cover
Contact Name
Toha Andiko
Contact Email
Toha.andiko@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
Toha.andiko@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mizani: Wacana Hukum, Ekonomi Dan Keagamaan
ISSN : 23555173     EISSN : 26569477     DOI : -
JURNAL ILMIAH MIZANI : Wacana Hukum, Ekonomi, dan Keagamaan is a scientific publication journal that contains Islamic law, Economics, and Islamic Religious Studies to support the development of Islamic knowledge. This journal is published two times a year in March and September by Faculty of Islamic Law of State Institute for Islamic Studies (IAIN) Bengkulu.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2022)" : 13 Documents clear
Reconstruction of the Kafaah Concept in Marriage Suwarjin Suwarjin
JURNAL ILMIAH MIZANI: Wacana Hukum, Ekonomi, dan Keagamaan Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Syariah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mzn.v9i2.8498

Abstract

construction of kafaah contains discriminatory and problematic nuances. This can be seen from the criteria for kafaah, which are all physical-material, except for religion and piety. Humans are polarized into primordial partitions: beautiful-ugly, rich-poor, aristocratic-ordinary people, and free-slave. This polarization gives birth to discriminatory attitudes in society. In fact, Islam came to eliminate discriminatory social barriers. Through the maqâshid al-syâri`ah approach, this research seeks to reconstruct the concept of kafaah in several aspects, namely: reorienting the purpose of applying kafaah, repositioning kafaah rights, reviewing kafaah criteria and classifying kafaah. Maqâshid al-syâri`ah is presented here not as a doctrine to understand a particular context of Islamic law, but as a method to reconstruct the existing concept of kafaah. The goal is to produce a new concept of kafaah that is more substantive and humanist. From the results of the study, several conclusions were found. First, Kafaah legality is ijtihad because there are no valid texts found. Second, The construction of kafaah is influenced by the patrilineal system of Arab society. Third, Reconstruction of the concept of kafaah is carried out in two ways: (1) to include other criteria other than the seven criteria set by classical fiqh. (2) to compare the kafaah criteria between prospective husbands and prospective wives holistically. This things needs to be done to fulfill the current sense of justice and benef of the Muslim family. Kafaah dalam pernikahan bertujuan mewujudkan keluarga yang utuh dan harmonis. Namun, konstruksi lama tentang kafaah mengandung nuansa diskriminatif dan problematik. Ini dapat dilihat dari kriteria kafaah yang seluruhnya bersifat fisik-material, kecuali agama dan kesalihan. Manusia dipolarisasi kedalam sekat-sekat primordial: cantik-jelek, kaya-miskin, ningrat-rakyat biasa, merdeka-budak dan seterusnya. Polarisasi inilah yang melahirkan sikap diskriminatif dalam masyarakat. Padahal, Islam datang untuk menghilangkan sekat-sekat sosial yang diskriminatif. Melalui pendekatan maqâshid al-syâri`ah penelitian ini berusaha merekonstruksi konsep kafaah pada beberapa aspek, yaitu: reorientasi tujuan pemberlakuan kafaah, reposisi hak kafaah, meninjau ulang kriteria kafaah dan pengklasifikasian kafaah.   Maqâshid al-syâri`ah di sini dihadirkan bukan sebagai doktrin untuk memahami konteks tertentu hukum Islam, melainkan sebagai metode untuk merekonstruksi konsep kafaah yang telah ada. Tujuannya, untuk menghasilkan konsep baru mengenai kafaah yang lebih substantif dan humanis. Dari hasil penelitian didapati beberapa kesimpulan. Pertama; legalitas kafaah bersifat ijtihadi karena tidak ditemukan nash yang sahih. Kedua; Konstruksi kafaah dipengaruhi oleh sistem patrilineal masyarakat Arab. Ketiga; Rekonstruksi konsep kafaah dilakukan dengan dua cara, yaitu: (1) menyertakan kriteria lain di luar tujuh kriteria yang ditetapkan fikih klasik. (2) membandingkan kriteria kafaah antara calon suami dan calon istri secara holistik. Hal ini perlu dilakukan untuk memenuhi rasa keadilan dan kemaslahatan kekinian keluarga Muslim.
BAITUL MAL WA TAMWIL: LEGALITY AND ITS POTENTIAL IN DEVELOPING THE COMMUNITY'S ECONOMY Khairudin Khairudin
JURNAL ILMIAH MIZANI: Wacana Hukum, Ekonomi, dan Keagamaan Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Syariah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mzn.v9i2.9891

