cover
Contact Name
Moh Shidqon
Contact Email
ajidshidqon@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ajid.shidqon@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
ISSN : 26858908     EISSN : 26862603     DOI : -
Core Subject : Engineering,
PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI di terbitkan oleh PERHAPI dan terbit tahunan dan mempunya ISSN 2686-2603 (Online) & ISSN 2685-8908 (Cetak).
Arjuna Subject : -
Articles 88 Documents
Search results for , issue "2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI" : 88 Documents clear
OPTIMALISASI PERAN PUBLIC RELATIONS DALAM MENGAWAL REPUTASI INDUSTRI PERTAMBANGAN Mahmudah, Zulfatun
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.155

Abstract

Industri pertambangan, khususnya batu bara selalu disorot sebagai industri yang merusak lingkungan. Implementasi good mining practice oleh sejumlah industri tambang terlihat belum mampu mengubah opini tersebut. Bahkan kontribusi industri ini terhadap negara dalam bentuk pajak dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP), masih belum bisa mendorong publik melihat tambang secara berimbang. Banyaknya program CSR dengan pendanaan besar, juga belum mampu menutup opini negatif yang kerap muncul dalam sejumlah pemberitaan.Opini negatif publik terhadap kehadiran tambang, berdampak signifikan terhadap reputasi industri ini. Padahal reputasi sebagai intangible asset, memiliki arti penting bagi sebuah korporasi. Reputasi akan berimbas pada perolehan ijin sosial untuk beroperasi. Lantas bagaimana upaya industri pertambangan menjaga reputasinya? Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah dengan optimalisasi peran public relations (PR). Di era komunikasi saat ini, dimana informasi begitu cepat tersebar, PR menjadi bagian penting dalam pembentukan reputasi korporasi. Industri tambang sebagai industri yang sangat rentan dengan issu negatif, sudah seharusnya mengoptimalkan peran PR. PR tidak bisa ditempatkan hanya  sebagai bayang-bayang operation, yang tertera dalam struktur korporasi hanya sebagai pelengkap saja.Paper ini tidak dimaksudkan untuk menguji pengaruh satu variable terhadap variable lain. Dalam paper  ini dipaparkan alternatif komunikasi dan penanganan opini publik di industri pertambangan, melalui peran PR. Metode penelitian yang dipilih adalah kualitatif deskriptif. Pemaparan didasarkan pada studi kasus penerapan PR di PT Kaltim Prima Coal (KPC).Ada dua alternatif yang dipaparkan dalam paper ini. Petama, penerapan communication plan dalam bentuk program preventif dan kuratif. Kedua, penerapan model PR berbasis karyawan sebagai agen PR. Tulisan ini juga dimaksudkan untuk melihat dampak langkah PR terhadap pemberitaan media dan kelancaran operasi tambang. Dengan langkah ini diharapkan pemberitaan tentang tambang lebih berimbang, sehingga reputasi industri pertambangan lebih baik di  masa mendatang.
DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP OPERASIONAL PT. KALTIM PRIMA COAL Nursandi, Wahyu Asmoro; Siswanto, Agus; Junaidi, Moh.
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.166

Abstract

Kasus penyebaran COVID-19 pertama kali ditemukan di wilayah Wuhan, Tiongkok. Penyebaran COVID-19 mengalami peningkatan dan menjadi pandemic global. Badan Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi menetapkan kasus penyebaran COVID-19 sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (KKMMD). Hal ini berdampak kepada seluruh elemen kesehatan, sosial, ekonomi, dan budaya, termasuk bidang usaha pertambangan batubara. Tetapi perusahaan pertambangan batubara dituntut untuk tetap beroperasi, untuk menjamin pasokan energi saat terjadi pandemic global.PT. Kaltim Prima Coal sebagai salah satu perusahaan batubara terbesar di Indonesia, berkomitmen penuh untuk menjamin ketersedian pasokan energi baik secara regional maupun global. Hal ini selaras dengan visi PT. Kaltim Prima Coal. “Produsen batubara terkemuka Indonesia untuk memenuhi kebutuhan dunia, yang memberikan nilai optimal bagi semua pemangku kepentingan”. Hatari Department salah satu departemen di Mining Operation Division, PT. Kaltim Prima Coal yang mengoperasikan 4 pit operation melakukan berbagai inisiatif agar beroperasi dengan optimal, efektif, efisien, dan sesuai protokol kesehatan. Beberapa inisiatif yang dilakukan sebagai berikut:Pelaksanaan physical distancing dengan metode “drop zone” dan “zonasi”.Pengisian formulir pernyataan kesehatan karyawan, pengukuran suhu menggunakan thermo scan dan thermo gun, penggunakan masker, budaya cuci tangan, serta menggunakan hand sanitizer saat di dalam kabin alat berat.Penyemprotan disinfectant semua sarana transportasi diawal shift dan alat berat.Pengaturan penumpang sarana transportasi untuk mencukupi kebutuhan manpower dan penerapan physical distancing.Melalui inisiatif-inisiatif tersebut Hatari Department mampu mencapai target produksi yang direncanakan sebagai komitmen menjamin pasokan energi, serta praktek operasional terbebas dari pandemic COVID-19.
Penerapan Design Mud Pocket Dalam Proses Pembuangan Lumpur Pada Penambangan Batubara Wardana, Kurniawan Pitta; Miftachudin, Miftachudin
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.190

