cover
Contact Name
Parlindungan Pandapotan Marpaung
Contact Email
parlindungan.reni@gmail.com
Phone
+6282166899866
Journal Mail Official
simbolonsilvi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Surya Kencana No.1 Pamulang Barat-Pamulang Tangerang Banten
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Piston: Journal of Technical Engineering
Published by Universitas Pamulang
ISSN : 25413511     EISSN : 26862247     DOI : http://dx.doi.org/10.32493/pjte.v5i2.19158
Core Subject : Engineering,
Ansor Salim Siregar, Mulyadi Mulyadi, Syaiful Arief Analisis Kegagalan Laminasi Komposit Epoksi/Serat Karbon Pada Sayap Pesawat Tanpa Awak DOI: 10.32493/pjte.v5i2.18596 Parlindungan Pandapotan Marpaung, Herbert H. Rajagukguk Energi Mekanik Penggerak Poros Magnet Rotor Alternator untuk Pembangkit Listrik AC DOI: 10.32493/pjte.v5i2.19158
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2017)" : 16 Documents clear
Kata Pengantar dan Daftar Isi Vol. 1 No. 1 Fifit Astuti
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.705 KB) | DOI: 10.32493/pjte.v1i1.3232

Abstract

Deteksi Gas Aseton sebagai Biomarker dalam Napas Manusia dengan Metode Spektroskopi Fotoakustik Laser Ananta Kusuma Yoga Pratama
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (974.005 KB) | DOI: 10.32493/pjte.v1i1.546

Abstract

Dalam penelitian ini, telah dilakukan deteksi dan pengukuran konsentrasi gas aseton dalam gas hembus pernapasan manusia menggunakan spektrometer fotoakustik sensitifitas tinggi. Laser CO2 kontinyu dengan panjang gelombang 9 sampai dengan 11mm sebagai sumber radiasi digunakan untuk medeteksi gas aseton. Pada penggunaannya, laser dikombinasikan dengan teknik spektroskopi fotoakustik konfigurasi intrakavitas. Optimasi daya laser CO2 menghasilkan daya intrakavitas terukur 53 watt. Batas deteksi terendah (BDT) secara teoritisnya didapatkan sebesar 2,2 ± 0,04 ppb. Deteksi gas biomarker pada gas hembus pernapasan manusia telah berhasil mengukur konsentrasi gas aseton sebesar 540±6 ppb.
Pengaruh Geometri dan Kuat Medan Permanen dari Magnet Permanen NdFeB Terhadap Output Generator Fluks Aksial Silviana Simbolon; Anggito Pringgo Tetuko; Candra Kurniawan; Krista Sebayang; Perdamean Sebayang
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1135.916 KB) | DOI: 10.32493/pjte.v1i1.542

Abstract

Pada penelitian ini, telah dilakukan investigasi pengaruh bentuk geometri dan magnetik flux density terhadap output tegangan dari generator axial flux magnet permanen. Model dari generator axial didesain menggunakan sofware 3D Studio Max dan visual basic net express. Pada simulasi dan eksperimen digunakan magnet permanen NdFeB yang dibentuk circular dan rectangular dengan variasi magnetik flux density 0,5; 0,8; 1,1; 1,3 Tesla pada kecepatan rotasi sekitar 260 – 540 rpm. Dari hasil simulasi dan eksperimen ditunjukkan bahwa geometri magnet permanen sangat mempengaruhi dalam menghasilkan magnetik flux density maksimum. Hasil ini juga menunjukkan adanya korelasi antara output tegangan maksimum dengan magnetik fluk density maksimum. Semakin besar magnetik fluk density dan kecepatan rotor putar (rotasi) akan menghasilkan output tegangan yang semakin besar.
Efek Penambahan Fe3Mn7 Terhadap Sifat Fisis dan Mekanik α-Fe2O3 Eko Arief Setiadi; Wini Rahmawati; Pulung Karo Karo; Muhammad Yunus; Perdamean Sebayang
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1128.482 KB) | DOI: 10.32493/pjte.v1i1.547

Abstract

Preparasi dan karakterisasi pellet α-Fe2O3 dengan penambahan 0, 2, 5 dan 10 %wt. Fe3Mn7 berbasis pada material alam telah berhasil dilakukan. Proses pencampuran serbuk α-Fe2O3 dan Fe3Mn7 dilakukan dengan menggunakan HEM. Kemudian campuran serbuk dikasinasi pada suhu 1000 ºC, dikompaksi pada 69 Pa hingga menjadi pellet dan disinter pada suhu 1000 ºC. Karakterisasi XRD menunjukkan adanya fasa dominan α-Fe2O3 dan fasa baru MnO2 dan Fe3O4. Densitas dan kekerasan sampel meningkat secara linier seiring dengan kenaikan komposisi Fe3Mn7 yang ditambahkan. Sampel optimum diperoleh pada sampel α-Fe2O3/10 %wt. Fe3Mn7 dengan nilai bulk density dan kekerasan masing-masing 4,98 g/cm3 and 994,94 HV. Sampel ini termasuk dalam klasifikasi hard magnet dengan nilai magnetisasi saturasi, remanen dan koersivitas masing-masing sebesar 24,0 emu/g, 10,3 emu/g dan 571,8 Oe.
Efek Air Gap pada Rancang Bangun dan Uji Performa Generator Listrik Fluks Aksial Berbasis Magnet Permanen NdFeB ‪Achmad Maulana Soehada Sebayang; Candra Kurniawan; Perdamean Sebayang
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1080.021 KB) | DOI: 10.32493/pjte.v1i1.543

