cover
Contact Name
Sutaryono
Contact Email
sutar.on@gmail.com
Phone
+6282227110966
Journal Mail Official
sutar.on@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ir. Soekarno, Km.1 Klaten
Location
Kab. klaten,
Jawa tengah
INDONESIA
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi
ISSN : 20891458     EISSN : 26851229     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi is a collection of publication journals, covering a lot of common problems or issues related to the Pharmaceutical sciences, including Pharmacetics, Biopharmacy, Drug Delivery Systems, Pharmaceutical Physics, Pharmaceutical Chemistry, Pharmaceutical Technology, Pharmaceutical Biotechnology and Microbiology, Pharmacology and Toxicology, Pharmacokinetics, Clinical and Community Pharmacy, Pharmaceutical Regulation and Marketing, Herbal Medicine
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 8, No 1 (2017)" : 5 Documents clear
Gambaran Ketepatan Penggunaan Obat Antidiabetik Oral Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit X Kuningan Periode Juli-September 2016 Anwarudin, Wawang; Syarifuddin, Dedin
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : CERATA Jurnal Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes  Melitus  Tipe  2  Non-insulin  Dependent  Diabetes  Mellitus (NIDDM)  terjadi  karena hiperinsulinemia  tetapi  insulin  tidak  bisa  membawa  glukosa  masuk  kedalam  jaringan  karena terjadi resistensi insulin. Jumlah prevalensi diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit XKuningan terus  mengalami  peningkatan  dari  tahun  ketahun.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mendapatkan gambaran ketepatan penggunaan obat antidiabetik oral pada pasien rawat inap diabetes melitus tipe  2  Rumah  Sakit  X  Kuningan  periode  Juli-September  2015.  Adapun  Aspek  ketepatan  obat meliputi  penilaian  ketepatan  indikasi,  ketepatan  obat,  ketepatan  dosis,  ketepatan  pasien  dan minimal  efek  samping.  Peneliti  melakukan  pengambilan  data  secara  retrospektif  dengan menggunakan berkas rekam medis pasien periode juli-september 2015. Teknik pengambilan data dengan  menggunakan  rumus  slovin,  didapatkan  36  sampel  yang  sesuai  dengan  kriteria  inklusi penelitian.  Pada  hasil  penyajian  data  secara  deskriptif,  penilaian  ketepatan  berdasarkan pemberian  obat  antidiabetik  oral  pada  pasien  terdapat  tepat  dosis  sebesar  100%,  tepat  indikasi 76,6 %, tepat obat 100%, tepat pasien 89,4% dan tanpa efek samping. Hasil akhir dari analisis ketepatan penggunaan obat antidiabetik oral pada pasien diabetes melitus tipe 2 Rumah Sakit X kuningan adalah penggunaan obat antidiabetik oral yang tepat penggunaannya sebanyak 64% dan tidak tepat penggunaannya sebanyak 36%.  Kata Kunci : diabetes melitus tipe 2, obat antidiabetik oral, ketepatan penggunaan, rawat inap
Pengaruh Metode CBIA terhadap Pengetahuan InformasiObat Selesma pada Anggota Karang Taruna Dusun Wanujoyo Lor Srimartani Piyungan Bantul -, Witri; Wijayanti, Agustin; Mawardi, M. Imron
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : CERATA Jurnal Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya  kegiatan  promosi  kesehatan  dan  kemudahan  akses  dalam memperoleh  obat  tanpa  resep  dokter  menimbulkan  peningkatan  swamedikasi. Didalam  swamedikasi  diperlukan  informasi  yang  benar agar  tidak  menimbulakan efek  yang merugikan diantaranya dapat memperparah penyakit dan meningkatkan biaya  pengobatan.  Oleh  karena  itu,  pelaku  swamedikasi  memerlukan  informasi yang  jelas  agar  dapat  menentukan  jenis  obat  yang  diperlukan  berdasarkan  alasan yang  rasional.  