cover
Contact Name
Maya Nuriya Widyasari
Contact Email
medica.hospitalia@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
medica.hospitalia@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Medica Hospitalia
ISSN : 23014369     EISSN : 26857898     DOI : https://doi.org/10.36408/mhjcm
Core Subject : Health,
Medica Hospitalia: Journal of Clinical Medicine adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan RSUP Dr. Kariadi dan menerima artikel ilmiah dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovasi ilmiah dibidang kedokteran atau kesehatan kepada para praktisi dan akedemisi di bidang kesehatan dan kedokteran.
Arjuna Subject : -
Articles 529 Documents
Studi Fenomenologi Pengalaman Keluarga dalam Merawat Pasien Paska Pasung Wahyu Reknoningsih; Novy Daulima; Yossie Putri
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 2 No. 3 (2014): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.654 KB) | DOI: 10.36408/mhjcm.v2i3.193

Abstract

Latar belakang : Pasien pasung yang dirawat di RSJ dan dikembalikan kepada keluarga masih mengalami pemasungan ulang. Tujuan penelitian ini adalah menguraikan pengalaman keluarga dalam merawat pasien paska pasung, menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Metode : Teknik pengambilan partisipan menggunakan purposive sampling dengan kriteria inklusi caregiver yang mempunyai anggota keluarga pernah dipasung sebelum dirawat di RSJ dan pernah atau sedang mengalami pemasungan ulang, mampu berkomunikasi dengan baik dan bersedia menjadi partisipan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam dan menggunakan catatan lapangan terhadap tujuh partisipan. Hasil : Hasil wawancara dianalisa dengan menggunakan langkah analisa Creswell dan ditemukan 5 tema sebagai hasil penelitian. Tema-tema yang dihasilkan adalah kelelahan fisik dan pergolakan emosi keluarga sebagai dampak merawat, kesulitan keluarga dalam manajemen beban, perilaku agresif sebagai alasan pemasungan ulang, bentuk dukungan internal dan eksternal pada keluarga dalam merawat dan peningkatan pemahaman spiritualitas keluarga sebagai hikmah merawat. Simpulan : Hasil penelitian ini menemukan bahwa keluarga pasien paska pasung mengalami beban emosional dan kelelahan fisik yang menjadi alasan terjadinya pemasungan ulang. Rekomendasi dari penelitian ini diharapkan perawat jiwa mengembangkan pelayanan keperawatan jiwa di masyarakat dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang cara menangani pasien gangguan jiwa dengan perilaku agresif sehingga mencegah terjadinya perilaku pemasungan oleh keluarga.
Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Kegagalan Inisiasi Menyusu Dini (Studi Kasus di RSUD Kardinah Tegal) Putri Lestari
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 2 No. 3 (2014): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.469 KB) | DOI: 10.36408/mhjcm.v2i3.194

Abstract

Latar Belakang : Cakupan ASI Eksklusif di Kota Tegal tahun 2012 cukup rendah, yaitu 38,9%. Hal ini salah satunya dapat disebabkan karena kegagalan IMD. Meskipun presentase IMD di RSUD Kardinah tahun 2013 sebesar 61,3%, namun hanya sebagian kecil bayi berhasil menyusu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kegagalan inisiasi menyusu dini.Metode : Jenis penelitian observasional dengan desain kasus kontrol dan mixed method. Kelompok kasus adalah 40 ibu yang gagal melakukan IMD sedangkan kontrol adalah 40 ibu yang berhasil melakukan IMD. Pengambilan sampel dengan purposive sampling. Pengumpulan data kuantitatif dengan observasi dan wawancara terstruktur, data kualitatif dengan indepth interview. Data kuantitatif dianalisis bivariat dengan chi square dan multivariat dengan regresi logistik berganda serta analisis kualitatif dengan content analysis. Hasil : Berdasarkan analisis bivariat, faktor risiko kegagalan IMD adalah usia ibu <20 atau >35 tahun (p=0,001), rendahnya pendidikan ibu (p= <0,0001), kurangnya penghasilan keluarga (p=0,030), tidak ada keluarga sebagai pendamping persalinan (p=0,007), kurangnya peran tenaga kesehatan (p=<0,0001), ketidakikutsertaan prenatal class (p=0,017), tidak mendapat informasi IMD (p=0,001), kurangnya pemahaman ibu tentang IMD (p=0,002). Berdasarkan analisis multivariat, faktor yang bersamasama mempengaruhi kegagalan IMD adalah kurangnya peran tenaga kesehatan (OR=6,1), kurangnya pemahaman ibu tentang IMD (OR=5,9) dan rendahnya pendidikan ibu (OR=3,9).Hasil kualitatif menunjukan bahwa motivasi tenaga kesehatan meningkatkan kenyamanan dan keberhasilan IMD, pemahaman ibu dan keaktifan mencari informasi IMD membantu keberhasilan IMD.Simpulan : Faktor risiko utama yang mempengaruhi kegagalan IMD adalah kurangnya peran tenaga kesehatan, kurangnya pemahaman ibu tentang IMD dan rendahnya pendidikan ibu.
Konsumsi Asam Lemak Omega 3 Menurunkan Postpartum Blues di RS Aisyiyah Muntilan Rika Saputri
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 2 No. 3 (2014): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.156 KB) | DOI: 10.36408/mhjcm.v2i3.195

