cover
Contact Name
I Wayan Suyanta
Contact Email
suyanta.kaler@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
pratamawidyajurnal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
ISSN : 25284037     EISSN : 26158396     DOI : -
Pratama Widya : Jurnal Pendidikan Anak Usia yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar ini didedikasikan sebagai media untuk mempublikasikan pemikiran maupun penelitian yang berkaitan dengan topik pendidikan anak usia dini. Fokus Pratama Widya : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini : Paradigma, Filosofi, Teori, Strategi, Pendekatan, Metode, Model serta Kebijakan-kebijakan Pendidikan Anak Uisia Dini.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2019)" : 16 Documents clear
PERAN PENDIDIK DALAM MENINGKATKAN QUALITY ASSURANCE PADA PAUD DI MATARAM Risky Indryani, Dita Destari Iin
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.075 KB) | DOI: 10.25078/pw.v4i2.1168

Abstract

Abstrak Mutu adalah kemampuan (ability) yang dimiliki oleh suatu produk atau jasa (service) yang dapat memenuhi kebutuhan atau harapan, kepuasan (satisfaction) pelanggan (customer) yang dalam pendidikan dikelompokkan menjadi dua, yaitu internal customer dan eksternal. Internal customer yaitu siswa atau mahasiswa sebagai pembelajar (leaners) dan eksternal customer yaitu masyarakat dan dunia industry. Mutu tidak berdiri sendiri, artinya banyak faktor untuk mencapainya dan untuk memelihara mutu. Dalam kaitan ini peran dan fungsi sistem penjaminan mutu (Quality Assurance System) sangat di butuhkan. penjaminan mutu dalam dunia pendidikan, itu perlu ada bahkan memang harus ditingkatkan mengingat mutu pendidikan di indonesia pada khususnya di Nusa Tenggara Barat jauh dari apa yang diharapkan. Ini juga mengakui bahwa sekolah-sekolah baik dari tingkat PAUD, maupun tingkat tinggi ingin melihat kondisi sarana prasarana dan proses pembelajaran masih kurang memuaskan, sehingga penjaminan mutu pendidikan merupakan program yang utama bahkan amat sangat penting bagi menteri pedidikan. Tentunya bagi pemerintah. Penjaminan mutu pendidikan itu sendiri merupakan kegiatan mandiri oleh lembaga pendidikan tertentu, oleh karena itu harus disusun, dirancang, dan dilaksanakan sendiri. Salah satu upaya dalam merealisasikan penjaminan mutu tersebut dapat dilakukan secara bertahap oleh pihak PAUD, yakni dengan melakukan evaluasi diri, kemudian ditindak lanjuti dengan monitoring sekolah oleh pihak pemerintah daerah, sehingga penjaminan mutu pendidikan anak usia dini dapat dilakukan dengan baik. Kata kunci: Penjamin Mutu, Guru, Peran, Anak Usia Dini                             Abstract                Quality is the ability possessed by a product or service that can meet the needs or expectations, satisfaction of customers (customers) which in education are grouped into two, namely internal and external customers. Internal customers, namely students or students as learners (leaners) and external customers, namely the community and the industrial world. Quality does not stand alone, meaning that there are many factors to achieve it and to maintain quality. In this connection the role and function of the quality assurance system (Quality Assurance System) is needed. quality assurance in the world of education, it needs to be even it must be improved considering the quality of education in Indonesia in particular in West Nusa Tenggara is far from what is expected. It also recognizes that schools from both the PAUD level and the high level want to see the condition of infrastructure facilities and the learning process are still unsatisfactory, so that the quality assurance of education is the main program and even very very important for the minister of education. Certainly for the government. The quality assurance of education itself is an independent activity by certain educational institutions, therefore it must be prepared, designed and implemented by itself. One of the efforts in realizing the quality assurance can be done in stages by PAUD namely by conducting a self-evaluation, then followed up by school monitoring by the local government, so that the quality assurance of early childhood education can be carried out properly. Keywords: Quality Assurance, Teacher, Role, Early Childhood
PENINGKATAN PERILAKU SOSIAL ANAK USIA DINI MELALUI STRATEGI DORAEMON DI TK PIVERI Hendrawati, Ni Wayan; Suyanta, I Wayan
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.242 KB) | DOI: 10.25078/pw.v4i2.1174

