Articles
207 Documents
KEPEMIMPINAN OTENTIK KEPALA SEKOLAH DAN IKLIM ORGANISASI SERTA PENGARUHNYA TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA GURU
Surwiti Surwiti
Edum Journal Vol. 5 No. 1 (2022): Edum Journal
Publisher : Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/edumjournal.v5i1.114
Abstrak-Seiring perkembangan zaman, institusi pendidikan harus dapat menyesuaikan diri dengan dinamika yang terjadi di masyarakat serta harus berupaya selalu memperbaiki mutu dari waktu ke waktu. Sekolah bermutu perlu didukung oleh guru yang produktif dan dapat bekerja asecra efektif. Banyak faktor yang mempengaruhi efektivitas guru, di antaranya kepemimpinan otentik kepala sekolah dan iklim organisasi. Dalam penelitian ini berupaya menganalisis dan mengkaji pengaruh kepemimpinan otentik kepala sekolah dan iklim organisasi terhadao efektivitas kerja guru baik secara individual maupun simultan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan verifikatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket skala Likert, terhadap 80 orang guru. Pengolahan hasil penelitian menggunakan teknik analisis regresi. Uji signifikansi menggunakan uji-F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh signifikan kepemimpinan otentik kepala sekolah terhadap efektifitas kerja guru. (2) Terdapat pengaruh signifikan iklim organisasi terhadap efektifitas kerja guru. (3) Terdapat pengaruh signifikan kepemimpinan otentik kepala sekolah dan iklim organisasi secara simultan terhadap efektifitas kerja guru. Bertolak dari hasil kajian terhadap penelitian ini, maka dengan rendah hati penulis mengajukan saran sebagai berikut: (1) Dalam rangka meningkatkan efektivitas kerja guru melalui kepemimpinan otentik, hendaknya kepala sekolah lebih memperhatikan pemahaman terhadap emosi para guru melalui kegiatan kerokhanian. Misalnya, diadakan pencerahan keagamaan setiap bulan sekali dengan harapan secara gradual para guru lebih dapat mengendalikan emosinya. (2) Peningkatan efektivtas kerja guru melalui iklim organisasi hendaknya kepala sekolah lebih fokus untuk memberikan dukungan terhadap guru melalui pelibatan guru dalam berbagai kegiatan serta memberikan kepercayaan dan tanggung jawab lebih banyak kepada mereka, dengan harapan guru merasa eksis dan semangat kerjanya meningkat serta lebih efektif.
PENGARUH PERILAKU KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN PENGEMBANGAN PROFESI PENDIDIK TERHADAP KOMPETENSI PROFESIONAL GURU
Adeyati Nurhayati
Edum Journal Vol. 5 No. 1 (2022): Edum Journal
Publisher : Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/edumjournal.v5i1.115
Abstrak-Pilar yang paling utama dalam mutu pembelajaran adalah guru. Oleh karenanya guru harus memiliki kompetensi profesional. Banyak faktor yang mempengaruhi kompetensi profesional guru. Di antaranya perilaku kepemimpinan kepala sekolah dan pengembangan profesi pendidik. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengkaji pengaruh perilaku kepemimpinan kepala sekolah dan pengembangan profesi pendidik terhadap kompetensi profesional guru baik secara parsial maupun ganda. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan verifikatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket skala Likert, terhadap 53 orang guru. Pengolahan hasil penelitian menggunakan teknik analisis regresi. Uji signifikansi menggunakan uji-F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan perilaku kepemimpinan kepala sekolah terhadap kompetensi profesional guru. (2) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan pengembangan profesi pendidik terhadap kompetensi profesional guru. (3) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan perilaku kepemimpinan kepala sekolah dan pengembangan profesi pendidik secara simultan terhadap kompetensi profesional guru. Dengan rendah hati penulis menyarankan, sebagai berikut: (1) Kepala sekolah hendaknya mengupayakan lebih serius dalam diseminasi informasi terutama menyangkut kebijakan. Diseminasi informasi dapat dilakukan dengan memaksimalkan grouping media sosial terbatas internal sekolah, surat elektronik dan pertemuan rutin. Dengan demikian memiliki kecenderungan semua guru dapat segera melaksanakan keputusan, rencana, dan kegiatan-kegiatan dalam melakukan pekerjaannya. (2) Peningkatan dari sisi pengembangan profesi pendidik dapat dilakukan pelatihan dalam jabatan dengan cara para guru dilatih langsung di sekolah tempatnya bekerja. Instruktur dalam pelatihan ini dapat dilakukan oleh guru yang sudah lebih senior dan lebih berpengalaman. Pengetahuan dan pengalaman guru yang lebih senior akan menjadi acuan bagi guru yang mengikuti pelatihan dalam jabatan dan memperkaya wawasan guru dalam melaksanakan pembelajaran.
