cover
Contact Name
Ahmad Taufiq
Contact Email
jurnalpusair@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalpusair@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL SUMBER DAYA AIR
ISSN : 19070276     EISSN : 2548494X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Sumber Daya Air (JSDA) is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original research papers, review articles and case studies focused on Water, and Water resources as well as related topics. All papers are peer-reviewed by at least two referees. JSDA is managed to be issued twice in every volume. The Scope of JSDA is: the fields of irrigation, environmental quality and water, swamp, beach, water building, water supply, hydrology and geotechnical fields, hydrology and water management, water environment, coastal fields, fields of cultivation and sabo fields.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2010)" : 7 Documents clear
Gagasan Revitalisasi Bendungan Urugan Dalam Mendukung Pengelolaan Sumber Daya Air Carlina Soetjiono
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (962.362 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v6i1.384

Abstract

Pengelolaan sumber daya air yang baik adalah suatu upaya pengelolaan yang tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan (seperti banjir, kekeringan, pencemaran, dan longsoran), dan tidak merusak sumber daya alam sendiri. Mengingat pembangunan bendungan urugan merupakan salah satu bagian dari sistem pengelolaan sumber daya air, sebaiknya dituangkan dalam suatu konsep pengembangan wilayah berwawasan lingkungan. Perubahan iklim global secara perlahan berdampak pada perubahan sumber daya air terutama siklus hidrologi, jumlah dan pola presipitasi serta cuaca di dunia termasuk Indonesia. Karena itu, mulai sekarang diperlukan upaya adaptasi terhadap situasi tersebut dengan melibatkan peran aktif seluruh pihak terkait untuk memaksimalkan manfaat kegiatan pengelolaan dan pengembangan sumber daya air. Perubahan fenomena alam ini berdampak positif, juga berdampak negatif. Untuk mengurangi dampak negatif tersebut, diperlukan waduk baik alami maupun buatan (bendungan). Bilamana pembangunan bendungan baru saat ini diperkirakan sulit dilaksanakan karena faktor keterbatasan (pendanaan, lahan dan faktor sosial), maka upaya revitalisasi bendungan yang sudah ada selayaknya diprioritaskan. Salah satu hal penting yang diperlukan dalam revitalisasi adalah melakukan evaluasi keamanan bendungan. Sebab, peran evaluasi keamanan bendungan dapat memberikan andil penting baik dalam pengelolaan sumber daya air umumnya maupun dalam menjaga fungsi dan keamanan bendungan khususnya, untuk meningkatkan pemanfaatan sumber daya air sebesarbesarnya bagi kesejahteraan rakyat.
Identifikasi Potensi Air Tanah Untuk Keberlanjutan Sumber Daya Air: Kasus Di DAS Cicatih cimandiri Kabupaten Sukabumi Jawa Barat Popi Rejekiningrum
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2510.982 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v6i1.380

Abstract

Saat ini tidak lebih dari 50% pasokan air bersih penduduk dipenuhi dari PDAM, sehingga air tanah menjadi salah satu sumber air yang diandalkan penduduk sebagai alternatif air PDAM. Kurangnya pemahaman dankondisi air tanah saat ini yang terjadi di masyarakat, menimbulkan permasalahan yang sangat merugikan dan mengancam keberlangsungan ketersediaan air bersih masyarakat. Sehubungan dengan hal tersebut,penggunaan air yang sangat berlebihan serta kurangnya lahan resapan, menjadi penyebab utama menurunnya kualitas dan kuantitas sumber daya air tanah. Peningkatan jumlah penduduk akan semakin meningkatkan kebutuhan air tanah, sedang kondisinya akan semakin terbatas. Hal tersebut menjadi suatu permasalahan yang serius karena kondisi kelestarian sumber air saat ini memiliki peranan yang pentingbagi keberlangsungan kehidupan yang akan datang. Untuk itu diperlukan upaya untuk memberikan informasi mengenai keberadaan air tanah baik potensi maupun debitnya untuk memberikan gambaran di mana air tanah tersebut ditemukan. Makalah ini menyajikan identifikasi air tanah yang dilakukan melalui survei geolistrik dengan alat Terameter (Resistivity Meter) dengan cara menembakkan arus listrik ke dalam tanah dengan memakai elektrodaelektroda dan mengambil nilai hambatannya dalam dimensi waktu respon. Hasil pengukuran menunjukkan sifat material di bawah permukaan bumi sampai kedalaman 200 meter tanpa melalui pengeboran. Dari sifat material bawah tanah tersebut dapat diketahui tahanan jenis dan ketebalan akifernya untuk menentukan pemetaan potensi air tanah di wilayah tersebut.
Pencemaran Nutrien (Zat Hara) Dan Kualitas Air Waduk Kaskade Batujai Dan Pengga Di P. Lombok Simon S. Brahmana
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.481 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v6i1.385

