 2 (2019): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : STIKES MUHAMMADIYAH KLATEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Breadfruit leaves (Artocarpus altilis) are effective in reducing high blood sugar levels. One of the uses of breadfruit is by making it into syrup. The manufacture of breadfruit leaf ethanol extract is expected to improve the bitter taste of breadfruit leaves. This study aims to determine the effect of variations of sorbitol and propylene glycol and to obtain the optimum value of sorbitol and propylene glycol on the physical properties and hedonic value of syrup preparations. Breadfruit leaveswas extracted by multilevel maceration with 70% ethanol. Thick breadfruit leaf extract made syrup preparations in 5 runs with variations of sorbitol: propylene glycol, namely Run 1 (20%: 25%), Run 2 (35%: 10%), Run 3 (31.25%: 13.75% ), Run 4 (27.5%: 17.5%) and Run 5 (23.75%: 21.25%). The syrups were tested for their physical properties including organoleptic, viscosity, pH and hedonic tests. The test results are optimized with Simplex Lattice Design. The optimum formula of the predicted results is verified by analysis of one sample t-test with a 95% confidence level.The results showed an increase in sorbitol and propylene glycol increased the pH and hedonic values but did not affect the viscosity value of syrup preparations. Sorbitol concentration of 30,0005% and propylene glycol 14.9995% produced syrup with pH and hedonic value optimum differed insignificantly with p-values> 0.05.
FORMULASI DAN UJI MUTU FISIK SEDIAAN KRIM ANTI JERAWAT DARI EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) Saifudin Zukhri; Sholikhah Deti Andasari; Muchson Muchson
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 9 No 2 (2018): Desember
Publisher : STIKES MUHAMMADIYAH KLATEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Extract leaves pepaya compound containing karpain alkaloid can bring to a bitter taste and having activity of obstruent against bacteria propionibacterium acnes that causes for acne.This report aims to understand extract leaves papaya can be made in the preparation anti acne cream, and influence distinction concentration extract leaves pepaya of physical preparations quality and cream having influence optimal with low extract leaves pepaya % 1, 2 %, 3 %. Extract of papaya leaves made by maceration for 5 days using solvent ethanol 96 %. Extract of papaya leaves made cream with M/ A type. Cream extract leaves papaya made with low different, the 1st formula with low extract 1%, 2nd formulas with low extract 2%, 3rd formula with low extract 3% and 4th formula without concentration extract. Cream and physical tested quality, quality testing covering the physical: organoleptic, the homogenity, the southwestern spread, the southwestern attaching, the pH, and the southwestern protection. Data analyzed normality with kolmogrov-smirnov followed by test homogeneity with homogency of variances and analyzed by statistic one-way anova if there is a difference followed by tukey HSD. The result showed that leaves papaya with concentration 1% , 2% , 3% can be made of preparations cream affecting physical cream quality preparations .Cream extract leaves papaya on formula II (concentration extract 2 %) has its attaching of 1.65±0.23 seconds , the spread 6.40±0.17 cm is the result of higher than the to a formula I (concentration extract 1 %) power attaching of 1.08±0.05 seconds, the spread of 6.26±0.30 cm and formula iii (concentration extract 3%) has its attaching 1.25 ± 1.11 seconds, the spread 7.03±0.32 cm.
Penetapan Kadar Protein Pada Belut Sawah (Monopterus albus Zuieuw) Liar Dan Budidaya Sholikhah Deti Andasari; Saifudin Zukhri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.202 KB)

Abstract

Belut merupakan salah satu sumber protein hewani yang baik dalam jumlah maupun mutunya. Protein adalah bagian dari semua sel hidup dan merupakan bagian terbesar tubuh sesudah air. Protein mempunyai fungsi khas yaitu membangun serta memelihara sel-sel jaringan tubuh. Tujuan penelitian ini memberikan gambaran tentang kadar protein pada belut liar dan belut budidaya. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode observasional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah belut yang dibudidaya masyarakat di daerah Polanharjo sebanyak 3 ekor dan belut sawah dari pencari belut yang diperoleh di sawah di daerah Wedi sebanyak 3 ekor. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu yang dibuat peneliti. Masing-masing sampel diekstraksi terlebih dahulu dengan metode sentrifugasi. Setelah ekstrak protein diperoleh kemudian dihitung kadar proteinnya dengan Spektrofotometri Visibel. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kadar protein yang terkandung pada belut budidaya adalah 0,124% sedangkan kadar protein pada belut liar adalah 0,109%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kadar protein pada belut budidaya lebih besar secara signifikan dibandingkan dengan belut liar.
Penetapan Kadar Protein pada Belut Sawah (Monopterus albus Zuieuw) Liar dan Budidaya Sholikhah Deti Andasari; Saifudin Zukhri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.416 KB)

Abstract

Belut merupakan salah satu sumber protein hewani yang baik dalam jumlah maupun mutunya. Protein adalah bagian dari semua sel hidup dan merupakan bagian terbesar tubuh sesudah air. Protein mempunyai fungsi khas yaitu membangun serta memelihara sel-sel jaringan tubuh. Tujuan penelitian ini memberikan gambaran tentang kadar protein pada belut liar dan belut budidaya. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode observasional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah belut yang dibudidaya masyarakat di daerah Polanharjo sebanyak 3 ekor dan belut sawah dari pencari belut yang diperoleh di sawah di daerah Wedi sebanyak 3 ekor. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu yang dibuat peneliti. Masing-masing sampel diekstraksi terlebih dahulu dengan metode sentrifugasi. Setelah ekstrak protein diperoleh kemudian dihitung kadar proteinnya dengan Spektrofotometri Visibel. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kadar protein yang terkandung pada belut budidaya adalah 0,124% sedangkan kadar protein pada belut liar adalah 0,109%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kadar protein pada belut budidaya lebih besar secara signifikan dibandingkan dengan belut liar.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Infeksi Daerah Operasi Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea S Setianingsih; Saifudin Zukhri; Nunik Indriani
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.739 KB)