Abstract

PT Pamapersada Nusantara (PAMA) melakukan kegiatan pengupasan tanah penutup dan pengambilan batubara di lahan konsesi milik PT Adaro Indonesia yang berlokasi di kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Dengan target produksi 2019 sebesar 90 juta bcm overburden dan 14,5 juta ton batubara. Lokasi penelitian terletak pada area pembuangan Altis dari front pada elevasi +114  m dpl. Kondisi kolam lumpur dapat menampung 1.800.000 juta m3 lumpur. Proses penambangan tersebut akan menghasilkan lumpur cair yang berasal dari kolam penampungan (sump) yang terdapat di lokasi penambangan, yang nantinya akan dibuang ke area pembuangan khusus (disposal). Proses pengurasan lumpur ini dalam pertambangan dikategorikan pekerjaan kritis (highrisk) karena potensi kematian (fatality) tinggi.  Beberapa rekam jejak di pertambangan salah satunya truck masuk ke dalam kolam pembuangan lumpur yang menyebabkan fatality. Disamping itu dari segi operational, untuk produtivitas hauler pada proses disposal activity hingga 72 detik. Sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM Nomor 1827/K30/MEM/2018 dalam perencanaan pembuangan lumpur  yang terpenting adalah perhitungan stabilitas keseluruhan. Kestabilan konstruksi diperiksa dengan menentukan faktor keamanan lereng. Dibanyak kasus, perhitungan ini tidak dilakukan akibatnya tidak diketahui faktor keamanan konstruksi setelah dilakukan timbunan. Apakah area pembuangan yang didapat mampu mencegah terjadinya keruntuhan di bawah konstruksi sehingga dapat terjadi potensi masuknya truck ke dalam area pembuangan lumpur. Dari kondisi-kondisi di atas, perlu ada tinjauan teknis baru terkait kontruksi area pembuangan dan perhitungan safety factor dari kegagalan struktur tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan kajian teknis yang sesuai untuk proses pembuangan lumpur dan dapat meningkatkan produktivitas alat. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dan analisa data terkait kestabilan lereng maka dapat disimpulkan Design Mudpocket dapat diterapkan untuk proses pembuangan material lumpur pada kolam lumpur karena memiliki nilai SF = 1,4 dan dapat menurunkan disposal activity menjadi 53 detik serta mengurangi potensi terperosok truck masuk ke kolam karena saat proses dumping tidak bersinggungan dengan bibir jurang.
ANALISIS PERUBAHAN GEOMETRI BEKAS LUBANG BHM PADA OPERASI BOREHOLE MINING DI WILAYAH BEKAS TAMBANG TIMAH ALUVIAL BERDASARKAN DATA GEOFISIKA
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.134

