Jurnal MediLab Mandala Waluya
Teknologi Laboratorium Medis atau TLM adalah profesi yang bekerja pada sarana kesehatan yang melaksanakan pelayanan pemeriksaan, pengukuran, penetapan, dan pengujian terhadap bahan yang berasal dari manusia atau bahan bukan berasal dari manusia untuk penentuan jenis penyakit, penyebab penyakit, kondisi kesehatan atau faktor-faktor yang dapat berpengaruh pada kesehatan perorangan dan masyarakat. Sedangkan menurut KEPMENKES RI NOMOR 370/MENKES/SK/III/200, Analis Kesehatan atau disebut juga Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan adalah tenaga kesehatan dan ilmuan berketerampilan tinggi yang melaksanakan dan mengevaluasi prosedur laboratorium dengan memanfaatkan berbagai sumber daya. adapun Visi Prodi D-IV Analis Kesehatan Mandala Waluya yaitu Menjadi Program Studi yang berdaya saing pada bidang Diagnostik Molekuler di Sulawesi Tahun 2030. dengan Rincian Mata Kuliah sbb : 1. Hematologi 2. Kimia Klinik 3. Toksikologi 4. Mikrobiologi Klinik ( Bakteriologi, Mikologi, Virologi, Parasitologi) 5. Imunoserologi 6. Sitohistopatologi.
Articles
8 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3 No 2 DESEMBER (2019): MEDILAB"
:
8 Documents
clear
- IDENTIFIKASI MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS DAN MULTIDRUG RESISTEN TB PADA SAMPEL SPUTUM TERHADAP PASIEN SUSPEK TB MENGGUNAKAN METODE GEN EXPERT DAN MULTIPLEX PCR
-, SISI SUSILAWATI;
RASYID, SRI ANGGARINI;
-, SANATANG -
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 3 No 2 DESEMBER (2019): MEDILAB
Publisher : Jurnal MediLab Mandala Waluya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAK Diagnosis dan deteksi Mycobacterium tuberculosis menjadi amat penting guna pemberantasan penyakit TBC. Deteksi Mycobacterium tuberculosis paru pada sputum dapat dilakukan dengan pemeriksaan mikroskopik, kultur bakteri dan metode RT-PCR GeneXpert serta teknik Polymerase Chain Reaction (PCR). Namun setiap metode memiliki sensitivitas dan spesifitas yang berbeda-beda sehingga dapat menyebabkan perbedaan hasil pemeriksaan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hasil identifikasi pemeriksaan Mycobacterium tuberculosis pada pasien suspek TB dengan menggunakan metode GeneXpert dan Multiplex PCR (Polymerase Chain Reaction). Jenis penelitian adalah penelitian observasional analitik secara laboratoris. Desain penelitian yang digunakan adalah desain Cross sectional yakni pengambilan data variabel bebas dan variabel terikat dilakukan secara bersamaan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel sputum sebanyak 7 sampel. Data hasil penelitian dianalisis dengan uji statistik non parametric (Wilcoxon Signed Ranks Test) menunjukkan nilai sig. 0.046 untuk MTB dan 0.025 untuk MDR < ? (0,05) maka terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil Pemeriksaan MTB dan MDR pada metode GeneXpert dan Metode Multiplex PCR. Hasil pemeriksaan MTB pada 7 sampel sputum metode GeneXpert ditemukan hasil positif sebanyak 4 sampel dan negatif sebanyak 3 sampel. Sedangkan metode Multiplex PCR didapatkan hasil negatif pada 7 sampel. Hasil pemeriksaan MDR pada 7 sampel sputum metode GeneXpert ditemukan hasil negatif pada 7 sampel, sedangkan metode Multiplex PCR didapatkan hasil positif sebanyak 5 sampel dan hasil negatif sebanyak 2 sampel. Untuk peneliti selanjutnya agar menggunakan primer lain selain pt8 dan pt9 dan lebih teliti dalam proses pengerjaan PCR.
