cover
Contact Name
Moh Shidqon
Contact Email
ajidshidqon@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ajid.shidqon@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
ISSN : 26858908     EISSN : 26862603     DOI : -
Core Subject : Engineering,
PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI di terbitkan oleh PERHAPI dan terbit tahunan dan mempunya ISSN 2686-2603 (Online) & ISSN 2685-8908 (Cetak).
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
Search results for , issue "2021: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI" : 23 Documents clear
PEMODELAN PENGUJIAN PEMAMPATAN DAN PENGEMBANGAN TANAH DENGAN PENDEKATAN METODE ELEMEN HINGGA MODEL KONSTITUTIF PLASTISITAS CAM-CLAY MODIFIKASI PADA MATERIAL BERPORI Vergiagara V.; Saptono S.
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2021: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.261

Abstract

Sifat rekayasa tanah berpori penting untuk desain dan konstruksi struktur geoteknik. Perilaku kompresibilitas tanah berpori seperti lempung bergantung pada waktu dan mencirikan perilaku lempung tersebut, dan digunakan uji konvensional satu dimensi, yaitu uji Oedometer. Keberhasilan penggunaan analisis numerik dalam memecahkan masalah rekayasa geoteknik tergantung pada model konstitutif yang dipilih untuk mewakili perilaku material yang sebenarnya. Model konstitutif yang terkait dengan material tertentu harus menggambarkan perilaku material di bawah gangguan eksternal. Model ini diformulasikan secara matematis secara khusus untuk mewakili tanah berpori lunak seperti lempung dan menyediakan beberapa parameter yang memungkinkan representasi akurat dari karakteristik respons tegangan-regangan pra-kegagalan. Model konstitutif Cam-Clay Modifikasi dalam perangkat lunak Metode Elemen Hingga Simulia ABAQUS dalam penelitian ini secara sistematis mewakili perilaku lempung berpori lunak dan memberikan beberapa parameter yang memungkinkan akurasi untuk mewakili karakteristik respons tegangan-regangan bahan berpori.
STUDI PENEMPATAN MINERAL KADAR RENDAH DI STOCKPILE SEJORONG DALAM RANGKA PENINGKATAN RECOVERY REHANDLE BIJIH DAN PEMENUHAN ASPEK KONSERVASI MINERAL Arruya Ashadiqa; Golda C. Pardede; Mastoni Damanik
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2021: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.256

Abstract

Konservasi mineral menurut Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No.1827/2018 adalah upaya dalam rangka optimalisasi pengelolaan, pemanfaatan dan pendataan sumber daya mineral secara terukur, efisien, bertanggung jawab dan berkelanjutan. Sejalan dengan tahap penambangan pit Batu Hijau yang akan memasuki Phase 7 Additional Cutback (7AC) maka dibuatlah studi untuk menempatkan mineral kadar rendah di area stockpile yang kontak dengan topo in-situ dibandingkan jika harus dibuang ke penimbunan batuan penutup. Diharapkan dengan adanya studi ini, perolehan (recovery) tonase bijih yang akan di-rehandle dapat ditingkatkan secara optimal karena potensi dilusi material bijih yang kontak dengan topo in-situ akan lebih kecil, sehingga dapat memaksimalkan produksi logam yang dihasilkan di pabrik pengolahan. Berdasarkan studi ini, estimasi peningkatan nilai perolehan rehandle material bijih sebesar 2,5 % dan  perolehan produksi logam sekitar 18,8 Mlbs Cu, 15,6 Koz Au dan 61,7 Koz Ag. Selain itu, dengan melihat tren peningkatan harga logam dunia, maka ada peluang untuk memanfaatkan kembali mineral kadar rendah ini di kemudian hari dalam upaya menciptakan warisan terbaik bagi semua pemangku kepentingan sesuai dengan Visi dan Misi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN).
PENGGUNAAN METODE PEMBOBOTAN TERHADAP KONDISI LOADING POINT MENGGUNAKAN ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) DI MINING OPERATION DIVISION, PT KALTIM PRIMA COAL Boy Sihombing
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2021: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.251

Abstract

Dalam rangka mempertahankan daya saing perusahaan di industri pertambangan dunia, KPC terus menyesuaikan diri dan mengubah cara kerja dengan teknologi transformasi digital. Pemanfaatan aplikasi “Miners App” di Mining Operation Division (MOD) sebagai alat kerja sudah menjadi kebutuhan agar proses informasi menjadi lebih cepat, transparan dan real-time, sehingga dapat merespon perbaikan secara lebih cepat. Produktivitas alat gali di MOD dipengaruhi oleh 2 parameter utama yaitu spotting time dan loading time. Terkait dengan hal ini, “Checklist” kondisi loading point adalah salah satu fitur yang dikembangkan di Miners App untuk menilai kelayakan operasional alat gali. Checklist kondisi loading point yang ada saat ini dinilai belum mencakup keseluruhan kondisi yang akan memengaruhi 2 parameter utama produktivitas tersebut. Saat ini terdapat 5 checklist kondisi loading point dimana setiap pilihan memiliki rentang nilai 1 sampai dengan 5 yang nantinya akan dinilai oleh masing-masing supervisor loading point. Hanya saja, penggunaan nilai rata-rata dari ke-5 checklist loading point ini masih belum dapat mewakili gambaran pencapaian produktivitas yang sebenarnya. Oleh karena itu, makalah ini membahas tentang penambahan 3 checklist baru kondisi loading point dan penggunaan metode pembobotan terhadap masing-masing pilihan kondisi yang ada. Proses pembobotan akan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dari hasil Forum Group Discussion (FGD) yang beranggotakan 20 orang karyawan MOD yang dinilai ahli dibidang operasional tambang. Hasil dari penggunaan metode AHP ini didapatkan bahwa nilai consistency ratio (CR) dari setiap kondisi loading point, baik yang berkaitan dengan parameter spotting time ataupun loading time, lebih kecil dari 10% yang berarti bahwa penilaian yang dilakukan oleh ahli tersebut konsisten. Nilai pembobotan paling besar terhadap kondisi loading point yang mempengaruhi loading time adalah fragmentasi dan bucket penetration (41,57%) sementara pembobotan paling besar terhadap kondisi loading point yang mempengaruhi spotting time adalah lebar loading point (19,35%).
KAJIAN ANALISIS RAWAN LONGSOR DI AREA TAMBANG Wisnu Setiono
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2021: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.267

