cover
Contact Name
Irfan Arifin
Contact Email
pakarena@unm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pakarena@unm.ac.id
Editorial Address
Lantai 1 Gedung Program Studi Fakultas Seni dan Desain Kampus UNM Parangtambung, Jalan Daeng Tata Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Pakarena
ISSN : 25286994     EISSN : 27146081     DOI : 10.26858
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Pakarena merupakan jurnal ilmiah yang dikelola oleh Prodi Pendidikan Sendratasik Fakultas Seni dan Desain dengan proses peer review. Menerbitkan Artikel hasil dan pengkajian seni, dengan ruang lingkup: seni rupa, drama, tari, dan musik.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2019): Desember" : 6 Documents clear
Makna Simbolik Tu’du Denggo Di Kelurahan Limboro Kecamatan Limboro Polewali Mandar Putri Namirah
JURNAL PAKARENA Vol 4, No 2 (2019): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1329.115 KB) | DOI: 10.26858/p.v4i2.12088

Abstract

ABSTRAKPutri Namirah. Makna Simbolik Tu’du Denggo di Kelurahan Limboro Kecamatan Limboro Polewali Mandar. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data dan informasi mengenai : makna gerak tu’du denggo, makna iringan tu’du denggo, serta makna kostum tu’du denggo. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan sifat deskriptif yaitu data yang berbentuk kata-kata, bukan dalam bentuk angka. Tekhnik pengumpulan data meliputi metode : 1) Observasi yang dilakukan di Kelurahan Limboro, Kecamatan Limboro pada tanggal 28 Maret 2018, 2) Wawancara kepada keempat narasumber yaitu H. Ahmad Asdy, Hj. Cammana’, Ishaq Jenggot dan M. Ridwan Alimuddin pada bulan September yang dianggap mengetahui makna daripada tu’du denggo kemudian dokumentasi berupa rekaman video, foto, rekaman suara. Hasil dari penelitian ini bahwa tu’du denggo memiliki makna yang terkandung didalamnya. Makna tersebut adalah makna gerak yang keseluruhannya mengandung nila-nilai ketuhanan, nila-nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan gotong royong. Iringan berupa lantunan syair yang berisi petuah sebagai perwujudan agar senantiasa mengingat akhirat dan dunia adalah semata-mata sebagai tempat persinggahan. Kemudian kostum yang digunakan bermakna sebagai tolok ukur berdasarkan status sosial masyarakat Mandar. 
BENTUK PENYAJIAN MUSIK RAWANA GRUP TOMARENDENG LAWARANG DALAM ACARA PERNIKAHAN DI DESA LEKOPA’DIS KECAMATAN TINAMBUNG KABUPATEN POLEWALI MANDAR Nahrawi Nahrawi; Khaeruddin Khaeruddin; Hamrin Hamrin
JURNAL PAKARENA Vol 4, No 2 (2019): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1540.49 KB) | DOI: 10.26858/p.v4i2.12171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola ritme musik rawana dan bentuk penyajian musik rawana pada grup tomarendeng Lawarang dalam acara pernikahan di Desa Lekopa’dis Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan tipe deskriptif dimana data dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pola ritme musik rawana oleh Grup Tomarendeng Lawarang yang disajikan dalam acara pernikahan di Desa Lekopa’dis Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar terbagi menjadi empat yaitu: tabuhan buru’da, tabuhan ya rabbana, tabuhan kanjar dan tabuhan tama-tama, (2) Bentuk penyajian musik rawana oleh Grup Tomarendeng Lawarang dalam acara pernikahan di Desa Lekopa’dis Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar terbagi dalam dua kategori yaitu penyajian pada malam hari dan penyajian pada pagi/siang hari (a) Penyajian musik rawana pada malam hari dilakukan di dalam rumah calon mempelai laki-laki atau perempuan setelah ritual melattigi, formasi berbentuk setengah lingkaran dengan durasi waktu yang cukup lama dan disertai dengan atraksi ma’dego yaitu berjoget sambil mengikuti irama musik rawana yang dilakukan oleh beberapa parrawana, (b) Penyajian musik rawana pada pagi/siang hari dilakukan di dalam rumah mempelai laki-laki sebelum berangkat metindor dan dilakukan di luar rumah pada saat metindor. Apabila acara metindor dilakukan dengan berjalan kaki maka formasi dilakukan dalam bentuk barisan dan apabila menggunakan kendaraan maka dibentuk formasi duduk melingkar di atas mobil pickup. Durasi waktu yang digunakan bergantung kepada jarak yang ditempuh metindor.
Tari Pa’jaga Dalam Upacara Rombutuka Nur Hikma; Selfiana Saenal; Rahma M M
JURNAL PAKARENA Vol 4, No 2 (2019): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.21 KB) | DOI: 10.26858/p.v4i2.12089