FUNGSI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN PELATIHAN PROFESI SERTA DAMPAKNYA TERHADAP ETOS KERJA GURU
Lili Holidah
Edum Journal Vol. 5 No. 1 (2022): Edum Journal
Publisher : Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/edumjournal.v5i1.117
ABSTRAK Etos kerja guru di sekolah dinilai belum optimal. Melalui hasil observasi awal hal tersebut diduga disebabkan oleh rendahnya fungsi kepemimpinan kepala sekolah dan pelatihan profesi. Oleh karena itu, dirasakan perlu untuk dilakukan penelitian sehingga dapat diuji kebenarannya. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan kuantitatif, serta teknik korelasional dan regresi. Teknik pengumpulan data melalui angket skala Likert terhadap 48 responden. Hasil analisis data menunjukkan bahwa (1) Fungsi kepemimpinan kepala sekolah memiliki dampak terhadap etos kerja guru, (2) Pelatihan profesi memiliki dampak terhadap etos kerja guru, (3) Fungsi kepemimpinan kepala sekolah dan pelatihan profesi secara bersama-sama memiliki dampak terhadap etos kerja guru. Berdasarkan temuan melalui hasil analisis maka salah satu yang dapat menjadi saran adalah dengan meningkatkan fungsi kepemimpinan kepala sekolah dan kepala sekolah menjadi katalisator bagi para guru dalam menjalankan tugas kesehariannya.Kepala sekolah diharapkan selalu memfasilitasi guru dalam meningkatkan kualitas diri dalam berprofesi. Oleh karena itu kepala sekolah juga turut mendorong guru untuk selalu terus berkembang dengan mengikuti pelatihan profesi. Kepala sekolah dapat lebih turut berperan dalam meningkatkan etos kerja guru dengan membentuk tabel waktu capaian, sehingga guru mempunyai tujuan dan atau cita-cita yang lebih terukur.
PENGARUH MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA
Elka Asmartuti
Edum Journal Vol. 5 No. 1 (2022): Edum Journal
Publisher : Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/edumjournal.v5i1.118
Abstrak-Mutu sekolah yang berstandar nasional merupakan tujuan yang harus dicapai oleh satuan pendidikan. Karena mutu sekolah yang bagus mencerminkan operasional pendidikan telah berlangsung sangat baik serta dapat merubah perilaku siswa menjadi lebih baik sesuai tingkatannya. Salah satu aspek untuk mewujudkan sekolah yang bermutu tinggi adalah prestasi belajar siswa. Banyak faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa diantaranya, kemampuan manajerial kepala sekolah dan kompetensi pedagogik guru. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis keberpengaruhan kemampuan manajerial kepala sekolah dan kompetensi pedagogik guru terhadap prestasi belajar siswa baik parsial maupun simultan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan verifikatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket skala Likert, terhadap 50 orang guru. Pengolahan hasil penelitian menggunakan teknik analisis regresi. Uji signifikansi menggunakan uji-F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh positif dan signifikan kemampuan manajerial kepala sekolah terhadap prestasi belajar siswa. (2) Terdapat pengaruh positif dan signifikan kompetensi pedagogik guru terhadap prestasi belajar siswa. (3) Terdapat pengaruh positif dan signifikan kemampuan manajerial kepala sekolah dan kompetensi pedagogik guru secara bersama-sama (simultan) terhadap prestasi belajar siswa. Beranjak dari kondisi tersebut, penulis menyarankan: (a) Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi paling lemah dari variabel kemampuan manajerial kepala sekolah adalah dimensi pengawasan. Dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa dihimbau agar kepala sekolah meningkatkan pengawasan melalui pembenahan berbagai petunjuk pelaksanaan kerja (standard operation procedure) untuk segala kegiatan di sekolah agar guru dan tenaga kependidikan melaksanakan pekerjaannya sesuai prosedur yang ada, sehingga dapat meminimalisir kesalahan. (2) Pada sisi kompetensi pedagogik guru yang dinilai masih lemah adalah dimensi evaluasi hasil belajar. Penulis menganjurkan agar dibuat standar pelaksanaan evaluasi yang dinarasikan pada rencana pelaksanaan pembelajaran, sehingga dari awal proses pembelajaran materi untuk evaluasi telah sinkron dengan materi ajar yang disampaikan.
KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN MOTIVASI KERJA GURU SERTA DAMPAKNYA TERHADAP EFEKTIVITAS PROSES PEMBELAJARAN
Euis Yuliani Permananingsih
Edum Journal Vol. 5 No. 2 (2022): Edum Journal
Publisher : Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/edumjournal.v5i2.119
Abstrak-Keberhasilan akademik peserta didik sangat ditentukan oleh proses pelaksanaan pembelajaran. Oleh karenanya, proses pembelajaran harus diupayakan efektif agar peserta dapat menerima materi ajar secara maksimal. Banyak factor yang memiliki dampak positif terhadap efektivitas proses pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui dan menganalisis dampak komunikasi interpersonal dan motivasi kerja guru terhadap efektivitas proses pembelajaranb baik secara parsial maupun simultan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan verifikatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket skala Likert, terhadap 52 orang guru. Pengolahan hasil penelitian menggunakan teknik analisis regresi. Uji signifikansi menggunakan uji-F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Komunikasi interpersonal berdampak positif dan signifikan terhadap efektivitas proses pembelajaran. (2) Motivasi kerja guru berdampak positif dan signifikan terhadap efektivitas proses pembelajaran. (3) Komunikasi interpersonal dan motivasi kerja guru secara bersama-sama (simultan) berdampak positif dan signifikan terhadap efektivitas proses pembelajaran. Beranjak dari kondisi tersebut, penulis menyarankan: (1) Dari pembahasan terlihat bahwa semua dimensi efektivitas proses pembelajaran sudah bagus kecuali dimensi antusiasme peserta didik terhadap materi pelajaran. Oleh karenanya, dianjurkan agar guru berupaya lebih menguasai materi ajar serta mengorganisasikannya dengan tingkat pemahaman peserta didik. (2) Sesuai hasil penelitian bahwa komunikasi interpersonal berdampak pada efektivitas proses pembelajaran, maka guna meningkatkan efektivitas proses pembelajaran dapat dilakukan dengan meningkatkan komunikasi interpersonal melalui perbaikan dimensi saling menghargai dengan cara kepala sekolah mengondisikan agar lebih transparan dalam pengelolaan sekolah serta memberikan perhatian yang relatif sama terhadap setiap guru. (3) Dilihat dari sisi motivasi kerja hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi growth mendapatkan nilai paling rendah dari responden. Oleh karena itu, disarankan bahwa untuk meningkatkan efektivitas proses pembelajaran melalui dimensi growth hendaknya guru diberikan peluang lebih besar untuk mengembangkan diri baik melalui keaktifan pada kelompok kerja guru maupun melalui studi banding dan kesertaan pada forum-forum ilmiah lainnya.
IMPLEMENTASI SUPERVISI AKADEMIK DAN PEMBERDAYAAN GURU OLEH KEPALA SEKOLAH SERTA PENGARUHNYA TERHADAP KEMAMPUAN GURU
Lindiawati Lindiawati
Edum Journal Vol. 5 No. 2 (2022): Edum Journal
Publisher : Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/edumjournal.v5i2.120
Kemampuan guru Sekolah Dasar pada Gugus II Kecamatan Ciwaru Kabupaten Kuningan dinilai masih belum optimal. Berdasarkan observasi awal, diduga fenomena tersebut disebabkan oleh masih rendahnya implementasi supervisi akademik dan pemberdayaan guru oleh kepala sekolah. Karena itu, perlu dilakukannya penelitian untuk menguji kebenarannya. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif, serta teknik korelasional dan regresi. Teknik pengumpulan data melalui angket skala Likert terhadap 59 guru Sekolah Dasar Gugus II di Kecamatan Ciwaru Kabupaten Kuningan. Hasil analisis data menunjukkan: (1) Implementasi supervisi akademik berpengaruh terhadap kemampuan guru Sekolah Dasar Gugus II di Kecamatan ciwaru Kabupaten Kuningan, (2) pemberdayaan guru oleh kepala sekolah berpengaruh terhadap kemampuan guru Sekolah Dasar Gugus II di Kecamatan Ciwaru Kabupaten Kuningan, (3) Implementasi supervisi akademik dan pemberdayaan guru oleh kepala sekolah secara simultan berpengaruh terhadap kemampuan guru Sekolah Dasar Gugus II di Kecamatan Ciwaru Kabupaten Kuningan. Berdasarkan temuan hasil penelitian, kepala sekolah dapat meningkatkan kemampuan guru dengan membuka forum diskusi bersama guru untuk mengetahui secara mendalam dan terperinci kebutuhan sarana prasarana yang saat ini dibutuhkan. Media atau forum sebagai wadah partisipasi orangtua siswa untuk berkomunikasi dengan guru menjadi hal penting dalam mendeteksi lebih awal kesulitan siswa selama proses pembelajaran. Perlu adanya pengarahan guru untuk lebih fokus pada pembelajaran berbasis proyek sehingga esensi dari proses belajar sepanjang hayat tetap dapat berjalan optimal serta mendidik siswa untuk memiliki kemandirian dalam belajar