Abstract

Abstrak Penelitian ini hendak menggali perilaku sosial anak. Penerapan kelas inklusi dengan strategi doraemon yang dilaksanakan dengan kegiatan maplalianan diharapkan dapat menumbuhkan perilaku sosial anak yang positif seperti rasa empati dan simpati anak terhadap anak berkebutuhan khusus. Kajian ini menggunakan teknik observasi, dan dibedah dengan teori pendidikan inklusi, serta strategi permainan. Penelitian ini menemukan pertama tumbuh rasa kasih sayang pada setiap anak, kedua dapat memupuk rasa kerjasama dalam kegiatan apapun sehingga secara tidak langsung terjadi hubungan timbal balik, anak-anak berkebutuhan khusus menanggapi (merespon) stimulus (rangsangan) yang diberikan oleh temannya. Ketiga timbul rasa toleransi dengan cara saling menghargai, menghormati kelebihan, dan kekurangan masing-masing. Keempat, timbulnya rasa percaya diri pada anak berkebutuhan khusus karena merasa termotivasi dan merasa dihargai saat ikut dilibatkan dalam kegiatan maplalianan. Kata kunci: Anak Usia Dini, Perilaku Sosial, Strategi Doraemon, Pendidikan inklusi. Abstract This research intends to explore children's social behavior. The implementation of inclusive classes with the Doraemon strategy implemented with map activities is expected to foster positive children's social behavior such as empathy and sympathy for children with special needs. This study uses observation techniques, and dissected with inclusive education theory, and game strategies. This research found that firstly growing affection for each child, secondly it can foster a sense of cooperation in any activity so that indirectly a reciprocal relationship occurs, children with special needs respond to (respond to) stimuli (stimuli) provided by their friends. Third arises a sense of tolerance by mutual respect, respect for strengths and weaknesses of each. Fourth, the emergence of confidence in children with special needs because they feel motivated and feel valued when involved in map activities.
MENGENAL DAN MEMAHAMI KONSEP PEMBELAJARAN SAINS DAN MATEMATIKA UNTUK ANAK USIA DINI Lestiawati, I Made
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1614.413 KB) | DOI: 10.25078/pw.v4i2.1170

Abstract

Abstrak Sains merupakan suatu kreasi dari pemikiran manusia  dengan ide yang bebas serta adanya konsep (Einstein, 1938). Sains adalah kerangka pengetahuan yang sedari dulu sampai sekarang merupakan suatu sistem yang alami dan proses dari kerangka pengetahuan yang  telah di atur, secara simultan diperpanjang, ditingkatkan serta diperbaiki kesalahannya. Sains tidak hanya sekumpulan dari peraturan atau sebuah katalog dari fakta yang tidak berkaitan. Sains dan matematika merupakan dua aspek pengembangan pendidikan pada anak usia dini. Kedua bidang tersebut harus dipandang dalam tiga perspektif yakni perspektif perkembangan, perspektif aktivitas dan perspektif subject matter atau isi materi pembelajaran. Sains sebagai Konsep dan Konten : Scientific inquiry, History and nature of science, Science in personal dan social perspective, Science and technology, Physical science, Life science, Earth and space science. Adanya konsep dalam bermain matematika pada anak usia dini yaitu: Acuan Konsep dari Teori Piaget yaitu pemahaman bilangan pada anak mencakup: Klasifikasi sesuatu (benda, bentuk, warna, ukuran, tekstur, fungsi), Mengurutkan bilangan, Konservasi :(1) Konservasi Jumlah dan (2) Konservasi Bilangan, Korespondensi dasar dari menghitung. Tingkatan Belajar Matematika  (Underhill): Konkrit : manipulasi objek, Semi konkrit: ilustrasi benda-benda dalam matematika, Abstrak : penggunaan bilangan.  Kata kunci: Sains dan Matematika, Konsep Sains, Konsep Bermain Matematika.  Abstract                Science is a creation of human thought with free ideas and concepts (Einstein, 1938). Science is a knowledge framework that has, until now, been a natural system and process of a set of knowledge frameworks, simultaneously extended, improved and corrected for errors. Science is not just a set of rules or a catalog of unrelated facts. Science and mathematics are two aspects of developing education in early childhood. Both fields must be viewed in three perspectives, namely developmental perspectives, activity perspectives and perspective subject matter or content of learning material. Science as a Concept and Content: Scientific inquiry, History and nature of science, Science in personal and social perspective, Science and technology, Physical science, Life science, Earth and space science. The concept of playing mathematics in early childhood is: Reference The concept of Piaget's theory of understanding numbers in children includes: Classification of things (objects, shapes, colors, sizes, textures, functions), Sort numbers, Conservation: (1) Conservation of Amounts and (2) Conservation of Numbers, Basic correspondence from counting. Levels of Learning Mathematics (Underhill): Concrete: object manipulation, Semi concrete: illustration of objects in mathematics, Abstract: use of numbers. Keywords: Science and Mathematics, Science Concepts, Concepts of Playing Mathematics.
PENGARUH SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN PROGRAM AKREDITASI TERHADAP MOTIVASI AKREDITASI PENGELOLA PAUD DI PROVINSI PAPUA BARAT Yudiawan, Agus
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.508 KB) | DOI: 10.25078/pw.v4i2.1171

