cover
Contact Name
dentin
Contact Email
dentin.jtamfkg@ulm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dentin.jtamfkg@ulm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Dentin
ISSN : 26140098     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Dentin [e-issn: 2614-0098] merupakan terbitan berkala ilmiah tugas akhir berbahasa Indonesia berisi artikel penelitian dan kajian literatur tentang kedokteran gigi. Kontributor Dentin adalah kalangan akademisi (dosen dan mahasiswa). Dikelola oleh Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Lambung Mangkurat dan terbit 3 (tiga) kali setahun setiap April, Agustus dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2019)" : 7 Documents clear
HUBUNGAN PERILAKU MENYIKAT GIGI, KEASAMAN AIR, PELAYANAN KESEHATAN GIGI TERHADAP KARIES DI MAN 2 BATOLA Rani Lestari Yunita Napitupulu; Rosihan Adhani; Isyana Erlita
Dentin Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Karies merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut yang banyak ditemukan pada masyarakat Barito Kuala, dengan indeks DMF-T 6,61 (sangat tinggi) berdasarkan data RISKESDAS. Data RISKESDAS tahun 2013 menunjukkan hanya sebesar 3,4% masyarakat Barito Kuala yang menyikat gigi dengan benar. Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa masyarakat Barito Kuala masih banyak yang menggunakan air sungai dengan pH rendah (3,65) untuk kebutuhan sehari-hari, seperti menyikat gigi. Kabupaten Barito Kuala hanya memiliki 7 dari 19 Puskesmas yang terdapat Dokter Gigi, berdasarkan data yang didapat dari Kondisi Tenaga Medis dan Paramedis Tahun 2018 Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala.   Tujuan: Menganalisis hubungan perilaku menyikat gigi, keasaman air, pelayanan kesehatan gigi terhadap karies di MAN 2 Batola. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan  cross sectional. Responden dan sampel diambil dengan teknik  simple random sampling, besar responden sebanyak 176 murid. Sampel air sungai diambil di sekitar tempat kediaman murid. Hasil:   Rata-rata indeks DMF-T sebesar 4,67 dan termasuk dalam kategori tinggi. Perilaku menyikat gigi memiliki skor 4.238 dengan persentase 40% dan termasuk dalam kategori buruk. Keasaman air sungai memiliki pH 3,72 dan  termasuk dalam kategori asam. Pelayanan kesehatan gigi memiliki skor 92 dengan persentase 74% dan termasuk dalam kategori baik. Uji Kruskal Wallis didapatkan nilai p=0,000 (p<0,05). Hasil uji Friedman didapatkan hasil nilai sig 0,000 (p<0,05). Mean rank keasaman air merupakan yang terbesar yaitu 4.00. Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara perilaku menyikat gigi, keasaman air,  pelayanan kesehatan gigi terhadap karies di MAN 2 Batola, dengan variabel yang paling berhubungan dengan karies adalah keasaman air.Kata kunci: Karies, perilaku menyikat gigi, keasaman air, pelayanan kesehatan gigi.
PENGARUH SINAR RADIASI TERHADAP KALSIUM SALIVA PADA RADIOGRAFER DI BANJARMASIN Nurfarahin Ajani; Bayu Indra Sukmana; Isyana Erlita
Dentin Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Radiasi sering digunakan dalam bidang kedokteran terutama untuk terapi dan pemeriksaan penunjang. Radiografer merupakan pekerja yang mengoperasikan seluruh kegiatan di Instalasi Radiologi untuk terapi maupun pemeriksaan penunjang. Radiasi dapat memberikan efek samping pada radiografer terutama pada saliva. Kalsium dalam saliva memegang peran penting dalam proses remineralisasi gigi untuk mengurangi resiko karies. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh radiasi terhadap kalsium saliva pada radiografer di Banjarmasin. Metode: Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian eksperimental murni (True Experimental) dengan rancangan post test only with control group design. Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan simple random sampling. Penelitian ini melibatkan 18 orang radiografer untuk kelompok uji dan 18 orang non-radiografer untuk kelompok kontrol, sehingga total sampel yang digunakan adalah 36 sampel. Hasil: Nilai rata-rata kalsium saliva untuk kelompok uji adalah 4,13 mg/dl dan kelompok kontrol adalah 6,17 mg/dl. Hasil uji parametrik uji T tidak berpasangan didapatkan p=0,000 (p<0,05) dan didapatkan bahwa kalsium saliva radiografer lebih rendah dibandingkan dengan kalsium saliva non-radiografer. Kesimpulan: Terdapat perbedaan kadar antara kalsium saliva radiografer dan kalsium saliva non-radiografer.Kata kunci: kalsium saliva, radiasi, radiografer