Abstract

Air waduk kaskade Batujai dan Pengga di P. Lombok dimanfaatkan untuk air irigasi, sumberbaku air minum Kabupaten Lombok Tengah dan pembangkit listrik. Penelitian kualitas air di kedua waduk telah dilakukan pada musim hujan dan musim kemarau .Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air waduk sudah tercemar pada tingkat sedang. Pencemaran air waduk disebabkan oleh karena limbah penduduk, pertanian, peternakan. Penelitian dilakukan berdasarkan metoda deskriptif yaitu dengan melakukan pengumpulan data skunder dan primer serta pengukuran kualitas air. Evaluasi kualitas arinya dilakukan berdasarkan Peraturan Pemerintrah No 82/2001 dan status eutrofikasi waduk digunakan Kriteria Eutrofikasi Danau /Waduk KepMen Menteri Negara Lingkungan Hidup No 28/2009. Beban pencemaran yang masuk ke waduk Batujai adalah Nitrogen total sebanyak 191 kg/hari dan Fosfat Total 69,5 kg/hari, sedangkan beban pencemaran yan masuk ke Waduk Pengga , Nitrogen total sebanyak 232,6 kg/hari dan Fosfat Total 16,7 kg/hari. Jumlah beban pencemaran tersebut dikategorikan tinggi bila dibandingkan dengan volume Waduk Batujai sebanyak 4,5 juta m3 dan volume Waduk Pengga 4 juta m3 pada keadaan air maksimum. Parameter kualitas air yang tidak memenuhi syarat untuk kelas 1 adalah BOD,COD dan detergen. Ratarata kadar BOD dan COD di waduk Batujai masing-masing 3,6 mg/L dan 9,5 mg/L sedangkan di Waduk Pengga 5,6 mg/L dan 9 mg/L. Ratarata Nitrogen total dan Fosfat Total di Batujai masing-masing 0,89 mg/L dan 0,054 mg/L sedangkan di Waduk Pengga 0,687 mg/L dan 0,058 mg/L.. Transparansi di kedua waduk masing-masing 0,5 meter. Tingkat Status Eutrofikasi di kedua waduk adalah mesortofikeutrofik ( penuyuburan sedang menuju subur).
Kinerja Dam Sabo K. Lumajang Untuk Pengendalian Sedimentasi Waduk Mrica Soewarno Soewarno
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (990.425 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v6i1.381

Abstract

Salah satu permasalahan pokok operasional Waduk Pembangkit Listrik Tenaga Air Mrica adalah ancaman pendangkalan waduk, akibat laju sedimentasi yang terlalu cepat yang menyebabkan umur layan waduk menjadi lebih singkat. Sumber sedimen DAS Waduk Mrica berasal dari DAS Serayu, Merawu dan Lumajang. Sebagai upaya pengurangan laju sedimentasi pada tahun 2007, telah dibuat dam sabo di Kali Lumajang Desa Linggasari. Sebuah penelitian yang dilaksanakan tahun 20072009, yang bertujuan memberikan solusi mengendalikan angkutan sedimen sungai yang masuk ke waduk, dilakukan dengan cara mengevaluasi kinerja dam sabo Kali Lumajang Desa Linggasari, yang mencakup fungsi, efektifitas serta stabilitas, dan manfaat. Penelitian dimulai pada pembangunan dam sabo tipe tertutup, pengumpulan data sekunder, pengukuran debit dan angkutan sedimen, pengukuran geometri sungai dan kapasitas dam sabo langsung di lapangan, uji laboratorium, dan dilanjutkan dengan analisa dan interpretasi data untuk mengambil kesimpulan. Dam sabo dibangun dengan tubuh bendung utama dibuat dari campuran batu kali dengan pasir dan batu kali dengan kapur dibungkus dengan selimut beton tanpa tulangan. Musim hujan 2007/2008, dam sabo K. Lumajang telah berfungsi menampung sedimen 1350 m3 dan 2008/2009 sebesar 1390 m3 melebihi kapasitas rencana 1009 m3. . Contoh inovasi bangunan dam sabo K. Lumajang ini dapat digunakan sebagai acuan pembangunan dam sabo untuk mengendalikan laju sedimentasi waduk di lokasi lain.
Evaluasi Kinerja Proses Aufekotek Untuk Pengendalian Limbah Cair Pabrik Tahu Di S.Cipeles Ratna Hidayat
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1526.915 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v6i1.386

