cover
Contact Name
Jurnal Jalabahasa
Contact Email
jalabahasa.bbjt@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
emmamaemunah69@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jalabahasa: Jurnal Ilmiah Kebahasaan
ISSN : 18584969     EISSN : 26156032     DOI : -
Core Subject : Education,
JALABAHASA adalah jurnal yang menjadi media publikasi hasil-hasil penelitian bidang bahasa, penerjemahan, dan pengajaran bahasa yang bukan penelitian tindakan kelas (non-PTK). JALABAHASA terbit dua kali dalam satu tahun, pada bulan Mei dan November. Seluruh artikel yang terbit telah melewati proses penelaahan oleh mitra bebestari.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 2 (2018): JALABAHASA" : 8 Documents clear
Penerjemahan Idiom Bahasa Inggris dalam Bahasa Indonesia (The Translation of English Idiom in Indonesian Language) Budiawan, Raden Yusuf Sidiq
JALABAHASA Vol 14, No 2 (2018): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v14i2.218

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan tingkat kesulitan penerjemahan idiom dan faktor kebahasaan yang mempengaruhinya dan 2) mendeskripsikan strategi penerjemahan idiom dan tingkat pencapaian terjemahannya. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian deskriptif kualitatif dengan didukung data-data kuantitatif. Penyediaan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode kuesioner, tes tertulis, wawancara, pengamatan, dan dokumentasi. Lembar kuesioner yang dikumpulkan digunakan untuk mengidentifikasi strategi yang digunakan responden, sedangkan data hasil tes tertulisnya diklasifikasi dan diukur tingkat pencapaiannya dengan menggunakan skala Larson. Data penelitian ini disajikan dengan metode formal dan informal. Hasil analisis data menunjukkan bahwa 1) ditinjau dari tingkat kesulitannya, idiom dapat dibagi menjadi idiom dengan tingkat kesulitan tinggi, sedang, dan rendah yang dipengaruhi oleh beberapa faktor kebahasaan, yaitu tipe idiom, kesamaan asosiasi, konteks yang melingkupi idiom, dan adanya petunjuk dalam konteks tersebut, 2) teknik penerjemahan memperhatikan konteks merupakan strategi penerjemahan dengan hasil paling baik.This study aims to 1) describe the difficulty level of translating idioms and the linguistic factors that influence them and 2) describe the translation strategies of idioms and the level of achievement of the translation results. This research is a qualitative descriptive study supported by quantitative data. Provision of data in this study was carried out by questionnaire method, written test, interview, observation, and documentation. The collected questionnaire sheets were used to identify the strategies used by the respondents, while the written test results were classified and the level of achievement was measured using the Larson scale. This research data are presented with formal and informal methods. The results of data analysis show that 1) in terms of the level of difficulty, idioms can be divided into high, middle, and low difficulty level idioms that are influenced by several linguistic factors, namely the type of idiom, similarity of associations, the context surrounding the idiom, and the existence of clues in the contexts, 2) the translation technique by paying attention to the context is one of the best translation strategy so far. 
Analisis Struktur dan Makna Onomatope dalam Komik Baru Klinting Karya Sapriandy (The Analysis of Structure and Onomatope Meaning in the Baru Klinting Comics by Sapriandy) Najichah, Amalia
JALABAHASA Vol 14, No 2 (2018): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v14i2.187

