cover
Contact Name
Julaili Irni
Contact Email
julailiirni@yahoo.com
Phone
+6282276709657
Journal Mail Official
agroprimatech@gmail.com
Editorial Address
Kampus III, Fakultas Agro Teknologi Prodi Agribisnis Universitas Prima Indonesia Jl. Danau Singkarak Gg. Madrasah, Kel. Sei Agul Medan Barat
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Agroprimatech
ISSN : -     EISSN : 25993232     DOI : 10.34012
Core Subject : Agriculture, Social,
Agroprimatech merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia. Jurnal ini bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan publikasi pada bidang pertanian dan teknologi yang dapat menjadi sumber bacaan berstandar nasional. Jurnal ini berupa hasil penilitian secara kualitatif maupun kuantitatif yang terfokus pada bidang teknologi pertanian, biologi, pemberdayaan sumberdaya pertanian, budidaya pertanian, proteksi tanaman, sosial dan budaya masyarakat pertanian serta pengaturan landscape pertanian secara berkelanjutan. Agroprimatech terbit dua kali dalam setahun pada bulan April dan Oktober.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2022): Agroprimatech" : 14 Documents clear
KAJIAN TINGKAT PENCEMARAN AIR DI KAWASAN PERAIRAN DANAU TOBA TERHADAP EKOSISTEM IKAN Silaen, Srinatalia
Agroprimatech Vol. 6 No. 2 (2022): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agroprimatech.v6i1.2986

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Kualitas perairan Danau Toba ditinjau dari parameter fisika (suhu, kekeruhan, warna, bau dan rasa), kimia (pH, DO, BOD, COD, Amonia, Nitrat dan fosfat) dan biologi (kelimpahan fitoplankton dan indeks keseragaman) (2) Tingkat pencemaran perairan ditinjau dari parameter fisika dan kimia di Danau Toba dengan menggunakan metode Storet, (3) kualitas perairan Danau Toba ditinjau dari parameter biologi (kelimpahan fitoplankton dan indeks keseragaman) di Danau Toba. Lokasi penelitian berada di kawasan perairan Danau Toba. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan April 2022. Populasi penelitian adalah perairan Danau Toba. Penentuan lokasi sampel dilakukan dengan cara purposive sampling dengan menentukan 3 stasiun pengambilan sampel. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik pengukuran, teknik observasi dan teknik dokumenter, kemudian dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : hasil pengukuran kualitas perairan Danau Toba di yang tergolong normal adalah suhu berkisar 230C-250C, kekeruhan 0,70 NTU-1,60 NTU, warna perairan semakin dekat keramba semakin berubah, semakin dekat dengan keramba bau dan rasa perairan terasa pekat dan bau pakan campur amis ikan, pH 8,8-8,2, DO 8,05 mg/l-8,450 mg/l, amonia 0,05 mg/l – 0,20 mg/l dan nitrat 1,4 mg/l – 5,2 mg/l, dan yang tergolong tinggi BOD 0,992 mg/l-90,9 mg/l, COD 3,09 mg/l-285 mg/l dan fosfat 0,01 mg/l- 0,25 mg/l, dan jika ditinjau dengan menggunakan metode Storet, perairan dikategorikan dikelas C (cemar sedang). Tingkat kesuburan perairan menurut kriteria Soegianto adalah eutrofik (subur) dan pengukuran tingkat pencemaran menggunakan indeks keseragaman fitoplankton adalah 1,125-2,471 termasuk dalam kategori tercemar sedang.
ISOLASI DAN KARAKTERISASI BAKTERI ASAM LAKTAT PADA TEMPOYAK DURIAN PEKAWAI (Durio kutejensis (Hassk.) Becc.) Permatasari, Indah; Turnip, Masnur; Kurniatuhadi, Rikhsan
Agroprimatech Vol. 6 No. 2 (2022): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agroprimatech.v6i1.2987