Abstract

Infeksi Daerah Operasi (IDO) dapat memberikan dampaknegatif berupa reheacting, memperpanjang lama rawat pasien,peningkatan biaya rumah sakit, menurunkan mutu rumah sakit dan kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kejadian Infeksi daerah operasi pada pasien post operasi sectio caesarea di Rumah SakitUmum Islam Klaten. Jenis penelitian ini adalah observasionaldengan desain case control. Sampel penelitian ini adalah 194 (97kasus dan 97 kontrol) pasien yang menjalani sectio caesarea (SC) diRumah Sakit Umum islam Klaten pada bulan Januari 2017 sampaidengan November 2019. Uji statistik menggunakan regresi logistikberganda. Hasil penelitian diperoleh faktor intrinsik yangberhubungan dengan kejadian infeksi daerah operasi adalahperdarahan (p= 0,000) dan anemia (p= 0,000) sedangkan yang tidakberhubungan dengan infeksi daerah operasi adalah umur (p= 0,973),usia kehamilan (p= 0,504), gravida (p= 0,856), tingkat pendidikan(p= 0,159), KPD (p= 0,278), suhu tubuh (p= 0,748), diabetes melitus(p= 0,471). Faktor ekstrinsik yang berhubungan dengan kejadianinfeksi daerah operasi adalah lama hari rawat (p= 0,025), ASAScore (p= 0,042), sifat operasi (p= 0,004) dan lama operasi (p=0,000) sedangkan yang tidak berhubungan dengan infeksi daerahoperasi adalah antibiotik profilaksis (p= 0,174) (α = 0,05).Kesimpulan penelitian ini adalah faktor yang paling dominanmempengaruhi infeksi daerah operasi adalah anemia dengan hasilp= 0,000 (α; 0,05) dan OR 12,591 artinya ibu yang mengalamianemia beresiko sebesar 12,591 kali mengalami kejadian infeksidaerah operasi.
PENGARUH METODE SCHOOL WATCHING TERHADAP PERILAKU KESIAPSIAGAAN BENCANA ANAK SEKOLAH Fitri Suciana; Ulva Nur Aini; Saifudin Zukhri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.501 KB)

Abstract

Metode schoolwatchingBencana merupakan kejadian yang tidak pernah diduga dan menimbulkan bahaya serta risiko. Indonesia secara geografis termasuk negara yang rawan terjadi bencana terutama gunung meletus gunung meletus sehingga perlu adanya kesiapsiagaan bencana. Banyak korban jiwa akibat bencana gunung meletus ini adalah anak-anak, sehingga salah satu upaya dalam meningkatkan siap siaga bencana pada anak adalah dengan menggunakan metode watching school. Tujuan : mengetahui pengaruh metode school watching terhadap perilaku kesiapsiagaan bencana pada anak sekolah dasar. Metode: menggunakan desain penelitian one group post test with control group desain dengan jumlah sampel 25 responden kelompok intervensi dan 25 responden kelompok kontrol. Hasil penelitian terdapat pengaruh metode school watching terhadap perilaku siap siaga pada anak dengan P value 0,000.
Hubungan Pengetahuan Dengan Tingkat Dukungan Keluarga dalam Upaya Mengontrol Hipertensi pada Lansia Endang Sawitri; Saifudin Zukhri; Romadhani Romadhani; Elin Agenesa Oktavia
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 4, No 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v4i2.8611

Abstract

Hipertensi adalah kondisi keadaan dimana tekanan darah systole dan diastole mengalami kenaikan yang melebihi batas normal (tekanan darah systole diatas 140 mmHg dan diastole diatas 90 mmHg. Penyakit hipertensi merupakan the silent disease karena orang sering tidak mengetahui dirinya terkena hipertensi sebelum memeriksakan tekanan darahnya. Prevalensi hipertensi yang mreningkat setiap tahun yang masih menjadi masalah kesehatan di masyarakat dikarenakan kurangnya pengetahuan keluarga tentang penyakit hipertensi. Dukungan keluarga diperlukan dalam mengontrol hipertensi pada lansia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan tingkat dukungan keluarga dalam upaya mengontrol hipertensi pada lansia. Metode penelitian ini adalah kuantitatif yang berjenis deskripsi analitik dengan pengambilan data metode cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua keluarga yang memiliki lansia hipertensia di Desa Jambukidul berjumlah 65 keluarga lansia danTehnik pengambilan sampel dengan Total sampling sebanyak 65 sampel. Analisa penelitian dengan menggunakan Uji korelasi Spearman Rho. Hasil penelitian adalah responden yang pengetahuan cukup (43,1%), dan dukungan keluarga dalam upaya mengontrol hipertensi pada lansia baik (64,6%). Hasil analisis Spearman Rho diperoleh p value = 0,002 < α = 0,05, r = 0,385. Hubungan antara pengetahuan dengan dukungan keluarga dalam upaya mengontrol hipertensi pada lansia adalah lemah. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan pengetahuan dengan dukungan keluarga dalam upaya mengontrol hipertensi pada lansia.