cover
Contact Name
Asep Purwo Yudi Utomo
Contact Email
aseppyu@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
aseppyu@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Sastra Indonesia
ISSN : 22526315     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Sastra Indonesia menerbitkan artikel penelitian atau artikel konseptual mengenai bahasa dan sastra Indonesia. Diterbikan oleh Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang dan Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta pengajarnya.
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 3 (2019): November" : 22 Documents clear
Makna Lirik Lagu Sekar Gadung dalam Pementasan Lengger Lanang Langgeng Sari: Perspektif Semiotika Riffaterre Marahayu, Nila Mega; Suhardi, Imam; Yanti, Sri Nani Hari
Jurnal Sastra Indonesia Vol 8 No 3 (2019): November
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas makna lirik Lagu Sekar Gadung dalam pementasan Lengger Lanang Langgeng Sari melalui perspektif Semiotika Riffaterre. Artikel ini dilatarbelakangi kesakralan atas keutamaan lirik lagu Sekar Gadung dalam pementasan seni tari Lengger Lanang Langgeng Sari. Selain itu, dilatarbelakangi pula oleh ekistensi lagu tersebut sebagai sastra lokal sekaligus seni rakyat yang tetap mampu menarik perhatian masyarakat modern ini. Analisis dalam artikel ini menggunakan teori semiotika riffateterre dan metode yang digunakan adalah metode pemaknaan melalui pembacaan semiotika tingkat pertama atau heuristik dan pemaknaan secara retroaktif atau hermeneutik. Kedua metode pembacaan tersebut mengantarkan pada penafsiran secara utuh lagu tersebut bahwa Lagu Sekar Gadung adalah lagu yang sarat dengan unsur lirik yang estetik. Selain itu, lagu sekar gadung memiliki makna , sebagai lagu yang diyakini sarat akan kemagisan karena mampu mengundang indang berupa ruh atau jiwa leluhur, sehingga menghidupkan (menyemangati) penari lengger dalam keprofesionalan sebagai penari dan gerakan-gerakan tari yang lebih hidup. This article discussed the meaning of Sekar Gadung song lyric in the Lengger Lanang Langgeng Sari performance through the Riffaterre’s semiotics perspective.The background of this research was the sanctity of Sekar Gadung song lyrics in the Lengger Lanang Langeng Sari dance performance. In addition, it was also derived from the existence of the song as both local literature and traditional art which still attract the attention of modern people. The analysis applied Rifateterre’s Semiotics theory and the method used was the meaning interpretation through the first stage semioticreading or heuristics and the retroactive meaning interpretation or hermeneutics. Both of the reading methods lead to a thorough interpretation that Sekar Gadung is a song that comprises aesthetic lyrics. In addition, Sekar Gadung song has some meanings, namely as a song which is believed as full of magic because it can invite indang in the form of spirit or soul of the ancestors in order to enliven (to support) the lengger dancers and their professionalism as the dancers and makes their dance movement more lively.
Bentuk dan Fungsi Metafora dalam Pengumuman Duka Cita Masyarakat Pantura Jawa Tengah Surahmat, Surahmat; Karina, Alfa Zulia Dwi
Jurnal Sastra Indonesia Vol 8 No 3 (2019): November
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengumuman duka cita merupakan peristiwa komunikasi yang mengungkap persepsi masyarakat terhadap kematian yang dipengaruhi oleh berbagai nilai yang berlaku dalam masyarakat tersebut. Penelitian ini membahas bentuk-bentuk dan fungsi metafora yang digunakan dalam pengumuman duka cita di masyarakat pantai utara Jawa Tengah. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yang didesain untuk mengungkap variasi bentuk dan fungsi metafora dalam pengumuman kematian di berbagai daerah di pesisir utara Jawa Tengah berdasarkan perspektif sosiolinguistik dan etnolinguistik. Data yang diperoleh dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi dari pengumuman duka cita di 13 kabupaten dan kota di pantai utara Jawa Tengah yang mana di setiap kabupaten dan kota dipilih dua daerah yang masing-masing mewakili perkotaan dan pedesaan. Penelitian ini mengungkapkan bahwa dari 26 sampel yang dikumpulkan di 13 kabupaten dan kota ditemukan 16 jenis metafora. Metafora yang digunakan penutur untuk pengumuman duka cita memiliki fungsi semantik, fungsi pragmatik, dan mengungkapkan perasaan si penutur terhadap orang yang meninggal atau keluarga yang ditinggalkan. Selain itu, metafora memiliki fungsi khusus yaitu mengukuhkan sekaligus menyosialisasikan keyakinan ideologis keagamaan seperti penggunaan metafora kepundhut “diambil” berfungsi mengukuhkan keyakinan bahwa kematian merupakan peristiwa yang diatur Tuhan. Metafora berpulang atau kondhur mengukuhkan keyakinan tentang asal-muasal manusia yaitu dari Tuhan. Serta metafora “ke pangkuan-Nya” memiliki fungsi ideologis mengukuhkan keyakinan tentang sifat Tuhan sebagai Sang Maha Penyayang. Announcement of condolences is a communication event that reveals people's perceptions of death that are influenced by various values prevailing in the community. This study discusses the forms and functions of the metaphors used in announcing condolences in the north coast communities of Central Java. This descriptive qualitative study was designed to uncover variations in the form and function of metaphors in the announcement of death in various regions on the north coast of Central Java based on sociolinguistic and ethnolinguistic perspectives. The data obtained were collected through interviews and documentation from condolence announcements in 13 districts and cities on the north coast of Central Java, where in each district and city two regions were chosen, each representing urban and rural areas. This study revealed that from 26 samples collected in 13 districts and cities, 16 types of metaphors were found. The metaphor used by the speaker for the announcement of mourning has a semantic function, a pragmatic function, and expresses the speaker's feelings for the deceased person or family left behind. In addition, metaphors have a special function which is to establish and socialize religious ideological beliefs such as the use of "taken" metaphor to function to confirm the belief that death is an event arranged by God. Passing or famous metaphors reinforce beliefs about human origins namely from God. As well as the metaphor "into His bosom" has an ideological function of strengthening the belief about the nature of God as the Most Merciful.

Page 3 of 3 | Total Record : 22