Abstract

Abstrak Kualitas mutu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dapat diukur melalui mekanisme akreditasi. Pelaksanaan akreditasi dapat terwujud apabila ada kepedulian dari pengelola untuk mengajuakan akreditasi lembaganya. Banyaknya Lembaga PAUD yang belum terakreditasi menjadi masalah tersendiri dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di Papua Barat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan membuktikan pengaruh sosialisasi dan pendampingan akreditasi terhadap motivasi akreditasi pengelola PAUD di Provinsi Papua Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi 931 lembaga dan diambil sampel sebanyak 150 sampel lembaga. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel dengan Teknik simple random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan menggunakan data skunder dari BAN Provinsi Papua Barat berupa arsip nilai akreditasi lembaga. Analisis data menggunakan regresi berganda dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh positif dan signifikan antara sosialisasi dan pendampingan terhadap motivasi akreditasi pengelola PAUD. Kesimpulan yang diperoleh adalah semakin besar rutin dilakukan sosialisasi dan pendampingan maka akan semakin banyak Lembaga yang mengusulkan akreditasi dan sebaliknya. Kata kunci: Sosialisasi, Pendampingan, Motivasi Akreditasi Abstract The quality of Early Childhood Education (PAUD) can be measured through an accreditation mechanism. The implementation of accreditation can be realized if there is concern from the manager to apply for the accreditation of the institution. The number of PAUD institutions that have not been accredited has become a problem in efforts to improve the quality of education in West Papua. The research aims to find out and prove the effect of socialization and accreditation assistance on the motivation of PAUD management accreditation in West Papua Province. This study uses a quantitative approach with a population of 931 institutions and a sample of 150 institutional samples. The sampling technique uses simple random sampling technique. Data were collected using secondary data from BAN West Papua Province in the form of an archive of accreditation scores for institutions. Data analysis used multiple regression with a confidence level of 95%. The results showed that there was a positive and significant effect between socialization and mentoring on the motivation of PAUD management accreditation. The conclusion obtained is that the greater the routine socialization and assistance, the more institutions will propose accreditation and vice versa.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL MELALUI PENERAPAN TEKNIK MODELING ANAK KELOMPOK A DI TK TUNAS KARTINI 1 CULIK Redana, I Wayan
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.274 KB) | DOI: 10.25078/pw.v4i2.1165

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan sosial dengan penerapan teknik modeling pada anak kelompok A Semester I  di TK Tunas Kartini 1 Culik Tahun Pelajaran 2017/2018. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah 14 anak kelompok A TK Tunas Kartini 1 Culik Tahun Pelajaran 2017/2018. Data tentang keterampilan sosial anak dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik modeling dapat meningkatkan keterampilan sosial anak kelompok A di TK Tunas Kartini 1 Culik Tahun pelajaran 2017/2018. Hal ini dapat dilihat dari gains skor keterampilan sosial anak sebesar 0,82 yang berada pada kriteria tinggi. Tingginya skor yang diperoleh membuktikan bahwa penerapan teknik modeling dapat meningkatkan keterampilan sosial anak. Kata-kata kunci: anak usia dini, keterampilan sosial, teknik modeling Abstract This study aims to determine the increase in social skills with the application of modeling techniques in group A one Semester children in kindergarten Tunas Kartini 1 Culik in the academic year 2017/2018. This research is a classroom action research conducted in two cycles. Each cycle consists of a phase of action planning, action, observation/evaluation and reflection. The subjects were 14 children in group A  Tunas Kartini 1 Culik in the academic year 2017/2018. Data on the social skills of children collected using observational methods. The results showed that the application of modeling techniques can enhance social skills in kindergarten children in group A Tunas Kartini 1 Culik in the academic year 2017/2018. It can be seen from a child's social skills gains score of 0.82 which are in the high criteria. The high scores obtained prove that the application of modeling techniques can improve the social skills of children.  
PEMANFAATAN LITERASI VISUAL GUNA MEMBENTUK KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS ANAK USIA DINI Sastrika Ayu, Putu Eka
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pw.v4i2.1172

