cover
Contact Name
Ahmad Abas Musofa
Contact Email
abas@iainbengkulu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
tsaqofah@iainbengkulu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam
ISSN : 2528732X     EISSN : 26846926     DOI : -
Jurnal kajian kebudayaan Islam yang mencakup tiga wujud yaitu ide, sistem sosial & benda. Sedangkan model kajian sejarah Islam Indonesia dan dunia ialah original history dan reflective history.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2022): JUNI" : 8 Documents clear
SEJARAH KERAJAAN TURKI UTSMANI DAN KEMAJUANNYA BAGI DUNIA ISLAM Muhamad Basyrul Muvid
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 7, No 1 (2022): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v7i1.4929

Abstract

The purpose of this study is to analyze the history and progress of the Ottoman Turks for the Islamic World. Historically, the founder of this kingdom was a Turkic nation from the Oghuz tribe, whose name was Ertugrul, he was the pioneer of the Ottoman Empire who died in 1289 AD. Later, the leadership was continued by his son, Uthman. Uthman bin Ertugrul is considered the founder of the Ottoman empire. There are nine phases, namely the first and second phases as the pioneering and founding phases of the Ottoman Empire, phases three and four as the glory phase, phases five to 8 as the phase of stagnation, decline and dissolution of the Ottoman Empire, while the ninth phase is the phase of the Republican caliphate. Factors that influenced the glory and progress of the Ottoman Turks were political, military, economic factors, the paradigm of rulers/sultans, and socio-political factors. Meanwhile, the territory of the Ottoman Turks in parts of Asia, North Africa to Eastern Europe can be conquered and maintained for approximately 6 centuries. The heyday of Solomon (King Solomon) was known by his people as the noble title "al-Qanuni". The forms of Ottoman progress were the military and government fields, science and culture, architecture, religion and political management.
PERSEKUTUAN MUSIM JAWA-TIONGHOA MELAWAN BELANDA DALAM PERANG SABIL LASEM (1750 M) Abdul Aziz; Muhammad Wildan
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 7, No 1 (2022): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v7i1.5336

Abstract

 Dinamika hubungan di antara pribumi dengan etnis Tionghoa sepanjang sejarah nusantara adalah kajian yang menarik, utamanya di era penjajahan Belanda. Pada kasus perang Sabil di Lasem tahun 1750, memunculkan pertanyaan terkait adanya persekutuan mereka saat melawan Belanda, mengingat banyak sentimen negatif muncul akibat kebijakan rasialis Belanda waktu itu, apalagi Tionghoa adalah etnis yang eksklusif, sehingga persekutuan tersebut menarik untuk diteliti. Metode penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yang dimulai dari pengumpulan data, kritik, interpretasi sampai dengan historiografi. Teori mobilisasi sumber daya, jihad dan akulturasi digunakan sebagai pisau analisis sekaligus pemandu penelitian, dengan pendekatan sosiologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada dua faktor terjadinya persekutuan di antara Muslim Jawa dan etnis Tionghoa, yaitu faktor pencetus dan pendukung. Adapun faktor pencetus nya meliputi mobilisasi sosial (poros utama terbentuknya gerakan) dan sama-sama sebagai golongan tertindas. Kemudian faktor pendukungnya meliputi, adanya perdagangan, kooperasi bisnis, pernikahan, dan persaudaraan, kemudian memunculkan akulturasi dan asimilasi sosial, sehingga akhirnya membentuk integrasi sosial. Faktor pendukung ini akan di mobilisasi oleh para tokoh untuk membentuk gerakan sosial yang terejawantah dalam Perang Sabil. 
SPICE PATH IN COMPASS ONLINE MEDIA CONSTRUCTION 2017-2021: HISTORICAL PERSPECTIVE Benny Agusti Putra
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 7, No 1 (2022): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v7i1.6455