Abstract

Latar belakang : Postpartum blues merupakan keadaan depresi ringan dan sepintas yang umumnya terjadi dalam minggu pertama atau lebih sesudah melahirkan. Di Indonesia angka kejadian postpartum blues cukup tinggi yakni 50-70%. Asam lemak omega 3 termasuk asam lemak esensial, karena tidak dapat diproduksi oleh tubuh. Asam lemak omega 3 meliputi asam lemak tidak jenuh ganda yang dapat membantu mengurangi postpartum blues. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan konsumsi asam lemak omega 3 dengan postpartum blues. Metode : Metode yang digunakan adalah case control dengan sampel 54 responden yaitu ibu postpartum di Rumah Sakit Aisyiyah Muntilan. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner EPDS dan SQ FFQ. Hasil : Berdasarkan analisis data yang dilakukan dengan menggunakan uji chi square didapatkan hasil yaitu (p<0,05) sehingga didapatkan hasil Ho ditolak dan Ha diterima. Simpulan : Menunjukkan bahwa ada hubungan antara konsumsi asam lemak omega 3 dengan postpartum blues. Disarankan untuk menggunakan metodologi kohort prospektif untuk menghindari bias recall dalam mengingat konsumsi asam lemak omega 3 selama sebulan terakhir sebelum melahirkan.
Pengaruh Pemberian Diet Modifikasi terhadap Status Gizi Pasien Kanker dengan Kemoradiasi Sri Purwaningsih; Darmono S S; Judiono Judiono
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 2 No. 3 (2014): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.936 KB) | DOI: 10.36408/mhjcm.v2i3.196

Abstract

Latar belakang : Pasien kanker stadium lanjut pada umumnya mengalami kurang gizi, karena terjadinya hipermetabolisme dan pengaruh terapi kemoradiasi. Diet modifikasi dengan porsi kecil dan mengandung sumber peptida, BCAA, omega3 dan MCT diharapkan bisa mencegah penurunan berat badan, mengurangi anoreksia dan inflamasi. Tujuan penelitian menganalisis pengaruh pemberian diet modifikasi terhadap kenaikan status gizi pasien kanker. Metode : Rancangan penelitian adalah Randomised Control Trial dengan pre post-test control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien rawat inap kanker dengan kemoradiasi di RSUP Dr. Kariadi bulan Juni–September 2013. Subjek sebanyak 66 orang dipilih secara consecutive sampling, dibagi 2 kelompok secara random. Kelompok perlakuan diberi diet modifikasi, kelompok kontrol diberi diet standar rumah sakit. Sebelum dan setelah intervensi 21 hari diukur data antropometri (berat badan, indeks massa tubuh, lingkar lengan atas dan triceps skinfold) dan biokimia (kadar albumin, hemoglobin, jumlah lekosit dan total lymphocite count) serta asupan makanan. Analisis statistik dengan Paired Samples T Test, Mann Whitney Test, Independent Samples T Test  dan Wilcoxon Rank Test. Analisis multivariat dilakukan dengan ancova pada tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil : Diet modifikasi meningkatkan berat badan (p=0,001), indeks massa tubuh (p=0,001), kadar albumin (p=0,001), kadar hemoglobin (p=0,007), jumlah lekosit (p=0,042) dan total lymphocite count (p=0,001) pada kelompok perlakuan. Pada kelompok kontrol terjadi penurunan berat badan (p=0,002), indeks massa Tubuh (p=0,002), kadar albumin (p=0,001), kadar hemoglobin (p=0,001), jumlah lekosit (p=0,001) dan total lymphocyte count (p=0,001) setelah intervensi. Diet modifikasi meningkatkan berat badan (p=0,024), indeks massa tubuh (p=0,028), kadar albumin (p=0,007), kadar hemoglobin (p=0,002) dan total lymphocyte count (p=0,001) setelah dikontrol dengan asupan protein. Simpulan : Pemberian diet modifikasi selama 21 hari meningkatkan berat badan, indeks massa tubuh, kadar albumin, kadar hemoglobin dan total lymphocyte count pada pasien rawat inap kanker dengan kemoradiasi
Toxic shock syndrome (TSS) Johan Arifin
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 2 No. 3 (2014): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.234 KB) | DOI: 10.36408/mhjcm.v2i3.197