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk. 1. Mengetahui keterkaitan Tari Pa’jaga dengan upacara rombotuka (Tobotting) di Desa Kaluppini Kecamatan Enrekang Kabupaten Enrekang. 2. Mengetahui bagaimna makna Tari Pa’jaga dalam upacara Rombotuka (Tobotting) di Desa Kaluppini Kecamatan Enrekang Kabupaten Enrekang. Untuk mencapai tujuan tersebut, dipilih jenis penelitian kualitatatif. Metode yang digunakan yaitu: (1). Observasi, (2). Wawancara, dan (3). Dokumentasi. Hasil analisis data menunjukan bahwa bahwa (1) Keterkaitan Tari Pa’jaga dalam upacara Rombutuka (Tobotting) di Desa Kaluppini Kecamatan Enrekang Kabupaten Enrekang yaitu sebagai tarian persembahan kepada sang leluhur di Kaluppini dan juga sebagai pelengkap di dalam acara pernikahan. Masyarakat setempat meyakini, dengan melaksanakan tarian Pa’jaga di acara perkawinan maka akan terhindar dari segalah sesuatu yang bermaksud menganggu. Termasuk roh-roh yang bermaksud jahat, dan dimudahkan dalam segala urusannya. Terutama orang yang baru saja melangsungkan pernikahan, agar selalu dilindungi dalam berumah tangga dan terhindar dari perceraian. Jika Tarian Pa’jaga tidak dilaksanakan dalam upacara Rombotuka (Tobotting) maka acara itu belum dianggap sempurna karena banyak kandungan makna yang terdapat dalam syair-syair Tari Pa’jaga. (2). Makna yang terkandung dalam Tarian Pa’jaga, sebagai bentuk penyerahan diri kepada sang Maha Pencipta dan mendoakan semua masyarakat Kaluppini agar terhindar dari segala marabahaya. Juga mendoakan pengantin baru (pada pesta pernikahan) semoga senantiasa diberi keselamatan dalam menjalani kehidupan yang baru, dimudahkan rezeki dan segala urusan. Dalam kandungan doanya atau syair-syairnya juga mengandung makna agar kedua pengantin senantiasa bersama dalam menjalani kehidupan baru dan tidak mudah bercerai.
Deskripsi Karya pada Tari Di Antara Dua Sisi Dian Paramitha Andari; Nurlina Syahrir
JURNAL PAKARENA Vol 4, No 2 (2019): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.879 KB) | DOI: 10.26858/p.v4i2.12084

Abstract

Naskah Tari dalam menciptakan karya pada mata kuliah koreografi Fakultas Seni dan Desai Universitas Negeri Makassar. Naskah Tari ini merupakan uraian tentang karya tari dengan judul “Diantara Dua Sisi” yang didalamnya menguraikan beberapa pesmasalahan, yakni 1) untuk mengetahui tingkah laku orang munafik dalam bentuk karya tari’. Metode yang digunakan dalam garapan karya tari dengan cara: proses kerja tahap awal, proses penemuan ide, pematangan alur dan tema, pemilihan dan penetapan penari, pematangan tata rias dan busana, pematangan properti dan tata rupa pentas, dan proses kerja studio terdiri dari proses penata dengan penari, proses penata dengan pemusik, proses penata dengan rias dan busana, proses penata dengan tata rupa pentas, proses penata dengan lightingman, dan proses penata dengan penata cahaya. Hasil karya ini disimpulkan bahwa: karya tari “Diantara Dua Sisi” yang menceritakan tentang manusia yang memiliki dua sifat yang berbeda dan tingkah laku orang munafik
Tari Pa’randing Di Tana Toraja: Kajian Struktur Gerak Feranita Feranita; Sumiani Sumiani; Rahma M Rahma M
JURNAL PAKARENA Vol 4, No 2 (2019): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1033.285 KB) | DOI: 10.26858/p.v4i2.12086