Abstract

Dalam penelitian ini telah dianalisis efek air gap terhadap performa generator listrik tipe fluks aksial berbasis magnet permanen NdFeB. Analisis performa dilakukan dengan mengukur output tegangan generator listrik fluks aksial terhadap ukuran air gap dan kecepatan putar rotor. Air gap antara stator dan rotor divariasikan dari 7 sampai 20 mm. Dari hasil eksperimen, peningkatan remanansi magnet berbanding lurus terhadap peningkatan output tegangan. Sebaliknya, peningkatan ukuran air gap menurunkan tegangan output secara linier. Hal ini disebabkan oleh adanya penurunan magnetik flux density secara exponensial. Pada ukuran air gap 7 mm dan kecepatan rotor 1500 rpm, dihasilkan output tegangan maksimal untuk Br = 0,2 dan 1,3 Tesla berturut-turut sebesar 10,4 dan 67,7 volt.
Bonded Magnet Permanen Nd2Fe14B dengan Perekat Silicone Rubber dan Karakterisasinya Djuhana Djuhana; Sunardi Sunardi; Mulyadi Mulyadi
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.711 KB) | DOI: 10.32493/pjte.v1i1.548

Abstract

Bonded magnet permanen dibuat dengan variasi: 95 %wt. Nd2Fe14B dengan 5% SR, 90 %wt. Nd2Fe14B dengan 10% SR, 85 %wt. Nd2Fe14B dengan 15% SR, dan 80 %wt. Nd2Fe14B dengan 20% SR. Kedua bahan baku dicampur dengan menggunakan mixer hingga homogen dan berbentuk pasta. Selanjutnya, campuran tersebut dituang ke dalam cetakan dan dibiarkan pada suhu ruang selama 4 jam. Sampel yang telah kering dikeluarkan dari cetakan dan dikarakterisasi melalui pengukuran bulk density dan pengukuran kurva histerisis menggunakan BH-curve Permeagraph. Hasil XRD serbuk Nd2Fe14B (NQP-B) yang dianalisis dengan program GSAS diperoleh bahwa serbuk tersebut memiliki komposisi fasa Nd2Fe14B = 78,14% dan fasa Fe = 21,86%. Komposisi silicone rubber (SR) memberikan pengaruh yang signifikan terhadap nilai bulk density dan sifat magnetiknya. Sampel dengan 5% berat SR memiliki bulk density terbesar yaitu = 4,67 g/cm3, sampel dengan 10% sampai 20% berat SR memiliki nilai bulk density yang lebih rendah yaitu masing masing 3,12 g/cm3 sampai 3,72 g/cm3. Hasil dari kurva histerisis BH-curve menunjukkan bahwa semakin banyak persentase SR maka sifat magnetiknya cenderung menurun. Nilai remanansi tertinggi (Br ) adalah = 4,85 kG pada sampel dengan 5% berat SR, tetapi sampel dengan 20% berat SR memiliki nilai Br terendah yaitu 2,47 kG.
Analisis Biodigester pada Proses Sintesis Biogas dari Sampah Organik Kota Tegal Joko Setiyono; Silviana Simbolon
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.543 KB) | DOI: 10.32493/pjte.v1i1.544

Abstract

Pada penelitian ini, telah dilakukan analisis biodigester pada proses sintesis biogas dari sampah organik kota tegal. Jenis digester yang digunakan untuk pembuatan biogas adalah jenis kubah tetap dari drum plastik dengan volume 120 liter. Komposisi sampah yang digunakan adalah substrat sayuran 50%, daun-daunan 20%, dan kulit buah 30%. Sampah organik dengan massa sebanyak ± 20 kg dipemerasan/ dipress. Kemudian sampah dan air dicampur dengan perbandingan 1:3. lalu diberikan penambahan starter EM-4 sebanyak 450 ml pada setiap sampel pengujian. Variasi kadar air dalam sampah 10, 20, 30, 40, dan 50% dengan kompisisi sampah yang sama. Proses pembusukan sampah dan pengambilan data dilakukan selama 3 hari untuk masing-masing variasi kadar air sampah. Dari hasil pengukuran, kondisi optimum terdapat pada kadar air sampah 20% dalam memproduksi biogas dalam waktu retensi 25 jam pada tekanan 102,55 kPa, suhu 32 ºC. dengan volume 95,441 liter.
Pengaruh Dimensi Kompor Biomasa Terhadap Performansinya Ahsonul Anam; Sugiono Sugiono; Dwi Gunadi; Dahrudin Dahrudin
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.555 KB) | DOI: 10.32493/pjte.v1i1.545