Abstract

Toxic shock syndrome (TSS) adalah penyakit akut yang mengancam jiwa yang dimediasi oleh racun, biasanya dipicu oleh infeksi Staphylococcus aureus atau grup A Streptococcus (GAS), yang juga disebut Streptococcus pyogenes. Hal ini ditandai dengan demam tinggi, ruam, hipotensi, kegagalan multiorgan (melibatkan setidaknya 3 atau lebih sistem organ), dan deskuamasi, biasanya dari telapak tangan dan telapak kaki, 1-2 minggu setelah onset penyakit akut. Sindrom klinis juga dapat mencakup mialgia berat, muntah, diare, sakit kepala, dan kelainan neurologis nonfocal
Persalinan Sungsang di RSUP Dr. Kariadi Semarang Yulice Intan; Besari Pramono
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 2 No. 3 (2014): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.181 KB) | DOI: 10.36408/mhjcm.v2i3.198

Abstract

Tujuan : Mendapatkan gambaran luaran persalinan sungsang di RSUP Dr. Kariadi Semarang tahun 2013. Metode : Penelitian deskriptif retrospektif dan analytical work, pada 283 kehamilan dengan letak sungsang yang melahirkan di RSUP Dr. Kariadi Semarang di tahun 2013, dibagi menjadi persalinan pervaginam 129 subyek dan bedah sesar 154 subyek. Data diambil dari rekam medik pasien yang meliputi usia, pendidikan, pekerjaan, pembiayaan, usia kehamilan, paritas, hemoglobin (Hb), riwayat ANC, status dan asal rujukan, jenis persalinan, penolong persalinan, tempat persalinan, ketuban pecah dini, mortalitas neonatus, mortalitas dan morbiditas maternal. Hasil : Persalinan sungsang pervaginam memiliki risiko 5,16 kali lebih besar terjadi perdarahan post partum dan 5,32 kali lebih besar skor apgar menit ke 5 kurang dari tujuh dibanding persalinan sungsang bedah sesar. Persalinan sungsang pervaginam memiliki risiko kematian neonatus dini 3,85 kali lebih besar ketimbang persalinan sungsang bedah sesar (p=0,015; OR=3,85; IK 95% 1,21-12,23). Nulipara memiliki resiko 8,15 kali lebih besar terjadi kematian neonatal dini dibanding multipara. Simpulan : Persalinan sungsang pervaginam memiliki risiko lebih besar dibandingkan bedah sesar. Bedah sesar menawarkan hasil luaran yang lebih baik dibanding pervaginam dalam hal perdarahan post partum sementara kejadian asfiksia dan kematian neonatus dini tidak dipengaruhi oleh jenis persalinan
Penanganan Kesehatan pada Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Merapi Setyo Martono; Retty Ratnawati; Setyoadi Setyoadi
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 2 No. 3 (2014): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.855 KB) | DOI: 10.36408/mhjcm.v2i3.199

Abstract

Latar belakang : Bencana erupsi Gunung Merapi tahun 2010 di wilayah Jawa Tengah mengakibatkan jatuhnya banyak korban bencana yang mengalami dampak fisik dan dampak psikologis. Perawat tim kesehatan bencana melakukan tindakan awal pada upaya triage dan evakuasi korban bencana. Upaya triage dan evakuasi bertujuan untuk menyelamatkan korban bencana sebanyak-banyaknya, mencegah kematian dan kecacatan. Perawat tim kesehatan bencana melakukan proses triage dengan metote berbeda dari proses triage yang dilakukan di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman perawat dalam penanganan korban bencana pada tanggap darurat erupsi Gunung Merapi di Jawa Tengah. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi interpretatif. Partisipan dalam penelitian ini sebanyak enam orang perawat yang bertugas di RSUP Dr. Kariadi dan RS Roemani Semarang. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara semi terstruktur. Data ditranskrip dan dianalisis menggunakan langkah-langkah dari Colaizzi. Hasil : Penelitian ini menghasilkan enam tema yaitu senang menolong orang lain, kesiapan perawat dalam menghadapi bencana, komunikasi perawat dalam bencana, prioritas penanganan korban bencana, upaya perawatan korban bencana, dan bersyukur pada Alloh SWT. Simpulan : Perawat kesehatan bencana melakukan tindakan awal penanganan korban pada upaya triage dan evakuasi dengan cara yang berbeda dibandingkan cara yang dilakukan di rumah sakit. Perawat melakukan upaya triage dan evakuasi secara simultan dengan memprioritaskan penanganan pada kelompok rentan. Kelompok rentan harus di prioritaskan karena mereka rentan terhadap kematian, penyakit, dan mempunyai ketergantungan yang tinggi pada bantuan orang lain serta pemenuhan kebutuhan korban sendiri. Penanganan awal perawat pada upaya triage dan evakuasi pada kelompok rentan akan dapat menyelamatkan korban bencana yang banyak.
Pemberian Antibiotika Rasional pada Infeksi Mata Winarto Winarto
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 3 No. 1 (2015): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.955 KB) | DOI: 10.36408/mhjcm.v3i1.200