Abstract

Struktur Gerak Tari Pa’randing di Tana Toraja, skripsi, Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini bertujuan memperoleh data dan informasi tentang: 1) deskripsi gerak tari Pa’randing dengan Notasi Laban, 2) deskripsi tata hubungan ragam gerak tari Pa’randing di Tana Toraja. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif yang akan menggambarkan keadaan berdasarkan hasil penelitian di lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dengan informan masyarakat Toraja yang dianggap mengetahui tari Pa’randing secara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Tari Pa’randing mempunyai tiga ragam gerak yaitu ragam gerak biasa atau Pamula, ragam gerak Tekka Tallu dan ragam gerak Ma’putara yang menjelaskan gerakanya dalam struktur yang merupakan sebuah sistem atau lambang (tanda), artinya gabungan atau rangkaian dari beberapa elemen-elemen yang dirakit sedemikian rupa hingga menjadi satu kesatuan yang utuh dalam bentuk Notasi laban yang dilihat dari bentuk tangan, kaki, dan badan yang digambarkan dalam Notasi laban. 2) Tata hubungan dalam tari ini termasuk tata hubungan bentuk Marfologis yang saling berhubungan antara ragam gerak.
Kajian Tari Moriringgo Pada Acara Penyambutan Tamu Pemerintahan Di Kabupaten Luwu Timur Rizky Lestari; Jamilah Jamilah
JURNAL PAKARENA Vol 4, No 2 (2019): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v4i2.12087

Abstract

ABSTRAKTari Moriringgopada acara penyambutan tamu pemerintahan di Kabupaten Luwu Timur. Skripsi, Fakultas Seni dan Desain, Universitas Negeri Makassar. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan permasalahan penelitian dijelaskan dalam beberapa aspek yaitu (a) latar belakang tari Moriringgo pada acara penyambutan tamu pemerintahan di Kabupaten Luwu Timur, (b) bentuk penyajian tari Moriringgo pada acara penyambutan tamu pemerintahan di Kabupaten Luwu Timur. Penelitiannya difokuskan kepada bagaimana  latar belakang dan bentuk penyajian tari Moriringgo pada acara penyambutan tamu pemerintahan di Kabupaten Luwu Timur. Pendekatan yang penulis lakukan adalah dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Adapun dalam proses pengumpulan data, penulis melakukan studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi termasuk perekaman kegiatan penelitian. Sehingga, Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif sebagai cara untuk menganalisis rumusan masalah yang dikaji dalam penelitian ini. Metode ini digunakan untuk mendapatkan hasil penelitian sebagai berikut. (a) Latar belakang tari Moriringgo pada acara penyambutan tamu pemerintahan merupakan tarian asli dari anak suku Padoe yang berdiam di Kabupaten Luwu Timur. Sebagai bentuk syukur, kegembiraan dan suka cita dari masyarakat suku padoe untuk merekatkan hubungan masyarakat yang terkesan sudah modern. (b) Bentuk Penyajian tari Moriringgo pada acara penyambutan tamu pemerintahan yaitu tarian dengan gerakan yang dinamis dan kompak, memadukan kelincahan penari dalam melompat dengan permainan instrumen tari berupa kayu (alu) dan instrumen musik berupa gendang dan gong. Dengan pakaian adat lengkap, Tari Moriringgo dipentaskan oleh 16-21 orang ada sebagai pemukul kayu (alu), penari utama (pelompat), penari pedang (momaani), penyanyi pengiring, penari pendukung (moduku atau menari berputar) serta penabuh gendang dan gong. Selain itu syair lagu berisi puja dan puji terhadap keindahan dan kekayaan alam “Wute Nuha” (Tanah Nuha).

Page 1 of 1 | Total Record : 6