cover
Contact Name
Redaksi IJHD
Contact Email
ijhd@upnvj.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ijhd@upnvj.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta. Jl. Raya Limo, Kecamatan Limo, Kota Depok, Kodepos 16515 No. Telp: 021-7532884
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Journal of Health Development
ISSN : -     EISSN : 26567423     DOI : https://doi.org/10.52021/ijhd.v6i1
Core Subject : Health,
Indonesian Journal of Health Development (IJHD) merupakan jurnal akses terbuka (Open Access) yang bertujuan untuk menyebarkan hasil penelitian terkini di bidang kesehatan. IJHD mempublikasikan artikel ilmiah yang mencakup Keperawatan, Kesehatan Masyarakat, Gizi, dan Fisioterapi, dengan cakupan nasional maupun internasional. Jurnal ini terbit secara berkala dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari dan September, serta telah memiliki nomor registrasi ISSN Online 2656-7423. IJHD mendukung prinsip keterbukaan ilmiah dan mengizinkan distribusi artikel secara bebas untuk mendukung pengembangan keilmuan artikel yang diterbitkan melalui proses seleksi ketat dengan Double-Blind Review dan evaluasi editorial. IJHD juga telah terindeks dalam berbagai basis data ilmiah nasional dan internasional dengan menerima artikel dalam dua bahasa, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, guna menjangkau lebih luas komunitas akademik dan praktisi di bidang kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2019): IJHD" : 8 Documents clear
HUBUNGAN KOUNIKASI SBAR DENGAN PELAKSANAAN TIMBANG TERIMA PERAWATDI RUANG RAWAT INAP RSUD Dr. A. DADI TJOKRODIPO BANDAR LAMPUNG TAHUN 2019 Reva Monica
Indonesian Journal of Health Development Vol 1 No 2 (2019): IJHD
Publisher : Fakultas Ilmu kesehatan UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.421 KB) | DOI: 10.52021/ijhd.v1i2.13

Abstract

THE CORRELATION OF THE SBAR COMMUNICATION WITH THE IMPLEMENTATION OF HANDOVER NURSES AT CARE WARDS OF A DADI TJOKRODIPO HOSPITAL OF BANDAR LAMPUNG IN 2019 Background: The implementation of handover is often a problem in several hospitals, the results of interviews conducted in the inpatient room, of 3 head of the room and 3 team leaders, and 2 people in charge of the operand shift. Said that the handover using SBAR communication has been established since 2017. However, the handover is not yet running optimally. The results of the assessment of the implementation of handover nursesusing SBAR communication, from 8 nurses, 5 nurses (62.5%) with the implementation of the handover was not good, and 3 nurses (37.5%) with a well-received balance. Objective: Known the correlation of SBAR communication with the implementation of handover nurses in the inpatient room of RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung in 2019. Methods: This type of research is quantitative. The design of this research was the analytic survey with a cross-sectional approach. The population and sample used are all nurses in the inpatient room as many as 50 people. Sampling in the study is total sampling Statistical tests using the chi-square test Results: The results of data analysis using the chi-square test obtained p-value = 0.008 (<0.05) which means that there is a relationship between communication SBAR with the implementation of handover nurses in the Inpatient Room Dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung in 2019 with an OR value = 6.120. Conclusion: There is a correlation between SBAR communication and the acceptance and evaluation process at RSUD Dr. A TjokrodipoBandarLampung. Suggestions for health institution services to make the shift every shift/operand, prepare nursing problems that still arise and interventions that have not been done and prepare general plans and preparations that need to be done. For nurses do not explain right beside the patient in a loud voice, do not use standard language so that it is easily understood by patients, and introduce themselves to patients when doing SBAR. Keywords : SBAR Communication, Implementation of Handover Nurses Pendahuluan: Pelaksanaan timbang terima seringkali menjadi permasalahan di beberapa Rumah Sakit, hasil wawancara yang dilakukan di ruang rawat inap, terhadap 3 orang kepala ruangan dan 3 orang ketua tim, serta 2 orang penanggung jawab operan shift. Mengatakan bahwa timbang terima menggunakan komunikasi SBAR sudah ditetapkan sejak tahun 2017.Namun pelaksanaan timbang terima belum berjalan dengan optimal. Hasil penilaian tentang pelaksanaan timbang terima menggunakan komunikasi SBAR, dari 8 perawat, 5 perawat (62.5%) dengan pelaksanaan timbang terima kurang baik, dan 3 orang perawat (37.5%) dengan timbang terima baik. Tujuan: Diketahui hubungan komunikasi SBAR dengan pelaksanaan timbang terima perawat di ruang rawat inap RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung Tahun 2019. Metode: Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif. Desain penelitian ini survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel yang digunakan adalah seluruh perawat di ruang rawat inap yaitu sebanyak 50 orang. Pengambilan sampel pada penelitian adalah total sampling Uji statistik menggunakan uji chi square Hasil :Hasil analisa data menggunakan uji chi square didapat nilai p-value = 0.008 (<0,05) Yang artinya adahubungan komunikasi SBAR dengan pelaksanaan timbang terimaperawat di Ruang Rawat Inap RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung Tahun 2019. dengan nilai OR = 6,120. Kesimpulan : Ada hubungan antara komunikasi SBAR dengan pelaksanaan timbang terima di RSUD Dr. A Tjokrodipo Bandar Lampung. Saran kepada pelayanan institusi kesehatan untuk melakukan operan setiap pergantian shift/ operan, mempersiapkan masalah keperawatan yang masih muncul dan intervensi yang belum dilakukan, serta menyiapkan rencana umum dan persiapan yang perlu dilakukan. Bagi perawat tidak menjelaskan tepat disamping pasien dengan suara lantang, tidak menggunakan bahasa yang baku sehingga mudah dipahami oleh pasien, dan memperkenalkan diri kepada pasien saat melakukan SBAR.
THE CORRELATION TEST ANXIETY AND SLEEP QUALITY WITH LEARNING CONCENTRATION Chandra Tri Wahyudi
Indonesian Journal of Health Development Vol 1 No 2 (2019): IJHD
Publisher : Fakultas Ilmu kesehatan UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.19 KB) | DOI: 10.52021/ijhd.v1i2.15

