cover
Contact Name
Studi Budaya Nusantara
Contact Email
jsbn@ub.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jsbn@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Studi Budaya Nusantara
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 26211068     DOI : -
Jurnal Studi Budaya Nusantara (SBN) adalah media komunikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Seni dan Antropologi Budaya, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya Malang. Jurnal ini dimaksudkan untuk mewadahi hasil penelitian dan kajian ilmiah di bidang seni dan budaya Nusantara sebagai bentuk sumbangan masyarakat ilmiah bagi pengembangan wawasan seni dan budaya dalam kehidupan masyarakat yang lebih luas. Terbit 2 kali setahun (Juni dan Desember).
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2019)" : 6 Documents clear
“MBLANDONG” UNTUK MENOPANG PEREKONOMIAN MASYARAKAT PINGGIR HUTAN : SUATU PENDEKATAN HISTORIS ANTROPOLOGIS (Kasus : Di Desa Kawengen Kabupaten Semarang) Eko Punto Hendro
Studi Budaya Nusantara Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Studi Budaya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.922 KB) | DOI: 10.21776/ub.sbn.2019.003.01.02

Abstract

In the people of Kawengen Village, “mblandong” is  the best economy activity. They have ignored legal or illegal rules, because at the reality, mblandong can develop of the other sector of economy at their village, to the agriculture, carbon industies, industries of handicraft and furniture. Beside that, mblandong also can available to the building material. In this case, mblandong very important for economic, and than mblandong will be custom or folkways of The Kawengen people.
KESADARAN EKOLOGI DALAM MITOS DI TELAGA RAMBUT MONTE DESA KRISIK, KECAMATAN GANDUSARI, KABUPATEN BLITAR Fitrahayunitisna Fitrahayunitisna
Studi Budaya Nusantara Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Studi Budaya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.105 KB) | DOI: 10.21776/ub.sbn.2019.003.01.03

Abstract

Mitos di Jawa merupakan cerita yang memuat kepercayaan orang Jawa terhadap hal-hal gaib. Hal yang menarik dari mitos-mitos yang ada di Rambut Monte adalah adanya kritik ekologi dalam bentuk kesadaran terhadap kelestarian lingkungan. Mitos yang dipercayai masyarakat tentang Rambut Monte memberi implikasi terhadap kelestarian alam. Hal ini merupakan salah satu bentuk peran dan fungsi mitos dalam masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif  deskriptif.  Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Pengolahan data dilakukan dengan cara mentraskrip hasil wawancara dari informan. Kemudian, hasil transkrip tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Data yang berasal dari observasi dan dokumentasi diorganisasi secara ulang sebagai pendukung  informasi dari hasil wawancara. Selanjutnya, analisis data dilakukan berdasarkan rumusan masalah dan mengaitkan dengan wacana kritik ekologi. Mitos yang ditemukan dalam penelitian ini adalah mitos tentang asal-usul nama Rambut Monte, mitos air telaga suci, mitos ikan dewa, mitos pohon-pohon tua, dan mitos penunggu Rambut Monte. Nilai kesadaran ekologi yang ditemukan dalam mitos tersebut adalah nilai menghormati alam, nilai konservasi, nilai menghormati mahluk hidup, dan nilai keselarasan ekologi. Mitos-mitos tersebut juga  berfungsi sebagai pembawa pesan dan sarana pendidikan untuk menanamkan nilai kesadaran ekologi kepada masyarakat. Maka dari itu, mitos-mitos tersebut juga berfungsi sebagai pengurai disekuilibrium relasi manusia dengan alam.
SUBJEKTIVITAS KOLEKTIF : KRISIS EKSISTENSI DALAM KARYA SENI Nur Iksan
Studi Budaya Nusantara Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Studi Budaya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.491 KB) | DOI: 10.21776/ub.sbn.2019.003.01.04

Abstract

Sebagaimana manusia merupakan makhluk dinamis yang diwajibkan selalu memperbaiki kualitas hidupnya, tidak seharusnya ia menyesuaikan dan  menetralkan nilainya pada tawaran dari luar. Idealnya, manusia menuju diri yang sejati melalui pemenuhan pada keterlibatannya dalam setiap proses untuk “menjadi subjek” didalamnya. Sebuah proses yang dilakukan untuk mendapatkan pengetahuan holistik sebagai pondasi penyempurnaan makna kehidupannya.   Menjadi diri yang berkepribadian dan membentuk diri dengan bebas serta sadar atas tindakannya. Hal ini merupakan konsekuensi yang harus dihadapi dengan menempatkan pilihan berdasarkan pada kewenangan otonom untuk sebuah keyakinan dengan penghayatan dalam beraktifitas. Tetapi ditengah arus global sekarang ini kehidupan manusia yang mampu mencapai keontetikan diri menjadi barang mewah. Realitasnya, kontruksi penguasa otoriter yang legal maupun ilegal melalui media masa telah menciptakan kebudayaan secara massal dan dalam satu pandangan. Fenomena ini dapat dilihat pada sistem kerja media masa yang menyajikan imajinasi yang artifisial secara kontinyu dengan mekanisme hipnosis sebagai teknik injeksi kesadaran. Sebuah sistem penyeragaman yang menawarkan “kemapanan” berdasarkan kebendaan, pencitraan, status sosial dan bahkan moralitas. Bentuk tawaran tersebut, tanpa didasari pengetahuan secara subjektif semakin mendorong individu mengalami krisis eksistensi.   Fenomena di atas sebagai ide gagasan penciptaan karya seni grafis dengan muatan autokritik terhadap kondisi manusia yang sedang mengalami krisis eksistensi, dengan penggunaan metode penciptaan: ekplorasi, brainstorming dan pembentukan atau perwujudan. Proses perwujudannya dengan mengolah kelebihan karya seni grafis melalui reproduksi ke dalam satu media kanvas dengan teknik Puzzele. Karya seni dari tema "Subjetivitas Kolektif" diharapakan bisa menjadi media reflektif dari manusia yang sedang mengalami krisis eksistensi.
KAJIAN ESTETIKA SENI BATIK KONTEMPORER MELALUI KARYA KOLABORASI SENIMAN AGUS ISMOYO-NIA FLIAM Ernawati Ernawati
Studi Budaya Nusantara Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Studi Budaya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1438.402 KB) | DOI: 10.21776/ub.sbn.2019.003.01.05