Abstract

The spice route is one of the important issues going forward by the Government of Indonesia, to make Indonesia a world maritime axis, this issue is not just a textual discourse, but the issue of the spice route is one of the visions and missions of the Joko Widodo Government in Nawacita to apply it. Historical terminology from various studies from the 7th century to pre-independence, of course, with the scope of this study, it becomes a benchmark for reviewing the issue of the spice route, not historical studies but other studies that can add to the wealth of knowledge about the spice route. Media research in a historical perspective with historical issues in Indonesia has not been widely studied, one of which is the study of the spice route. The researcher tries to see the spice route in the construction of the online media Kompas historical perspective, using the content analysis method, which consists of several stages: 1. Data collection on the spice route news in the online media Kompas from 2017-2021, 2. Source criticism. 3. Interpretation of the spice path in the online media construction of Kompas, by conducting intensive literature and documentation studies, which are descriptive in content analysis, aiming to describe or explain what online news is, it must reach the explanation stage. Indicators from the analysis content are described, such as heuristics, sources, and historical writing contained in the Kompas online media coverage themes.Jalur rempah salah satu isu penting ke depan oleh Pemerintahan Indonesia, untuk menjadikan Indonesia menjadi poros maritim dunia, isu ini tidak sekadar wacana secara tekstual, tetapi isu jalur rempah ini menjadi salah satu visi misi Pemerintahan Joko Widodo didalam Nawacita untuk meaplikasikannya. Terminologi sejarah dari berbagai kajian dari abad ke-7 sampai prakemerdekan, tentu dengan ruang lingkup kajian tersebut menjadi patokan untuk mengkaji lagi tentang isu jalur rempah tersebut, bukan kajian sejarah tetapi kajian-kajian lain bisa menambah kazanah ilmu pengetahuan tentang jalur rempah. Penelitian media dalam perspektif sejarah dengan isu-isu sejarah di Indonesia belum banyak dikaji, salah satunya kajian tentang jalur rempah. Peneliti mencoba melihat jalur rempah dalam konstruksi media online Kompas perspektif sejarah, dengan menggunakan metode conten analisis, yang terdiri beberapa tahapan: 1. Pengumpulan data berita jalur rempah di media online Kompas dari 2017-2021, 2. Kritik Sumber. 3. Interpretasi jalur rempah dalam konstruksi media online Kompas, dengan melakukan studi kepustakaan dan dokumentasi intensif, yang bersifat deskriptif conten analisis, bertujuan mendeskripsikan atau menjelaskan apa adanya berita online harus sampai ketahap eksplanasi. Indikator dari dalam konten analisis diuraikan seperti, heuristik, sumber, dan penulisan sejarah yang terkandung didalam tema-tema pemberitaan media online Kompas.
RIWAYAT PERADABAN AWAL ISLAM MINANGKABAU DI NAGARI TAPAKIS ULAKAN KABUPATEN PADANG PARIAMAN Mhd Nur
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 7, No 1 (2022): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v7i1.7486

Abstract

Nagari Tapakis is located in Ulakan Tapakis District, Padang Pariaman Regency. The position of this nagari is on the west coast of West Sumatra facing the Indian Ocean. The purpose of this study is to reveal and explain the first entry of Islam in Nagari Tapakis which was developed by Sheikh Madinanh. Then continued by his student Sheikh Burhanuddin by developing Islam in Ulakan. The method used in this research is the historical method, which consists of heuristics, criticism, interpretation, and historiography stages. Sheikh Medina and Sheikh Burhanuddin have changed the civilization of ignorance in Tapakis into an Islamic civilization. They further developed the religion of Islam in the Minangkabau darek area. The nuances of the economic life of the Tapakis community after embracing Islam changed and they still depend on the sea. The world of agriculture is still dominant because the land is fertile. Pre-Islamic socio-religious conditions in Tapakis became unstable when Islam entered. Several surau were built and spread in Tapakis District as Islamic educational institutions. Many of the community members who initially worked as fishermen and active farmers also studied Islam, because it was easy to learn Islam. Many parents gave their children to Sheikh Burhanuddin to be educated in Islam
MASUK DAN BERKEMBANGNYA ISLAM DI MAKASSAR M Bisma Zakawali; Hudaidah Hudaidah
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 7, No 1 (2022): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v7i1.4465

Abstract

AbstrakMasuknya islam di daerah Sulawesi selatan tepatnya Makasar terbilang sangatlah terlambat dari daerah lain untuk seluruh wilayah indonesia masuknya islam di daerah ini di awali dengan datangnya para datuk yang berasal dari minangkabau seseorang yang pertama kali memeluk islam di Sulawesi selatan ini yang bernama I Malingkang Daeng Manyonri, setelah dia masuk islam dan berganti nama sultan Alaudin Al-Awwal yang merupakan raja dari kerajaan gowa di Sulawesi selatan, metode penelitian di awali dengan metode heuristic, setelah itu melakukan verifikasi data, dilanjutkan dengan interpretasi data dan penulisan sejarah, terdapat kesimpulannya yaitu islam masuk ke daerah ini pada tahun 1605 yang merupakan awal dari perkembangan islam di daerah tersebut pada tahun 1605 sampai dengan tahun 1611 merupakan proses islamisasi besar besaran terhadap wilayah Sulawesi selatan yang di lakukan oleh sultan Alaudin Al-Awwal banyak cara yang di lakukan untuk mengembangkan agama islam ini baik itu menjadikan agama islam sebagai agama utama di daerah kerajaan tersebut dan menaklukan keraajaan tetangga dan mengislamkan masyarakatnya itu terbukti dengan pesatnya perkembangan islam di daerah tersebut dan menjadikan daerah goa dari raja nya sultan Alaudin Al-Awwal sebagai pusat penyebaran islam di daerah makasar.
HAZAIRIN DAN IBRAHIM HOSEN: INTELEKTUAL MUSLIM BENGKULU ABAD 20 Ahmad Abas Musofa
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 7, No 1 (2022): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v7i1.7167