Abstract

Durian pekawai (Durio kutejensis) merupakan buah endemik Kalimantan yang belum banyak dikenal masyarakat. Umumnya buah ini dikonsumsi segar dan belum banyak diolah menjadi produk makanan, oleh karena itu untuk meningkatkan daya simpan durian pekawai diolah menjadi tempoyak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi garam terhadap karakter tempoyak durian pekawai dan jumlah bakteri asam laktat pada tempoyak durian pekawai serta untuk mengetahui genus bakteri asam laktat yang terlibat dalam proses fermentasi durian pekawai. Tempoyak dibuat dengan penambahan garam sebanyak 3%, 6% dan 9%. Masing-masing konsentrasi dilakukan duplo dan difermentasi selama 10 hari. Parameter pengamatan yang dilakukan terhadap tempoyak meliputi tekstur, warna, aroma, rasa, nilai pH, penurunan kadar gula, total asam laktat dan jumlah bakteri asam laktat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin rendah konsentrasi garam yang digunakan maka tekstur tempoyakyangdihasilkan semakin lunak dan berair serta rasa asam. Peningkatan konsentrasi garam yang digunakan menyebabkan penurunan jumlah bakteri asam laktat pada tempoyak durian pekawai. Bakteri asam laktat yang diperoleh dari isolasi tempoyak durian pekawai berasal dari genus Streptococcus dan Lactobacillus.
KEANEKARAGAMAN JAMUR MAKROSKOPIS DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DESA SEBAYAN KABUPATEN SAMBAS Noerhandayani, Yunita; Turnip, Masnur; Ifadatin, Siti
Agroprimatech Vol. 6 No. 2 (2022): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agroprimatech.v6i1.2988

Abstract

Jamur makroskopis merupakan organisme sederhana yang memiliki inti, spora, berupa sel atau benang bercabang-cabang, tidak memiliki klorofil dan berkembang biak secara seksual maupun aseksual. Penelitian yang berkaitan dengan jamur makroskopis di Kalimantan Barat sudah pernah dilakukan, akan tetapi belum pernah dilakukan di perkebunan kelapa sawit, salah satunya di perkebunan kelapa sawit yang ada di Desa Sebayan, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis jamur makroskopis yang ada di perkebunan kelapa sawit Desa Sebayan, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas. Pengambilan sampel jamur menggunakan metode jelajah dengan teknik purposive random sampling. Hasil penelitian ditemukan 18 jenis jamur makroskopis yang terdiri dari 5 ordo, 12 famili, dan 16 genus. Jamur yang paling banyak ditemukan berasal dari Ordo Agaricales dan Polyporales sedangkan yang paling sedikit ditemukan adalah Ordo Dacrymycetales, Ordo Auriculariales, serta Ordo Russulales.
POTENSI UJI DAYA HAMBAT BAKTERI ASAM LAKTAT ISOLAT Lactobacillus sp. (KG61) TERHADAP Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus Komara, Dina; Turnip, Masnur; Kurniatuhadi, Rikhsan
Agroprimatech Vol. 6 No. 2 (2022): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agroprimatech.v6i1.2990

Abstract

Bakteri asam laktat (BAL) merupakan mikroorganisme yang aman ditambahkan ke dalam pangan. Bakteri asam laktat mampu menghambat bakteri patogen. Salah satu dari kelompok bakteri asam laktat yang menghasilkan antibakteri adalah genus Lactobacillus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui isolat bakteri asam laktat Lactobacillus sp. (KG61) berpotensi dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus dan lama waktu inkubasi yang baik isolat bakteri asam laktat Lactobacillus sp. (KG61) dalam menghambat pertumbuhan E. coli dan S. aureus. Pengujian uji daya hambat menggunakan metode sumuran pada media Nutrient Agar (NA) dengan perlakuan inkubasi 7 hari dan 14 hari serta ciprofloxacin (kontrol positif) dan aquades steril (kontrol negatif) dengan waktu inkubasi 24 jam dan 48 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri asam laktat berpotensi dalam menghambat E. coli dan S. aureus yang baik pada inkubasi 14 hari dengan rata-rata zona hambat 7,76 mm dan 31,17 mm dengan kategori sedang dan sangat kuat
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) DENGAN PERLAKUAN DOSIS KOMPOS RUMPUT LAPANGAN (Axonopus compressus) DAN PUPUK ENTEC Girsang, Christin Imelda
Agroprimatech Vol. 6 No. 2 (2022): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agroprimatech.v6i1.3081