Abstract

This study describes the legality and potential of Baitul Mal Wa Tamwil in developing the community's economy. This study is a literature review, which uses a sociological juridical approach. The data collection technique used in this study is the documentation technique. Meanwhile, the analytical technique used by researchers in this research is qualitative descriptive, where the author will first explain the data related to Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) in detail and then carry out an inductive analysis to find out the legality and potential of baitul maal wa tamwil. (BMT) in developing the community's economy. After conducting in-depth research two conclusions were found: first, baitul Maal Wa Tamwil currently uses the cooperative law as its legal basis. Second, the potential for community economic development through Baitul maal wa tamwil is extraordinary because of the financing products (mudhorabah/profit sharing) carried out by baitul mal wa tamwil Kajian ini mendeskripsikan legalitas dan potensi Baitul Mal Wa Tamwil dalam mengembangkan perekonomian masyarakat. Penelitian ini merupakan kajian pustaka, dengan menggunakan pendekatan yuridis sosiologis. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi. Sedangkan teknik analisis yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dimana penulis terlebih dahulu akan memaparkan data terkait Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) secara detail kemudian melakukan analisis induktif untuk mengetahui legalitas dan potensi baitul maal wa tamwil. (BMT) dalam mengembangkan perekonomian masyarakat. Setelah melakukan penelitian mendalam ditemukan dua kesimpulan: pertama, baitul Maal Wa Tamwil saat ini menggunakan undang-undang koperasi sebagai landasan hukumnya. Kedua, potensi pengembangan ekonomi masyarakat melalui Baitul maal wa tamwil sangat luar biasa karena produk pembiayaan (mudhorabah/bagi hasil) dilakukan oleh baitul mal wa tamwil.
Religious Protection of Children in Polygamic Families in Langkat Regency Based on Law Number 35 of 2014 Concerning Child Protection Titi Susanti; Ramadhan Syahmedi; Hafsah Hafsah
JURNAL ILMIAH MIZANI: Wacana Hukum, Ekonomi, dan Keagamaan Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Syariah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mzn.v9i2.11412

Abstract

There are the forms of attention to children's religious values that cannot be implemented properly in polygamous families in Langkat Regency. Responding to the polygamy cases in Langkat Regency, this is an interesting phenomenon to study regarding the protection of the child's religion in the family. This study was field research, with its approach normative. religious protection for children based on Law number 35 of 2014 in several articles, namely articles 6, 25, 26, 39 and 43. The impact on child victims of polygamy who do not receive religious protection in Langkat Regency is that the child is psychologically disturbed. Never again did he hear calls or invitations to pray in congregation, recite the Koran or the advice he had received from his parents. Plus, friends who lack good morals. So that children often find their solutions to all the problems they face. Children become misdirected due to promiscuity and experience depression, so few are trapped in the diseased environment of society. So that children often find their solutions to all the problems they face. Children become misdirected due to promiscuity and experience depression, so few are trapped in the diseased environment of society. However, not all children who are victims of polygamy at this level become wrong associations. There are also those whose personality is getting better. Because attention from his father is still given, although not like before, his mother at home is also protective of his association. The surrounding community and religious leaders also play a role in embracing him so that he remains in an association that brings terdapat bentuk-bentuk perhatian terhadap nilai-nilai agama anak yang belum dapat dilaksanakan dengan baik pada keluarga poligami di Kabupaten Langkat. Menanggapi kasus poligami di Kabupaten Langkat, hal ini menjadi fenomena yang menarik untuk dikaji terkait perlindungan agama anak dalam keluarga. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan normatif. perlindungan agama bagi anak berdasarkan Undang-Undang nomor 35 Tahun 2014 pada beberapa pasal yaitu pasal 6, 25, 26, 39 dan 43. Dampak terhadap anak korban poligami yang tidak mendapatkan perlindungan agama di Kabupaten Langkat adalah anak terganggu secara psikologis . Tidak pernah lagi dia mendengar panggilan atau ajakan untuk sholat berjamaah, mengaji atau nasehat yang dia terima dari orang tuanya. Ditambah lagi teman-teman yang akhlaknya kurang baik. Sehingga anak sering menemukan solusinya atas segala permasalahan yang dihadapinya. Anak-anak menjadi salah arah akibat pergaulan bebas dan mengalami depresi, sehingga sedikit yang terjebak dalam lingkungan masyarakat yang sakit. Sehingga anak sering menemukan solusinya atas segala permasalahan yang dihadapinya. Anak-anak menjadi salah arah akibat pergaulan bebas dan mengalami depresi, sehingga sedikit yang terjebak dalam lingkungan masyarakat yang sakit. Namun tidak semua anak yang menjadi korban poligami pada tataran ini menjadi pergaulan yang salah. Ada juga yang kepribadiannya semakin membaik. Karena perhatian dari ayahnya tetap diberikan, meski tidak seperti dulu, ibunya di rumah juga protektif terhadap pergaulannya. Masyarakat sekitar dan tokoh agama juga berperan untuk merangkulnya agar tetap dalam pergaulan yang membawa kemaslahatan

Page 2 of 2 | Total Record : 13