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui estetika seni batik kontemporer karya kolaborasi dari seniman Agus Ismoyo-Nia Fliam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan kritik seni dan estetika, dari aspek makna dan fungsi karya. Hasil dari penelitian ini, menunjukan bahwa makna pada karya batik kontemporer mengandung nilai estetik meliputi nilai budaya kosmologis yang diwujudkan dengan bentuk visual yang terilhami dari alam/kosmos, nilai simbolik yaitu citra yang mengandung makna dan nilai etika atau sikap dari orientasi kehidupan berbudaya. Karya memiliki fungsi personal dan fungsi sosial. Hal ini penting dalam menyikapi karya seniman sebagai pengetahuan intangible, metode tranfser pengetahuan berbasis lokal, dan nilai akar tradisi sebagai konsep tumbuh dalam berkarya seni.
FUNGSI TRADISI BEDAH BLUMBANG DALAM PELESTARIAN AREA KONSERVASI AIR DI KAKI GUNUNG UNGARAN KABUPATEN SEMARANG Reny Wiyatasari; Afidatul Lathifah
Studi Budaya Nusantara Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Studi Budaya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1046.59 KB) | DOI: 10.21776/ub.sbn.2019.003.01.01

Abstract

Tradisi bedah blumbang yang dilakukan oleh masyarakat Dusun Gintungan di kaki Gunung Ungaran merupakan rangkaian upacara merti dusun atau sering dikenal dengan tradisi bersih desa. Artikel ini membahas bagaimana peran tradisi bedah blumbang dalam praktek konservasi sumber daya air di kaki Gunung Ungaran serta makna tradisi tersebut pada masyarakat Dusun Gintungan. Praktek tradisi bedah blumbang telah mengalami berbagai perubahan serta improvisasi pelaksanaannya, mulai dari tata acara, kelengkapan upacara, hingga keterlibatan masyarakat. Tidak hanya masayarakat Dusun Gintungan saja yang terlibat, tetapi juga para pemangku kebijakan di tingkat pemerintahan. Bedah blumbang juga menjadi salah satu atraksi wisata di Dusun Gintungan. Keberlimpahan air di Dusun Gintungan juga belum terkelola dengan baik, warga masih menganggap air adalah sumber daya yang tidak akan habis sehingga warga cenderung menggunakannya tanpa batas. Akan tetapi, mitos-mitos yang berkembang di masyarakat seputar sumber mata air menjadi pengontrol masyarakat dalam memanfaatka sumber daya alam sekitar mereka, khususnya sumber daya air. Bedah blumbang kini berfungsi sebagai penjaga tradisi, penjaga kerukunan antar warga, ajang berwisata, dan sebagai pengingat leluhur mereka. proses konservasi lingkungan secara tidak langsung terjadi pada saat mengingat mitos tentang leluhur, dengan demikian warga terus menjaga kelestarian blumbang yang menjadi sumber mata air bagi warga Dusun Gintungan dan sekitarnya. Penelitian ini adalah penelitan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan observasi partisipasi. Wawancara mendalam dan observasi dimaksudkan untuk mendapatkan data primer.
PEREMPUAN DAN PANGGUNG DIALOG KEINDAHAN DUA SISI DUNIA PERAN Muh Fatoni Rohman
Studi Budaya Nusantara Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Studi Budaya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.277 KB) | DOI: 10.21776/ub.sbn.2019.003.01.06

Abstract

Risalah ini berisi tentang relasi perempuan dan panggung dalam seni pertunjukan. Selama ini relasi antara keduanya dibaca melalui pembacaan internal yang mengungkap eksistensi dan dominasi gender. Maka dalam tulisan ini, konteks eksternal dihadirkan dalam menganalisa antara relasi perempuan dan panggung seni pertunjukan. Dalam konteks ini, proses pembacaan relasi antara perempuan dengan seni pertunjukan dapat dilakukan dengan meletakkan kedua variabel tersebut dalam fungsi subyek dan obyek secara bersilangan sehingga dalam tulisan ini menghasilkan dua perspektif pembacaan, yaitu: (a) Peran perempuan dalam panggung, dan (b) Fungsi panggung bagi perempuan. Pada bagian peran perempuan dalam panggung dapat dilihat pada analisa figur perempuan seni pertunjukkan (aktris R.A. Srimulat dan Tjijih) dan fungsi perempuan dalam cerita pertunjukkan (dalam cerita lakon Sarip Tambak Oso). Sedangkan pada fungsi panggung bagi perempuan dapat dilihat bahwa sebagai sarana gerak, panggung memberikan proporsi yang sama antara laki-perempuan. Namun sebagai sarana ekspresi, panggung memberikan ruang yang lebih terbuka bagi perempuan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6