CBIA  merupakan  salah  satu  metode  yang  dapat  digunakan  untuk mengedukasi  masyarakat  dalam  memilih  obat  yang  benar  untuk  swamedikasi secara  efisien.  Dengan  metode  ini  masyarakat  bisa  belajar  untuk  lebih  aktif mengenali  obat  dan  mencari  informasi  obat  melalui  kemasan  atau  brosur  obat, karena informasi ini relatif dapat dipercaya. Informasi dalam brosur atau kemasan obat  antara  lain  kandungan  zat  aktif,  indikasi,  dosis  dan  aturan  pemakaian,  efek samping,  kontraindikasi  dan  informasi  lain  dalam  kemasan  obat.  Penelitian  ini dilaksanakan  dengan  tujuan  untuk  mengetahui  pengaruh  metode  CBIA  terhadap pengetahuan  tentang  informasi  obat  selesma  pada  anggota  karang  taruna  Dusun Wanujoyo Lor Srimartani Piyungan Bantul. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen denganrancangan non equivalent control grup, atau rancangan dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan perlakuan. Data dianalisis menggunakan uji paired test dan Mann Withney dengan α= 0,05. Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  metode  CBIA  berpengaruh  signifikan terhadap  pengetahuan  tentang  informasi  obat  selesma dan  berbeda  signifikan pengetahuan kelompok kontrol dan perlakuan. Kata Kunci:Metode CBIA, Pengetahuan, Obat Selesma
UJI EFEKTIVITAS MINYAK ATSIRI LENGKUAS MERAH (Alpinia purpurata K. Schum) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN Candida albicans Ayu Wardani, Alfian; Zukhri, Saifudin; Nurhaini, Rahmi
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : CERATA Jurnal Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi  merupakan  penyakit  yang  selalu  berubah  dan  disebabkan  oleh mikroorganisme seperti jamur. Candida albicans merupakan jamur yang banyak menyerang  manusia.  Pengembangan  obat-obatan  tradisional  yang  berasal  dari alam  mendapat  perhatian  dari  pemerintah  maupun  masyarakat.  Rimpang lengkuas  merah  (Alpinia  purpurata  K.  Schum)  merupakan  salah  satu  tanaman yang mengandung minyak atsiri yang berkhasiat sebagai antijamur. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  efektivitas  minyak  atsiri lengkuas merah  (Alpinia purpurata K. Schum) terhadap pertumbuhan Candida albicans.  Dalam  penelitian  ini  penyulingan  minyak  atsiri  rimpang  lengkuas merah  (Alpinia  purpurata  K.  Schum)  dilakukan  dengan destilasi  uap-air  dan diperoleh  rendemen  sebesar  0,507% v/b.  Dilanjutkan  pembuatan  variasi konsentrasi  minyak  atsiri  12%,  14%,  dan  16%.  Uji  efektivitas  mikrobiologi dilakukan  pada  satu  kelompok  kontrol  dan  tiga  kelompok  perlakuan.  Kelompok kontrol  yaitu  n-hexana   (kontrol  negatif)  dan  kelompok  perlakuan  yaitu  minyak atsiri  konsentrasi  12%,  14%,  dan  16%  dengan  menggunakan  metode  cakram kertas (disk diffusion). Hasil  penelitian  menunjukkan  minyak  atsiri  rimpang  lengkuas  merah (Alpinia purpurata K. Schum) memiliki kemampuan sebagai antijamur terhadap pertumbuhan Candida albicans. Efektivitas tersebut  ditunjukkan dengan  adanya zona  bening  disekitar  cakram  kertas  yang  disebut  dengan  diameter  hambat. Diameter hambat [12%] adalah 16 mm, [14%] adalah 18mm dan [16%] adalah 19,3 mm. Dari hasil uji one way ANOVA menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna  (P  < 0,05) antara daya hambat yang dihasilkan dari pengujian minyak  atsiri  rimpang  lengkuas  merah  (Alpinia  purpurata  K.  Schum)  terhadap pertumbuhan  Candida  albicans.  Dari  hasil  uji  efektivitas  juga  menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi minyak atsiri semakin besar pula daya hambat yang dihasilkan terhadap Candida albicans. Kata kunci : Uji Efektivitas, Rimpang Lengkuas Merah, Candida albicans.