Abstract

Sisa cadangan timah aluvial di sekitar bekas tambang besar dapat menjadi peluang dalam mengoptimalisasi potensi cadangan menggunakan sistem penambangan skala kecil. Salah satu terobosan terbaru dalam sistem penambangan sisa cadangan timah aluvial di darat adalah metode borehole mining (BHM). Namun operasi penambangan menggunakan BHM memiliki beberapa dampak lingkungan terutama terkait dengan bekas lubang yang ditinggalkan. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan geometri bekas lubang tersebut baik di permukaan maupun di bawah permukaan melalui pengamatan langsung di lapangan serta pengukuran dengan metode geofisika. Lokasi studi berada di bekas tambang besar Blok Air Nudur di Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Metode geofisika yang digunakan untuk mengidentifikasi perubahan geometri bekas lubang BHM adalah GPR (ground penetrating radar) dan IP (induced polarization). Metode GPR memiliki kemampuan visual bawah permukaan dengan resolusi tinggi pada kedalaman dangkal serta metode ini dapat membedakan lapisan yang stabil dan tidak stabil. Metode IP digunakan untuk menentukan lapisan batuan penutup dan kondisi lapisan aluvial yang sebagian sudah menjadi lubang. Kedua metode ini akan saling menguatkan dalam menginterpretasikan perubahan geometri bekas lubang BHM X dan BHM Y. Perubahan diameter lubang dan kedalamannya diukur langsung di lapangan dalam kurun waktu 2 (dua) bulan sejak selesai dilakukan operasi penambangan dengan metode BHM diikuti dengan pengukuran topografi secara berkala menggunakan UAV (unmanned aerial vehicle). Hasil pengamatan terhadap perubahan elevasi permukaan tanah di sekitar bekas lubang BHM terdapat indikasi penurunan permukaan tanah sekitar 1 m. Sedangkan hasil pengolahan data GPR menunjukkan perubahan geometri lubang dengan pola radargram hummocky menjadi chaotic. Interpretasi dari pengolahan data IP menunjukkan nilai dan chargeabillity 3 – 12 ms pada lapisan aluvial yang terganggu di sekitar bekas lubang BHM X dan BHM Y.
PENGGUNAAN OLI BEKAS DALAM CAMPURAN BAHAN PELEDAK EMULSI PADA TAMBANG BATUBARA
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.150

Abstract

PT. Multi Nitrotama Kimia merupakan salah satu perusahaan jasa pertambangan yang bergerak pada bidang penyedia jasa peledakan dan penjualan bahan peledak terbesar di Indonesia. PT Putra Perkasa Abadi Jobsite Alam Bara Jaya Pratama merupakan salah satu customer dari PT Multi Nitrotama Kimia yang melakukan kegiatan operasional pertambangan yang besar sehingga memiliki limbah oli bekas yang banyak. PT. Putra Perkasa Abadi Jobsite Alam Bara Jaya Pratama bekerjasama dengan PT Multi Nitrotama Kimia untuk mengelola limbah oli bekas ini menjadi bahan campuran dalam pembuatan bahan peledak berbasis emulsi agar dapat mengurangi jumlah limbah bahan beracun dan berbahaya (oli bekas) dan mengurangi biaya operasional peledakan.Tahap awal penelitian dilakukan dengan uji laboratorium 9 parameter oli bekas sesuai dengan kriteria limbah B3 minyak pelumas dari bekas kegiatan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun untuk kegiatan pemanfaatan limbah bahan berbahaya dan beracun dengan tujuan sebagai kontrol dan upaya untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan akibat penggunaan oli bekas sebagai campuran dalam pembuatan bahan peledak berbasis emulsi. Sesuai dengan standar yang ada, treatment yg dilakukan terhadap mixing bahan peledak dengan campuran 100% waste oil yang dilakukan oleh PT. MNK tetap menghasilkan kualitas peledakan yang optimal sehingga dapat menekan penggunaan solar dan mengurangi biaya operasional peledakan
EVALUASI PENAMBANGAN TIMAH METODE BOREHOLE MINING BERDASARKAN RENCANA KERJA DI TAMBANG KECIL TERINTEGRASI UNIT PRODUKSI DARAT BANGKA PT TIMAH Tbk
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.206

Abstract

PT Timah Tbk sering mengalami kesulitan dalam mengatasi masalah konflik pembebasan lahan terutama pada penambangan metode tambang besar. Akibatnya, perusahaan mengalami situasi yang sangat sulit untuk membuat perencanaan tambang, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Dengan adanya Sistem Penambangan BHM (Borhole Mining)/  metode tambang bor bawah tanah yang diharapkan mempermudah aktivitas penambangan dengan pembukaan lahan minimal dan menghindari pembukaan lapisan penutup. Penelitian ini bertujuan mengetahui sistem perencanaan, masalah yang dihadapi dan solusi yang diharapkan. Pada penelitian kuantitatif ini dilakukan untuk membandingkan target dan ketercapaian untuk bulan Oktober dan November. Berdasarkan target produksi 139,4 kg Sn/ bulannya namun tidak tercapai produksi pada bulan Oktober maupun November yakni masing – masing 62,45 Kg Sn dan 26, 38 Kg Sn. Kemudian, untuk jam jalan dengan target yaitu 184 jam/ bulan tidak tercapai pada bulan Oktober maupun November yaitu masing – masing sebesar 94 jam/ bulan dan 59 jam/ bulan. Masalah yang dihadapi tidak tercapainya target produksi dan jam jalan terdiri atas 2 penyebab diantaranya alat yang terdiri dari kendala mesin rusak, Jumbo Bag rusak, Cuaca dan Iklim, pipa aus, tripod bengkok dan karpet shakan lepas. Kemudian yang kedua faktor manusia yaitu lalai dalam melakukan pengawasan Solusi atas  permasalahan yang dihadapi dalam mencapai target produksi diantaranya lakukan perawatan dan pengecekan terhadap mesin dan penambahan daya mesin yang lebih besar dari 26 Hp, perhatikan kondisi pipa sebelum dipergunakan, waspadai cuaca dan iklim serta perhatikan area pengolahan terutama pada shakanSehingga Borehole Mining (BHM) belum efektif walaupun harus menggunakan cadangan yang sesuai Break Event Grade (BEG) atau dengan biaya relatif rendah.
RISK MANAGEMENT THROUGH LANDSLIDE BACK ANALYSIS IN GRASBERG MINE, PAPUA
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.222