KONTRIBUSI PERAN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI MANAJER DAN DISIPLIN KERJA PENDIDIK TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA GURU
Anasih Anasih
Edum Journal Vol. 5 No. 2 (2022): Edum Journal
Publisher : Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/edumjournal.v5i2.121
Abstrak-Dinamika perkembangan ilmu dan teknologi mendorong proses pendidikan berlangsung lebih efektif agar dapat mengimbangi dinamika tersebut. Maknanya adalah bahwa terwujudnya proses poendidikan yang efektif dimulai dengan efektivitas kerja guru yang tinggi. Banyak faktor yang berkontribusi terhadap efektivitas kerja guru, di antaranya peran kepala sekolah sebagai manajer dan disiplin kerja pendidik. Dalam penelitian ini ingin menganalisis bagaimana kontribusi peran kepala sekolah sebagai manajer dan disiplin kerja pendidik baik secara parsial maupun ganda. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan verifikatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket skala Likert, terhadap 81 orang guru. Pengolahan hasil penelitian menggunakan teknik analisis regresi. Uji signifikansi menggunakan uji-F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat kontribusi positif dan signifikan peran kepala sekolah sebagai manajer terhadap efektivitas kerja guru. (2) Terdapat kontribusi positif dan signifikan disiplin kerja pendidik terhadap efektivitas kerja guru. (3) Terdapat kontribusi positif dan signifikan peran kepala sekolah sebagai manajer dan disiplin kerja pendidik secara bersama-sama (simultan) terhadap efektivitas kerja guru. Berdasarkan kesimpulan tersebut, penulis menyarankan: (1) Dalam rangka meningkatkan efektivitas kerja guru melalui peran kepala sekolah sebagai manajer, hendaknya kepala sekolah lebih transparan dalam mengelola sekolah dan mengoptimalkan jalur-jalur komunikasi baik vertikal maupun horizontal. Kemudian diikuti dengan optimalisasi penggunaan instrumen komunikasi dalam lingkungan warga sekolah, baik itu penggunaan media sosial maupun pertemuan-pertamuan langsung sehingga dapat menghindari sekat-sekat yang dapat menghambat komunikasi. (2) Upaya peningkatan efektivitas kerja guru melalui disiplin kerja, hendaknya kepala sekolah secara bertahap memberikan tanggung jawab yang lebih besar kepada guru dengan cara melibatkannya sebagai penanggung jawab program kegiatan. Pemberian tanggung jawab dimaksud seyogyanya diikuti dengan tatakerja dan ukuran tingkat keberhasilan yang jelas. Sehingga para guru paham benar apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dicapai.
PENGARUH MANAJEMEN LINGKUNGAN SEKOLAH DAN PENDAYAGUNAAN SUMBER BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII DI KECAMATAN KADIPATEN KABUPATEN MAJALENGKA
Yana Suryana
Edum Journal Vol. 5 No. 2 (2022): Edum Journal
Publisher : Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/edumjournal.v5i2.122
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh manajemen lingkungan sekolah dan pendayagunaan sumber belajar terhadap Prestasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri di Kecamatan Kadipaten Kabupaten Majalengka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan pendekatan kuantitatif, teknik korelasional dan regresi. Teknik pengumpulan data melalui angket skala Likert terhadap 89 responden. Hasil analisis data menunjukkan bahwa (1) Manajemen lingkungan sekolah berpengaruh terhadap Prestasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri di Kecamatan Kadipaten Kabupaten Majalengka , (2) Pendayagunaan sumber belajar berpengaruh terhadap Prestasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri di Kecamatan Kadipaten Kabupaten Majalengka, (3) Manajemen lingkungan sekolah dan pendayagunaan sumber belajar secara bersama-sama berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri di Kecamatan Kadipaten Kabupaten Majalengka. Temuan ini mengimplikasikan bahwa manajemen lingkungan sekolah dan pendayagunaan sumber belajar adalah dua faktor yang berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Beberapa hal dapat dijadikan prioritas dalam meningkatkan manajemen lingkungan sekolah, diantaranya dengan melakukan kajian dalam pembaharuan program yang saat ini telah diterapkan dan disesuaikan kembali dengan kebutuhan saat ini serta mampu beradaptasi minimal untuk satu tahun kedepan yang berikutnya akan dikaji kembali. Kepala sekolah dapat meningkatkan pendayagunaan sumber belajar dengan pemutakhiran modul ataupun SOP yang sudah ada, dan bisa dilaksanakan dalam bentuk workshop ataupun studi banding dengan sekolah yang setara. Untuk menambah kecerdasaan emosi siswa, Kepala sekolah dapat mengadakan program khusus yang bersifat spiritual ataupun dengan memgiatkan program bimbingan dalam bentuk penyuluhan.
