cover
Contact Name
Agusri Fauzan
Contact Email
agusri.fauzan@iainbengkulu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
elafkar@iainbengkulu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
EL-AFKAR : Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis
ISSN : 25025384     EISSN : 26852918     DOI : -
Core Subject : Religion,
El-Afkar adalah jurnal Ilmiah yang diterbitkan untuk mengakomodir ide, gagasan serta pemikiran Keislaman bagi seluruh Dosen di Lingkungan IAIN Bengkulu secara umum. Meskipun demikian, nuasa dan trade mark yang akan diciptakan nantinya serta menjadi core identitynya adalah kajian ilmu ke-Ushuluddin-an khususya yang berkaitan dengan pemikiran, filsafat Islam, dan Tafsir Hadis.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2017): Juni" : 7 Documents clear
RELASI FIKIH DAN TASAWUF DALAM PEMIKIRAN SYEKH NAWAWI BANTEN Suwarjin Arsyad
El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Vol 6, No 1 (2017): Juni
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.606 KB) | DOI: 10.29300/jpkth.v1i6.1235

Abstract

Syekh Nawawi Banten adalah salah seorang ulama Indonesia yang terkenal bukan saja di Indonesia, melainkan juga di dunia. Ia terkenal melalui karya-karyanya, baik tafsir, hadis, sejarah Islam, tauhid, fikih maupn tasawuf. Di antara karya-karyanya, yang paling menonjol adalah bidang fikih. Pemikiran fikihnya mengakar kuat di Indonesia melalui karya-karyanya yang diajarkan di Indonesia sejak satu setengah abad yang lalu oleh murid-muridnya. Pemikiran fikihnya yang dipadu dengan tasawuf sangat sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia yang menyukai hal-hal yang berbau mistik. Fikih yang demikian tidak sekedar bersifat  legalistik-formalistik, tetapi lebih menekankan penghayatan terhadap nilai-nilai sufistik yang terkandung di dalamnya. Melalui usahanya ini, Syekh Nawawi Banten berhasil menghidupkan kembali tasawuf Sunni sebagaimana dibangun al-Ghazali. Dalam kitab-kitab fikihnya corak sufistik pemikiran fikihnya terlihat secara jelas. Bukti paling meyakinkan bahwa ia adalah penganut tasawuf al-Ghazali terlihat dari pilihannya mensyarahkan salah satu kitab tasawuf karya al-Ghazali, yaitu Bidāyah al-Hidāyah yang ia beri judul Marāqi al-Ubūdiyah. Kitab ini merupakan kitab tasawuf terpenting karyanya, setelah kitab Salalim al-Fudala’.
HUBUNGAN FILSAFAT DENGAN BAHASA Edi Sumanto
El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Vol 6, No 1 (2017): Juni
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.006 KB) | DOI: 10.29300/jpkth.v1i6.1236

Abstract

Filsafat dianggap sebagai sebuah ilmu yang membingungkan. Dangkalnya pemahaman terhadap filsafat menyebabkan munculnya permasalahan yang berkelanjutan. Padahal filsafat merupakan hail perenungan dari filosuf yang disampaikan kepada orang lain, dengan hasil pemahaman yang diusahakannya,  untuk dapat  dimengerti orang lain, supaya mengetahui maksud yang terkandung didalamnya,  hal tersebut dapat tercapai jika menggunakan bahasa yang dapat dimengerti secara jelas dan tidak salah dalam menafsirkannya. Sebab bahasa adalah alat yang paling utama bagi seorang filosuf serta merupakan media untuk analisis dan refleksi. Oleh karena itu, bahasa sangat sensitif terhadap kekaburan serta kelemahan-kelemahan lainnya, sehingga banyak filosuf menarik perhatian untuk menyempurnakannya.
TAREKAT MU’TABAROH DI INDONESIA (Studi Tarekat Shiddiqiyyah dan Ajarannya) Armin Tedy
El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Vol 6, No 1 (2017): Juni
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.703 KB) | DOI: 10.29300/jpkth.v1i6.1224

Abstract

Sufisme dan Tarekat merupakan wacana dan praktik keagamaan yang cukup popular di Indonesia. Bahkan akhir-akhir ini kecenderungan sufistik telah menjangkau kehidupan masyarakat kelas menengah sampai masyarakat kelas atas (elite) dengan angka pertumbuhan yang cukup signifikan terutama di daerah perkotaan. Tampaknya gejala gaya hidup ala sufistik mulai digandrungi sebagian orang yang selama ini dianggap bertentangan dengan kondisi dan gaya hidup mereka (perkotaan). Gejala ini bisa jadi sebagai bentuk pemenuhan unsur spiritual yang belum juga terpenuhi oleh ibadah rutin.Memang seluk-beluk tarekat tidak bisa dijabarkan dengan mudah karena setiap tarekat-tarekat tersebut memiliki filsafat dan cara pelaksanaan amal ibadah masing-masing. Oleh karena itu, penulis mencoba menguraikan serta menjelaskan tentang tarekat secara umum dan mencoba masuk pada tarekat Shiddiqiyyah.
KEHUJAHAN HADIS AHAD MENURUT MUHAMMAD AL-GHAZALI (Suatu Kajian terhadap Otoritas Hadis Ahad sebagai Sumber Ajaran Islam) Syahidin Syahidin
El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Vol 6, No 1 (2017): Juni
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.976 KB) | DOI: 10.29300/jpkth.v1i6.1242