COVER, DAFTAR ISI Vol.3 No.1 april 2019 FKG ULM, dentin
Dentin Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

COVER, DAFTAR ISI Vol.3 No.1 april 2019
GAMBARAN TINGKAT KEPARAHAN MALOKLUSI MENGGUNAKAN HANDICAPPING MALOCCLUSION ASSESSMENT RECORD (HMAR) PADA SISWA SDN GAMBUT 10 Muhammad Aufar Rafif Adha; Diana Wibowo; Nolista Indah Rasyid
Dentin Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Maloklusi menduduki urutan ketiga setelah karies gigi dan penyakit periodontal pada masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia dengan prevalensi yang sangat tinggi yaitu sekitar 80%. Keparahan maloklusi dinilai dengan menggunakan indeks maloklusi. Indeks yang digunakan pada penelitian ini adalah Handicapping Malocclusion Assesment Record (HMAR) yang dapat memberikan penilaian ciri-ciri oklusi secara kuantitatif dan objektif. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran keparahan maloklusi dengan menggunakan Handicapping Malocclusion Assesment Record (HMAR) pada siswa SDN Gambut 10. Metode: Penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah siswa SDN Gambut 10 kelas 3, 4, 5 dan 6 dengan anak usia 8 hingga 12 tahun. Sampel penelitian berjumlah 52 responden dan pengambilan sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling. Sampel dilakukan pemeriksaan dan penilaian melalui model studi untuk mengetahui tingkat keparahan maloklusi menggunakan indeks Handicapping Malocclusion Assesment Record (HMAR). Hasil: Kasus maloklusi yang paling banyak ditemukan adalah maloklusi ringan, kasus tertentu perlu perawatan yaitu 22 orang (42,3%), diikuti maloklusi berat, perlu perawatan sebanyak 16 orang (30,7%), maloklusi ringan, tidak perlu perawatan sebanyak 10 orang (19,2%) dan maloklusi berat, sangat perlu perawatan sebanyak 3 orang (5,7%). Kesimpulan: Keparahan maloklusi menggunakan HandicappingMalocclusion Assesment Record (HMAR) pada siswa SDN Gambut 10 yang paling banyak ditemukan adalah kategori maloklusi ringan, kasus tertentu perlu perawatan.Kata kunci : Anak-anak, HMAR, keparahan maloklusiBackground: Malocclusion ranks third after dental caries and periodontal disease among dental and oral health problems in Indonesia with a very high prevalence of around 80%. Malocclusion severity can be assessed using a malocclusion index. The index used in this study is the Handicapping Malocclusion Assessment Record (HMAR) which can provide a quantitative and an objective assessment of occlusion traits. Purpose: To find out the severity of malocclusion using Handicapping Malocclusion Assessment Record (HMAR) on students of SDN Gambut 10. Methods: This was an observational descriptive study with cross-sectional design. The population in this study were students of SDN Gambut 10 grade 3, 4, 5 and 6 including children in 8 to 12-year age group. Total sample comprised of 52 respondents which was determined by purposive sampling technique. Samples were examined and were assessed with a study model to determine the severity of malocclusion using Handicapping Malocclusion Assessment Record (HMAR). Results: The most common case of malocclusion were mild malocclusion in which certain cases require a treatment in the total of 22 people (42.3%). It was followed by severe malocclusion in which cases require treatment in the total of 16 people (30.7%). Mild malocclusion with no treatment required was presented in the total of 10 people (19.2%) and severe malocclusion which requires treatment were observed in the total of 3 people (5.7%). Conclusion: The severity of malocclusion assessed using Handicapping Malocclusion Assessment Record (HMAR) among students of SDN Gambut 10 is mostly presented in mild malocclusion category in which certain cases require a treatment.