KEPEMIMPINAN SITUASIONAL KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA MENGAJAR GURU SEKOLAH DASAR NEGERI DI SEKBIN 3 KECAMATAN BANJARHARJO KABUPATEN BREBES
Rojikin Rojikin
Edum Journal Vol. 5 No. 2 (2022): Edum Journal
Publisher : Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/edumjournal.v5i2.123
Fokus utama yang menjadi perhatian dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui besaran pengaruh kepemimpinan situasional kepala sekolah dan motivasi kerja baik secara parsial maupun ganda terhadap kinerja mengajar guru Sekolah Dasar Negeri di Sekbin 3 Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes. Metode yang digunakan adalah survey dengan studi deskriptif dan korelasional di mana penyebaran angket kepada 52 responden sebagai teknik untuk mendapatkan data primer. Untuk melengkapi data penulis mengadakan observasi pada tataran empirik dan wawancara dengan pihak terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan kepemimpinan situasional kepala sekolah terhadap kinerja mengajar guru. (2) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan motivasi kerja terhadap kinerja mengajar guru. (3) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan kepemimpinan situasional kepala sekolah dan motivasi kerja secara simultan terhadap kinerja mengajar guru. Beranjak dari kesimpulan yang telah disampaikan di atas, dengan tulus penulis menyarankan, bahwa: (1) Kepala sekolah sebagai manajer pada satuan pendidikan perlu terus meningkatkan kemampuan memimpinnya terutama menyangkut kejelasan dalam memberikan instruksi, membuka peluang konsultasi bagi guru, mengutamakan kerjasama dan mendewasakan kader pengganti melalui pendelegasian wewenang yang dapat dilakukan dengan mengikuti perkembangan keilmuan melalui forum KKKS dan sarana informasi lainnya. (2) Para guru disarankan untuk meningkatkan motivasi kerjanya terutama motivasi intrinksik melalui peningkatan semangat bekerja dan mengembangkan peluang kebersamaan dengan sesama guru sehingga mendorong prestasi meningkat melalui tampilan kerja atau kinerja mengajar.
PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU TERHADAP MUTU LULUSAN SEKOLAH LUAR BIASA
Nanu Danuhari
Edum Journal Vol. 5 No. 2 (2022): Edum Journal
Publisher : Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/edumjournal.v5i2.124
Abstrak-Mutu lulusan dapat menjadi tolak ukur sekolah dalam melaksanakan Pendidikan. Berdasarkan pengamatan mutu lulusan sekolah luar biasa tuna grahita pada beberapa sekolah masih memiliki ruang untuk peningkatan. Untuk itu, perlu diadakan penelitian lebih lanjut. Peneliti melakukan penelitian ini untuk mengungkap pengaruh kepemimpinan kepala sekolah dan kompetensi profesional guru terhadap mutu lulusan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan pendekatan kuantitatif, serta teknik korelasional dan regresi. Teknik pengumpulan data melalui angket skala Likert terhadap 64 responden. Hasil analisis data menunjukkan bahwa (1)Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap mutu lulusan sekolah luar biasa tunagrahita, (2) Terdapat pengaruh yang signifikan kompetensi profesionalisme guru terhadap mutu lulusan sekolah luar biasa tunagrahita, (3) Terdapat pengaruh yang signifikan kepemimpinan kepala sekolah dan kompetensi profesionalisme guru secara bersama-sama terhadap mutu lulusan sekolah luar biasa tunagrahita. Temuan ini mengimplikasikan bahwa kepemimpinan kepala sekolah dan kompetensi profesional guru adalah dua faktor yang berpengaruh terhadap mutu lulusan sekolah luar biasa tunagrahita.