Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti merupakan salah satu jurnal yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Ruang lingkup dan fokus publikasi pada bidang pendidikan, pembelajaran, media pembelajaran, TIK dalam pendidikan dan pembelajaran, manajemen pendidikan, pendidikan dasar, pendidikan anak usia dini, pendidikan luar biasa.
Articles
25 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 11 No. 1 (2024)"
:
25 Documents
clear
EKSPLORASI ATENSI PESERTA DIDIK TERHADAP PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA PEMBELAJARAN INFORMATIKA
Kiki Wulandari;
Krismiyati
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38048/jipcb.v11i1.1926
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perhatian siswa terhadap penggunaan media audio visual pada mata pelajaran informatika di SMA Negeri 1 Salatiga karena kurangnya perhatian siswa dalam pembelajaran informatika yang disebabkan oleh penggunaan media pembelajaran yang kurang menarik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan melibatkan 61 responden. Metode penelitian ini merupakan metode eksperimen dengan menggunakan desain pre eksperimen. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang terdiri dari 17 pertanyaan yang dikelompokkan menjadi lima indikator yaitu indikator mengamati, mendengarkan, menyangka, menilai, dan memperhatikan. Dari hasil analisis data kuesioner di peroleh skor rata-rata sebesar 51,25 dan skor total 3126. Hasil tersebut menunjukkan bahwa perhatian siswa terhadap penggunaan media audio visual pada mata pelajaran informatika di SMA Negeri 1 Salatiga termasuk kedalam kategori “Baik”. Berdasarkan hasil penelitian maka disimpulkan bahwa penggunaan media audio visual dalam pembelajaran informatika dapat menarik perhatian siswa.
BLENDED-PROJECT BERBASIS SELF DIRECTED LEARNING BERMUATAN TRI HITA KARANA DALAM MERDEKA BELAJAR MEWUJUDKAN MAKING INDONESIA 4.0
I Made Aditya Dharma;
I Wayan Suastra;
I Wayan Lasmawan;
Made Padmarani Sudewiputri
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38048/jipcb.v11i1.2006
Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui penggunaan model pembelajaran blended-project berbasis self-directed learning bermuatan Tri Hita Karana dalam merdeka belajar mewujudkan “Making Indonesia 4.0”. Blended learning adalah satu tawaran model pembelajaran di masa pandemi Covid- 19, blended-learning merupakan integrasi metode pengajaran konvensional dengan dunia digital. enam alasan mengadopsi pembelajaran blended-learning adalah (1) kekayaan pedagogis, (2) akses ke pengetahuan, (3) interaksi sosial, (4) agensi pribadi, (5) efektivitas biaya, dan (6) kemudahan revisi. Model pembelajaran ini bertujuan untuk mengubah budaya belajar mengajar yang berpusat pada guru menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara aktif dan interaktif serta lebih praktis daripada mendengarkan ceramah pasif di dalam kelas. Studi literatur adalah desain penelitian yang digunakan dalam mengumpulkan sumber data yang berkaitan dengan suatu topik. Pengumpulan data untuk studi literatur dilakukan dengan alat pencarian database yang sebagai tahapan pencarian sumber literatur. Pengumpulan data menggunakan metode Preferred Reporting Items for Sistematic Reviews and Meta-Analysis. Hasil screening yang sesuai dan yang dibutuhkan terdapat 8 artikel Jurnal Nasional. Berdasarkan artikel yang ditemukan dan dianalisis terdapat dampak blended-project berbasis self-directed learning bermuatan Tri Hita Karana dalam merdeka belajar mewujudkan “Making Indonesia 4.0” berdasarkan kajian literatur hasil penelitian terdahulu.
PENERAPAN LKS OCEANIC BERBASIS SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN LITERASI SAINS SISWA
Indra Nuriyani;
Dhita Ayu Permata Sari
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38048/jipcb.v11i1.2051
Literasi sains didefinisikan sebagai keterampilan berpikir secara ilmiah untuk memahami konsep sains. Literasi sains berperan penting sebagai pengembangan individu agar mengenal ruang lingkup sains dan dapat memecahkan masalah yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan literasi sains siswa setelah menerapkan LKS oceanic berbasis saintifik pada sub materi interaksi makhluk hidup. Penelitian ini merupakan penelitian poor experimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Subjek penelitian ini berupa satu kelas perlakuan yang berjumlah 24 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui tes dengan menggunakan instrumen tes literasi sains. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan antara nilai pretest dengan posttest literasi sains dengan nilai N-Gain sebesar 0.71 dalam kategori tinggi. Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan LKS oceanic berbasis saintifik pada sub materi interaksi makhluk hidup dapat meningkatkan keterampilan literasi sains siswa secara signifikan.
ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL SISTEM PERTIDAKSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL MENGGUNAKAN TEORI PEMAHAMAN SKEMP
Desy Anggraini;
Dian Devita Yohanie;
Aan Nurfahrudianto
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38048/jipcb.v11i1.2060
Matematika adalah sesuatu yang umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang berpikir matematika itu sulit untuk dipelajari, tetapi itu bukan alasan untuk tidak mempelajarinya. Penelitian ini dilakukan berdasarkan hasil pengamatan terhadap objek penelitian yang menunjukkan kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal Sistem Pertidaksamaan Linear Dua Variabel. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis analisis deskriptif. Penelitian dilakukan di SMAN 1 Kediri dengan subjek yang terdiri dari 6 siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa yang memiliki pemahaman instrumental cenderung lebih kesulitan dalam menyelesaikan soal sistem pertidaksamaan linier dua variabel, untuk kelompok siswa yang dapat dikategorikan kedalam pemahaman instrumental adalah kelompok siswa yang berkemampuan rendah. Sedangkan siswa yang memiliki pemahaman relasional cenderung lebih sedikit mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal sistem pertidaksamaan linier dua variabel, untuk kelompok siswa yang dapat dikategorikan kedalam pemahaman relasional adalah kelompok siswa yang berkemampuan tinggi dan berkemampuan sedang. Penyebab siswa kesulitan menyelesaikan soal sistem pertidaksamaan linear dua variabel adalah karena belum memahami konsep itu sendiri. Akibatnya, siswa mengalami kesulitan ketika diminta untuk menjawab permasalahan terkait sistem pertidaksamaan linear dua variabel.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SOAL CERITA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF SISWA
Sinta Nur Aishah;
Dian Devita Yohanie;
Aan Nurfahrudianto
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38048/jipcb.v11i1.2061
Kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah bervariasi, antara lain kesulitan dalam memahami soal, mengubah soal ke dalam bahasa matematika, dan penerapan rumus yang kurang tepat. Kemampuan pemecahan masalah setiap siswa berbeda karena dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya gaya kognitif. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah siswa dalam menyelesaikan soal cerita program linier pada gaya kognitif reflektif dan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah siswa dalam menyelesaikan soal cerita program linier pada gaya kognitif impulsif. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Teknik analisis data menggunakan analisis data kemampuan pemecahan masalah. Subjek dalam penelitian ini 4 siswa kelas XI yang terdiri dari 2 siswa dengan gaya kognitif reflektif dan 2 siswa dengan gaya kognitif impulsif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan gaya kognitif reflektif lebih baik, dimana subjek mampu menyelesaikan empat tahapan kemampuan pemecahan masalah polya yaitu tahap memahami soal, menyusun rencana penyelesaian, melaksanakan rencana penyelesaian, dan tahap memeriksa kembali, sedangkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan gaya kognitif impulsif masih kurang, dimana subjek hanya dapat melakukan tahapan memahami masalah dan merencanakan penyelesaian. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan gaya kognitif reflektif lebih baik dibandingkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan gaya kognitif impulsif.
PENGARUH PENGGUNAAN APLIKASI CANVA TERHADAP KREATIVITAS SISWA DALAM MENDESAIN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA
Akhmad Bagus Zakaria;
Kusmiyati
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38048/jipcb.v11i1.2095
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan template dan element pada aplikasi canva for education terhadap kreativitas peserta didik dalam mendesain label kemasan produk makanan pada salah satu project penguatan profil pelajar Pancasila (P5) yang dilaksanakan pada SMP YPM 3 Taman dengan tema kewirausahaan (kreasi olahan singkong). Pada tema tersebut diharuskan membuat label produk makanan olahan singkong untuk menunjang nilai jual dan daya tarik konsumen. Peneliti memilih salah satu media yaitu canva for education. Dimana aplikasi tersebut cukup mudah penggunaannya karena didukung referensi template dan element yang banyak. Metode pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelatif menggunakan sampel 60 peserta didik. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, hasil penelitian ini adalah terdapat pengaruh penggunaan template dan element canva for education terhadap kreativitas peserta didik dalam mendesain label kemasan produk makanan. Berdasarkan hasil dari uji koefisien korelasi dan dibandingkan dengan tabel koefisien korelasi maka peneliti berkesimpulan bahwa pengaruh template dan element canva for education memiliki signifikansi hubungan sangat kuat yaitu sebesar 0,901. Untuk nilai koefisien determinasi adalah 0,812 yang berarti bahwa kreativitas peserta didik dalam mendesain label kemasan produk 81,2% dipengaruhi penggunaan template dan element canva for education.
