cover
Contact Name
Ahmad Abas Musofa
Contact Email
abas@iainbengkulu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
tsaqofah@iainbengkulu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam
ISSN : 2528732X     EISSN : 26846926     DOI : -
Jurnal kajian kebudayaan Islam yang mencakup tiga wujud yaitu ide, sistem sosial & benda. Sedangkan model kajian sejarah Islam Indonesia dan dunia ialah original history dan reflective history.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2016): DESEMBER" : 8 Documents clear
SEJARAH DAKWAH DI BENGKULU Japarudin Japarudin
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 1, No 2 (2016): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.142 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v1i2.699

Abstract

Abstrak: Sejarah Dakwah di Bengkulu. Tulisan ini mengkaji tentang sejarah masuknya Islam di Bengkulu, melalui perspektif sejarah, beberapa sejarawan mengungkapkan bahwa sejarah masuknya Islam di Nusantara memiliki ikatan sejarah yang saling berkaitan. Demikian juga dengan masuknya Islam ke Bengkulu. pada kenyataannya tidak bisa dilepaskan dari masuk dan berkembangnya Islam di Malaka, yang kemudian berkembang di Sumatera dan berbagai daerah lain di Nusantara. Sejarah dakwah di Bengkulu dimulai dari interaksi kerajaan-kerajaan Islam di Sumatera Barat, Aceh, maupun melalui hubungan dagang antara kerajaan kecil yang ada di Bengkulu kala itu, seperti kerajaan Sungai Lemau yang berinteraksi dengan pedagang dari Banten melalui kompeni Inggris. Sebagai tempat tujuan berniaga, maka Bengkulu menjadi tempat interaksi persinggahan pedagang Muslim dari berbagai daerah, sehingga hal ini mempengaruhi corak Islam yang berkembang di Bengkulu.
NILAI-NILAI BUDAYA LOKAL DALAM BUDAYA ISLAM PADA MASYARAKAT LEMBAK DI KOTA BENGKULU Rindom Harahap
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 1, No 2 (2016): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.98 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v1i2.725

Abstract

Abstrak: Nilai-nilai Budaya Lokal dalam Budaya Islam pada Masyarakat Lembak di Kota Bengkulu. Berbicara masalah agama dalam diskursus keagamaan kontemporer bahwa agama ternyata mempunyai banyak wajah bukan lagi seperti orang dahulu memahaminya, yakni semata-mata terkait dengan persoalan-persoalan ketuhanan, kepercayaan, keimanan, kredo, namun agama juga ternyata terkait dengan persoalan-persoalan sejarah budaya yang merupakan keniscayaan manusia. Pakar-pakar sejarah, antropologi  budaya dan hukum adat yang mengidap Islamphobia senang berpendapat bahwa pengaruh Islam terhadap budaya-budaya nusantara ini hanyalah terdapat pada lapisan permukaan yang tipis dan dangkal dari entitas budaya-budaya lokal maupun nasional. Melalui klaim-klaim begitu mereka munculkan citra bahwa Islam tidak punya sumbangan berarti bagi eksistensi daerah maupun negara. Karena itu tidak layak umat Islam banyak menuntut ini itunya dari pemerintah. Untuk membuktikan sebaliknya tentu umat Islam sendirilah yang mesti menunjukkan dengan menghadirkan fakta-fakta sosio-historis kultural secara ilmiah. Budaya di Bengkulu di antaranya syarafal anam yang memiliki unsur agama di dalamnya, kemudian budaya tabot yang merupakan upacara berkabung atas gugurnya Husein bin Ali bin Abi Thalib cucu nabi Muhammad SAW.
MOTIVASI ELITE POLITIK DAN ELITE AGAMA DALAM GERAKAN SOSIAL (Studi Historis Bengkulu Abad XIX) Agus Setyanto
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 1, No 2 (2016): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.57 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v1i2.721

Abstract

Abstrak: Motivasi  Elite Politik dan Elite Agama dalam Gerakan Sosial (Studi Historis Bengkulu Abad XIX). Motivasi elit politik tradisional dan elit agama terlibat dalam gerakan sosial di Bengkulu pada abad XIX berkaitan erat dengan masalah ketidakadilan, kesewenangan, ketertindasan, maupun kezaliman yang dilakukan oleh pemerintah kolonial baik Inggris maupun Belanda. Motivasi keterlibatan elit politik tradisional dan elit agama dalam gerakan sosial tidaklah tunggal, melainkan dilatar-belakangi oleh beberapa faktor, baik faktor ekonomi, maupun politik. Demikian juga motivasi elit politik tradisional dan elit agama dalam peristiwa Bukit Palik (1807), peristiwa Tabat Mono (1835), peristiwa Seluma (8135), peristiwa Tanjung Terdana (1873), maupun peristiwa Bintunan (1873).
WANITA DALAM KAJIAN BAHASA Bustomi Bustomi
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 1, No 2 (2016): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.343 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v1i2.726