Abstract

Nursing students were required to concentrate on the lecture activities. Learning concentration was an important aspect for better result in academic performance. Test anxiety and sleep quality were one of the factors that can influence it. The aim of this study was to analyze correlation between test anxiety and sleep quality with learning concentration of nursing students in UPN “Veteran” Jakarta. This study used descriptive analysis with cross sectional approach. Sampling technique used stratified random sampling with sample amounted to 209 respondents. The results of statistical test chi square was obtained p-value 0,019 (p-value < 0,05), indicated there was significant correlation between test anxiety with learning concentration. The results of statistical test chi square was obtained p-value 1,000 (p-value > 0,05), indicated there was no significant correlation between sleep quality with learning concentration. Learning concentration caused not only by test anxiety and sleep quality, but also caused by environment, psychology, learn modality, and social intercourse. Test anxiety can give positive and negative effects, depends perception of each individual. When it leads to negative effects, stress management was needed to overcome test anxiety. Bad sleep quality can reduce learning concentration. This condition should be addressed by changing sleep patterns in each individual.
EFEKTIVITAS TERAPI SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI BEDAH JANTUNG Ridho Kunto Prabowo
Indonesian Journal of Health Development Vol 1 No 2 (2019): IJHD
Publisher : Fakultas Ilmu kesehatan UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.19 KB) | DOI: 10.52021/ijhd.v1i2.17

Abstract

Abstrak Tindakan pembedahan jantung akan menimbulkan kecemasan pada pasien, terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) diberikan sebelum pasien dilakukan pembedahan jantung untuk mengurangi kecemasan yang dirasakan pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi keefektifan terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre operasi bedah jantung. Desain penelitian ini menggunakan quasi eksperimen yang melibatkan sampel 60 responden dengan teknik consecutive sampling dan dibagi 2 kelompok (30 responden intervensi dan 30 responden kontrol) diruang pre operasi Intermediate Ward Bedah. Kelompok intervensi SEFT dilakukan selama 2 hari dan kelompok kontrol sesuai dengan standar ruangan. Hasil uji paired t test menunjukkan bahwa terdapat penurunan kecemasan yang bermakna pada kelompok intervensi sebelum dan sesudah diberikan terapi SEFT (p-value = 0,0001). SEFT dapat dijadikan intervensi keperawatan untuk menurunkan kecemasan pada pasien pre operasi bedah jantung. Kata Kunci : Spiritual Emotional Freedom Technique, Pre Operasi Bedah Jantung dan Kecemasan
HUBUNGAN ANTARA MUSCULAR STRENGTH DENGAN KUALITAS KOMPRESI JANTUNG LUAR Novi Dwi Irmawati
Indonesian Journal of Health Development Vol 1 No 2 (2019): IJHD
Publisher : Fakultas Ilmu kesehatan UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.486 KB) | DOI: 10.52021/ijhd.v1i2.18

