cover
Contact Name
irland fardani
Contact Email
irland.fardani@unisba.ac.id
Phone
+628562257785
Journal Mail Official
planologi@unisba.ac.id
Editorial Address
Jl. Tamansari no 1 Bandung, Jawa Barat
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
ISSN : 14120690     EISSN : 28088123     DOI : https://doi.org/10.29313
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota adalah sebuah jurnal yang dikembangkan oleh Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota - Fakultas Teknik - Universitas Islam Bandung. Dalam Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota berisikan beberapa topik dituliskan, yaitu : 1. Perencanaan Desa / Perdesaan 2. Perencanaan Kota / Perkotaan 3. Perencanaan Transportasi 4. Perencanaan Parwisata 5. Perencanaan Lingkungan 6. Kebencanaan 7. Sistem Informasi Geografi (SIG)
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 19 No. 1 (2024)" : 5 Documents clear
Keberlanjutan Pengelolaan Rumah Susun Indal Melalui Kolaborasi Lintas Stakeholders Mochammad Abdullah, Aan
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 19 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v19i1.3150

Abstract

Rumah susun Indal dibangun atas prakarsa Pemerintah, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bandung sebagai solusi pemecahan persoalan permukiman kumuh di Kota Bandung. Semenjak dihuni tahun 1992 keberadaan rumah susun Indal belum memiliki kejelasan status. Pengelolaan dilakukan oleh warga dengan membentuk organisasi pengelola yang bernama Persatuan Penghuni Rumah Susun (PPRS) Indal. Pengalaman warga dalam mengelola rumah susun indal tidak sepenuhnya dapat berjalan optimal. Kondisi ini berakibat kepada menurunnya tingkat pelayanan rumah susun baik secara kualitas maupun kuantitas. Pengelolaan rumah susun yang berkelanjutan perlu diwujudkan dengan adanya kesepahaman dan kejasama antar pihak, baik Pemerintah, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kota Bandung, masyarakat penghuni maupun sektor swasta dan stakeholders lainnya. Tujuan penelitian mencari bentuk pengelolaan rumah susun yang berkelanjutan dengan melibatkan para stakeholders terkait. Pendekatan penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif yaitu penelitian memanfaatkan data kualitatif dan dijabarkan secara deskriftif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan pengurus rumah susun, tokoh masyarakat, dan pejabat dinas terkait. Untuk melihat karakter sosial, ekonomi dilakukan dengan membagikan questionare kepada penghuni yang dibagikan secara acak dan proporsional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi lintas stakehorders mempunyai peranan penting dalam keberlanjutan pengelolaan rumah susun Indal. Rentang waktu yang cukup panjang yang dialami masyarakat penghuni sebagai masyarakat terdampak karena ketidakpastian pengelolaan rumah susun telah berakibat kepada menurunnya kembali kualitas lingkungan di rumah susun Indal. Selain itu usia bangunan yang relative tua berpotensi terhadap kelayakan bangunan yang mengancam keselamatan jiwa penghuninya. Atas dasar tersebut penulis merekomendasikan perlu adanya penelitian lebih lanjut terhadap kondisi bangunan gedung rumah susun Indal.
Identifikasi Potensi Dan Strategi Pengembangan Ekowisata Kampung Salapan Di Kawasan Hutan Kota Ismi, Muhammad Jorgy Lazuardi Labunove
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 19 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v19i1.3314

Abstract

Identifikasi potensi kawasan hutan kota menjadi awalan dalam penelitian ini. Selanjutnya yang menjadi tujuan dalam penelitian ini yakni strategi pengembangan ekowisata Kampung Salapan di kawasan hutan kota. Kawasan hutan Urug Kota Tasikmalaya menjadi lokasi penelitiannya. Data primer diperoleh melalui cara observasi lapangan, penyusuran ke dalam hutan. Disertai dengan kualitas data yang diperoleh dari pengelola hutan yakni LMDH dan KTH. Selanjutnya hasil dari penelitian lapangan diperkuat oleh data-data yang dikeluarkan oleh intansi terkait, seperti dinas parawisata, dinas pertanian, dan perum perhutani. Alat analisis yang digunakan adalah SWOT dan QSPM. Hasil penelitian menunjukkan potensi internal terbesar yaitu dukungan masyarakat setempat dengan sebagai kekuatan dengan kelemahan terbesar yakni aktifitas promosi, pada faktor eksternal yang menjadi peluang besar yakni peluang pasar masih terbuka serta ancaman terbesar yakni sinergitas antar stakeholder. Grand matrix pada analisis SWOT bertitik pada kuadran dua, sehingga strategi S-O menjadi rekomendasi untuk dipilih. Serta hasil perhitungan QSPM menyarankan untuk mengoptimalkan pengembangan wisata alam dan agrowisata hutan jati, sebagai prioritas utama.
Branding Kota, Upaya Terstruktur atau Hanya Gagasan Konseptual: Evaluasi Terhadap Dokumen Perencanaan di Kota Bandung Barwanto, Lutfhi Ahmad; Sutriadi, Ridwan
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 19 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v19i1.3567