Abstract

Kajian terhadap kehujahan hadis ahad sebagai sumber ajaran Islam tidaklah sederhana. Ia merupakan salah satu masalah pokok yang penting diketahui, terlebih lagi sebagian besar hadis adalah berstatus ahad dan logika yang bisa kita tangkap dari itu adalah, bahwa sebagian besar ajaran Islam bersandar kepada hadis ahad, jika hadis ahad tidak dapat dijadikan hujah, maka konsekuensinya adalah banyak ajaran Islam yang dipahami dan diyakini mayoritas muslim selama ini akan tergusur. Kemudian pada sisi lain ketokohan Muhammad al-Ghazali dalam dunia keilmuaan Islam, bukanlah sosok yang asing, baik yang mendukung maupun yang menentangnya habis-habisan. Dengan kenyataan tersebut, penulis mencoba membahas pemahaman hadis Muhammad al-Ghazali terutama yang berkaitan dengan masalah hadis ahad.
WANITA DAN PROSTITUSI DALAM PERSPEKTIF ALQURAN DAN HADIS John Kenendi
El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Vol 6, No 1 (2017): Juni
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397 KB) | DOI: 10.29300/jpkth.v1i6.1238

Abstract

Wanita sangat lekat dengan prostitusi, di mana wanita adalah obyek terbesar dari perbuatan prostitusi yang terjadi di seluruh dunia. Prostitusi merupakan aktifitas relasi seksual yang hingga saat ini belum ada peraturan yang melarangnya. Ketiadaan peraturan tersebut menyebabkan prostitusi tumbuh subur di berbagai tempat dengan sebutan dan bentuk yang beragam. Prostitusi dapat berwujud prostitusi jalanan, prostitusi panggilan, prositusi rumah bordil, hingga prostitusi terselubung terjadi di negeri ini. Prostitusi merupakan bentuk perzinahan yang diharamkan dalam agama Islam. Islam yang datang terkemudian menjunjung tinggi derajat wanita sangat menentang perbuatan keji dan melanggar sunatullah.  Suatu sikap agamis yang mulia dalam rangka memperbaiki peradaban-peradaban yang lebih dulu ada sebelumnya. Sanksi terhadap pelaku zina demikian berat, mengingat dampak negatif yang ditimbulkan akibat perbuatan zina tersebut sangatlah luas. Terlepas dari beragam bentuk dan coraknya, prostitusi yang intinya adalah perzinahan itu sejatinya adalah suatu hal yang keji dalam pandangan Islam. Semua perzinahan, baik yang bertarif maupun yang tidak bertarif, apakah ia berjenis zina muhshan maupun zina ghairu muhshan, keseluruhannya adalah haram yang mendatangkan dosa yang besar bagi pelakunya. Prostitusi dapat dikenakan hukuman sesuai dengan ketentuan yang digariskan oleh nash Alquran dan Hadis yaitu hukuman rajam dan hukuman cambuk.
JAMA'AH TABLIGH I (Sejarah dan Perkembangan) Uswatun Hasanah
El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Vol 6, No 1 (2017): Juni
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.391 KB) | DOI: 10.29300/jpkth.v1i6.1234

Abstract

Jama'ah Tabligh merupakan gerakan dakwah yang berupaya untuk kembali kepada pengamalan Islam yang murni. Tujuan utama gerakan ini adalah membangkitkan jiwa spiritual dalam diri setiap muslim baik secara pribadi maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Ikhlas dalam berdakwah dengan konsep tasawuf yang menjadi salah satu ciri pergerakannya. Pertumbuhan Jama’ah Tabligh di Indonesia begitu pesat ,dapat dilihat dari semakin banyaknya anggota dan aktivitas keagamaan yang dilakukan di tengah-tengah kaum muslim negeri ini, sehingga Jama’ah Tabligh saat ini mudah ditemukan di berbagai daerah. Jama’ah Tabligh berkembang di seluruh lapisan masyarakat, mulai dari akademisi, pengusaha, mahasiswa, masyarakat desa, masyarakat kota dan lain sebagainya
PEMIKIRAN SAYYID HOSSEIN NASR TENTANG FILSAFAT PERENNIAL Hanna Widayani
El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Vol 6, No 1 (2017): Juni
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.489 KB) | DOI: 10.29300/jpkth.v1i6.1239

Abstract

Dalam tulisan ini menjelaskan tentang pola pemikiran Sayyid Hossein Nasr. Dalam pemikiran filsafat, beliau memberikan pandangan pada filsafat perennial. Yang dimaksud Nasr dengan filsafat perennial adalah kearifan tradisional dalam Islam. Pikiran-pikiran Nasr disekitar ini muncul sebagai reaksi terhadap apa yang dilihatnya sebagai krisis manusia modern. Peradaban modern khususnya di Barat dan ditumbuh kembangkan di dunia Islam menurut Nasr telah gagal mencapai tujuannya, yakni semakin terduksinya integritas kemanusiaan. Dengan demikian, filsafat perennial Sayyid Hossein Nasr adalah respon yang dimunculkannya setelah melihat dengan seksama krisis manusia modern. 

Page 1 of 1 | Total Record : 7