cover
Contact Name
Ahmad Taufiq
Contact Email
jurnalpusair@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalpusair@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL SUMBER DAYA AIR
ISSN : 19070276     EISSN : 2548494X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Sumber Daya Air (JSDA) is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original research papers, review articles and case studies focused on Water, and Water resources as well as related topics. All papers are peer-reviewed by at least two referees. JSDA is managed to be issued twice in every volume. The Scope of JSDA is: the fields of irrigation, environmental quality and water, swamp, beach, water building, water supply, hydrology and geotechnical fields, hydrology and water management, water environment, coastal fields, fields of cultivation and sabo fields.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2014)" : 8 Documents clear
ANALISIS KELAYAKAN SAFE DRIP SEBAGAI TEKNOLOGI PENGOLAHAN AIR PADA BENCANA BANJIR Anita Megawati
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1170.376 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v10i1.140

Abstract

Kelangkaan air bersih merupakan permasalahan yang sering terjadi pada waktu banjir padahal air bersih merupakan kebutuhan yang paling penting dalam menjamin kelangsungan hidup masyarakat yang terkena dampak bencana banjir. Safe drip merupakan teknologi pengolahan air di tempat pada level rumah tangga yang dapat diterapkan pada bencana banjir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan safe drip sebagai teknologi pengolahan air pada saat bencana banjir dari aspek teknis, ekonomi, sosial, dan lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Metode ini dilakukan melalui survei yang berpedoman pada kriteria kelayakan teknologi pengolahan air pada keadaan darurat yang telah ditetapkan dan didukung oleh demonstrasi safe drip pada lokasi penelitian. Melalui penelitian ini, diketahui bahwa safe drip dapat dikategorikan sebagai teknologi pengolahan air yang layak digunakan pada bencana banjir ditinjau dari aspek teknis, ekonomi, sosial, dan lingkungan. Adapun kriteria kelayakan yang digunakan, antara lain adalah kemudahan dalam distribusi, jumlah air yang dihasilkan, kualitas air yang dihasilkan, keterjangkauan biaya, ketersediaan sumber daya, partisipasi masyarakat lokal, keterlibatan tokoh masyarakat, kemudahan dalam penggunaan dan pemeliharaan, serta prakiraan dampak lingkungan.
EMISI HEWAN TERNAK ACUAN UNTUK MENGHITUNG POTENSI BEBAN PENCEMARAN LIMBAH HEWAN Iskandar A. Yusuf
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1138.075 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v10i1.145

Abstract

Dalam rangka pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air diperlukan besaran beban pencemar berbagai sumber untuk setiap ruas sungainya. Beban pencemar peternakan merupakan hasil kali jumlah hewan dengan emisinya. Pada saat ini Indonesia masih menggunakan emisi dari negara maju yang sebenarnya tidak cocok kondisinya. Oleh karena itu, di Indonesia diperlukan besaran emisi berbagai jenis hewan ternak yang cocok. Penelitian ini menetapkan besaran emisi berbagai jenis hewan ternak, baik untuk per kg berat ternaknya maupun emisi hewan ternak acuan yang berdasarkan berat rata-rata populasi untuk berbagai jenis hewan ternaknya. Metode penelitiannya adalah dengan melakukan inventarisasi dan identifikasi tipologi sumber pencemar, kemudian dilakukan pengukuran langsung untuk berbagai jenis hewan ternak pada lokasi yang mewakili tipologi sumber pencemarnya. Sebagai hipotesis, emisi hewan ternak yang ada di negara maju sangat berbeda kondisinya terkait dengan berat hewan ternak, makanan serta pengelolaan limbahnya. Hasil penelitian menemukan bahwa besaran potensi emisi hewan ternak sangat dipengaruhi oleh: jenis makanan dan pola pengelolaan limbahnya serta besaran potensi beban pencemaran efektif yang akan diperhitungkan masuk ke sumber air sangat dipengaruhi oleh musim. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa metode perhitungan potensi emisi dan potensi beban pencemar sesuai dengan tipologinya dapat digunakan di seluruh Indonesia.
KAJIAN BERBAGAI TIPE PENGELOLAAN WILAYAH SUNGAI DI ASIA SEBAGAI ACUAN DALAM PENENTUAN SISTEM PENGELOLAAN SUMBERDAYA AIR Isnugroho Isnugroho
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1466.7 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v10i1.141