Abstract

Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2021 di Sibatu-batu, Kabupaten Simalungun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kompos rumput lapangan dan pupuk Entec terhadap pertumbuhan tanaman jagung (Zea mays L.) Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial, terdiri dari dua faktor, yaitu : Faktor pertama pemberian dosis kompos rumput lapangan (K) yang terdiri dari 3 taraf yaitu K0 = tanpa perlakuan, K1= 6000 g/plot, K2 = 9000 g/plot dan dengan Faktor kedua pemberian NPK Entec yang terdiri dari 3 taraf yaitu E0 = tanpa perlakuan, E1 = 90 g/plot, E2 = 180 g/plot. Berdasarkan hasil penelitian, perlakuan pemberian kompos rumput lapangan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, luas daun, berat biji per sampel dan berat biji per plot. Perlakuan pemberian pupuk Entec berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, luas daun, berat biji per sampel dan berat biji per plot. Perlakuan interaksi kompos rumput lapangan dan pupuk Entec berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur, bobot biji per sampel, dan bobot biji per plot. Sedangkan terhadap diameter batang dan luas daun tidak berpengaruh nyata.
KEANEKARAGAMAN GULMA PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT MASYARAKAT PADA PASAR 7 MARELAN KECAMATAN MEDAN MARELAN KOTA MEDAN Aji, Seno
Agroprimatech Vol. 6 No. 2 (2022): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agroprimatech.v6i1.3095

Abstract

Kecamatan Medan Marelan merupakan salah satu kecamatan di Kota Medan yang mempunyai luas sekitar 44,47 km2. Pada Pasar 7 di Kecamatan Medan Marelan terdapat banyak perkebunan kelapa sawit mayarakat, dan pada perkebunan masyarakat banyak keanekaragaman jenis gulma dan luas areal perkebunan kelapa sawit seluas 1 ha. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juli 2022 dengan metode survey teknik pencuplikan sampel secara Purposive sampling. Tujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis gulma yang terdapat di perkebunan sawit masyarakat, Desa Lengau Seprang, Deli Serdang dengan pengamatan jenis gulma menggunakan metode kuadrat dengan petak contoh seluas 1 x 1 m sebanyak 5 plot. Hasil keanekaragaman gulmaditemukan16 jenis dengan total individu 633. Hasil keanekaragaman menunjukkan jenis gulma Panicum repens jumlah individu 178 dalam semua plot dan Mimosa pudica jumlah individu 1 dalam semua plot. Indeks Keanekaragaman jenis Shannon-Wiener (H′) adalah 2,001 dan menunjukkan keanekaragaman sedang; Indeks Kemerataan jenis (E) adalah 0,722 menunjukkan kemerataan tinggi, serta Indeks Kekayaan Jenis (Dmg) adalah 2,325 menunjukkan kekayaan rendah.
Ekotoksikologi Pestisida Decis 25 E, Curacron 500 EC, Score 150 EC dan Bactospein WP terhadap Lele (Clarias batrachus) dan Nila (Oreochromis niloticus) Rahayuwati, Sat
Agroprimatech Vol. 6 No. 2 (2022): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aplikasi pestisida pertanian yang berlebihan dan tidak tepat dapat terbawa oleh air hujan hingga ke perairan. Decis 25E yang tergolong insektisida Pyrethroid, Curacron 500 EC termasuk insektisida golongan Organofostat, Score 150 EC fungisida sistemik dan insektisida biologi Bactospein WP diuji tingkat toksisitasnya terhadap Lele (Clarias batrachus) dan Nila (Oreochromis niloticus) pada konsentrasi 0,1 ppm; 1 ppm; 10 ppm; dan 100 ppm dengan pelarut air. Decis 25E Curacron 500 EC memiliki tingkat toksisitas tinggi terhadap Lele dan Nila yang menimbulkan pendarahan pada ikan uji dari konsentrasi 0,1 hingga 100 ppm dalam waktu lebih dari 1 jam. Sehingga adanya runoff Decis 25E dan Curacron 500 EC dengan konsentrasi 0,1 ppm di perairan dapat mengakibatkan kematian pada ikan. Fungisida Score 250 EC dan insektisida biologi Bactospeine WP cukup aman terhadap ikan lele dan nila pada konsentrasi 0,1 ppm.
KAJIAN TINGKAT PENCEMARAN AIR DI KAWASAN PERAIRAN DANAU TOBA TERHADAP EKOSISTEM IKAN Silaen, Srinatalia
Agroprimatech Vol. 6 No. 2 (2022): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agroprimatech.v6i1.2986

