cover
Contact Name
Sudjiwanati
Contact Email
sudjiwanati@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalpsikovidya1@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
PSIKOVIDYA
ISSN : 08538050     EISSN : 25026925     DOI : -
Core Subject : Humanities,
PSIKOVIDYA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Psikologi Universitas Wisnuwardhana Malang. Psikovidya terbit dua kali setahun dengan P-ISSN: 0853-8050, E-ISSN: 2502-6925. Psikovidya merupakan publikasi ilmiah resmi yang menerbitkan tulisan hasil penelitian yang mencakup berbagai bidang keilmuan dalam psikologi. Bidang publikasi Psikovidya terkait dengan Psikologi pendidikan, Psikologi sosial, Psikologi klinis, Psikologi industri dan organisasi, psikologi komunitas, psikologi positif, psikologi kepribadian, Psikologi Kesehatan, Psikoterapi, psikologi perkembangan, psikologi eksperimen, dan Psikologi Budaya .
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 27 No 2 (2023): Desember 2023" : 5 Documents clear
Hubungan Kepribadian Hardiness dan Resiliensi pada Wanita Dewasa Awal yang mengalami Kekerasan dalam Rumah Tangga Budiyono, Aji Pratama; Noviekayati, IGAA; Rina, Amherstia Pasca
PSIKOVIDYA Vol 27 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Wisnuwardhana Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/psikovidya.v27i2.201

Abstract

Abstract Women’s violence is currently increasing in almost every country and causing harm to millions of women and families. In early adult women of domestic violence, there is often an adjustment in her new life to manage stress. The purpose of this study was to determine a positive relationship between hardiness personality and resilience in early adult women of domestic violence. The research design uses quantitative correlational with snowball sampling. The subjects in this study were 115 early adult women aged 20-40 years who had experienced domestic violence. Data analysis results using Pearson Product Moment parametric with IBM SPSS 28 for Windows program. The results obtained are P= 0.781 with a significant value (sig. 2 tailed) of p = 0.001, where p<0.05), which states that there is a positive relationship between hardiness and the resilience of victims of domestic violence. The hypotheses are acceptable. Keywords: Resielence, Hardiness Personality, Early Women Adult, Domestic Violence Abstrak Hampir di setiap Negara angka Kekerasan pada wanita meningkat, dimana menyebabkan kerugian bagi jutaan perempuan dan keluarga. Pada wanita dewasa awal yang mengalami KDRT, seringkali terjadi penyesuaian pola kehidupan untuk mengelola stres. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan kepribadian hardiness dan resiliensi pada wanita dewasa awal yang mengalami KDRT. Metode penelitian menggunakan kuantitatif korelasional dengan snowball sampling. Subjek penelitian 115 wanita dewasa awal usia 20-40 tahun korban KDRT. Hasil uji analisis dengan Product Moment Pearson dengan program IBM SPSS 28 for window P=0,781 dengan nilai signifikansi (sig.2 tailed) p=0,001 atau 0,1 persen dimana p < 0,05 menyatakan ada hubungan positif antara kepribadian hardiness dengan resiliensi wanita dengan KDRT. Hipotesis penelitian dapat diterima. Kata Kunci: Resiliensi, Kepribadian hardiness, Wanita dewasa awal, KDRT
Hubungan Dukungan Sosial dan Kecenderungan Perilaku Menyakiti Diri (Self-Injury) pada Remaja dari Orang Tua Bercerai Ratida, Aulia Rizka Putri; Noviekayati, IGAA; Rina, Amherstia Pasca
PSIKOVIDYA Vol 27 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Wisnuwardhana Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/psikovidya.v27i2.202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara dukungan sosial terhadap kecenderungan perilaku menyakiti diri (self-injury) pada remaja dari orang tua bercerai. Subjek yaitu 62 remaja berusia 16-17 tahun, kelas XI, pernah berusaha melakukan self-injury, dan mengalami perceraian atau perpisahan orang tua. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengambilan sampel menggunakan skala likert yang disusun oleh peneliti. Hasil korelasi Spearman’s Rho, diperoleh nilai rxy = 0,320 dengan p = 0,011 (p < 0,05). Meskipun hasil p<0,05 namun nilai korelasi positif sebesar 0,320 sehingga hipotesis dalam penelitian ini ditolak. Ada hubungan negatif antara dukungan sosial dengan kecenderungan perilaku menyakiti diri (self-injury) pada remaja dari orang tua bercerai tidak diterima.
Pengaruh Perilaku Konsumtif Dan Subjective Well Being Terhadap Kepercayaan Diri Mahasiswa Psikologi UNIRA Malang Lestari, Hesti Setyodyah; Suciati, Helina; Damayanti, Andia Kusuma
PSIKOVIDYA Vol 27 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Wisnuwardhana Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/psikovidya.v27i2.204