- PERBANDINGAN KADAR HEMOGLOBIN MENGGUNAKAN METODE SAHLI PADA PEROKOK AKTIF DAN PASIF DI DESA AWUNIO KABUPATEN KONAWE SELATAN
-, DINI AMALIAH;
-, SYAWAL ABDURRAHMAN;
-, LA ODE HAMIRU
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 3 No 2 DESEMBER (2019): MEDILAB
Publisher : Jurnal MediLab Mandala Waluya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAK Pada perokok berat terjadi peningkatan kadar hemoglobin. Peningkatan ini terjadi karena reflek dari mekanisme kompensasi tubuh terhadap rendahnya kadar oksigen yang berikatan dengan hemoglobin akibat digeser oleh karbon monoksida yang mempunyai afinitas terhadap hemoglobin yang lebih kuat. Sehingga tubuh akan meningkatkan proses hematopoiesis lalu meningkatkan produksi hemoglobin, akibat dari rendahnya tekanan parsial oksigen (PO) di dalam tubuh. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbandingan kadar hemoglobin perokok aktif dan pasif, Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan studi komparatif, sampel penelitian sebanyak 15 perokok aktif dan 15 perokok pasif di desa Awunio, Kec.Kolono, Kab.Konsel penarikan sampel dilakukan dengan metode consecutive sampling. Data dikumpulkan dengan melakukan pemeriksaan hemoglobin menggunakan hemoglobinometer Sahli. Berdasarkan hasil uji statistik Mann - Whitney dengan tingkat kemaknaan (p<0,05) ditemukan ada perbedaan (p=0,000) kadar hemoglobin perokok aktif dan perokok pasif. Dari hasil penelitian ini diharapkan pada perokok aktif untuk menghentikan kebiasaan merokok, dan untuk penelitian selanjutnya dilakukan dengan mengukur variabel lain yang berpengaruh terhadap kadar hemoglobin agar diperoleh hasil penelitian yang lebih signifikan.
- PENGARUH WAKTU PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL WANITA USIA SUBUR DI WILAYAH PUSKEMAS PERUMNAS KOTA KENDARI
-, HIJRAWATI RAHIM;
PRATIWI LIO, TIARA MAYANG;
-, TITI SAPARINA
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 3 No 2 DESEMBER (2019): MEDILAB
Publisher : Jurnal MediLab Mandala Waluya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAK Kontrasepsi suntik adalah konstrasepsi yang diberikan kepada wanita secara periodik untuk mencegah kehamilan. Pengaruh penggunaan jangka panjang dari kontrasepsi suntik dapat menyebabkan perubahan metabolisme lipid yang ditujukan dengan kadar kolesterol total lebih tinggi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu penggunaan kontrasepsi suntik terhadap kadar kolesterol total pada wanita usia subur Di Wilayah Puskemas Perumnas Kota Kendari. Oleh karena itu perlu dilakukan pemeriksaan mengenai penggunaan kontrasepsi Suntik terhadap kadar kolesterol total wanita usia subur Di Wilayah Puskemas Perumnas Kota Kendari. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan rancangan Cross Sectional Study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang menggunakan kontrasepsi suntik di wilayah Puskesmas Perumnas Kota Kendari dalam kurun waktu enam bulan terakhir sebanyak 47 pasien, pengambilan dilakukan dengan teknik Accidental Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 32 pasien. Hasil penelitian menggunakan metode fotometer menunjukkan bahwa responden kontrasepsi suntik 1 Bulan yang berjumlah 13 responden (40,62%) mempunyai lama penggunaan kontrasepsi < 1 tahun dan semua responden mempunyai nilai kolesterol yang normal. Sedangkan responden kontrasepsi suntik 3 bulan berjumlah 19 responden (59,37%) mempunyai lama penggunaan kontrasepsi > 1 tahun. Dari 19 responden tersebut, terdapat 18 responden yang normal dan 1 responden yang tidak normal.Simpulan dari penelitian ini Tidak ada Pengaruh Penggunaan Kontrasepsi Suntik Terhadap Kadar Kolestrol Total Wanita Usia Subur SetelahPenggunaan<1 Bulan dan ? 1 tahun.