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Kualitas perairan Danau Toba ditinjau dari parameter fisika (suhu, kekeruhan, warna, bau dan rasa), kimia (pH, DO, BOD, COD, Amonia, Nitrat dan fosfat) dan biologi (kelimpahan fitoplankton dan indeks keseragaman) (2) Tingkat pencemaran perairan ditinjau dari parameter fisika dan kimia di Danau Toba dengan menggunakan metode Storet, (3) kualitas perairan Danau Toba ditinjau dari parameter biologi (kelimpahan fitoplankton dan indeks keseragaman) di Danau Toba. Lokasi penelitian berada di kawasan perairan Danau Toba. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan April 2022. Populasi penelitian adalah perairan Danau Toba. Penentuan lokasi sampel dilakukan dengan cara purposive sampling dengan menentukan 3 stasiun pengambilan sampel. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik pengukuran, teknik observasi dan teknik dokumenter, kemudian dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : hasil pengukuran kualitas perairan Danau Toba di yang tergolong normal adalah suhu berkisar 230C-250C, kekeruhan 0,70 NTU-1,60 NTU, warna perairan semakin dekat keramba semakin berubah, semakin dekat dengan keramba bau dan rasa perairan terasa pekat dan bau pakan campur amis ikan, pH 8,8-8,2, DO 8,05 mg/l-8,450 mg/l, amonia 0,05 mg/l – 0,20 mg/l dan nitrat 1,4 mg/l – 5,2 mg/l, dan yang tergolong tinggi BOD 0,992 mg/l-90,9 mg/l, COD 3,09 mg/l-285 mg/l dan fosfat 0,01 mg/l- 0,25 mg/l, dan jika ditinjau dengan menggunakan metode Storet, perairan dikategorikan dikelas C (cemar sedang). Tingkat kesuburan perairan menurut kriteria Soegianto adalah eutrofik (subur) dan pengukuran tingkat pencemaran menggunakan indeks keseragaman fitoplankton adalah 1,125-2,471 termasuk dalam kategori tercemar sedang.
ISOLASI DAN KARAKTERISASI BAKTERI ASAM LAKTAT PADA TEMPOYAK DURIAN PEKAWAI (Durio kutejensis (Hassk.) Becc.) Permatasari, Indah; Turnip, Masnur; Kurniatuhadi, Rikhsan
Agroprimatech Vol. 6 No. 2 (2022): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agroprimatech.v6i1.2987

Abstract

Durian pekawai (Durio kutejensis) merupakan buah endemik Kalimantan yang belum banyak dikenal masyarakat. Umumnya buah ini dikonsumsi segar dan belum banyak diolah menjadi produk makanan, oleh karena itu untuk meningkatkan daya simpan durian pekawai diolah menjadi tempoyak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi garam terhadap karakter tempoyak durian pekawai dan jumlah bakteri asam laktat pada tempoyak durian pekawai serta untuk mengetahui genus bakteri asam laktat yang terlibat dalam proses fermentasi durian pekawai. Tempoyak dibuat dengan penambahan garam sebanyak 3%, 6% dan 9%. Masing-masing konsentrasi dilakukan duplo dan difermentasi selama 10 hari. Parameter pengamatan yang dilakukan terhadap tempoyak meliputi tekstur, warna, aroma, rasa, nilai pH, penurunan kadar gula, total asam laktat dan jumlah bakteri asam laktat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin rendah konsentrasi garam yang digunakan maka tekstur tempoyakyangdihasilkan semakin lunak dan berair serta rasa asam. Peningkatan konsentrasi garam yang digunakan menyebabkan penurunan jumlah bakteri asam laktat pada tempoyak durian pekawai. Bakteri asam laktat yang diperoleh dari isolasi tempoyak durian pekawai berasal dari genus Streptococcus dan Lactobacillus.
KEANEKARAGAMAN JAMUR MAKROSKOPIS DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DESA SEBAYAN KABUPATEN SAMBAS Noerhandayani, Yunita; Turnip, Masnur; Ifadatin, Siti
Agroprimatech Vol. 6 No. 2 (2022): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agroprimatech.v6i1.2988

Abstract

Jamur makroskopis merupakan organisme sederhana yang memiliki inti, spora, berupa sel atau benang bercabang-cabang, tidak memiliki klorofil dan berkembang biak secara seksual maupun aseksual. Penelitian yang berkaitan dengan jamur makroskopis di Kalimantan Barat sudah pernah dilakukan, akan tetapi belum pernah dilakukan di perkebunan kelapa sawit, salah satunya di perkebunan kelapa sawit yang ada di Desa Sebayan, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis jamur makroskopis yang ada di perkebunan kelapa sawit Desa Sebayan, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas. Pengambilan sampel jamur menggunakan metode jelajah dengan teknik purposive random sampling. Hasil penelitian ditemukan 18 jenis jamur makroskopis yang terdiri dari 5 ordo, 12 famili, dan 16 genus. Jamur yang paling banyak ditemukan berasal dari Ordo Agaricales dan Polyporales sedangkan yang paling sedikit ditemukan adalah Ordo Dacrymycetales, Ordo Auriculariales, serta Ordo Russulales.

Page 1 of 2 | Total Record : 14