cover
Contact Name
Agusri Fauzan
Contact Email
agusri.fauzan@iainbengkulu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
elafkar@iainbengkulu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
EL-AFKAR : Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis
ISSN : 25025384     EISSN : 26852918     DOI : -
Core Subject : Religion,
El-Afkar adalah jurnal Ilmiah yang diterbitkan untuk mengakomodir ide, gagasan serta pemikiran Keislaman bagi seluruh Dosen di Lingkungan IAIN Bengkulu secara umum. Meskipun demikian, nuasa dan trade mark yang akan diciptakan nantinya serta menjadi core identitynya adalah kajian ilmu ke-Ushuluddin-an khususya yang berkaitan dengan pemikiran, filsafat Islam, dan Tafsir Hadis.
Arjuna Subject : -
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2015): Juni" : 3 Documents clear
FILSAFAT DI DUNIA TIMUR: PEMIKIRAN AL-KINDI DAN AL-FARABI Azizah Aryati
El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Vol 4, No 1 (2015): Juni
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.133 KB) | DOI: 10.29300/jpkth.v4i1.1548

Abstract

Hassan Hanafi menggambarkan argumentasi historisnya dengan  menyatakan bahwa filsafat itu lahir dari Dunia Timur. Pengaruh Timur ini juga terjadi pada filsafat Yunani. Phitagoras, misalnya, mengenal matematika Timur dan tasawufnya. Plato pernah belajar di Memphis selama kurang lebih 15 tahun. Bahkan, barangkali teorinya yang terkenal tentang idea juga diambil dari teori kesenian Mesir kuno. Hanya saja teori kesenian Mesir kuno diterapkan dalam lukisan yang kasat mata, sedang teori Plato berupa pemikiran yang abstrak. Para seniman Mesir kuno dulu hanya melukis idea-idea di mana mereka menyatu di dalamnya, bukan melukis bentuk-bentuk species, genus, dan benda. Seluruh aspek iluminis tasawuf dalam filsafat Yunani, termasuk esoterisme Socrates, kontemplasi Thales dan pakar fisika awal tentang kejadian alam dan kehidupan, merupakan kelanjutan peradaban Timur. Astronomi, ilmu sihir, dan dunia para normal di Yunani juga diboyong dari Babilonia. Di India juga ditemukan ilmu hitung, meskipun seolah-olah ada kesan Phitagoras dan Thales tidak pernah berinteraksi dengan sekte-sekte Timur. Dan Nyaya dengan logika Budhanya telah menciptakan logika formal”. Dengan demikia, awal mula pemikiran filsafat secara historis lahir dan berkembang di Dunia Timur dan kemudian berkembang di Yunani. Diantara para filosof muslim yang lahir dari dunia Timur adalah al-Kindi dan  Al-Farabi filosof muslim yang telah memberikan andil besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan di dunia Islam.
Wawasan al-Qur'an Mengenai Ihsan Suryani Suryani
El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Vol 4, No 1 (2015): Juni
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/jpkth.v4i1.4068

Abstract

Manusia itu, pada dasarnya mempunyai kecenderungan pada perbuatan yang menyukai nilai-nilai kebajikan namun dalam proses perkembangannya, manusia banyak dipengaruhi oleh lingkungannya, Allah sendiri telah menggariskan bahwa di dalam diri manusia itu terdapat kecenderungan dua arah yaitu perbuatan yang menyimpang dari peraturan dan yang menta’ati peraturan-peraturan. Manusia juga disamping mempunyai kecenderungan yang disebut diatas, ia juga mempunyai kebebasan untuk memilih antara dua jalan, yaitu yang benar dan yang sesat. Oleh sebab itu manusia dapat saja keliru dalam memilih  dan menilai sesuatu perbuatan yang baik, karena faktor kurangnya pengetahuan, lingkungan. Mengingat kemungkinan kesalahan  atau kekeliruan manusia dalam memilih dan menilai perbuatan baik, maka Allah mengajarkan kepada manusia tentang kebaikan dengan menyebut dan menginformasikan lewat al-Qur’an yang diturunkan kepada nabi Muhammad saw dalam beberapa term. Di antara term tersebut adalah kata ihsan dan term-term lainnya. Untuk lebih mendalam mengenai wawasan al-Qur’an tentang ihsan, maka makalah ini akan membahas wawasan al-Qur’an mengenai ihsan atau kebaikan.
HADITS MAUDU’ DALAM KITAB TAFSIR Sukraini Ahmad
El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Vol 4, No 1 (2015): Juni
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/jpkth.v4i1.6399

Abstract

Hadis maudhu` adalah sesuatu yang disandarkan kepada rasul saw secara mengada-ada dan dusta tentang apa yang tidak dikatakan, diperbuat dan tidak dipersetujui oleh beliau. Kaum muslimin bersepakat mengharamkan pemalsuan hadis. Meriwayatkannya juga haram jika mengetahui hadis tersebut palsu, kecuali menjelaskan kepalsuannya. Pemalsuan hadis mulai nampak pada tahun 41 setelah hijrah pada masa khalifah ke-4 Ali bin Abi Thalib ketika kaum muslimin terpecah menjadi beberapa golongan dan kelompok, dan terbagi kepada kelompok politik yaitu jumhur, Khawarij dan Syi`ah. Sebab kelemahan dalam tafsir ma`tsur di antaranya banyaknya hadis palsu, kisah Israiliyyat, dan hilangnya sanad-sanad. Dan diantara yang menjadi sebab pemalsuan dalam tafsir karena fanatik mazhab, kepentingan politik dan kebencian dari musuh-musuh Islam. Pemalsuan dalam tafsir berpengaruh sangat buruk karena tafsir sebagai penjelas bagi al-Qur`an dan umat Islam sangat perlu untuk memahami makna-maknanya maka apabila bercampur riwayat yang lemah ataupun yang palsu dengan yang shahih dan tidak ada dibedakannya maka hilanglah sebagian ajaran agama. Dan sesungguhnya di dalam kitab-kitab tafsir terdapat riwayat-riwayat yang lemah dan palsu, namun sebagian pengarang telah menjelaskan kelemahan dan kepalsuannya maka ini sudah cukup, tetapi bagi mereka yang tidak menjelaskannya maka perlu diteliti dan dijelaskan kualitas riwayatnya.  

Page 1 of 1 | Total Record : 3