Abstract

Abstrak Sudden cardiac arrest merupakan kondisi berhentinya fungsi jantung secara tiba-tiba pada seseorang yang telah atau belum diketahui menderita penyakit jantung. Penanganan yang tepat diperlukan untuk mengatasi masalah sudden cardiac arrest pada pasien. Kesepakatan ILCOR (2015), AHA(2015) dan ERC (2015) menyebutkan bahwa penangananan untuk pasien dengan sudden cardiac arrest adalah dengan Cardio Pulmonary Resuscitation (CPR). Kualitas kompresi jantung luar dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah Muscular Strenght. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara Muscular Strenght dengan Kualitas kompresi Jantung Luar. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Profesi Ners Universitas Padjadjaran dengan jumlah 88 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan Digital Hand Dynamometer dan Manneqiun Resusci Anne. Hasil Uji Bivariat menggunakan uji Spearman Rank menunjukkan bahwa ada hubungan antara Muscular Strenght dengan Kualitas Kompresi Jantung Luar dengan nilai signifikan 0,000 (p value < 0.05) dengan kekuatan hubungan kategori sedang ( koefisien korelasi =0.436) Diharapkan perlunya penelitian lebih lanjut mengenai faktor lain yang mempengaruhi kualitas kompresi jantung luar dengan melibatkan jumlah responden yang lebih banyak. Kata Kunci : CPR, Muscular Strenght, Sudden Cardiac Arrest
pelayanan Geriatri Tingkat Sederhana dalam upaya peningkatan kualitas hidup pasien Geriatri di RS Tugu Ibu tahun 2019 dianawati dianawati
Indonesian Journal of Health Development Vol 1 No 2 (2019): IJHD
Publisher : Fakultas Ilmu kesehatan UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.032 KB) | DOI: 10.52021/ijhd.v1i2.19

Abstract

PROGRAM STUDI ADMINISTRASI RUMAH SAKIT PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS RESPATI INDONESIA (URINDO) Tesis, Agustus 2019 JUDUL TESIS : Pelayanan Geriatri Tingkat Sederhana dalam upaya meningkatkan kualitas hidup pasien geriatri di RS Tugu Ibu tahun 2019 Xvi + 155 halaman+ 20 tabel, 10 skema / gambar, 15 lampiran ABSTRAK Kebijakan “Fast track” dalam pelayanan geriatri tingkat sederhana di RS Tugu Ibu yang merupakan salah satu bentuk upaya dalam meningkatkan kualitas hidup pasien geriatri belum terimplementasi dengan baik.Rancangan perbaikan dengan membuat Future State Valua stream mapping system menjadi tujuan utama dalam penelitian ini.Jenis penelitian kualitatif deskriptif, menggunakan tehnik wawancara mendalam dan observasi dengan pendekatan Lean Six Sgma, Informan dipilih dengan metode purposive sampling dan kriteria khusus sesuai PMK 79 tahun 2014. Dilalukan Penilaian kualitas hidup geriatri melalui Kuesioner EQ5D-5L dan EQ5D-VAS serta Kepuasan pasien geriatri di rawat jalan sebagai data awal sebelum dilakukannya upaya perbaikan system pelayanannya. Hasilnya menunjukkan bahwa dari 5 dimensi kualitas hidup pasien geriatri, levelnya 3 / 3 / 4 / 3 / 3 ( level sedang s/d parah) dengan VAS < 79% (masih belum memenuhi standar yang telah ditetapkan dalam PMK no,.79 tahun 2014). Dan dari 10 item kepuasan pasien, 70% angka kepuasannya memenuhi SPM RS, 30% tidak memenuhi SPM RS. Dari CSVSM (current state value steam mapping) teridentifikasi 55% kegiatan pelayanan bernilai (Value added), dengan total waktu yang digunakan sebesar 19%-27% (979 detik) dan 45% kegiatan tidak bernilai (non value added), dengan total waktu yang digunakan 73%-81% (2710 detik – 4240 detik) dan ada 3 jenis waste : defect, motin & Waiting. Six sigma-DMAIC digunakan untuk pencarian akar masalah dari waste dengan fishbone diagram, didapatkan perubahann kegiatan non value added menurun menjadi 35,3% dan Kegiatan Value added meningkat menjadi 64,7%. Kata kunci : geriatri, fast track, EQ5D5L-VAS, lean six sigma. Daftar pustaka : 20 (2012 – 2018)
FAKTOR HOST DAN LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU DI KABUPATEN CIANJUR PROPINSI JAWA BARAT Nanny Harmani; Wahyu Sulistiadi; Ony Linda
Indonesian Journal of Health Development Vol 1 No 2 (2019): IJHD
Publisher : Fakultas Ilmu kesehatan UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.941 KB) | DOI: 10.52021/ijhd.v1i2.20

