cover
Contact Name
laelatus Syifa Sari Agustina
Contact Email
laelatussyifa.sa@staff.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
wacana@mail.uns.ac.id
Editorial Address
Gedung D Fakultas Kedokteran UNS Jl. Ir. Sutami no. 36A, Kota surakarta (solo), Jebres, Jawa Tengah, 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
WACANA
ISSN : 20850514     EISSN : 27161625     DOI : https://doi.org/10.13057/wacana.v12i1
Wacana adalah wadah pengembangan psikologi di indonesia khususnya dibidang indegenous yang memuat naskah-naskah ilmiah penelitian empiris. Psikologi dalam ranah indegenous mengkhususkan diri pada studi yang mengangkat seni, etnis, budaya, nilai-nilai kepercayaan, spiritualitas, agama dan kearifan lokal yang saling mempengaruhi proses sosial dan proses individual serta hubungan intra dan/atau inter kelompok dan lingkungan. Kajian dalam bidang-bidang psikologi lainnya dapat dimuat dalam Wacana sepanjang memiliki relevansi dengan psikologi khusunya bidang indegenous.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2020)" : 6 Documents clear
Kekerasan Anak dalam Keluarga Kadir, Abdul; Handayaningsih, Anik
Wacana Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/wacana.v12i2.172

Abstract

AbstrakKeluarga memiliki peran dan fungsi yang cukup besar terhadap perkembangan dan masa depan anak. Seorang anak harus mendapatkan kesempatan yang seluas-luasnya untuk dapat tumbuh dan berkembang secara optimal baik fisik, psikis, sosial, maupun spiritual. Anak juga perlu mendapatkan hak-haknya untuk dilindungi dan disejahterakan serta Segala bentuk tindak kekerasan terhadap anak perlu dicegah dan diatasi khususnya kekerasan fisik terhadap anak. Kekerasan dalam rumah tangga merupakan aktifitas di mana pelaku (yang merupakan anggota rumah tangga) menyerang seseorang yang juga merupakan anggota dari rumah tangga tersebut. Kekerasan terhadap anak berarti kekerasan yang dilakukan oleh orang tua terhadap anaknya. Kesadaran orang tua mengenai dampak buruk dari hukuman kekerasan masihlah rendah, hal ini dipengaruhi adanya banyak faktor seperti kurangya pengetahuan mengenai kekerasan, adanya tradisi kekerasan, hingga masalah psikologis. Namun pada umumnya orang tua merasa bahwa kekerasan merupakan satu-satunya solusi untuk mengasuh dan mendidik anak. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bentuk kekersan fisik terhadap anak yang dilakukan oleh orangtua. Peneltian ini menggunakan Kajian literatur dengan data yang diperoleh dari jurnal, buku, dan internet. Hasil dari dari artikel ini meliputi dari pewarisan kekerasan antar generasi, kekerasan terhadap anak dalam keluarga sulit terungkap di ruang publik, dan latar belakang budaya (Adanya hubungan kedudukukan dalam masyarakat yang selalu menempatkan anak dalam posisi terbawah).Kata Kunci : Orang tua, Anak, Kekerasan, Keluarga
Anak Melecehkan Anak: Dinamika Psikologis Child Neglect sebagai Akar Permasalahan Indikasi Korban Kekerasan Seksual Anak Berliana Widi Scarvanovi
Wacana Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/wacana.v12i2.177

Abstract

AbstrakAnak sebagai korban kekerasan seksual, ternyata bukan hanya mungkin dilakukan oleh pelaku dewasa namun juga pelaku anak yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dinamika psikologis mengenai indikasi korban kekerasan seksual anak yang dilakukan oleh anak lainnya melalui teknik asesmen: wawancara, observasi dan alat tes psikologi. Metode pengolahan data yang dilakukan adalah studi deskriptif analisis yang menghasilkan anamnesis, dinamika serta diagnosis dari kondisi subjek. Berdasarkan hasil asesmen yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan terdapat beberapa hal yang mendasari kondisi subjek sebagai korban dari pelecehan seksual. Kondisi ini salah satunya bukan merupakan sebuah sifat yang menetap dari klien melainkan respon dari situasi tertentu di lingkungannya. Kondisinya juga berkaitan dengan kesadaran sosial atau persepsi anak terhadap dirinya sendiri, hubungan mereka dengan orang lain, dan dunia sosialnya. Dimana subjek sering menempatkan dirinya sebagai orang yang mengalah bahkan ketika dia dihadapkan pada situasi yang kurang nyaman bagi dirinya sendiri.Child neglect yang terjadi kepada subjek membuatnya tumbuh menjadi anak yang pendiam dan peragu. Ia selalu nampak cemas dalam interaksinya dengan orang-orang di sekitarnya. Kehilangan sosok orangtuanya juga membuat subjek terpaksa menyalurkan keinginannya untuk disayangi kepada orang lain, keinginannya untuk diterima oleh lingkungannya sangat besar mengingat histori penolakan yang dilakukan oleh orangtuanya. Kondisi ini membuat subjek melakukan segara cara untuk dapat diterima, salah satunya dengan melakukan oral seks sesuai dengan permintaan temannya.Kata Kunci:kekerasan seksual anak, penelantaran anak
Pendidikan Seks Dalam Islam Berbasis Komunikasi Orangtua-Anak: Langkah Pencegahan LGBT Pada Anak Dewi Eko Wati
Wacana Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/wacana.v12i2.173