Abstract

Grasberg is an ‘ultra-deep’ open pit copper-gold mine located in the highland of Jayawijaya mountain range of Papua province, Indonesia. Throughout its long history, Grasberg had critical geotechnical challenges that pose a threat to their operational and mining infrastructures. Landslide is one of the geotechnical hazards that has extreme potential damage that need to be further addressed. In general, one of the routines for approaching landslide behavior is through numerical analysis which is called a runout analysis.There are three main tasks to run this analysis:1. Modeling back-analysis on the past landslide events at Grasberg to define behavioral parameters that meet its actual components namely maximum distance reached, thickness, and deposits distribution of debris flows. 2. Prediction of upcoming model of landslide events that incorporating mm precision topographical survey and detailed geological structure identification via laser scanning as a reasonable landslide’s thickness limit.3. Development of risk management based on predictive landslide model and working criteria as a guidance for mine operation The combination of runout analysis and slope movement criteria which was provided by radar monitoring will give clear guidance and required action plans from mining operation team to address potential landslide issues in the mine to provide safe-productive mine operation.
BERBAGI KEBAHAGIAAN DENGAN MASYARAKAT SEKITAR TAMBANG
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.175

Abstract

Pertambangan adalah usaha kegiatan yang mengambil sumber daya alam di dalam bumi dari mulai eksplorasi, pembukaan tambang, operasi sampai pasca tambang. Sumber daya alam yang ada diperut bumi haruslah diambil dengan cara dan kaidah pertambangan yang baik. Oleh karena itu pertambangan haruslah legal/berizin. Karena dengan legal maka akan diketahui apakah penambang itu paham kaidah penambangan yang baik dan apakah lahan itu ekonomis ditambang. Jangan sampai pola penambangannya akan membuat masalah pada komponen lingkungan yang ada disekitar tambang. Faktor evaluasi untuk mengetahui tingkat kepentingan dampak pada usaha pertambangan adalah jumlah masyarakat yang terkena dampak. Jika banyak masyarakat terkena dampak yang tidak mendapatkan manfaat lebih banyak dibandingkan masyarakat terkena dampak dan mendapat manfaat maka kegiatan usaha pertambangan ini masuk kategori dampak penting. Manusia yang ada di sekitar tambang harus mendapatkan manfaat yang besar dari usaha pertambangan tersebut. Mereka adalah kelompok masyarakat pertama yang harus diperhatikan oleh pelaku usaha pertambangan. Masyarakat sekitar tambang banyak dirugikan dengan adanya operasional tambang. Kebanyakan dari mereka terusir dari lingkungannya. Padahal seharusnya merekalah yang paling bahagia dengan adanya aktivitas pertambangan. Tambang yang legal saja banyak masyarakat sekitarnya yang diabaikan , kalaupun dapat kontribusi tapi sangat tidak sebanding dengan hasil yang mereka dapatkan. Apalagi tambang ilegal yang mana tidak ada pengawasan dari instansi resmi. Harus ada program CSR dan Sosial Pertambangan yang terencana dan terukur. Program sebaiknya tidak hanya memberikan ikan yang berpotensi memelihara kemiskinan. Tapi haruslah dirancang program yang memberikan kail sehingga mereka tergerak untuk aktif bangkit dari kemiskinan atau dari keadaannya yang sekarang. Pada peneltian ini Saya ingin memberikan salah satu resep CSR yang bisa dicoba oleh perusahaan tambang untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat sekitarnya. Metode penelitiannya yaitu metode deskriptif. Metode ini berusaha menggambarkan objek atau subjek  apa adanya, dengan tujuan menggambarkan secara fakta dan karakteristik objek  yang  diteliti secara tepat.Program CSR dan Sosial Pertambangan haruslah menjadi jalan keluar dari cerita suram nan kelam dari keluarga – keluarga disekitar lokasi tambang. Tenaga SDM yang ada dibidang tersebut sebaiknya SDM yang berkompeten dalam bidang CSR dan Sosial Pertambangan. Bukanlah SDM yang asal rekrut tidak sekompetitif rekrutment SDM di bagian teknisnya. Sumber daya alam ini adalah karunia dari Tuhan Yang Maha Esa, maka sudah tentu bentuk syukur kita dengan menambang yang baik dan nantinya mengembalikan ke rona awal bukan merusaknya.Selain itu bentuk syukur lainnya adalah berbagi kebahagiaan dengan masayarakat sekitarnya karena mereka berhak atas kekayaan yang ada disekitar tenpat tinggalnya. 
PENGELOLAAN MATERIAL LUMPUR SEDIMEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SLURRY PUMP
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.185