Abstract

Desain kompor berbahan bakar biomasa untuk keperluan memasak, dimaksudkan untuk mendapatkan performa yang optimal. Performa dilihat dari efisiensi pembakaran, efisiensi termal, dan emisi gas buang. Ketinggian ruang bakar kompor biomasa didesain sama dengan diameternya (H = D) atau 1-2 kali diameter (H = 1-2 D). Pada penelitian ini digunakan dua buah kompor dengan perbedaan ketinggian ruang bakar (H1 = 20 cm dan H2 = 27 cm), dan diameter (D = 20 cm) dan menggunakan bahan bakar biomas yang sama. Performa dari kedua kompor diukur dari efisiensi termal, laju konsumsi bahan bakar, efisiensi pembakaran dan emisi gas buang. Pemantauan emisi gas buang dianalisa dengan menggunakan gas analyzer portabel. Hasil efisiensi pembakaran kedua kompor berbeda yaitu 99,5% (kompor 1) dan 98,2% (kompor 2). Efisiensi termal dari kompor 1 dan 2 adalah 25,4 dan 11,1%. Laju konsumsi kompor 1 relatif stabil dibandingkan dengan kompor 2 selama pembakaran. Emisi CO yang dihasilkan dari kompor 1 dan 2 adalah 328 dan 555 ppm. Hasil gas buang SOx dari kompor 1 dan 2 adalah 31 dan 38 ppm. Sedangkan emisi gas buang NOx dari tungku 1 dan 2 relatif berbeda dengan nilai 19 dan 13 ppm.
Pengaruh Geometri dan Kuat Medan Permanen dari Magnet Permanen NdFeB Terhadap Output Generator Fluks Aksial Silviana Simbolon; Anggito Pringgo Tetuko; Candra Kurniawan; Krista Sebayang; Perdamean Sebayang
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pjte.v1i1.542

Abstract

Pada penelitian ini, telah dilakukan investigasi pengaruh bentuk geometri dan magnetik flux density terhadap output tegangan dari generator axial flux magnet permanen. Model dari generator axial didesain menggunakan sofware 3D Studio Max dan visual basic net express. Pada simulasi dan eksperimen digunakan magnet permanen NdFeB yang dibentuk circular dan rectangular dengan variasi magnetik flux density 0,5; 0,8; 1,1; 1,3 Tesla pada kecepatan rotasi sekitar 260 – 540 rpm. Dari hasil simulasi dan eksperimen ditunjukkan bahwa geometri magnet permanen sangat mempengaruhi dalam menghasilkan magnetik flux density maksimum. Hasil ini juga menunjukkan adanya korelasi antara output tegangan maksimum dengan magnetik fluk density maksimum. Semakin besar magnetik fluk density dan kecepatan rotor putar (rotasi) akan menghasilkan output tegangan yang semakin besar.
Efek Penambahan Fe3Mn7 Terhadap Sifat Fisis dan Mekanik α-Fe2O3 Eko Arief Setiadi; Wini Rahmawati; Pulung Karo Karo; Muhammad Yunus; Perdamean Sebayang
Piston: Journal of Technical Engineering Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pjte.v1i1.547

Abstract

Preparasi dan karakterisasi pellet α-Fe2O3 dengan penambahan 0, 2, 5 dan 10 %wt. Fe3Mn7 berbasis pada material alam telah berhasil dilakukan. Proses pencampuran serbuk α-Fe2O3 dan Fe3Mn7 dilakukan dengan menggunakan HEM. Kemudian campuran serbuk dikasinasi pada suhu 1000 ºC, dikompaksi pada 69 Pa hingga menjadi pellet dan disinter pada suhu 1000 ºC. Karakterisasi XRD menunjukkan adanya fasa dominan α-Fe2O3 dan fasa baru MnO2 dan Fe3O4. Densitas dan kekerasan sampel meningkat secara linier seiring dengan kenaikan komposisi Fe3Mn7 yang ditambahkan. Sampel optimum diperoleh pada sampel α-Fe2O3/10 %wt. Fe3Mn7 dengan nilai bulk density dan kekerasan masing-masing 4,98 g/cm3 and 994,94 HV. Sampel ini termasuk dalam klasifikasi hard magnet dengan nilai magnetisasi saturasi, remanen dan koersivitas masing-masing sebesar 24,0 emu/g, 10,3 emu/g dan 571,8 Oe.

Page 1 of 2 | Total Record : 16