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk melacak jejak-jejak intelektual Muslim Bengkulu khususnya karya dan kiprah Hazairin maupun Ibrahim Hosen. Gagasan-gagasan kedua intelektual tersebut memberikan pengaruh dalam wacana intelektual khususnya pada bidang hukum Islam. Tulisan ini menggunakan metode penelitian sejarah melalui empat tahapan yaitu heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa dari beberapa intelektual Muslim Bengkulu, Hazairin dan Ibrahim Hosen adalah ahli hukum yang paling berpengaruh. Selain memiliki latar belakang pendidikan yang memadai dan berkiprah di Jakarta serta beberapa daerah, memberikan akses dan karir yang gemilang. Terlihat dari biografi Hazairin dan Ibrahim Hosen sejak lahir hingga dewasa khususnya latar belakang keluarga dan pendidikan,  karya-karya yang telah dihasilkan selama berkarir, dan kiprah yang dilakukan dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara, keduanya merupakan intelektual Muslim Bengkulu yang menonjol pada masanya dan gagasan-gagasannya masih berpengaruh hingga sekarang.
ACHMAD NOE'MAN: ARSITEK MASJID SALMAN ITB, TONGGAK ARTEKTUR MASJID KONTEMPORER DI INDONESIA Ulviani Eka Rahmawati; Ratu Husmiati; Nur’aeni Martha
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 7, No 1 (2022): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v7i1.4930

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah populasi umat Muslim terbanyak di dunia, maka tentu saja akan  dapat dengan ditemukan bangunan peribadahan, yaitu sebuah masjid. Dalam perkembangannya, arsitektur masjid yang awalnya berbentuk sederhana semakin bertransformasi, dari bentuk tradisional ke bentuk modern. Achmad Noe’man, seorang maestro dalam bidang arsitektur, terutama  arsitektur masjid. Lulus dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1958, Achmad Noe’man memulai karir besarnya dari Masjid Salman ITB yang berhasil dirancang pada tahun 1964, kemudian selesai dan berhasil diresmikan pada tahun 1972. Ayahnya, H.M. Djamhari, merupakan pendiri Muhamadiyah di Garut. Lahir dan tumbuh di lingkungan keluarga Muhammadiyah membuatnya menjadi seorang muslim moderat. Pemikirannya tehadap arsitektur masjid dituangkan dalam mahakaryanya, Masjid Salman ITB. Tidak hanya menjadi tonggak dari arsitektur masjid kontemporer, Masjid Salman juga menjadi titik awal karir arsiteknya hingga dijuluki sebagai “Arsitek Seribu Masjid”.
INDUSTRI KERTAS MASA ABBASIYAH DAN PERANANNYA PADA KEMAJUAN PERADABAN ISLAM Fitri Sari Setyorini
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 7, No 1 (2022): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v7i1.5238

Abstract

The triumph of Islamic history in the Middle Ages in the Abbasid dynasty. The dynasty that stood from 751-1258 in West Asia and 1259-1521 AD in Egypt is remembered as a historical period in Islamic history. The peak of glory can not only be seen through the physical remains but also the thoughts that went beyond its time so that the West also had to learn from the Islamic world at that time to be able to rebuild their civilization. One form of the development and glory of Islam at this time, but often escapes the discussion of historians, is the role of the paper industry in helping the development of government, thought and intellectual development of the Abbasids. This paper focuses on the history and development of the paper industry in the Abbasid era. Paper in this period was a solution to the limitations of expensive and limited media such as papyrus and parchment. The development of the paper industry in some parts of the Islamic world has helped in the preservation of historical records both in the aspect of government and in the development of science. The historical approach and method as well as literature study used in this study prioritized sources related to the research topic based on the stages of historical research which included heuristics, levers, analysis and historiography.Keywords: Abbasid, paper, Baghdad, science.

Page 1 of 1 | Total Record : 8