cover
Contact Name
Wayang Nusantara: Journal of Puppetry
Contact Email
wayang.nusantara@isi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
endahbudiarti30@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Wayang Nusantara: Journal of Puppetry
ISSN : 23564776     EISSN : 23564784     DOI : -
Core Subject : Art,
Wayang Nusantara adalah jumal ilmiah pewayangan yang diterbitkan oleh Jurusan Seni Pedalangan, Fakultas Seni Pertunjuk:an, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Terbit pertama kali bulan September 2014 dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2020): Maret 2020" : 5 Documents clear
Proses Olah Vokal Dalang Perempuan (The Process Of Female Puppeteers’ Vocalism) Anisyah Padmanila Sari
Wayang Nusantara: Journal of Puppetry Vol 4, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/wayang.v4i1.3905

Abstract

AbstrackThis paper aims to describe the vocal processing of six female puppeteers who are the object of research. This description is intended to give an idea of how they practice and what methods are used in vocal processing by each puppeteer. Based on the results of interviews, observations, and directly following their activities as a female puppeteer, it was concluded that the votes obtained now are the result of regular, continuous training over a long period of time. The process of vocal processing by ninthing gendèr and spiritual behavior is passed by all female puppeteers. There are two interesting things to note are (1) a female puppeteer who wants her voice to approach a male voice trains her voice in order to reach the notes in the lower octaves and become gérong; (2) a female puppeteer who remain with their female voices put more emphasis on ninthing gendèr and breathing exercises. AbstrakTulisan ini bertujuan mendeskripsikan proses olah suara enam dalang perempuan yang menjadi obyek penelitian. Deskripsi ini dimaksudkan untuk memberi gambaran tentang bagaimana mereka berlatih dan metode apa yang digunakan dalam berolah suara oleh masing-masing dalang. Berdasarkan hasil wawancara, pengamatan, dan mengikuti secara langsung kegiatan mereka sebagai dalang perempuan, diperoleh kesimpulan bahwa suara yang didapat sekarang merupakan hasil latihan secara rutin, terus-menerus dalam waktu yang cukup panjang. Proses olah suara dengan ninthing gendèr dan laku spiritual dilalui oleh semua dalang perempuan. Ada dua hal yang menarik untuk diperhatikan ialah (1) dalang perempuan yang ingin suaranya mendekati suara laki-laki melatih suaranya agar dapat mencapai nada-nada pada oktaf rendah dan menjadi gérong; (2) dalang perempuan yang tetap dengan suara perempuannya lebih menekankan pada latihan ninthing gendèr dan latihan pernafasan.
“Kartisampéka” Trigantalpati dalam Lakon Wayang Gandamana Tundhung Ki Hadi Sugito (“Kartisampéka” Trigantalpati in Gandamana Tundhung Shadow Puppet Play Performance by Ki Hadi Sugito) Retno Dwi Intarti
Wayang Nusantara: Journal of Puppetry Vol 4, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/wayang.v4i1.3664

Abstract

AbstractThis paper aimed to examine kartisampéka Trigantalpati in the Gandamana Tundhung play performed by Ki Hadi Sugito. Kartisampéka is an act of deluding others subtly and not automatically visible to other people (sinamun sinamudana). Kartisampéka has a negative connotation because the actions carried out are aimed at harming others. The data analysis was carried out by using descriptive analytical method. This study succeeded in finding kartisampéka as a sub-theme of the Gandamana Tundhung play performed by Ki Hadi Sugito. The kartisampéka concept which attached to the Trigantalpati character was used to build the plot for the Gandamana Tundhung play performed by Ki Hadi Sugito. AbstrakTulisan ini bertujuan mengkaji kartisampéka Trigantalpati dalam lakon Gandamana Tundhung Ki Hadi Sugito. Kartisampéka ialah perbuatan memperdaya orang lain secara halus dan tidak serta merta dapat dilihat oleh orang lain (sinamun sinamudana). Kartisampéka mengandung konotasi negatif, karena perbuatan yang dilakukan bertujuan mencelakakan orang lain. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif analitis. Kajian ini berhasil menemukan kartisampéka sebagai sub-tema dari lakon Gandamana Tundhung Ki Hadi Sugito. Konsep kartisampéka yang dilekatkan pada tokoh Trigantalpati digunakan untuk membangun plot lakon Gandamana Tundhung Ki Hadi Sugito.
Lakon Mintaraga ke Sang Indrakila Resi Kajian Alih Wahana (The Play of Mintaraga to Sang Indrakila Resi: Study of a Change from One Type of Art to Another) Endah Budiarti
Wayang Nusantara: Journal of Puppetry Vol 4, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/wayang.v4i1.4749