Abstract

Abstrak Kemampuan berpikir kritis dapat membantu manusia membuat keputusan yang tepat berdasarkan usaha yang cermat, sistematis dan logis. Kemampuan berpikir kritis dapat diasah dari anak- anak.  Melatih anak berpikir kritis sejak dini memang dimungkinkan, tentu saja dengan mempertimbangkan tahap perkembangannya. Hal itu dapat dilakukan dengan memanfaatkan literasi visual yang merupakan salah satu inti dari kompetensi literasi informasi. Berbagi macam literatur menunjukkan penggunaan visual dalam proses pembelajaran menghasilkan tingkat belajar yang lebih optimal. Literasi visual memiliki peran penting dalam membangun proses kognitif seseorang. Literasi visual membuat pembelajar lebih mudah memahami konsep dan meningkatkan ingatan serta pemanggilan informasi. Kata kunci: Literasi Visual, Berpikir Kritis, Anak Usia Dini Abstract The ability of critical thinking can help people make informed decisions based on a careful, systematic and logical effort. The ability of critical thinking can be honed from children.  Training children think critically early on is possible, of course, taking into consideration the development stage. It can be done by utilizing visual literacy which is one of the core of information literacy competencies. Sharing a variety of literature demonstrates the visual use in the learning process resulting in a more optimal learning level. Visuals play an important role in building one's cognitive processes. Visuals make learners easier to understand concepts and improve memory and calling information.
MEDIA PEMBELAJARAN SEBAGAI PENGUATAN SIKAP KETRAMPILAN ANAK USIA DINI BHAKTI PERSADA PADA YAYASAN TRI MURTI DUSUN JAMURAN, SUKODADI, MALANG Dwiana Mustawan, Made
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.872 KB) | DOI: 10.25078/pw.v4i2.1166

Abstract

Abstrak Media dalam proses pembelajaran dapat mempertinggi proses belajar pada anak, dalam pembelajaran pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya. Dalam pengertian ini, guru, buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media. Proses pembelajaran terjadi di dalam kelas diakibatkan adanya interkasi dan komunikasi antara guru dengan siswa melalui media pembelajaran. Oleh karena itu, penggunaan media pembelajaran sangat dianjurkan untuk mempertinggi kualitas pembelajaran pada anak usia dini.Pada pendidikan anak usia dini, maka media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang dapat dijadikan bahan (software) dan alat (hardware) untuk bermain yang membuat AUD mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan menentukan sikap. Dan, media yang biasa digunakan dalam PAUD adalah alat permainan edukatif (APE). APE terbagi menjadi dua golongan yaitu: (1) APE luar: Alat permainan edukatif yang disediakan di luar ruangan (halaman/ taman); (2) APE dalam: alat permainan edukatif yang disediakan untuk anak bermain di dalam ruangan.Jenis media yang lazim dipakai di sekolah PAUD Bhakti Persada di bawah Yayasan Tri Murti di Dusun Jamuran dalam kegiatan pembelajaran, di antaranya:Media visual/media grafis, adalah media yang hanya dapat dilihat. Jenis media visual ini tampaknya yang paling sering digunakan oleh guru pada Lembaga Pendidikan Unak Usia Dini untuk membantu menyampaikan isi dari tema pendidikan yang sedang dipelajari. Kata kunci: Media Pembelajaran Penguatan Ketrampilan Anak Usia Dini     Abstract Media in the learning process can enhance the learning process in children, in learning in turn it is expected to enhance the learning outcomes achieved. In this sense, teachers, textbooks, and school environments are media. The learning process occurs in the classroom due to the interaction and communication between the teacher and students through learning media. Therefore, the use of instructional media is highly recommended to enhance the quality of learning in early childhood.In early childhood education, the learning media is everything that can be used as material (software) and tools (hardware) to play which makes the AUD able to obtain knowledge, skills, and determine attitudes. And, the media commonly used in PAUD are educational game tools (APE). APE is divided into two groups, namely: (1) Outside APE: Educational game tools provided outside the room (yard / garden); (2) APE in: educational game tools provided for children playing indoors.The type of media commonly used in the PAUD Bhakti Persada school under the Tri Murti Foundation in Jamuran Hamlet in learning activities, including:Visual media / graphic media, are media that can only be seen. This type of visual media seems to be the most frequently used by teachers at the Early Childhood Education Institution to help convey the contents of the educational theme being studied  
KONSTRUKSI LITERASI BACA TULIS ANAK MELALUI METODE SMART STORY BOOK DI TK NEGERI PEMBINA GIANYAR Cintiya Nurina, Ida Ayu; Suyanta, I Wayan
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1169.801 KB) | DOI: 10.25078/pw.v4i2.1173

