cover
Contact Name
Mela Aziza
Contact Email
mela.aziza@iainbengkulu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
equation@iainbengkulu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Equation: Teori dan Penelitian Pendidikan Matematika
ISSN : 25993291     EISSN : 26143933     DOI : -
Core Subject : Education,
Equation Journal is an open-access journal published by State Islamic University of Bengkulu (IAIN Bengkulu) twice in a year (March and September). This journal publishes original articles from literature studies or research results in the field of mathematics education.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2019)" : 5 Documents clear
Etnomatematika dalam Seni Tari Kejei Sebagai Kebudayaan Rejang Lebong Sindi Destrianti
Jurnal Equation: Teori dan Penelitian Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : IAIN BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.486 KB) | DOI: 10.29300/equation.v2i2.2316

Abstract

Matematika adalah salah satu bentuk budaya, yang sesungguhnya telah terintegrasi pada setiap unsur kehidupan masyarakat. Budaya yang pada hakekatnya merupakan hasil pikiran dan karya manusia, mempengaruhi perilaku individu dalam memahami perkembangan pendidikan termasuk pembelajaran matematika. Salah satu budaya khas Kabupaten Rejang Lebong yang masih dilestarikan sampai saat ini adalah Tari Kejei. Tari Kejei merupakan tarian sakral dengan gerakan sederhana dan berbeda dengan gerakan pada umumnya, serta diiringi oleh alat musik khas Rejang Lebong yang memiliki alunan berulang. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui hubungan antara alat musik pengiring dengan konsep matematika, dan 2) mengetahui hubungan gerakan Tari Kejei dengan konsep matematika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif fenomenologi. Sumber data dari penelitian ini adalah Tari Kejei itu sendiri dan beberapa narasumber yaitu Ketua Adat, Pelatih Tari, dan Penari. Pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data tersebut dianalisis mulai dari tahap reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan data atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) hubungan antara alat musik pengiring Tari Kejei dengan konsep matematika adalah bentuk alat musik berupa gong, kulintang, dan redap yang memenuhi konsep bangun ruang yaitu tabung. 2) hubungan antara gerakan Tari Kejei dengan konsep matematika diantaranya adalah konsep geometri seperti kesejajaran, garis lurus, rotasi, dilatasi, segitiga, segiempat, dan konsep pola hitungan.
Muatan Karakter Berdaya Juang Pada Buku Teks Pelajaran Matematika Sma Kelas X Kurikulum 2013 Tria Utari; Hartono Hartono
Jurnal Equation: Teori dan Penelitian Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : IAIN BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.894 KB) | DOI: 10.29300/equation.v2i2.2311

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan muatan karakter berdaya juang pada buku teks matematika SMAkelas X Kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif jenis analisis isi. Sumber datapenelitian adalah buku teks Matematika kelas X Kurikulum 2013 edisi revisi 2016 yang diterbitkan oleh PusatKurikulum dan Perbukuan Balitbang Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Data penelitiandianalisis menggunakan skema Kripendorff yang meliputi pengumpulan data, penentuan sampel,perekaman/pencatatan, reduksi, penarikan kesimpulan dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada bagiannon materi pembelajaran ditemukan 5 kalimat yang mengandung motivasi untuk berdaya juang. Pada bagian materipembelajaran ditemukan 26 masalah. Pada tagihan kerja ditemukan 4 proyek dan latihan yang mengarahkan padakegiatan pemecahan masalah, diskusi dan tugas kelompok. Pada soal evaluasi ditemukan 36 dari 111 soal yangmerupakan masalah matematika. Artinya, buku teks telah memuat masalah, proyek dan soal evaluasi sebagaimedia untuk mengasah karakter berdaya juang.
TTM (Teka-Teki Matematika) Sebagai Media Pembelajaran Guna Membantu Siswa Memahami Materi Operasi Bilangan Ahbi Mahdianing Rum
Jurnal Equation: Teori dan Penelitian Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : IAIN BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.246 KB) | DOI: 10.29300/equation.v2i2.2317