Abstract

AbstractThe Play of Mintaraga to Sang Indrakila Resi: Study of a Change from One Type of Art to Another. This study aimed to trace the art transformation of the Mintaraga play to Sang Indrakila Resi. In other words, tracing the art transformation from play to written play. Sapardi Djoko Damono’s theory of art transformation is used as a framework for thinking in this study. Sapardi Djoko Damono’s theory states that art transformation is the change and transfer of “something” from one type of art to another. This study used descriptive qualitative method. The data collection and processing methods used in this study were note-taking, listening, sorting, and orthographic matching techniques. The method used in the data analysis stage was the literary method (library methods). The result of this study was a formula for transfer of art from play to written play. AbstrakTulisan ini bertujuan melacak alih wahana lakon Mintaraga ke Sang Indrakila Resi. Dengan kata lain melacak alih wahana dari lakon pertunjukan ke lakon tulis. Teori alih wahana Sapardi Djoko Damono dipakai sebagai kerangka berpikir dalam penelitian ini. Teori Sapardi Djoko Damono mengatakan bahwa alih wahana adalah pengubahan dan pemindahan “sesuatu” dari satu jenis wahana ke jenis wahana lain. Temuan yang dihasilkan ialah formula alih wahana dari lakon pertunjukan ke lakon tulis.
Perancangan Bioskop Wayang Lakon Jabang Tetuka (The Design of Shadow Puppet Movie Theater of Jabang Tetuka Play) Aneng Kiswantoro
Wayang Nusantara: Journal of Puppetry Vol 4, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/wayang.v4i1.3836

Abstract

AbstractThe Design of Shadow Puppet Movie Theater of Jabang Tetuka Play. This paper aimed to discuss the design of Puppet Cinema with the Jabang Tetuka play. It was assumed that by utilizing digital and audio-visual technology, puppet shows are able to compete with other performances. Puppet Cinema Pakeliran with the Jabang Tetuka play was designed based on the concept of presenting a cinema film. This concept prioritizes two things, namely audio and visual. Jabang Tetuka play was taken from the Javanese shadow puppet story. Alma M. Hawkins design method used as the design method of this work. The Hawkins method includes three stages in the design, namely exploration, experimentation, and formation. The result obtained is a puppet show (pakeliran) of puppet cinema with the Jabang Tetuka play. AbstrakTulisan ini membahas perancangan Bioskop Wayang dengan lakon Jabang Tetuka. Diasumsikan dengan memanfaatkan teknologi digital dan audio-visual, pertunjukan wayang mampu bersaing dengan pertunjukan yang lain. Pakeliran Bioskop Wayang dengan lakon Jabang Tetuka dirancang berdasarkan konsep penyajian film bioskop. Konsep ini mengutamakan dua hal yaitu audio dan visual. Lakon Jabang Tetuka diambil dari cerita wayang kulit purwa. Metode perancangan Alma M. Hawkins dipakai sebagai metode perancangan karya ini. Dalam metode Hawkins tercakup tiga tahapan dalam perancangan ialah eksplorasi, eksperimentasi, dan pembentukan. Hasil yang didapat ialah pertunjukan wayang (pakeliran) bioskop wayang dengan lakon Jabang Tetuka.
Perancangan Buku “Jejak Kaki Semar” (The Book Design of “Jejak Kaki Semar”) Gilang Purnama; Mohammad Isa Pramana Koesoemadinata
Wayang Nusantara: Journal of Puppetry Vol 4, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/wayang.v4i1.3157

Abstract

AbstractThe Book Design of “Jejak Kaki Semar”.This paper aimed to discuss the design of a book (book design) as a medium for introducing puppet to the younger generation. This book is entitled Jejak Kaki Semar. This book tells about Semar and its philosophical meaning. It was designed as a medium of information, education, and entertainment. In order to attract the younger generation, this book is given an attractive illustration and sold at a low price.AbstrakTulisan ini membahas tentang perancangan sebuah buku sebagai media memperkenalkan wayang kepada generasi muda. Jadi tulisan ini membahas tentang desain buku dan makna filosofi tokoh Semar. Buku ini diberi judul Jejak Kaki Semar. Buku tentang tokoh Semar dan makna filosofinya ini dirancang sebagai satu media informasi, edukasi dan hiburan. Untuk menarik minat generasi muda, buku ini diberi ilustrasi yang menarik dan dijual dengan harga murah.

Page 1 of 1 | Total Record : 5