Abstract

Abstrak. Salah satu dampak era globalisasi saat ini memberikan beberapa pengaruh terhadap mahasiswa adalah perubahan perilaku membeli yang cenderung pada pembelian secara berlebihan atau bisa disebut dengan perilaku konsumtif, mahasiswa tidak lagi melalukan pembelian yang berdasarkan kebutuhannya saja namun juga pemenuhan keinginan yang berlebihan (Erich Fromm, 1995). Beberapa mahasiswa berpendapat bahwa semakin dirinya mengikuti trend maka dia merasa bisa masuk ke segala kelompok pertemanan, beberapa mahasiswa juga melakukan pembelian dikarenakan tertarik pada iklan, ingin koleksi, bahkan mencari sebuah status untuk dipuji oleh orang lain, maka dari itu dibutuhkan subjectif well being sebagai pembatas untuk meminimalisir kecenderungan perilaku konsumtif tersebut dengan selalu merasa cuku dan mau mengevaluasi diri dalam kesehariannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakag ada pengaruh yang signifikan dari perilaku konsumtif dan subjectif well being terhadap kepercayaan diri mahasiswa, penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif deskriptif yang ditujukan untuk membedah apakah ada dampak antara perilaku konsumtif dan subjectif well being pada kepercayaan diri mahasiswa, hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh nilai F hitung sebesar 29,823 yang dibandingkan dengan F tabel sebesar 3.132 yang berarti F hitung > F tabel dan nilai signifikasi F 0.000 < tingkat kesalahan a=0,05. Maka dapat disimpulkan perilaku konsumtif dan subjectif well being berpengaruh terhadap kepercayaan diri mahasiswa prodi Psikologi Unira Malang. Kata Kunci: Perilaku konsumtif; Subjectif Eell Being; Kepercayaan Diri Abstract. One of the impacts of the current era of globalization that has had some influence on students is the change in buying behavior that tends to buy excessively or can be called consumptive behavior, students no longer make purchases based on their needs but also fulfill excessive desires (Erich Fromm, 1995). . Some students argue that the more they follow the trend, the more they feel they can fit into all groups of friends, some students also make purchases because they are interested in advertisements, want collections, and even look for a status to be praised by others, therefore subjective well being is needed as a barrier. to minimize the tendency of consumptive behavior by always feeling self-sufficient and willing to evaluate themselves in their daily lives. This study was conducted to determine whether there is a significant influence of consumptive behavior and subjective well being on student self-confidence, this study uses a descriptive quantitative methodology aimed at dissecting whether there is an impact between consumptive behavior and subjective well-being on student self-confidence, the results show that the calculated F value is 29.823 which is compared to F table of 3.132 which means F arithmetic > F table and the significance value is F 0.000 < error rate a = 0.05. So the conclusion that consumptive behavior and subjective well being affects the self-confidence of the students of Psychology Study Program, Unira Malang.Keywords: Consumptive Behavior, Subjective Well Being, Student Self-confidence
Pengaruh Culture Shock dan Penghargaan Diri (Self Esteem) Terhadap Penyesuaian Diri Mahasiswa Sumba di Fakultas Psikologi Universitas Wisnuwardhana Malang Masela, Minggus Salvina
PSIKOVIDYA Vol 27 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Wisnuwardhana Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/psikovidya.v27i2.227