- DETEKSI PENINGKATAN JUMLAH KOLONI JAMUR CANDIDA SP. PADA MUKOSA MULUT PENDERITA DIABETES MELITUS DAN NON DIABETES MELITUS DI RSUD KOTA KENDARI
HASRI, RIA IRDAYANTI;
-, ROSDARNI -;
-, LA ODE MUSLIMIN
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 3 No 2 DESEMBER (2019): MEDILAB
Publisher : Jurnal MediLab Mandala Waluya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAK Diabetes Melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin. Salah satu kelainan yang terjadi dirongga mulut adalah kandidiasis mulut yang terjadi akibat menurunnya barier mukokutan dan respon imun rongga mulut terhadap Candida sp. yang bersifat komensal dapat berubah menjadi patogen apabila terjadi perubahan pada host, seperti terjadi peningkatan jumlah koloni, yang berdampak pada infeksi di area mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi peningkatan jumlah koloni jamur Candida sp. pada mukosa mulut penderita Diabetes Melitus dan Non Diabetes Melitus dengan metode kultur dan mikroskopis menggunakan pewarnaan methylen blue. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita Diabetes Melitus pada bulan Januari yang rawat inap di RSUD Kota Kendari pada tahun 2019 sebanyak 14 pasien, pengambilan dilakukan dengan teknik Accidental Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 12 pasien Diabetes Melitus dan 12 pasien Non Diabetes Melitus. Hasil penelitian dari data distribusi jumlah koloni diperoleh dari 12 pasien Diabetes Melitus dan 12 pasien Non Diabetes Melitus selama 72 jam yaitu (2049 koloni : 220 koloni). Disimpulkan bahwa terjadi peningkatan jumlah koloni Candida sp. pada mukosa mulut penderita Diabetes Melitus dan Non Diabetes Melitus yaitu 1829 koloni (80,6%). Saran dari penelitian ini adalah agar penelitian ini bisa dilanjutkan dengan menggunakan metode penelitian yang lebih spesifik untuk melihat pertumbuhan Candida albicans.
- IDENTIFIKASI BAKTERI PATOGEN PADA IKAN CAKALANG (KATSUWONUS PELAMIS) ASAP DIPASAR TRADISIONAL KOTA KENDARI
-, YUSMITA -;
-, SUGIRENG -
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 3 No 2 DESEMBER (2019): MEDILAB
Publisher : Jurnal MediLab Mandala Waluya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAK Ikan cakalang merupakan produk perikanan yang cukup menonjol di Kota Kendari di bandingkan dengan produk ikan lainnya. Upaya yang perlu dilakukan untuk menghambat proses pembusukan tersebut yaitu dengan cara pengasapan. Pengasapan ikan merupakan penggabungan dari proses penggaraman, pengeringan, dan pemberian asap dengan tujuan mencegah kerusakan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bakteri patogen apa saja yang terdapat pada ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) asap dipasar tradisional Kota Kendari dengan metode kultur. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif berbasis laboratorium. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ikan cakalang asap yang dijual dipasar tradisional kota kendari. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling sebanyak 3 sampel. Hasil penelitian dari pemeriksaan Angka Lempeng Total (ALT) sampel 1 diperoleh 135 × 106, sampel 2 sebanyak 13 × 106, sedangkan sampel 3 diperoleh sebanyak 275 × 106. Hasil pemeriksaan Bakteri Vibrio cholera sampel 1 diperoleh sebanyak 140 × 101, sampel 2 sebanyak 90 × 101, dan sampel 3 terdapat 190 × 101. Hasil pemeriksaan bakteri Staphylococcus aureus pada sampel 1 terdapat 6 × 106, sampel 2 tidak bisa dihitung dan sampel 3 terdapat 56 × 106. Hasil tersebut sudah melewati Standar Nasional Indonesia 2725.1:2009. Sedangkan untuk hasil pemeriksaan bakteri Salmonella thypi dan Escherichia coli tidak terjadi pertumbuhan koloni pada media.
- DETEKSI BAKTERI E.COLI DAN ENTEROTOXIGENIC (ETEC) PADA URIN PENDERITA INFEKSI SALURAN KEMIH (ISK) DENGAN METODE MULTIPLEX PCR DI RS BHAYANGKARA KENDARI
MANGIRI, NINDY VANESSA;
-, MUZUNI -;
-, SATRIANI SYARIF
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 3 No 2 DESEMBER (2019): MEDILAB
Publisher : Jurnal MediLab Mandala Waluya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAK Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah istilah umum yang dipakai untuk menyatakan adanya invasi mikroorganisme pada saluran kemih, penyakit ini dapat menyerang pasien dari segala usia mulai bayi baru lahir hingga orang tua. Hampir semua ISK disebabkan invasi mikroorganisme ascending dari uretra ke dalam kandung kemih, pada beberapa pasien invasi mikroorganisme dapat mencapai ginjal. Sekitar 90% ISK secara umum disebabkan oleh E.coli dan pada beberapa kasus ISK juga ditemukan Enterotoxigenic (ETEC) yang merupakan salah satu virulensi dari E.coli. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeteksi DNA E.coli dan ETEC pada urin penderita ISK di Rumah Sakit Bhayangkara Kendari menggunakan metode mPCR. Jenis penelitian ini adalah deskriptif berbasis laboratorium. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 16 orang menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan jumlah sampel 15 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 15 sampel (100%) urin positif E.coli dengan terbentuknya pita DNA, dan tidak terbentuknya pita DNA ETEC (0%). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa metode mPCR dapat mendeteksi gen bakteri E.coli pada semua sampel urin pasien ISK dengan jumlah sampel positif adalah 15 (100%), namun tidak ditemukannya virulensi ETEC. Saran untuk peneliti selanjutnya yaitu diharapkan mendeteksi virulensi Escherichia coli pada urin penderita ISK dengan menggunakan teknik immunoassay, serta menggunakan kontrol positif dan negatif pada setiap perlakuan terhadap sampel.