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk membangun agar anak usia dini menjadi cerdas dalam baca tulis. Dan meningkatkan kemampuan berbahasa anak dalam menyimak, mengungkapkan gagasan, keaksaraan awal anak, serta sebagai fondasi awal menanamkan nilai literasi pada anak usia dini. Kajian ini dibedah dengan konsep perkembangan bahasa anak dan teori literasi. Terdapat metode yang digunakan penerapan media Smart Story Book ini, Guru menyusun rencana harian dengan menggunakan media peraga, pelaksanaan kegiatan, umpan balik, dan mencatat hasil dari pencapaian kegiatan melalui daftar ceklist observasi. Penelitian ini menemukan, pertama bentuk-bentuk bercerita yang menarik, yang digunakan secara bergantian agar anak tidak merasa bosan, menghasilkan keterampilan menyimak maksimal. Kedua bentuk metode bercerita atau digunakan secara kombinasi agar menambah daya tarik cerita dapat menghasilkan perkembangan mengungkapkan (berbicara anak) sangat baik. Ketiga peraga ini menggunakan bahan dengan berbagai warna dan memiliki rangkaian gambar berbagai bentuk dari berbagai teknik lipatan di dalamnya sehingga menjadi alur cerita yang menarik. Kata kunci: Anak Usia Dini, Literasi, Media Smart Story Book, keterampilan menyimak, keterampilan mengungkapkan Abstract This research aims to build so that young children become intelligent in reading and writing. And improve children's language skills in listening, expressing ideas, children's early literacy, and as an initial foundation to instill the value of literacy in early childhood. This study is dissected with the concept of children's language development and literacy theory. There is a method used by the application of the Smart Story Book media, the teacher prepares a daily plan using the media of the demonstration, the implementation of activities, feedback, and records the results of the achievement of activities through an observation checklist. The research found, firstly interesting forms of storytelling, which are used interchangeably so that children do not feel bored, resulting in maximum listening skills. Both forms of storytelling method or used in combination in order to increase the attractiveness of the story can produce the development of expressing (talking to children) very well. These three visuals use materials with various colors and have a series of images of various shapes from various fold techniques in it so that it becomes an interesting storyline.
PERAN PENDIDIK DALAM MENINGKATKAN QUALITY ASSURANCE PADA PAUD DI MATARAM Risky Indryani, Dita Destari Iin
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pw.v4i2.1168