Abstract

Operasi dasar aritmetika atau operasi dasar bilangan adalah penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Dalam menyelesaikan masalah operasi bilangan masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dan juga kesalahan. Seperti yang di sebutkan dalam penelitian Mirsawati pada tahun 2017, yaitu dari hasil pengolahan data 30 siswa di sekolah diperoleh informasi bahwa siswa melakukan berbagai jenis kesalahan dalam menyelesaikan soal operasi hitung campuran pada bilangan bulat. Kesalahan yang didapat berupa kesalahan konsep 25,7 %, kesalahan prinsip 2,8 %, kesalahan operasi 1,7 %, dan kesalahan akibat kecerobohan 10,4 %. Permainan yang akan membantu siswa berlatih untuk mengerjakan soal-soal yang berhubungan dengan operasi bilangan. Salah satu permainan yang bisa di berikan kepada siswa adalah TTM (Teka Teki Matematika). TTM (Teka Teki Matematika) merupakan permainan yang berbasis PowerPoint. TTM (Teka Teki Matematika) terdiri dari 3 level, dimana masing-masing level memiliki tingkat kesukaran yang berdeda dengan level 1 merupakan level terendah dan level 3 merupakan level tertinggi. TTM (Teka Teki Matematika) merupakan media pembelajaran berupa permainan yang berbasis PowerPoint. TTM (Teka Teki Matematika) terdiri dari 3 level dengan masing-masing levelnya memiliki tingkat kesukaran yang berbeda, yaitu level 1 dengan tingkat kesukaran mudah (hanya operasi penjumlahan dan pengurangan) dan terdiri dari 5 soal, level 2 dengan tingkat kesukaran sedang (terdiri dari operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian) dan terdiri dari 10 soal, dan level 3 dengan tingkat kesukaran susah (terdiri dari operasi perkalian dan pembagian serta bilangan bentuk akar dan juga bilangan berpangkat) dan terdiri dari 10 soal. Dalam permainan ini siswa harus mengerjakan soal pada TTM (Teka Teki Matematika) secara berurutan dari no 1 hingga ke nomor terakhir. Hal ini dikarenakan siswa belum bisa mengerjakan soal nomor n jika siswa belum menjawab soal no (n-1). Selain itu ketika memainkan permainan TTM (Teka Teki Matematika) ini siswa di haruskan mengerjakan soal operasi bilangan terlebih dahulu sebelum mengklik puzzle jawaban. Permainan kartu ini dapat dimainkan di kelas pada saat belajar materi operasi hitung bilangan. Guru juga dapat memberikan rekomendasi permainan ini kepada siswa di kelas agar dimainkan di luar kelas sehingga siswa bisa memiliki kegiatan menyenangkan yang berarti ketika sedang diluar rumah. Namun, permainan ini tidak hanya bisa dimainkan siswa SMP saja, tetapi siswa SMA juga bisa memainkannya.
Penggunaan Teknik Scaffolding Pada Pembelajaran Matematika Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Matematik Pada Siswa SMP Irma Rachmawati
Jurnal Equation: Teori dan Penelitian Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : IAIN BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.677 KB) | DOI: 10.29300/equation.v2i2.2314

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan pemahaman matematik siswa SMP yang rendah. Padahal kemampuan pemahaman matematik ini sangatlah penting dalam matematika, dengan pemahaman matematik akan dapat menumbuhkan kemampuan siswa dengan baik dan benar pada setiap permasalahan matematika yang muncul. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kemampuan tersebut. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menggunakan metode pembelajaran Teknik Scaffolding. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemahaman matematik siswa dan untuk mengetahui sikap siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan metode teknik scaffolding. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelompok kontrol pretes-postes. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII di salah satu MTs di Kabupaten Bandung Barat tahun ajaran 2018/2019. Sampel yang diambil secara acak dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. instrumen yang digunakan adalah instrument tes kemampuan pemahaman matematik, angket, serta lembar observasi. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa: 1). Peningkatan kemampuan pemahaman matematika siswa yang menggunakan teknik scaffolding lebih baik daripada siswa yang pembelajarannya menggunakan pembelajaran konvensional, 2) Kualitas peningkatan kemampuan pemahaman matematik siswa dengan menggunakan teknik scaffolding berada pada kategori sedang, 3) Sikap siswa terhadap pembelajaran matematika dengan teknik scaffolding adalah seluruh siswa memberikan sikap yang positif.
Analisis Kesalahan Konsep Dan Kesalahan Prosedur Dalam Menyelesaikan Soal Bangun Ruang Sisi Datar Toni Hidayat
Jurnal Equation: Teori dan Penelitian Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : IAIN BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.188 KB) | DOI: 10.29300/equation.v2i2.2315

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan tentang letak kesalahan siswa dalam menyelseaikan soal bangun ruang sisi datar. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan memberikan gambaran yang sebenarnya tentang kesalahan konsep dan kesalahan prosedur yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal-soal pada pokok bahasan luas permukaan bangun ruang sisi datar. Dalam penelitian ini siswa diberi tes diagnostik, setelah dilakukan tes diagnostik peneliti melakukan wawancara terbuka kepada siswa yang memiliki nilai rendah yang bertujuan untuk mengungkap faktor penyebab kesalahan yang dilakukan siswa. Dalam menyelesaikan soal-soal bangun ruang sisi datar, adapun letak kesalahan siswa adalah sebagai berikut: 1) Letak kesalahan konsep yang dilakukan oleh siswa adalah kesalahan dalam mengaitkan dua konsep), salah menggunakan rumus. 2) Letak kesalahan prosedur yang dilakukan oleh siswa adalah salah menginterpretasi data, salah dalam melakukan operasi, salah dalam menghitung, dan kurang teliti dalam megerjakan soal.

Page 1 of 1 | Total Record : 5