Abstract

Terdapat sejumlah pabrik tahu di Sumedang, dimana salah satu pabrik membuang limbahnya ke Sungai Cipeles dengan kadar BOD 2.3106.680mg/L, COD 1.9318.900 mg/L, temperatur tinggi dan bersifat asam. Akibatnya terjadi peningkatan pencemaran sungai, yaitu BOD 40%, dan COD 30 %, karena Sungai Cipeles merupakan hulu Waduk Jatigede, maka perlu dijaga kelestariannya, Saat ini pabrik tersebut mengolah limbahnya pada prototip Puslitbang Sumber Daya Air yang merupakan gabungan proses anaerobic dengan Ekoteknologi, tetapi masih perlu diketahui kinerjanya. Metode penelitian dilaksanakan dengan cara mengukur inlet dan outlet Unit Ekoteknologi untuk ketiga jenis tanaman (Iris versicolor, Fimbristylis globusa dan Typha latifolia) dengan proses adaptasi, melalui aklimatisasi di unit AUF. Kesimpulan dari penelitian ini adalah BOD outlet pengolahan dengan pengenceran ketiga jenis tanaman sesuai dengan BMLC (Baku Mutu Limbah Cair) Gol.I, sedangkan COD yang memenuhi BMLC Gol.1 yaitu Iris versicolor dan Typha latifolia. Selanjutnya COD pengolahan tanpa pengenceran ketiga jenis tanaman memenuhi kriteria BMLC Gol.1. Apabila emisi limbah meningkat tiba tiba, kerja mikroorganisme cenderung gagal (berbau dan mikroba punah). Hal ini dapat diatasi dengan pengulangan aklimatisasi dan pengoperasian  bertahap dengan dan tanpa pengenceran.
Penentuan Laju Sedimen Pada Rencana Waduk Jatibarang Segel Ginting
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1195.639 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v6i1.382

Abstract

Rencana Waduk Jatibarang yang berada di Sungai Kreo digunakan untuk tujuan pembangkit listrik, pengendalian banjir dan penyediaan air domestik. Dengan tujuan yang multiguna tersebut, maka perlu dilakukan desain secara seksama supaya waduk bisa bekerja dengan baik sesuai dengan perencanaan. Umumnya waduk sering mengalami masalah sedimentasi sehingga berdampak pada nilai ekonomis waduk bersangkutan. Untuk itu, maka pada rencana Waduk Jatibarang perlu melakukan suatu perencaan awal untuk menentukan besarnya jumlah sedimen yang masuk. Berbagai metode pendekatan untuk menentukan jumlah sedimen yang masuk pada rencana Waduk Jatibarang digunakan, baik secara pengukuran langsung maupun secara tidak langsung. Ada lima metode yang digunakan untuk menentukan laju sedimen yang masuk ke waduk yaitu berdasarkan erosi lahan, empiris pengukuran sedimen, model statistik data pengukuran sedimen, aplikasi persamaan sedimen dan model matematis. Hasil dari berbagai pendekatan tersebut menunjukkan bahwa sedimen yang masuk ke rencana Waduk Jatibarang bervariasi tergantung dari setiap metode, namun secara kuantitas menunjukkan nilaisedimen berkisar antara 20.051 sampai 80.440 ton/tahun, namun laju sedimen yang dihasilkan berdasarkan konsep model statistik data pengukuran sebesar 39.754,9 ton/tahun atau 0,76 mm/tahunlebih dapat dipercaya dibandingkan dengan konsep yang lainnya.
Pengaruh Tekanan Angkat Terhadap Keamanan Bendungan Beton Gravity Djoko Mudjihardjo
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (894.33 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v6i1.383

Abstract

Tidak terkontrol dan tingginya tekanan angkat yang bekerja pada fondasi bendungan beton graviti, dalam hal ini adalah Bendungan PLTA Garung, Wonosobo, Jawa Tengah yang selesai dibangun pada tahun 1980, mengakibatkan turunnya faktor keamanan stabilitas bendungan, sehingga muka air waduk tidak pernah dinaikkan pada level muka air normal. Berdasarkan hasil penyelidikan geoteknik sebelum bendungan dibangun, lapisan fondasi bendungan didominasi oleh breksi vulkanik yang porous mempunyai koefisien kelulusan air pada orde antara 104 – 102 cm/s. Perbaikan fondasi telah dilakukan dengan gouting tirai untuk mengurangi rembesan, disamping membuat fondasi dari blok beton yang cukup tebal untuk melawan tingginya tekanan angkat tersebut. Untuk memantau tekanan angkat tersebut, telah ditanam satu deret pisometer hidraulik pada lapisan fondasi tersebut. Berdasarkan hasil pembacaan pisometerpisometer sebelum mengalami kerusakan pada tahun 1998, tekanan angkat yang bekerja di bawah fondasi ternyata lebih tinggi dari tekanan angkat yang digunakan dalam perhitungan desain, pada hal kondisi muka air waduk masih 3 m di bawah elevasi muka air normal. Rembesan yang melalui samping tumpuan (side seepage) dan kurang berfungsinya grouting tirai diperkirakan menjadi penyebab tingginya tekanan angkat tersebut. Dengan mempertimbangkan aspek keamanannya, maka bendungan Garung tersebut tidak pernah dioperasikan sampai elevasi muka air normal yang mengakibatkan produk tenaga listrik kurang optimal. Pelajaran yang dapat ditarik dari kasus bendungan Garung ini adalah tipe dan metoda perbaikan fondasi dari suatu bendungan harus mempertimbangkan ketersediaan material timbunan dan geologi fondasinya. Grouting tirai bukan satusatunya metoda perbaikan fondasi yang sesuai, bila lapisan fondasinya sangat porous.

Page 1 of 1 | Total Record : 7