ANALISIS MISKONSEPSI SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MATERI KPK DAN FPB
Asmaul Fitriani;
Made Sri Astika Dewi;
I Made Aditya Dharma
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38048/jipcb.v11i1.2146
Pelaksanaan pembelajaran matematika di kelas tidak selalu berjalan dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan kesalahpahaman yang dimiliki siswa ketika mencoba memahami soal cerita pada KPK dan FPB. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif. Partisipan penelitian adalah sampel 7 siswa kelas IV SD Negeri 3 Lelateng yang terdiri dari 29 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi esai dan wawancara. Berdasarkan penelitian terdapat hasil yang didapat yaitu tujuh siswa yang memiliki kesalahpahaman terbesar diwawancarai. Siswa dibagi menjadi empat kategori: mereka yang memahami konsep 5%, mereka yang tidak 65%, dan mereka yang tidak yakin 50%. Berdasarkan temuan penelitian, dari temuan penelitian terdapat 80% miskonsepsi.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA SD
Alfina Laili;
Nyoman Ayu Putri Lestari;
Made Padmarani Sudewiputri
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38048/jipcb.v11i1.2147
Kasus rendahnya hasil belajar siswa dalam pelatihan disebabkan karena tidak adanya perhatian siswa dalam siklus belajar, selain itu persekolahan masih suram sehingga hasil belajar siswa rendah. Rencana masalah dalam penelitian ini adalah apakah ada pengaruh hasil yang diperoleh dari kelas yang menggunakan model pembelajaran discovery learning dengan kelas yang menggunakan model biasa. Demikian pula tujuan dari pengujian ini adalah untuk mengetahui dampak model pembelajaran discovery learning terhadap hasil belajar siswa. Ujian ini menggunakan metodologi kuantitatif dan bermacam data yang digunakan adalah sebagai uji sasaran yang sesuai dengan penanda. Penelitian yang menggunakan informasi t-test dicoba terlebih dahulu menggunakan uji fundamental, khususnya uji kenormalan dan uji homogenitas. Hal ini menyebabkan tingkat keterampilan siswa sebelum menggunakan model pembelajaran hanya mencapai 70,64, kemudian setelah menggunakan model pembelajaran pengungkapan nilai rata-rata yang didapat adalah 85,93. Berkaitan dengan hal tersebut, maka cenderung diduga bahwa model pembelajaran pengungkapan informasi berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA.
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL SISWA
Dian Majekroatina;
Darsono;
Dian Devita Yohanie
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38048/jipcb.v11i1.2177
Hasil observasi dan wawancara yang dilakukan dengan guru matapelajaranmatematika yang mengatakan bhwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa masih rendah, hal ini diperkuat dengan adanya bukti dari hasil nilai PTS pelajaran matematika siswa SMP Negeri 1 Grogol.Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dalam menyelesaiakan persoalan dalam materi SPLDV di SMP Negeri 1 Grogol. Metode pendekatan yang dikunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan diskriptif kualitatif. Subjek penelitian Siswa kelas VIII F SMP Negeri 1 grogol yang berjumlah 32 siswa. untuk pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen dalam bentuk tes soal tertulis dan pendoman wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa dengan kateggori nilai PTS matematika tinggi berhasil menyelesaian semua persoalan matematika dengan lengkap dan benar. Siswa dengan kategori nilai PTS matematika sedang mampu memahami masalah dalam soal yang diberikan namun kurang teliti dalam pengerjaan. Siswa dengan kategori nilai PTS matematika rendah belum mampu mengerjakan persoalan matemtika yang diberikan.
ANALISIS BERPIKIR KRITIS SISWA SMP PADA PEMECAHAN MASALAH SPLDV BERDASARKAN KEMAMPUAN MATEMATIS
Am Ayu Kusuma Dewi;
Dian Devita Yohanie;
Ika Santia
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38048/jipcb.v11i1.2184
Berdasarkan hasil observasi terdapat 70? siswa SMPN 1 Loceret belum menunjukkan proses berpikir kritis pada proses pemecahan masalah SPLDV, padahal proses berpikir kritis merupakan aspek yang sangat penting yang harus dimiliki siswa ketika belajar matematika, terutama ketika memecahkan masalah yang membutuhkan alternatif pemecahan yang lebih mendalam. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan hasil analisis berpikir kritis siswa SMP pada pemecahan masalah SPLDV bersadarkan kemampuan matematis tinggi, sedang, rendah. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang dihasilkan akan berupa hasil triangulasi yang diperoleh dari hasil tes tulis dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Loceret yang berjumlah 3 siswa (SM,SD,FA). Hasil penelitian menunjukkan Subjek dengan proses berpikir kritis tinggi dapat mengungkapkan setiap indikator berpikir kritis dengan lancar sehingga subjek dapat menyelesaikan masalah dengan tepat. Subjek dengan proses berpikir kritis sedang kurang dapat mengungkapkan setiap indikator berpikir kritis dengan lancar sehingga subjek kurang dapat menyelesaikan masalah dengan tepat. Subjek hanya menentukan informasi-informasi penting yang ada pada soal nomor 1 dan 2 dengan menuliskan informasi tersebut pada lembar jawaban. Subjek dengan proses berpikir kritis rendah tidak dapat mengungkapkan setiap indikator berpikir kritis dengan lancar sehingga subjek tidak dapat menyelesaikan masalah dengan tepat. Subjek hanya menentukan informasi-informasi penting yang ada pada 1 soal dengan menuliskan informasi tersebut pada lembar jawaban.