Abstract

Konsep branding kota menjadi pendekatan yang banyak diterapkan kota-kota untuk meningkatkan daya tarik kota, dan pada prakteknya cenderung lebih berhasil ketika diterapkan dalam kerangka perencanaan. Kota Bandung menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang mengambil pendekatan tematik pada dokumen Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Bandung 2015-2035, yang berkaitan erat dengan penerapan konsep branding kota. Meski demikian, masih terdapat ketidakjelasan mengenai sejauh mana konsep branding kota diterapkan dan tercantum dalam dokumen rencana di Kota Bandung. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi kehadiran dan menjelaskan konteks dari konsep branding kota pada dokumen rencana di Kota Bandung. Evaluasi terhadap dokumen rencana diperlukan untuk memastikan bahwa penerapan konsep branding kota dilakukan secara terstruktur dan bukan hanya gagasan yang terfragmentasi. Evaluasi dilakukan dengan content analysis terhadap 34 dokumen rencana yang diterbitkan Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Hasilnya menunjukkan bahwa kata kunci brand dan branding kota yang ditemukan berkaitan dengan konteks tata kelola perkotaan dan pemasaran program pariwisata. Konteks pengembangan tematik yang ada di RDTR dan menjadi identitas dalam perencanaan ruang kota tidak secara konsisten ditemukan di dalam dokumen rencana Kota Bandung. Di sisi lain, konteks brand dan branding kota yang ditemukan pada dokumen bersifat sebagai kondisi yang perlu dipertimbangkan dalam merumuskan strategi pembangunan serta tidak menunjukkan citra dan identitas yang spesifik. Dapat disimpulkan bahwa meskipun Kota Bandung terindikasi telah mempraktikkan konsep branding kota, tetapi penerapannya belum dilakukan secara terstruktur dan terintegrasi dalam kerangka perencanaan.
Perspektif Fiqih Al-Bi'ah dalam Implementasi Rencana Tata Ruang Terhadap Ruang Terbuka Hijau di Kota Bandar Lampung Rilansari, Valendya; Diya Ulhaq, Wiedad
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 19 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v19i1.3577

Abstract

Permasalahan yang masih menjadi isu utama pada bidang tata ruang sampai saat ini salah satunya yaitu dari aspek lingkungan. Perencanaan yang bersifat dinamis seringkali mengganggu ekosistem asli dari suatu wilayah sehingga merusak keseimbangan lingkungan. Terlebih lagi dalam perencanaan skala kota yang memiliki intensitas kegiatan lebih besar dibanding wilayah lainnya sehingga cenderung lebih banyak terjadi alih fungsi lahan. Bandar Lampung merupkan salah satu kota yang semakin banyak melakukan pengalihan fungsi lahan. Salah satunya kasusnya yaitu berdasarkan potensi pengembangan ekonomi dibeberapa titik lokasi namun kawasan tersebut seharusnya dapat menjadi kawasan resapan air berupa ruang terbuka hijau yang juga fungsi awalnya berupa hutan kota. Adapun hal tersebut menjadi perhatian melalui tujuan penelitian untuk dapat diberikan rekomendasi lebih lanjut khususnya dalam implementasi perencanaan tata ruang dengan perpektif fiqih Al-Bi’ah (lingkungan) yang dapat dikaji atas dasar kepercayaan sebagai pedoman dasar kehidupan. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif untuk menjelaskan hasil observasi yang disandingkan dengan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlu untuk memperbarui kebijakan perencanaan tata ruang Kota Bandar Lampung yang didasari dari pedoman yang kuat melaui konsep-konsep dalam fiqih Al-Bi’ah meliputi kesadaran memiliki serta hubungan antara alam dengan kehidupan manusia sehingga dapat terjaganya kembali keseimbangan lingkungan kota.
Pengembangan Potensi Desa Wisata di Desa Tanjungsari Berbasis Muslim Friendly Tourism di Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis Sutandar, Rahadian Muhammad; Dwi Riyanova; Fatma Darin Israwan; Ahmad Fatih Almurtadho; Harry Nuari Trivaldi; Mohammad Aksan Rachliansya; Rizal Akbar Nugraha
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 19 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v19i1.3578

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi pengembangan wisata ramah muslim di Desa Tanjungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan wawancara sebagai metode pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Tanjungsari memiliki potensi yang signifikan untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata ramah muslim, didukung oleh sumber daya alam yang melimpah, terutama dalam sektor pariwisata. Mayoritas penduduk desa yang beragama Islam dan aktif dalam praktik keagamaan, serta keberadaan lembaga-lembaga keagamaan yang aktif, mengindikasikan dukungan kuat terhadap pengembangan konsep wisata ramah muslim ini. Objek wisata alam seperti Curug Panganten, Green Canyon Bobojong, Leuwi Genteng, Curug Batu Gupit, dan Curug Pamipiran menjadi daya tarik utama. Namun, untuk mengoptimalkan potensi ini, perlu adanya peningkatan aksesibilitas dan fasilitas umum, termasuk pelebaran jalan, perbaikan aksesibilitas, dan peningkatan fasilitas penginapan. Dengan langkahlangkah strategis ini, Desa Tanjungsari dapat menjadi destinasi wisata ramah muslim yang menarik, memberikan kontribusi positif bagi perekonomian lokal, dan memperkaya pengalaman wisatawan Muslim

Page 1 of 1 | Total Record : 5