Abstract

Material lumpur pada kegiatan pertambangan merupakan material khusus yang perlu pengelolaan tertentu dalam proses pengangkutannya ke area disposal. Secara umum , lumpur dapat dibedakan menjadi lumpur original dan lumpur sedimen. Lumpur sedimen terbentuk akibat proses hasil erosi material insitu atau material exsitu. Lumpur sedimen biasanya terjadi pada area rawa, settling pond, atau area sump yang tercampur dengan material-material di sekitar main sump. Salah satu upaya yang digunakan PT Arutmin Indonesia dalam pengelolaan material lumpur didalam area pit selain menggunakan metode pengangkutan dan penimbunan, menggunakan metode slurry pump. Pengelolaan material lumpur menggunakan metode slurry pump memerlukan media air sebagai bahan campuran dengan material lumpur, dragflow akan mentransfer material campuran antara lumpur dan air didalam sump menuju slurry tank, selanjutnya dipompa menuju area disposal menggunakan booster pump Metso HM200. Pada booster pump Metso HM200, akan menghasilkan angka debit setiap material campuran antara lumpur dan air yang sudah terpompa. Material lumpur yang masuk kedalam slurry tank dilakukan pengambilan sampel dari outlet slurry tank menuju booster pump Metso HM200 setiap tiga puluh menit sekali untuk mengetahui nilai SG (Specific Gravity). Specific Gravity merupakan rasio dari rapat massa suatu lumpur yang terpompa terhadap rapat massa air.  Data yang dihasilkan dari metode slurry pump berupa nilai debit pompa dari booster pump Metso HM200 dan SG (Specific Gravity) material campuran antara lumpur dengan air sehingga dihasilkan jumlah volume total material campuran antara lumpur dan air yang terpompa menuju area disposal. Melihat pengelolaan material lumpur di area sump memerlukan penanganan khusus, maka makalah ini disusun guna menjelaskan metode pengelolaan lumpur sedimentasi dengan mempertimbangkan aspek teknis, produktivitas, serta aspek keselamatan.
ANALISA KEWAJARAN ATAS PENGGUNAAN BAHAN BAKAR PADA ALAT GALI-MUAT DAN ALAT ANGKUT MENGGUNAKAN UJI DUA-UJUNG
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.179

Abstract

Ketiadaan metode untuk mengetahui batas kewajaran dari konsumsi bahan bakar minyak pada operasional pertambangan, menjadikan pendekatan secara statistik dilakukan untuk mengetahui batas kewajaran dari konsumsi bahan bakar minyak secara aktual dibandingkan dengan yang tertera pada manual handbook dari alat operasional yang digunakan. Konsumsi bahan bakar menurut manual handbook untuk alat gali-muat LIEBHERR 9350 sebesar 207,23 liter/jam dan HITACHI 2500 sebesar 191,51 liter/jam, sedangkan alat angkut CATERPILLAR 777D sebesar 36-53 liter/jam (kategori rendah), 53-73,8 liter/jam (kategori medium), dan 73,8-96,5 liter/jam (kategori tinggi). Pendekatan secara statistik ini dilakukan setelah pemenuhan konsep pemindahan tanah mekanis. Sebagai hasilnya, didapatkan perbedaan konsumsi bahan bakar aktual dengan manual handbook pada alat gali-muat LIEBHERR 9350 sebesar 3,72%  dan HITACHI 2500 sebesar 3,26% dimana hal tersebut masih termasuk batas wajar pemakaian bahan bakar sedangkan alat angkut CAT 777D yang beroperasi pada LIEBHERR 9350 memiliki perbedaan konsumsi bahan bakar sebesar 29,64% dimana hal tersebut sudah melebihi batas wajar pemakaian dan CAT 777D yang beroperasi pada HITACHI 2500 memiliki perbedaan konsumsi bahan bakar sebesar 7,14% dimana hal tersebut masih dalam batas wajar pemakaian bahan bakar alat.