ANALISIS KADAR KALIUM PADA BAWANG PUTIH (Allium Sativum L.) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM -, Sunyoto; Hana Mustofa, Choiril
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : CERATA Jurnal Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kalium  merupakan  ion  intraselular  yang  berkaitan  dengan  mekanisme pertukaran    Natrium.  Peningkatan  asupan  kalium  dalam  diet  berhubungan  dengan penurunan  tekanan  darah,  karena  kalium  memicu  natriuesis  (kehilangan  natrium melalui urin). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar kalium pada bawang putih. Penelitian  observasional  ini  peneliti  hanya  melakukan  observasi  tanpa memberikan intervensi pada  ariable  yang akan diteliti. Pengukuran kadar kaliumdilakukan  menggunakan  alat  Spektrofotometri  Serapan Atom  dengan  panjang gelombang 766,5 nm. Pada penelitian ini digunakan konsentrasi kalium : 1 mg/L, 2  mg/L,  3  mg/L,  4  mg/L,  dan  5  mg/L.  Persamaan  garis regresi  (Y)  dan  koefisien korelasi I yang diperoleh dari hasil penentuan linieritas kurva kalibrasi menunjukan adanya  hubungan  yang  sebanding  antara  absorbansi  dan  konsentrasi.  Persamaan garis regresi linier (Y) dan koefisien korelasi I yang diperoleh dari hasil penentuan linieritas  kurva  kalibrasi  yaitu  (Y)  =  0,019914286x +  0,002380952  dan  r  = 0,998368243.Pada penelitian ini dapat diketahui hasil kadar kalium rata-rata yaitu bawang putih I 15775,655 µg/g; bawang putih II 15429,076 µ g/g; bawang putih III 14549,399 µg/g; bawang putih IV 13007,488 µg/g; dan bawang pu tih V yaitu 13120,625 µg/g. Kata kunci : Bawang Putih, Kalium, SpektrofotometriSerapan Atom
GAMBARAN DRUG RELATED PROBLEMS (DRPs) PADA PASIEN STROKE RAWAT INAP RUMAH SAKIT X DI YOGYAKARTA Nurhaini, Rahmi; -, Akrom; Jatiningrum, Agnes
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : CERATA Jurnal Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian  ini  dilakukan  untuk  mengetahui  adanya Drug  Related  Problems pada pasien stroke baik yang hemoragik maupun non hemoragik yang menjalani rawat inap di Rumah Sakit X di Daerah Istimewa Yogyakarta.Stroke adalah penyakit serebrovaskuler yang menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia. Drug Related Problems adalah kejadian  yang  tidak  diinginkan  yang  dialami  oleh  pasien  yang  berkaitan  dengan  terapi obat sehingga dapat mengganggu keberhasilan terapi yang diharapkan.Penelitian  ini  merupakan  penelitian  observasi deskriptif analitik  dengan  desain prospektif cross  sectional pada  bulan  Desember  2014-April  2015 di  Unit  Rawat  Inap Rumah Sakit X di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pasien yang memenuhi kriteria inklusi diambil  datanya  dari  catatan  rekam  medis  pasien  dan  wawancara  dengan  pasien  atau keluarga pasien.Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah pasien yang didiagnosa stroke non hemoragik maupun stroke hemoragik, baik dengan penyakit penyerta maupun tanpa penyakit  penyerta  dan  dirawat  dalam  bangsal  rawat  inap.  Dari  data  pasien  dilakukan pengkajian  berupa  kejadian drug  related  problems, DRPs  terkait  ketidaktepatan  dosis, indikasi tanpa obat, obat tanpa indikasi dan ketidaktepatan pasien. Data yang diperoleh di analiasa secara deskriptif dan dilanjutkan dengan uji analisis untuk mengetahui ada dan tidaknya hubungan dari masing-masing faktor resiko.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 106 pasien, 63,2% adalah kategori pasien geriatri (>60 tahun). Dan sebanyak 85,8% pasien didiagnosa stroke non hemoragik dan sisanya sebanyak 14,2% didiagnosa stroke hemoragik. Prosentase kejadian Drug Related Problems pada pasien stroke yang menjalani rawat inap sebesar 93,4%. Kejadian Drug Related Problems muncul pada ketidaktepaan dosis sebesar 13,2%, indikasi tanpa terapi 75,5%, obat tanpa indikasi 66%, ketidaktepatan obat sebesar 66% serta ketidakpatuhan tenaga  professional  terhadap  kesesuaian guidline  sebesar  93,4%.  Terdapat  hubungan antara  faktor  resiko  usia  dan  jenis  stroke  terhadap  kejadian Drug  Related  Problems (p<0,05),  tetapi  tidak  terdapat  hubungan  antara  banyaknya  obat  yang  diterima  pasien terhadap  kejadian Drug  Related  Problems dan  tidak  terdapat  hubungan antara  kejadian Drug Related Problems dengan outcome pasien (p>0,05).Kata kunci: Drug Related Problems, Penatalaksanaan Stroke, Outcome

Page 1 of 1 | Total Record : 5