Abstract

Abstrak: Wanita dalam Kajian Berbahasa.  Secara alami, manusia dilahirkan ke muka bumi ini dengan jenis kelamin yang berbeda. Manusia, dalam hal ini, tentu tidak bisa mengubah ketentuan alami itu walaupun berupaya dengan kecanggihan teknologi. Artinya, pria dan wanita memang berbeda secara alami dalam aspek fisiknya. Namun demikian, aspek lain yang mestinya tidak dipersoalkan dalam wacana gender justru muncul dalam bahasa. Dalam bahasa, posisi wanita lebih rendah dibanding pria. Karena itulah, para aktivis perempuan menganggap bahwa hal ini diskriminatif. Tiga bahasa, Inggris, Arab, dan Indonesia, sebagai objek kajian dalam tulisan ini, menguraikan adanya perbedaan bentuk dalam penggunaan morfem, makna leksikal, dan kalimat antara pria dan wanita.
PERISTIWA TUTUR, CAMPUR KODE, DAN ALIH KODE ANTARA PEDAGANG DAN PEMBELI DI PASAR TANJUNG BAJURE KOTA SUNGAI PENUH Rengki Afria
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 1, No 2 (2016): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.837 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v1i2.722

Abstract

Abstrak: Peristiwa Tutur, Campur Kode, dan Alih Kode Antara Pedagang dan Pembeli di Pasar Tanjung Bajure Kota Sungai Penuh. Suatu peristiwa tutur harus memenuhi delapan komponen, yang apabila huruf-huruf pertamannya dirangkaikan menjadi akronim SPEAKING. Kedelapan komponen tersebut adalah:S (= Setting and scene), P (=Participants) E (= Ends : Purpose and goal), A (= Act sequences), K (= Key : tone or spirit of act), I (= Instrumentalities), N (=Norms of Interaction and interpretation), G (= Gennres). Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat kualitatif. Data yang diambil adalah data yang bersumber dari sumber lisan. Metode penyediaan data adalah metode cakap dan metode simak. Analisis data menggunakan metode padan. Hasil analisis data terdapat bahwa campur kode dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti; faktor lingkungan, kebiasaan pemakai bahasa, menggunakan bahasa asing atau daerah beserta variasinya, terbatasnya kosa kata dalam bahasa Indonesia, serta kurangnya kesadaran pemakai bahasa dalam menggunakan bahasa Indonesia.
OBJEK WISATA SEJARAH BENTENG MARLBOROUGH Muhardi Muhardi
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 1, No 2 (2016): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.008 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v1i2.723

Abstract

Abstrak: Objek Wisata Sejarah Benteng Marlborough. Dari aspek ekonomi wisata benteng Marlborough mempunyai nilai jual tinggi karena memiliki keunikan, arsitektur dan yang tidak kalah menarik adalah nilai sejarahnya yang penuh intrik dan nilai kejuangan rakyat Bengkulu akan sebuah harkat sebagai satu komunitas budaya.  Namun sangat disayangkan benteng  Inggris yang menjadi supremasi kolonial dan juga simpul perjuangan rakyat Bengkulu belum mampu menggugah kesadaran kolektif masyarakat Bengkulu maupun pemahaman masa lalu kepada pengunjungnya.  Hal ini disebabkan pihak pengelola belum maksimal dalam menangani objek.
ENHANCING STUDENTS’ SPEAKING ABILITY THROUGH DEBATE ACTIVITIES AT DARUSSALAM ISLAMIC BOARDING SCHOOL OF KEPAHIANG Dedi Efrizal
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 1, No 2 (2016): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.114 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v1i2.724

Abstract

Abstract: Enhancing Students’ Speaking Ability through Debate Activities at Darussalam Islamic Boarding School of Kepahiang. This study was carried out to improve the students’ speakingabilitythrough Debate Activitiesin Second Year Students of Darussalam Islamic Boarding School of Kepahiangin academis year 2015-2016. The subjects of this study were consisted of 30 students.The method used in this study was Classroom Action Research ( CAR). The Clasroom Action Research design applied in this study was a collaborative classroom action research. The data shows that in cycle I, students speaking achievement is 0% (excellent), 10% (good), 17% (average), 40% (poor), 34% (very poor). In cycle II the students’ speaking achievement is 7% (excellent), 20% (good), 40% (average), 20% (poor) and 13% (very poor). In cycle III students’ speaking achievement is 13% (excellent), 20% (good), 54% (average), 13% (poor) and 0% (very poor). In conclusion, Debate Activitiescould solve the students’ problems and improve their speaking ability.
SEJARAH ISLAM DI BENGKULU ABAD KE XX M (Melacak Tokoh Agama, Masjid dan Lembaga [organisasi] Islam) Ahmad Abas Musofa
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 1, No 2 (2016): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.09 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v1i2.720

Abstract

Abstrak: Sejarah Islam di Bengkulu Abad ke XX M. Proses Islamisasi di Bengkulu diklasifikasi menjadi empat teori, yaitu pertama; teori Aceh, kedua; teori Minangkabau, ketiga; teori Palembang, dan keempat; teori Banten. Masing-masing teori memiliki argumentasi yang intinya bahwa islamisasi Islam di Bengkulu masuk melalui arah utara, timur dan selatan. Islamisasi tersebut di lakukan para ulama atau tokoh penyebar Islam dengan berbagai media. Diantara media dakwah yang digunakan adalah pendirian masjid dan keterlibatan dalam ormas-ormas keagamaan. Sedangkan melalui lembaga pendidikan diantaranya adalah pendirian madrasah, pesantren dan perguruan tinggi.

Page 1 of 1 | Total Record : 8