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur dan makna onomatope yang terdapat dalam komik Baru Klinting karya Sapriandy. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian ini adalah kata-kata onomatope yang terdapat dalam panel-panel komik Baru Klinting karya Sapriandy. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak dan teknik catat. Adapun data dianalisis menggunakan metode padan (identitas) ekstralingual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur onomatope yang terdapat pada komik Baru Klinting karya Sapriandy berjenis onomatope monosilabel, bisilabel, dan multisilabel. Selain itu, ditemukan pula beberapa makna onomatope, antara lain, penunjuk keadaan, perbuatan, pembentuk nama tiruan bunyi, dan pembentuk emosi tokoh.This study was aim to describe the structure and meaning of the onomatopoeia in the Baru Klinting comic by Sapriandy. This was qualitative descriptive research. The data of this research was the onomatopoeic words contained in the Baru Klinting comic by Sapriandy. Data collection methods used in this study were note-scanning and note-taking methods. The data were analyzed using the extralingual (identity) matching method. The results showed that the Baru Klinting comic by Sapriandy Klinting contained monosilabel, bisilabel, and multisilabel type of onomatopoeic. Furthermore, based on the meaning analysis there were onomatopoeic meanings of the state, the deeds, the names of sound imitations, and the characters' emotions. 
Adjektiva dalam Bahasa Maanyan (The Adjective in Maanyan Language) Karenisa, Kity
JALABAHASA Vol 14, No 2 (2018): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v14i2.207

Abstract

Berdasarkan pengamatan terhadap adjektiva dalam bahasa Maanyan, terutama pada ciri morfologisnya, perilaku adjektiva dalam bahasa Maanyan berbeda dengan perilaku adjektiva bahasa Austronesia pada umumnya. Kategori sintaksis kalimat yang berbeda mensyaratkan bentuk adjektiva yang berbeda, yaitu dengan pemarkah adjektiva {ma-} ataupun tanpa pemarkah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ciri adjektiva dalam bahasa Maanyan berdasarkan ciri morfologis, perilaku sintaksis, dan perilaku semantisnya. Data dalam penelitian ini dikumpulkan oleh peneliti dari bahasa yang dikuasainya sebagai penutur asli bahasa Maanyan, kemudian dikonfirmasi dengan penutur asli lainnya. Berdasarkan analisis diperoleh simpulan bahwa adjektiva dalam bahasa Maanyan dapat dikenali dari ciri bentuk atau ciri morfologis yang berupa monomorfemis dan polimorfemis, dari perilaku sintaksis, yaitu sebagai atribut dalam frasa nomina, dan dari perilaku semantis dengan makna yang mengikutinya. Based on the observation on adjective in Maanyan language, especially in morphological features, adjective behavior in Maanyan language is different from the adjective behavior in other Austronesian languages in general. Different categories of syntactic sentences require different forms of adjectives: with the adjective marker {ma-} or without the marker. This study aims to determine the characteristics of adjectives in Maanyan language based on morphological characteristics, syntactic behavior, and semantic behavior. The data in this study were collected by researcher native speakers of Maanyan language and then confirmed to other native speakers. Based on the analysis, it can be concluded that the adjective in Maanyan language can be recognized by the morphological characteristic of monomorphemic and polymorphemic, from its syntactic behavior, ie as attributes in the noun phrase, and from its semantic behavior to the meaning that follows. 
Peranan Filsafat Bahasa dalam Perkembangan Linguistik (The Role of Language Philosophy in the Development of Linguistics) Nugroho, Raden Arief
JALABAHASA Vol 14, No 2 (2018): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v14i2.204