Abstract

Pengelolaan sumber daya air terpadu merupakan kegiatan yang sangat penting guna mendapatkan jaminan ketersediaan air yang mencakup perspektif antarsektor, kesenjangan kebutuhan mendatang, dan ketersediaan saat ini serta berorientasi pada tiga pertimbangan utama, yaitu: sosial, ekonomi, dan lingkungan. Dalam dekade terakhir banyak negara di Asia telah menerapkan kebijakan nasional dalam pengelolaan air dengan sistem pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai walaupun penerapannya masih dalam tahap permulaan. Pengelolaan sumber daya air terpadu di wilayah sungai dilaksanakan dengan baik oleh organisasi pengelola sungai dengan memfasilitasi dan/atau melaksanakan berbagai proses pembangunan dan pengelolaan. Di Asia berbagai pengelola sungai, baik kecil maupun besar membantu pemerintah dan pemilik kepentingan dalam merealisasikan pengelolaan sumber daya air terpadu. Beberapa pengelola sungai merupakan organisasi pemerintah. Namun, dalam beberapa kasus, untuk memberikan keleluasaan serta otonomi, baik dalam pengelolaan, pengembangan, maupun keuangan digunakan sistem perusahaan atau semi-perusahaan. Tulisan ini mengkaji perbedaan di antara tiga tipe sistem pengelolaan wilayah sungai, yaitu: komite, publik/pemerintah, dan korporasi. Dengan demikian, dapat ditentukan tipe/jenis pengelolaan yang paling sesuai untuk diterapkan di suatu wilayah sungai.
Cover JSDA Mei 2014 COVER JSDA Mei 2014
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.327 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v10i1.403

Abstract

-
MENENTUKAN KEDALAMAN AIR TANAH DENGAN PENGUKURAN GEOLISTRIK DI DAERAH TONGA, PADANG LAWAS, SUMUT Adang S. Saweli
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1787.516 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v10i1.142

Abstract

Dalam rangka pemanfaatan air tanah sebagai air baku untuk memenuhi kebutuhan air, di Daerah Tonga dan sekitarnya yang termasuk Kecamatan Barumun Tengah, Kabupaten Padang Lawas, Provinsi Sumatera Utara telah dilaksanakan penelitian air tanah yang berupa pengukuran geolistrik tahanan jenis. Maksud pengukuran geolistrik adalah untuk menduga penyebaran jenis batuan dan gejala-gejala geologi yang terjadi di bawah permukaan secara lateral dan vertikal berdasarkan sifat listrik batuan. Tujuannya adalah untuk menentukan lokasi pengeboran uji (exploration well) dalam rangka pemanfaatan air tanah untuk memenuhi kebutuhan air baku. Air tanah yang berupa akuifer dari hasil pengukuran geolistrik mempunyai nilai tahanan jenis antara 0,42 - 15,00 ? di dalam endapan pasir. Di gudang logistik dilakukan pengeboran uji sampai 150 m di titik VES.1 untuk air tanah kedalaman 17,00 34,00 m dan lebih dari 70 m, sedangkan Mess di titik VES.9 untuk air tanah kedalaman antara 11,90 52,30 m dan lebih dari 60 m. Ada dua hasil interpretasi untuk nilai tahanan jenis lebih kecil daripada 5 ?m, bisa akuifer kualitas payau asin atau berupa lapisan serpih. Sesudah dilakukan pengeboran uji untuk menentukan kuantitas air tanah, perlu dilakukan juga pemompaan uji sumur dan analisis kualitas airnya.
ANALISIS PENGGUNAAN AIR IRIGASI DENGAN TEKNIK ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DI WANIR KABUPATEN BANDUNG Yulia Mahdalena Hidayat
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1041.278 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v10i1.136