Abstract

Eye and adnexal infection has clinical range from mild infection without visual acuity disturbances up to severe infection in which an emergency cases could end with blindness. Antibiotics has a central role in treatment of eye infections, therefore should be given rationally. Rational of basic principles of infection management consist of identification of causing microbes, sensitivity test to antibiotics and choosing a prompt antibiotics based on pharmacokinetics and pharmacodynamics given to the patient at the right dose, right route, appropiate time and affordable by the patients. Previous data concerning etiologic agent and pattern of sensitivity to antibiotics were considered when give an empiric treatment, therefore theese data should be published to clinicians regularly. The part of the eye which diffcult to be reached by immune system, it is advisable to choose a bactericidal antibiotics rather than bacteriostatic, e.g. keratitis, corneal ulcer and endophthalmitis. Toxic effects to the corneal epithelium and retinal cell should be bear in mind in order to treat eye infections to obtain best results.
Korelasi Antara Derajat Keparahan Psoriasis Vulgaris dengan Kadar Homosistein Serum Rasmilia Endrati; Soejoto Soejoto; Diah Malik
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 3 No. 1 (2015): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.093 KB) | DOI: 10.36408/mhjcm.v3i1.201

Abstract

Latar belakang : Psoriasis adalah penyakit inflamasi kronik multisistem, ditandai dengan hiperproliferasi keratinosit. Pada psoriasis, terdapat prevalensi faktor risiko kardiovaskuler yang lebih tinggi, yang diduga salah satu penyebabnya adalah hiperhomosisteinemia karena rendahnya kadar asam folat akibat penggunaan yang berlebihan untuk proliferasi sel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi skor PASI dengan kadar homosistein serum Metode : Penelitian analitik observasional dengan rancangan belah-lintang pada 30 subyek penelitian penderita psoriasis vulgaris. Kadar homosistein serum diukur dengan menggunakan metode ELISA. Hasil : Terdapat korelasi ringan antara skor PASI dengan kadar homosistein serum ( r=0,388; p=0,034) Simpulan : Semakin tinggi derajat keparahan psoriasis, kadar homosistein semakin meningkat.
Hubungan Pengetahuan dengan Perilaku Pelajar Pengguna Personal Listening Devices (PLDs) Muyassaroh Muyassaroh; Dimas Dimas; Citra Citra
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 3 No. 1 (2015): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.936 KB) | DOI: 10.36408/mhjcm.v3i1.202

Abstract

Latar belakang : Pelajar SMA/sederajat sebagian besar memiliki hobi mendengarkan musik menggunakan personal listening devices (PLDs). Penggunaan PLDs meningkatkan risiko kurang pendengaran sensorineural (KPSN) akibat bising. Pengetahuan yang baik tentang PLDs akan menurunkan risiko KPSN. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dengan perilaku pelajar pengguna PLDs. Metode : Survey pengguna PLDs pada pelajar SMA/sederajat di kota Semarang bulan Mei 2014. Pengambilan data dilakukan dengan pengisian kuesener terpimpin yang telah diujicobakan. Data dianalisis dengan uji korelasi Spearman. Hasil : Subyek penelitian sebanyak 308 sampel, laki-laki 191 (62,0%) dan perempuan 117 (38,0%). Rerata skor pengetahuan 8,17±1,96 sedangkan rerata skor perilaku 5,35±2,29. Skor pengetahuan berhubungan dengan skor perilaku (p=0,000) dengan tingkat korelasi lemah (r=0,295). Simpulan : Terdapat hubungan pengetahuan dengan perilaku pelajar pengguna PLDs.

Page 8 of 53 | Total Record : 529