Abstract

Filsafat merupakan ilmu tertua yang dipelajari oleh manusia. Dalam perkembangannya, filsafat yang tidak bisa lepas dari pembahasan mengenai bahasa, melahirkan ilmu filsafat bahasa. Filsafat bahasa semakin berkembang karena bahasa memiliki fungsi subjektif yang menggambarkan pengalaman hidup manusia. Subjektivitas inilah yang akan terus memantik minat dari para aktor filsafat bahasa untuk mendiskusikan dan memperdebatkan aspek-aspek yang terlibat. Artikel ini mengkaji hubungan antara filsafat bahasa dan perkembangan linguistik. Pendekatan kualitatif dalam artikel ini direalisasikan dengan mengaplikasikan kajian pustaka kritis di berbagai literatur yang relevan. Dari kajian pustaka kritis, penulis melihat bahwa bahasa adalah sebuah objek atas refleksi unik pengalaman kehidupan manusia. Oleh karena itu, sebuah ?simpul? diperlukan untuk ?mengilmiahkan? keunikan pengalaman manusia. Hal itu dapat dilakukan dengan memanfaatkan filsafat ilmu sebagai motor dan linguistik sebagai roda penggeraknya. Philosophy is one of the oldest studies learnt by human. In the development, philosophy, which cannot be separated from language issues, generates philosophy of language. It develops because language has a subjective function that portrays human?s experience. This subjectivity triggers the attention of language philosophy scholars to explore the aspects involved. This article tries to study the relationship between philosophy of language and linguistics development. The qualitative paradigm applied in the article is realized through the application of critical reviews of relevant literatures. From the study, the author identifies that language is the object of human?s unique reflection of his or her life experience. Thus, a ?bridge? is needed to scientize the uniqueness of human?s experience. The connection can be made possible by exploiting philosophy, as the engine, and linguistics, as its wheel.
Perubahan Makna Kata Tengah dalam Hikayat Aceh (1625); Hikayat Siak (1855); dan Belahan Jiwa (2012) (The Change Oof Word Meaning “Tengah” In Hikayat Aceh (1625); Hikayat Siak (1855); And Belahan Jiwa (2012)) Pungkysari, Rissa Yulia
JALABAHASA Vol 14, No 2 (2018): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v14i2.223

Abstract

Ibarat makhluk hidup, bahasa mengalami perkembangan yang secara otomatis menghasilkan suatu perubahan. Perubahan dalam bahasa dapat meliputi perubahan dari segi fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Penelitian ini membahas perubahan dari segi semantik kata tengah dalam tiga karya sastra yang berbeda periode, yaitu Hikayat Aceh (1625) dari abad ke17, Hikayat Siak (1855) dari abad ke-19, dan Belahan Jiwa (2012) dari abad ke-21. Kalimatkalimat yang mengandung kata tengah dalam ketiga karya sastra diiventarisasi dan dianalisis menggunakan teori Cruse (2000) tentang semantik leksikal dan semantik gramatikal. Berdasarkan hasil analisis, penulis mengidentifikasi lima definisi makna kata tengah dalam karya sastra Hikayat Aceh (1625), Hikayat Siak (1855), dan Belahan Jiwa (2012). Lima definisi makna yang ditemukan meliputi tempat di antara dua tepi, sela/antara, paruh/perdua, sedang, dan sekitar; kira-kira; kurang lebih. Perubahan yang tampak pada pemaknaan kata tengah adalah eliminasi kata tengah yang bermakna sekitar; kira-kira; kurang lebih dalam bahasa Indonesia yang digunakan saat ini.Just like living things, language developes which is automatically produces a change. The changes of language may include the changes in terms of phonology, morphology, syntax, and semantics. This study discusses the semantic changes of the word tengah in three different period of literary works, namely Hikayat Aceh (1625) from the 17th century, Hikayat Siak (1855) from the 19th century, and the Hemisphere (2012) from the 21st century. Sentences which contain the word tengah in all three literary works are collected and analyzed using Cruse's (2000) theory of lexical semantics and grammatical semantics. Based on the results of the analysis, the authors identified five definitions of the meanings of the word tengah in the Hikayat Aceh literature (1625), Hikayat Siak (1855), and Belahan Jiwa (2012). The five definitions of meaning found include tempat di antara dua tepi, sela/antara, paruh/perdua, sedang, and sekitar; kira-kira; kurang lebih. The changes appear in the definition of the word tengah was the elimination of the word tengah which means sekitar; kira-kira; kurang lebih. 
Kajian Pragmatik Mengenai Tindak Tutur Direktif dalam Serat Joko Lodhang Karangan Raden Ngabehi Ranggawarsita (The Pragmatics Analysis about Directive Speech Act in Serat Joko Lodhang by R. Ng. Ranggawarsita) Setyawan, Bagus Wahyu
JALABAHASA Vol 14, No 2 (2018): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v14i2.206