Abstract

AbstrakPembahasan artikel ini dibatasi pada LGBT ditinjau dari sisi psikologi dan agama. Tujuan penulisan artikel ini untuk memberikan wawasan khususnya kepada orangtua mengenai pentingnya hubungan yang hangat dan harmonis antara orangtua dan anak sebagai upaya pencegahan LGBT melalui penanaman pendidikan seks pada anak dalam tinjauan agama Islam. Metode yang digunakan ialah kajian literatur. Dari tinjauan agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengharamkan perilaku LGBT karena merupakan kejahatan yang dapat menimbulkan penyakit yang berbahaya bagi kesehatan seperti sifilis, hepatitis B, dan HIV/AIDS. Dari tinjauan psikologi, LGBT bisa mengganggu kesejahteraan psikologis seseorang. Oleh karena itu, upaya pencegahan perlu dilakukan sejak dini dimulai dari keluarga yaitu orangtua melalui pendidikan seks yang tepat. Penanaman pendidikan seks terhadap anak harus dilakukan dalam hubungan orangtua dan anak yang hangat dan harmonis agar anak mampu menerimanya dengan baik. Komunikasi orangtua-anak yang didasarkan pada kepercayaan dan keterbukaan menjadi kunci dalam melakukan pendidikan seks yang nyaman bagi anak.Kata kunci: pendidikan seks, komunikasi, orangtua-anak, LGBT
Metode Biblioterapi Islam Untuk Pengembangan Karakter Tanggung Jawab Pada Mahasiswa Vivik Shofiah
Wacana Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/wacana.v12i2.174

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode biblioterapi Islam dalam meningkatkan karakter tanggung jawab pada mahasiswa. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 11 mahasiswa fakultas psikologi UIN Sultan Syarif Kasim Riau yang terbagi menjadi enam (6) mahasiswa menjadi kelompok eksperimen dan lima (5) mahasiswa menjadi kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan desain nonequivalent control group design. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan skala karakter tanggung jawab dan di analisis dengan menghitung rerata gain skor kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Berdasarkan uji hiptesis diperoleh hasil bahwa rerata gain skor pada kelompok eksperimen (-7,14) lebih tinggi dibanding dengan kelompok kontrol (-0,58). Artinya metode biblioterapi islam berpengaruh terhadap pengembangan karakter tanggung jawab pada mahasiswa.Kata Kunci : biblioterapi islam, karakter, tanggung jawab.
Psikoedukasi Mengasuh Dengan Empati Untuk Meningkatkan Kualitas Parenting Pada Kader Posyandu Di Desa Dukuh, Boyolali Sheilla Varadhila Peristianto
Wacana Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/wacana.v12i2.175

Abstract

AbstrakOrang tua dalam menjalankan perannya sebagai pengasuh menampilkan bentuk pengasuhan yang beragam. Banyak kejadian, orang tua merasa memberikan perhatian, namun anak tidak berperilaku sesuai dengan harapan orang tua. Di Desa Dukuh, Banyudono, Boyolali, mayoritas orang tua setiap hari bekerja sehingga bagi anak jarang ada waktu berkualitas yang diberikan. Anak berfikir bahwa orang tua sibuk bekerja dan tak jarang mendapat amarah dengan nada tinggi, sedangkan orang tua merasa anak tidak menghargai kerja keras demi memenuhi kebutuhan keluarga.Subjek dalam penelitian ini adalah kader posyandu di Desa Dukuh yang berjumlah 25 orang, diharapkan subjek dapat melanjutkan informasi kepada orang tua di lingkungan sekitar. Peneliti melakukan asesmen dengan metode wawancara, observasi, FGI (Focused Group Interview) dan analisis dokumen. Materi yang digunakan pada psikoedukasi ditranslasi dari tehnik membangun empati (Bailey, Perkins & Wilkins, 1995). Psikoedukasi diberikan selama tiga sesi yang dilaksanakan dalam satu kali pertemuan, adapun pengukuran pre-test pada sesi 1, post-test pada sesi 3, dan follow up dilakukan 1 minggu kemudian.Berdasarkan analisis menggunakan paired sample t-test didapatkan hasil t = -3,745 dengan p = 0,001 (p < 0,001). Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa psikoedukasi membangun empati meningkatkan pemahaman tentang pengasuhan kepada anak, dan orang tua memahami cara awal untuk mengetahui kondisi anak. Psikoedukasi membangun empati pada orang tua meningkatkan kualitas dalam melakukan pengasuhan kepada anak.Kata Kunci : kader, pengasuhan, empati, parenting
Studi Eksplorasi Keberfungsian Full Day School Bagi Orangtua dan Anak pada SDIT Muhammadiyah 019 Bangkinang Kampar Indah Puji Ratnani; Ricca Angreini unthe
Wacana Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/wacana.v12i2.176

Abstract

ABSTRAKSekolah full day menjadi sesuatu yang menarik perhatian masyarakat, terutama bagi orangtua. Sistem full day school menawarkan berbagai macam keuntungan bagi orangtua yang bekerja namun tetap menginginkan anak mendapatkan pendidikan maksimal. Kenyataanya, tidak semua anak merasakan dampak positif dan kenyamanan dari sistem full day yang diberlakukan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberfungsian Full Day School Bagi Orangtua dan Anak Pada SDIT Muhammadiyah 019 Bangkinang Kampar yang memiliki kelas Tahfiz sebagai program unggulan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Data diperoleh dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi. Responden dalam penelitian ini adalah satu orang kepala sekolah, tiga orang guru, dua puluh wali murid dan dua puluh lima siswa kelas tahfiz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak dan orang tua sama-sama merasakan manfaat dari full day school. Anak merasakan perasaan senang dan bahagia. Orang tua merasakan perubahan akhlak dan prestasi akademik anak semakin baik setelah mengikuti full day school.Keyword : Full day School, Orangtua, anak, SD IT

Page 1 of 1 | Total Record : 6