- SKRINING KAPANG ASPERGILLUS SPP. PENGHASIL AFLATOKSIN PADA PRODUK SUSU OLAHAN KEDELAI DI KOTA KENDARI
RAIS, SRI WAHYUNI;
-, SUWARNY RUHI;
-, YULLI FETY
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 3 No 2 DESEMBER (2019): MEDILAB
Publisher : Jurnal MediLab Mandala Waluya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAK Mikotoksin yang dihasilkan oleh kapang Aspergillus flavus dan Aspergillus parasiticus yaitu aflatoksin M1 (AFM1) yang dapat ditemukan pada produk olahan susu kedelai. Keberadaan aflatoksin M1 (AFM1) dalam susu olahan kedelai sangat berbahaya karena dapat mengganggu kesehatan manusia terutama bagi anak-anak. Penyakit yang disebabkan oleh kontaminasi aflatoksin M1 (AFM1) yaitu Kanker hati dan gangguan pencernaan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya Kapang Aspergillus spp penghasil aflatoksin pada susu olahan kedelai di kota Kendari. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah susu olahan kedelai yang di produksi oleh industri rumah tangga di Kota Kendari dengan sampel sebanyak 8 sampel. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 6 sampel susu olahan kedelai terdapat kapang Aspergillus parasiticus dan sebanyak 2 sampel terdapat kapang Aspergillus flavus. Saran untuk penelitian selanjutnya yaitu digunakan media selektif untuk pertumbuhan Aspergillus flavus dan Aspergillus parasiticus dalam melakukan deteksi Aspergillus spp. penghasil aflatoksin pada jenis sampel lain.
- EFEKTIVITAS EKSTRAK BUAH ASAM JAWA (TAMARINDUS INDICA L.) TERHADAP HITUNG JUMLAH LEUKOSIT METODE LANGSUNG
RAHMADHANTY, WA NUR ARLIN;
-, TITI PURNAMA;
-, NURSIDAH -
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 3 No 2 DESEMBER (2019): MEDILAB
Publisher : Jurnal MediLab Mandala Waluya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAK Pemeriksaan laboratorium yang sering dilakukan yaitu pemeriksaan darah, salah satunya hitung jumlah leukosit. Jumlah leukosit dihitung per satuan volume darah dengan membuat pengenceran dari darah menggunakan larutan Turk. Larutan Turk seringkali tidak tersedia atau kadaluarsa, sehingga dilakukan penelitian untuk mencari alternatif pengganti reagen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas variasi konsentrasi ekstrak buah asam jawa (Tamarindus indica L.) terhadap jumlah leukosit. Jenis penelitian ini yaitu penelitian eksperimen yang dilaksanakan di Laboratorium Klinik Terpadu STIKES Mandala Waluya Kendari. Jumlah sampel yaitu sebanyak 24 sediaan kamar hitung dengan metode pemeriksaan secara manual menggunakan kamar hitung yang diperiksa dengan mikroskop. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 24 sediaan kamar hitung diperoleh jumlah rata-rata leukosit pada larutan kontrol yaitu 9.208 sel/mm3, ekstrak asam jawa konsentrasi 50% dengan hasil rata-rata yaitu 8.408 sel/mm3, ekstrak asam jawa konsentrasi 70% dengan hasil rata-rata yaitu 6.391 sel/mm3, dan ekstrak asam jawa konsentrasi 100% dengan rata-rata yaitu 5.983 sel/mm3. Hasil uji hipotesis menunjukan bahwa nilai sig 0,000 < ? (0,05) maka terdapat efektivitas konsentrasi ekstrak buah asam jawa (T. indica L.) terhadap hitung jumlah leukosit metode langsung maka H1 diterima dan H0 ditolak. Berdasarkan hasil yang diperoleh, ekstrak buah asam jawa konsentrasi 50% merupakan konsentrasi paling efektif untuk menggantikan asam asetat glasial dalam larutan Turk. Saran bagi peneliti selanjutnya agar menggunakan variasi konsentrasi yang lebih rendah dan variasi pH untuk mengetahui konsentrasi dan pH yang paling efektif.