Abstract

Karya sastra Jawa, khususnya serat, merupakan karangan pujangga keraton atas perintah atau kehendak raja. Kehendak raja ini dimaksudkan untuk memberikan pedoman dan perintah kepada rakyatnya melalui karya sastra. Penelitian ini berbentuk penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik, yaitu kajian tentang tindak tutur. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tindak tutur direktif dalam Serat Joko Lodhang karangan R. Ng. Ranggawarsita. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah teks Serat Joko Lodhang karangan R. Ng. Ranggawarsita. Sumber data sekunder diambil dari narasumber ahli dan pustaka yang berkaitan dengan data penelitian. Teknik pengambilan data menggunakan studi pustaka dan wawancara mendalam. Analisis data menggunakan teknik analisis jalinan dan mengalir berdasarkan teori pragmatik tindak tutur. Berdasarkan penelitian, Serat Joko Lodhang ini memuat pedoman untuk bertindak. Tindak tutur yang ditemukan dalam Serat Joko Lodhang berupa tindak tutur direktif langsung dan tidak langsung. Tindak tutur tersebut berfungsi mengimbau rakyat untuk bertindak, sebagaimana fungsinya sebagai sastra piwulang. Javanese literature, especially Serat, is written by palace writer because of the command or the will of the king. This is due to the king?s intention to provide guidance and command to his people through literature. This research is qualitative descriptive using pragmatic approach. Aim of this research are to describe about direcif speeech act in Serat Joko Lodhang by R. Ng. Ranggawarsita. Primary data source of this research is Serat Joko Lodhang by R. Ng. Ranggawarsita. Secondary data taked from expert informant and some of references. Data collected tecnique using literature review and in-depth interview with some expert. Data analyze using flow model and pragmatics analysis especially in speech act theoretical. Due to the analysis, Serat Joko Lodhang contains guidelines for action. The types of speech acts include direct and indirect directive speech act. That speech act is suggesting people to take action, as the function of piwulang literature. 
Wujud Satuan Lingual pada Papan Petunjuk Objek Wisata di Yogyakarta (Lingual Unit Form on Signboard of Tourism Object in Yogyakarta) Purnami, Wening Handri
JALABAHASA Vol 14, No 2 (2018): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v14i2.228

Abstract

 Bahasa pada papan petunjuk di kawasan objek wisata di Yogyakarta dapat dibahas dari satuan lingualnya. Masalah yang diteliti ialah wujud satuan lingualnya. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan linguistik deskriptif (struktural) dengan jenis penelitian kualitatif. Berdasarkan satuan lingualnya ada petunjuk yang berupa kata, frasa, kalimat, dan wacana. Petunjuk yang berupa kata mengandung informasi yang lebih jelas. Satuan lingual kata itu sering dilengkapi dengan kata lain sebagai penjelas. Papan petunjuk yang berupa frasa ada yang berkonstruksi endosentris atributif. Papan petunjuk yang berupa kalimat pada umumnya merupakan kalimat perintah larangan. Papan petunjuk yang berupa wacana berisi ajakan, pengumuman, dan imbauan.The language on the signboard in the tourist area in Yogyakarta can be discussed from the lingual unit. The problem researched is the lingual unit form. This study uses a qualitative descriptive approach, with structural theory. Based on the lingual unit, there are instructions in the form of words, phrases, sentences, and discourses. The instructions in the form of words contain clearer information. The word lingual unit is often equipped with other words as explanatory. A signboard in the form of phrase has an attributive endocentric construction. The signboard in the form of sentences is generally a sentence of prohibited orders. A signboard in the form of discourse contains invitations, announcements, and appeals. 
HALAMAN DEPAN (PREFACE) BBJT, BBJT
JALABAHASA Vol 14, No 2 (2018): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v14i2.630

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 8