PENGARUH EKSTRAK FLAVONOID PROPOLIS KELULUT (G.thoracica) TERHADAP JUMLAH SEL NETROFIL PADA PERIODONTITIS (Studi In Vivo Pada Tikus Wistar (Rattus norvegicus) Jantan) Adela Tamara; Beta Widya Oktiani; Irham Taufiqurrahman
Dentin Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang:Periodontitis adalah inflamasidestruktifpadajaringan periodontal yang disebabkanoleh bakteri anaerob seperti Actinobacillus actinomycetemcomitans (Aa), Porphyromonas gingivalis (Pg), dan Prevotellaintermedia yang ditandai dengan terbentuknyapoket, kegoyangan gigi, hilangnya perlekatan dan resesi gingiva. Periodontitis dapat ditangani dengan pemberian terapi scaling dan root planning serta ditunjang pemberian obat-obatan anti-inflamasi  seperti ibuprofen. Pemberian ibuprofen dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping sehingga memerlukan alternatif lain seperti penggunaan bahan alam. Bahan alam yang dapat dijadikan alternatif adalah propolis kelulut G.thoracica. Propolis kelulut G.thoracica memiliki kandungan flavonoid yang berperan sebagai zat anti-inflamasi sehingga akan menurunkan jumlah sel netrofil.  Tujuan: Untuk membuktikan pengaruh ekstrak flavonoid propolis kelulut (G.thoracica) terhadap jumlah sel netrofil pada tikus wistar (Rattus norvegicus) jantan yang diinduksi periodontitis.Metode:Penelitian ini menggunakan 36 ekor tikus yang dibagi menjadi 9 kelompok: kelompok kontrol negatif yang tidak diberi perlakuan sama sekali,  kelompok perlakuan yang diberikan ekstrak flavonoid propolis kelulut dengan konsentrasi 0,5 mg, dan kelompok kontrol positif ibuprofen.Hasil:Hasil uji statistik One-way ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan bermakna pada setiap kelompok perlakuan di hari ke-1 (p=0.000), hari ke-3 (p=0.001), dan hari ke-5 (p=0.002). Uji Post-Hoc Bonferroni untuk rerata jumlah sel netrofil di hari 1, 3, dan 5 menunjukkan terdapat perbedaan bermakna (p<0.05) pada tiap kelompok. Kesimpulan:Terdapat pengaruh ekstrak flavonoid propolis kelulut terhadap peningkatan jumlah sel netrofil di hari ke-1 dan penurunan jumlah sel netrofil di hari ke-3 dan ke-5 pada tikus wistar yang diinduksi periodontitis.Kata Kunci:  Ekstrak flavonoid propolis kelulut, Jumlah sel netrofil, Periodontitis.   (Studi In VivoPada Tikus Wistar (Rattus norvegicus) Jantan)
EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK FLAVONOID PROPOLIS Trigona Sp (Trigona thorasica) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Porphyromonas gingivalis Elsa Ayu Amanda; Beta Widya Oktiani; Fransiska U.A Panjaitan
Dentin Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Porphyromonas gingivalis merupakan salah satu bakteri dominan pada periodontitis kronis. Terapi periodontitis kronis dapat berupa scalling dan root planning disertai terapi penunjang salah satunya adalah pemberian antibiotik. Pemberian antibiotik yang kurang tepat dapat menimbulkan beberapa efek samping sehingga diperlukannya alternatif baru. Propolis mengandung senyawa flavonoid yang memiliki efek sebagai antibakteri. Tujuan: Untuk menganalisis efektivitas antibakteri ekstrak flavonoid propolis Trigona Sp (Trigona thorasica) dengan konsentrasi 0,1%; 0,3% dan 0,5% terhadap pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis (studi in vitro). Metode: Penelitian ini merupakan studi true experimental dengan post test only with control group design terdiri dari 4 kelompok pelakuan, yaitu kelompok ekstrak flavonoid propolis Trigona Sp (Trigona thorasica) konsentrasi 0,1%; 0,3% dan 0,5% dan akuades. Setiap perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 5 kali. Uji antibakteri dilakukan menggunakan metode dilusi untuk efek bakteriostatik dilihat dari selisih rata-rata absorbansi menggunakan spektrofotometer UV-Vis Biobase BKD-500 dan efek bakterisidal dilihat berdasarkan jumlah koloni yang tumbuh pada media agar menggunakan colony counter. Hasil: Uji One Way ANOVA menunjukkan bahwa selisih rata-rata absorbansi semua kelompok perlakuan memiliki perbedaan yang bermakna dengan p<0,05. Efek bakteriostatik terdapat pada konsentrasi 0,1%; 0,3% dan 0,5% dan efek bakterisidal terdapat pada konsentrasi 0,5%. Kesimpulan: Ekstrak flavonoid propolis Trigona Sp (Trigona thorasica) memiliki efek antibakteri pada konsentrasi 0,1%; 0,3% dan 0,5% terhadap pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis (studi in vitro).Kata-kata kunci: Antibakteri, ekstrak flavonoid propolis, porphyromonas gingivalis, metode dilusi
COVER_DAFTAR ISI DENTINO vol 3. no 1. April 2019 dentin FKG ULM
Dentin Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 7