Abstract

Tuberkulosis paru adalah suatu penyakit infeksi yang menyerang paru-paru yang secara khas ditandai oleh pembentukan granuloma dan menimbulkan nekrosi jaringan. Penyakit ini bersifat menahun dan dapat menular dari penderita kepada orang lain.TB banyak terdapat di kalangan penduduk dengan kondisi sosial ekonomirendah dan menyerang golongan usia produktif (15-54 tahun). Sekitar 3/4 pasien TB adalah golongan usia produktif. TB membunuh lebih banyak kaum muda dan wanita dibandingkan denganpenyakit menular lainnya. Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik untuk meneliti ” Studi Deskriptif Faktor Host dan Lingkungan dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Desa Peuteuy Condong Kecamatan Cibeber Kabupatrn Cianjur Propinsi Jawa Barat Tahun 2012”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran Faktor Host dan Lingkungan dengan Kejadian Tuberkulosis Paru. Disain yang digunakan metoda survey dengan jumlah sampel 194 responden. Penelitian ini bersifat kuantitatif dan diukur dengan kuesioner, dianalisa dengan univariat. Hasil penelitian ini adalah responden yang menderita tuberkulosis paru ada tindakan responden sebagian besar kurang baik yaitu 128 responden (66 %). Faktor lingkungan, untuk kepadatan hunian sebagian besar tidak padat yaitu 102 responden (52,6 %), keadaan jendela sebagian besar responden memiliki jendela dan terbuka yaitu sebesar 104 responden (53,6 %), Pencahayaan sebagian besar responden tidak menyalakan lampu saat membaca pada siang hari sebesar 170 responden (87,1 %), kondisi ventilasi sebagian besar responden baik ( ≥ 10 % luas lantai) yaitu 114 responden (58,8 %). Diharapkan lebih ditingkatkan komunikasi, informasi, pengawasan dan monitoring dari instansi terkait
The Effect of Stewing Basil Leaves (Ocimum Sanctum) and Ginger (Zingiber officinale rosc) combination on uric acid levels in patients with gout arthritis MARETA DEA ROSALINE
Indonesian Journal of Health Development Vol 1 No 2 (2019): IJHD
Publisher : Fakultas Ilmu kesehatan UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.922 KB) | DOI: 10.52021/ijhd.v1i2.23

Abstract

Background: Gout arthritis caused by high uric acid in the bloodstream and accumulation of uric acid crystals in tissues of the body that joint of inflammation leading to pain, redness, heat, and swelling. Basil leaves and ginger contains flavonoid compounds that can inhibit the formation of uric acid in the body.This research aim to analyze the effect of stewing basil leaves (Ocimum Sanctum) and ginger (Zingiber officinale rosc) combination on uric acid levels in patients with gout arthritis at Kranggan Public Health Center. Method: Quasy experimental with pre post-test control design. 50 respondents were involved and divided into treatment and control group. Combination Therapy of basil leaves and ginger is given 1 time for 7 days in the morning. Data were analyze used Paired T-Test and Independent T-Test. Result: There was significant the effect of basil leaves and ginger (Zingiber officinale rosc) combination on uric acid levels in patients with gout arthritis. Pretest and posttest outcome for treatment group generate p= 0.000 and comparison group generate p=0.009 with Independent T-test outcome p=0.004 (p<0,05). Discussion: This research is useful to complementary therapy as herbal therapy to decrease uric acid level. Keywords:, Basil Leaves, Ginger, Gout Arthritis, Uric Acid Levels
DETERMINAN PENGETAHUAN BHD DAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA GURU SEKOLAH DASAR Wiwin Winarti
Indonesian Journal of Health Development Vol 1 No 2 (2019): IJHD
Publisher : Fakultas Ilmu kesehatan UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.2 KB) | DOI: 10.52021/ijhd.v1i2.24

Abstract

Kejadian gawat darurat dapat terjadi dimana saja, kapan saja, dan menimpa siapa saja. Upaya yang dilakukan untuk menyelamatkan korban harus dilakukan secara cepat dan tepat, karena dapat mengakibatkan kecacatan permanen hingga kematian. Anak-anak usia sekolah dasar merupakan kelompok usia yang beresiko tinggi mengalami kecelakaan. Guru sebagai pendidik dan pendamping anak disekolah menjadi bagian penolong pertama bagi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan bantuan hidup dasar (BHD) dan pertolongan pertama. Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional dengan rancangan Desckriptif Analisis dan menggunakan metode Total Sampling sebagai cara dalam pengambilan sampel. Sampel penelitian sebanyak 44 guru sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukan jenis mata ajar yang diampu, pengalaman pelatihan, pengalaman menolong, paparan sumber informasi, motivasi terhadap pengetahuan BHD dan pertolongan pertama menjadi faktor yang mempengaruhi pengetahuan para guru sekolah dasar (p< 0,05). Hasil penelitian memberikan saran kepada pemerintah untuk dapat membekali setiap guru sekolah dasar pengetahuan BHD dan pertolongan pertama. Kata kunci: guru sekolah dasar, pengetahuan, pertolongan pertama, bantuan hidup dasar

Page 1 of 1 | Total Record : 8