Abstract

Analisis penggunaan air irigasi ditujukan untuk mencari alternatif penggunaan dan pemberian air irigasi yang optimal pada Daerah Irigasi Wanir. Penelitian ini menggunakan teknik Analytical Hierarchy Process (AHP) karena terdapat beberapa alternatif yang dapat dicapai untuk mengurangi periode kekurangan air, antara lain perubahan jadwal tanam, perubahan pola tanam, perubahan indeks pertanaman, dan perubahan luas golongan. Mengacu pada hasil analisis dengan teknik AHP tersebut, perubahan jadwal tanam merupakan variabel yang penting untuk mengembangkan dalam skenario. Berdasarkan hasil simulasi, alternatif penggunaan air irigasi yang optimal adalah dengan jadwal tanam pertengahan Oktober, pola tanam padi padi - palawija dengan varietas padi unggul, dan lama pengolahan lahan 15 hari. Pengaruh varietas padi dan pengolahan lahan sangat signifikan berpengaruh terhadap perubahan besarnya kebutuhan air yang maksimal yaitu asalnya kekurangan air terjadi sebanyak 8 menjadi 3 kali. Pada saat kekurangan, cara pemberian air sebaiknya tidak dilakukan secara terus menerus melainkan bergiliran. Teknik AHP dalam penelitian ini cukup konsisten dengan penelitian-penelitian lain sebelumnya yaitu jadwal tanam efektif untuk penggunaan air irigasi yang optimal adalah bulan Oktober.
SISTEM PERINGATAN DINI BANJIR JAKARTA Segel Ginting
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2162.719 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v10i1.143

Abstract

Indonesia seringkali mengalami bencana alam, pada tahun 2008 Indonesia termasuk dalam 10 besar negara di dunia yang selalu mengalami bencana. Bencana terbesar yang terjadi adalah bencana hidrologi yang berhubungan dengan banjir, yaitu sekitar 34 %. Ini mengindikasikan bahwa kejadian banjir perlu ditangani secara saksama oleh berbagai pihak. Pendekatan yang digunakan adalah secara nonstruktur dengan mengembangkan sistem peringatan dini banjir, menggunakan pendekatan pemodelan hidrologi dan hidraulik untuk menentukan karakteristik aliran banjir. Input yang dipakai dalam model menggunakan beberapa sumber data, seperti data pengamatan lapangan dengan sistem pengiriman data secara telemetri, data radar, satelit, dan data prakiraan hujan dari berbagai Numerical Weather Prediction (NWP), serta prakiraan muka air laut dengan menggunakan Astronomical Tide dan South China Sea Model. Penggunaan beberapa sumber data dimaksudkan untuk memperpanjang lead time yang dihasilkan oleh model. Sistem peringatan dini banjir Jakarta (J-FEWS) telah dioperasikan secara perdana untuk kejadian banjir pada akhir tahun 2012 dan awal tahun 2013. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa sistem telah berjalan dengan baik meskipun hasil prakiraan masih memerlukan perbaikan, terutama data curah hujan yang digunakan (baik data pengamatan maupun data prakiraan). Penggunaan hujan prakiraan dapat menghasilkan lead time yang lebih panjang, tetapi akurasi prakiraan model menjadi berkurang.
SISTEM PERINGATAN DINI BANJIR JAKARTA Segel Ginting
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2162.719 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v10i1.144

Abstract

Indonesia seringkali mengalami bencana alam, pada tahun 2008 Indonesia termasuk dalam 10 besar negara di dunia yang selalu mengalami bencana. Bencana terbesar yang terjadi adalah bencana hidrologi yang berhubungan dengan banjir, yaitu sekitar 34 %. Ini mengindikasikan bahwa kejadian banjir perlu ditangani secara saksama oleh berbagai pihak. Pendekatan yang digunakan adalah secara nonstruktur dengan mengembangkan sistem peringatan dini banjir, menggunakan pendekatan pemodelan hidrologi dan hidraulik untuk menentukan karakteristik aliran banjir. Input yang dipakai dalam model menggunakan beberapa sumber data, seperti data pengamatan lapangan dengan sistem pengiriman data secara telemetri, data radar, satelit, dan data prakiraan hujan dari berbagai Numerical Weather Prediction (NWP), serta prakiraan muka air laut dengan menggunakan Astronomical Tide dan South China Sea Model. Penggunaan beberapa sumber data dimaksudkan untuk memperpanjang lead time yang dihasilkan oleh model. Sistem peringatan dini banjir Jakarta (J-FEWS) telah dioperasikan secara perdana untuk kejadian banjir pada akhir tahun 2012 dan awal tahun 2013. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa sistem telah berjalan dengan baik meskipun hasil prakiraan masih memerlukan perbaikan, terutama data curah hujan yang digunakan (baik data pengamatan maupun data prakiraan). Penggunaan hujan prakiraan dapat menghasilkan lead time yang lebih panjang, tetapi akurasi prakiraan model menjadi berkurang.

Page 1 of 1 | Total Record : 8