Abstract

Abstrak. Bukan hal yang mengherankan lagi jika mahasiswa di Indonesia juga lebih memilih untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi yang berada di luar daerah atau biasa disebut sebagai mahasiswa perantau. Mahasiswa perantau juga banyak didapati di Universitas Wisnuwardhana Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan antara culture shock dan penghargaan diri (self esteem) terhadap penyesuaian diri. Subyek penelitian ini adalah 100 mahasiswa Sumba Fakultas Psikologi Unidha Malang. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan skala culture shock, skala penghargaan diri (self esteem) dan skala penyesuaian diri yang disusun oleh peneliti. Hipotesis dianalisa dengan program SPSS 21. Hasilnya menunjukkan bahwa culture shock dan penghargaan diri (self esteem) berpengaruh secara signifikan terhadap penyesuaian diri di mana nilai F sebesar 0, 108 pada nilai p sebesar 0,000 (p > 0,01). Koefisien determinasi sebesar 97, sehingga hal ini berarti kedua variabel bebas (culture shock dan penghargaan diri (self esteem) memberikan sumbangan efektif secara bersama-sama sebesar 97% kepada variabel terikat (penyesuaian diri). Prosentase determinasi menunjukkan bahwa penghargaan diri (self esteem) lebih memberikan sumbangan efektif (0,146%) daripada culture shock sebesar (-.456%). Kata Kunci: Penyesuaian Diri, Culture Shock, Penghargaan Diri (Self Esteem). Abstract. It is not surprising anymore that students in Indonesia also prefer to continue their education at universities located outside the region or commonly referred to as overseas students. There are also many overseas students at Wisnuwardhana University, Malang. This study aims to determine the relationship between culture shock and self-esteem on self-adjustment. The subjects of this study were 100 Sumba students, Faculty of Psychology, Unidha Malang. The data of this study were collected using a culture shock scale, a self-esteem scale and a self-adjustment scale compiled by the researcher. The hypothesis was analyzed using the SPSS 21 program. The results showed that culture shock and self-esteem had a significant effect on self-adjustment where the F value was 0.18 at a p-value of 0.000 (p > 0.01). The coefficient of determination is 97, so this means that the two independent variables (culture shock and self-esteem) make an effective contribution of 97% together to the dependent variable (self-adjustment).The percentage of determination shows that self-esteem (self-esteem) more effective contribution (0.146%) than culture shock (-.456%). Keywords: Self Adjustment, Culture Shock, Self Esteem.
Pengambilan Keputusan Karir dan Quarter Life Crisis Pada Masa Dewasa Awal Damayanti, Andia Kusuma; Lestari, Hesti Setyodyah
PSIKOVIDYA Vol 27 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Wisnuwardhana Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/psikovidya.v27i2.235

Abstract

Abstrak. Dewasa awal merupakan masa peralihan sehingga individu akan menghadapi banyak tekanan dan tuntutan dari lingkungan maupun dari dalam dirinya sendiri. Individu yang tidak mampu menghadapi persoalan dari adanya tuntutan tersebut akan diprediksi mengalami Quarter Life Crisis. Quarter Life Crisis merupakan masa krisis yang dialami oleh individu antara usia 18 hingga 21 tahun. Quarter Life Crisis juga disebabkan oleh tuntutan untuk menjadi dewasa, yang ditandai dengan dimulainya orang memasuki dunia kerja secara penuh, yang berarti bahwa orang harus memiliki penghasilan sendiri dan memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui apakah terdapat hubungan antara pengambilan keputusan karir dengan Quarter Life Crisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Subjek penelitian diambil menggunakan teknik accidental sampling diperoleh sebanyak 180 orang yang berusia 18-21 tahun. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi Product Moment Pearson dengan menggunakan SPSS 20. Hasil uji korelasi Product Moment (Pearson) diperoleh nilai (Koefisien Korelasi) r sebesar -0,222 dengan nilai sig. 0,000 < 0 ,01) menunjukkan bahwa terdapat hubungan negative dan sangat signifikan pengambilan keputusan karir dengan Quarter Life Crisis. Artinya bahwa semakin tinggi tingkat kematangan emosi seseorang maka akan semakin rendah Quarter Life Crisis yang dialaminya, begitupun sebaliknya. Kata Kunci: Pengambilan Keputusan Karir, Quarter Life Crisis, Dewasa awal Abstract. Early adulthood is a transitional period in which an individual will face many pressures and demands from the environment as well as from within himself. A Quarter Life Crisis is a period of crisis experienced by individuals between the ages of 18 and 21 years. Quarter life crises are also caused by the demands of adulthood, which is characterized by the beginning of people entering the world of work fully, which means that people must have their own income and have the opportunity to continue their education. The aim of this study is to find out if there is a link between career decision-making and the Quarter Life Crisis. This research uses a correlational quantitative approach. The subjects were taken using accidental sampling techniques and 182 people aged 18 to 21 were obtained. The data analysis technique used was Pearson's Product Moment Correlation using SPSS 20. The result of the Pearson Product Moment correlation test obtained a value (Correlation Coefficient) of r -0,222 with a sig. value of 0,000 < 0,01) indicates that there is a negative and very significant relationship of career decision-making with the Quarter Life Crisis. It means that the higher a person's level of emotional maturity, the lower the Quarter Life Crisis he's going through, and vice versa. Keywords: Career decision-making, Quarter Life Crisis, Early adulthood

Page 1 of 1 | Total Record : 5