Abstract

Abstrak Mutu adalah kemampuan (ability) yang dimiliki oleh suatu produk atau jasa (service) yang dapat memenuhi kebutuhan atau harapan, kepuasan (satisfaction) pelanggan (customer) yang dalam pendidikan dikelompokkan menjadi dua, yaitu internal customer dan eksternal. Internal customer yaitu siswa atau mahasiswa sebagai pembelajar (leaners) dan eksternal customer yaitu masyarakat dan dunia industry. Mutu tidak berdiri sendiri, artinya banyak faktor untuk mencapainya dan untuk memelihara mutu. Dalam kaitan ini peran dan fungsi sistem penjaminan mutu (Quality Assurance System) sangat di butuhkan. penjaminan mutu dalam dunia pendidikan, itu perlu ada bahkan memang harus ditingkatkan mengingat mutu pendidikan di indonesia pada khususnya di Nusa Tenggara Barat jauh dari apa yang diharapkan. Ini juga mengakui bahwa sekolah-sekolah baik dari tingkat PAUD, maupun tingkat tinggi ingin melihat kondisi sarana prasarana dan proses pembelajaran masih kurang memuaskan, sehingga penjaminan mutu pendidikan merupakan program yang utama bahkan amat sangat penting bagi menteri pedidikan. Tentunya bagi pemerintah. Penjaminan mutu pendidikan itu sendiri merupakan kegiatan mandiri oleh lembaga pendidikan tertentu, oleh karena itu harus disusun, dirancang, dan dilaksanakan sendiri. Salah satu upaya dalam merealisasikan penjaminan mutu tersebut dapat dilakukan secara bertahap oleh pihak PAUD, yakni dengan melakukan evaluasi diri, kemudian ditindak lanjuti dengan monitoring sekolah oleh pihak pemerintah daerah, sehingga penjaminan mutu pendidikan anak usia dini dapat dilakukan dengan baik. Kata kunci: Penjamin Mutu, Guru, Peran, Anak Usia Dini                             Abstract                Quality is the ability possessed by a product or service that can meet the needs or expectations, satisfaction of customers (customers) which in education are grouped into two, namely internal and external customers. Internal customers, namely students or students as learners (leaners) and external customers, namely the community and the industrial world. Quality does not stand alone, meaning that there are many factors to achieve it and to maintain quality. In this connection the role and function of the quality assurance system (Quality Assurance System) is needed. quality assurance in the world of education, it needs to be even it must be improved considering the quality of education in Indonesia in particular in West Nusa Tenggara is far from what is expected. It also recognizes that schools from both the PAUD level and the high level want to see the condition of infrastructure facilities and the learning process are still unsatisfactory, so that the quality assurance of education is the main program and even very very important for the minister of education. Certainly for the government. The quality assurance of education itself is an independent activity by certain educational institutions, therefore it must be prepared, designed and implemented by itself. One of the efforts in realizing the quality assurance can be done in stages by PAUD namely by conducting a self-evaluation, then followed up by school monitoring by the local government, so that the quality assurance of early childhood education can be carried out properly. Keywords: Quality Assurance, Teacher, Role, Early Childhood
PENINGKATAN PERILAKU SOSIAL ANAK USIA DINI MELALUI STRATEGI DORAEMON DI TK PIVERI Hendrawati, Ni Wayan; Suyanta, I Wayan
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pw.v4i2.1174

Abstract

Abstrak Penelitian ini hendak menggali perilaku sosial anak. Penerapan kelas inklusi dengan strategi doraemon yang dilaksanakan dengan kegiatan maplalianan diharapkan dapat menumbuhkan perilaku sosial anak yang positif seperti rasa empati dan simpati anak terhadap anak berkebutuhan khusus. Kajian ini menggunakan teknik observasi, dan dibedah dengan teori pendidikan inklusi, serta strategi permainan. Penelitian ini menemukan pertama tumbuh rasa kasih sayang pada setiap anak, kedua dapat memupuk rasa kerjasama dalam kegiatan apapun sehingga secara tidak langsung terjadi hubungan timbal balik, anak-anak berkebutuhan khusus menanggapi (merespon) stimulus (rangsangan) yang diberikan oleh temannya. Ketiga timbul rasa toleransi dengan cara saling menghargai, menghormati kelebihan, dan kekurangan masing-masing. Keempat, timbulnya rasa percaya diri pada anak berkebutuhan khusus karena merasa termotivasi dan merasa dihargai saat ikut dilibatkan dalam kegiatan maplalianan. Kata kunci: Anak Usia Dini, Perilaku Sosial, Strategi Doraemon, Pendidikan inklusi. Abstract This research intends to explore children's social behavior. The implementation of inclusive classes with the Doraemon strategy implemented with map activities is expected to foster positive children's social behavior such as empathy and sympathy for children with special needs. This study uses observation techniques, and dissected with inclusive education theory, and game strategies. This research found that firstly growing affection for each child, secondly it can foster a sense of cooperation in any activity so that indirectly a reciprocal relationship occurs, children with special needs respond to (respond to) stimuli (stimuli) provided by their friends. Third arises a sense of tolerance by mutual respect, respect for strengths and weaknesses of each. Fourth, the emergence of confidence in children with special needs because they feel motivated and feel valued when involved in map activities.

Page 1 of 2 | Total Record : 16