Abstract

 Kabupaten Bogor merupakan daerah yang mempunyai tingkat kerawanan cukup tinggi terhadap kejadian tanah longsor. Berdasarkan pemetaan yang telah dilaksanakan oleh pemerintah daerah, Kecamatan Tanjungsari Bogor merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Bogor yang mempunyai tingkat kerawanan sedang tinggi terhadap kejadian tanah longsor. Kajian saya ambil di lahan WIUP PT. Arto Bangun Cemerlang yang terletak di Desa Sirnarasa Kecamatan Tanjungsari Bogor. Pada lokasi kegiatan didominasi dengan kemiringan lereng antara 0-30% dengan formasi Batuan Andesit, breksi dan lempung pasiran dan juga curah hujan yang cukup tinggi sebesar 2.000 mm/tahun – 4.000 mm/tahun maka termasuk ke dalam daerah yang memiliki pergerakan tanah yang sedang sampai dengan tinggi. Penyebab terbesar kemungkinan terjadinya longsor pada lokasi kegiatan adalah curah hujan yang cukup tinggi sebesar 2.000 mm/tahun – 4.000 mm/tahun. Untuk mengantisipasi terjadinya longsor pada lokasi kegiatan yaitu dengan kajian geoteknik dengan rekomendasi teknis tinggi lereng 5-10 meter dan kemiringan 650 sehingga memiliki faktor keamanan (FK) yang dihasilkan sebesar 1,35-2,43 (kategori aman). Disisi lain juga harus dibuatnya aliran air untuk mengantisipasi terjadinya curah hujan yang tinggi dengan dimensi drainase tinggi (H) = 20 cm; lebar atas (La) = 50 cm; dan lebar bawah (Lb) = 20 cm. 
ANALISIS AWAL PENDUGAAN NILAI UCS DARI NILAI PLI UNTUK BATU LEMPUNG DAN BATU PASIR , PT ARUTMIN INDONESIA TAMBANG ASAM ASAM, KALIMANTAN SELATAN Muhamad Zainal Kahfi
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2021: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.246

Abstract

Dalam beberapa tahun kedepan, proyeksi kebutuhan batubara masih terus mengalami peningkatan. Imbas dari hal tersebut, bukaan lubang tambang akan bertambah luas dan dalam. Kondisi tersebut mengharuskan adanya perhatian yang lebih terhadap keamanan bekerja di lokasi penambangan. Salah satu hal yang berperan dalam peningkatan keamanan bekerja adalah kondisi lereng tambang yang relatif stabil. Kondisi tersebut harus bisa dinilai secara kuantitatif. Untuk penilaian tersebut, salah satu inputnya adalah sifat mekanik batuan. Agar dapat menghasilkan kesimpulan analisis secara tepat, maka sifat mekanik batuan sebaiknya diambil dari lokasi yang berdekatan dengan lokasi yang dianalisis melalui pemetaan geoteknik. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari bias data akibat interpolasi kekuatan batuan yang didapat dari lubang bor yang telah ada sebelumnya. Uji yang sering dilakukan untuk mendapatkan sifat tersebut adalah Uji Kuat Tekan Uniaksial (UCS) dan Uji Point Load (PLI). Secara umum, UCS relatif lebih lama dan kompleks dalam pengujiannya dibandingkan PLI. Akan tetapi, kedua uji tersebut bisa saling berkorelasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan persamaan untuk mengkorelasikan nilai UCS dan PLI di area penelitian. Dari kumpulan data yang telah ada sebelumnya, secara statistik melalui piranti lunak SPSS, didapatkan hasil regresi linear adalah UCS = 9.77*PLI untuk batu lempung dan UCS = 12.93*PLI untuk batu pasir. Dengan adanya persamaan ini diharapkan hasil analisis geoteknik dapat dilakukan dengan lebih cepat dan tepat.
THE IMPLEMENTATION OF ARTIFICIAL INTELLIGENCE FOR REAL TIME PIT MONITORING AT BATU HIJAU SITE, INDONESIA Ezra Drieka; Fransiscus Cahya Kusnantaka; Khatib Syarbini
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2021: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.262

Abstract

Program pemantauan lereng merupakan bagian dari sistem pengelolaan lereng untuk memitigasi risiko keruntuhan lereng. Kehadiran instrumentasi pemantauan tidak hanya membantu identifikasi bahaya dan mengontrol risiko tetapi juga mengurangi kecemasan tenaga kerja dengan memastikan kondisi lapangan yang dipantau oleh personel yang berpengalaman dan kompeten. Radar stabilitas lereng telah muncul sebagai instrumen utama dalam pemantauan berkelanjutan kondisi pit karena dirancang guna mendeteksi deformasi lereng hingga skala milimeter.  Saat ini, dengan metode pemantauan radar yang ada, insinyur menetapkan nilai batas berdasarkan perpindahan atau kecepatan, yang biasanya bervariasi, tergantung pada karakteristik geoteknik daerah tersebut. Sementara itu, masalah muncul ketika nilai ambang yang terlalu konservatif diterapkan, menyebabkan banyak prediksi dan alarm yang salah. Penelitian ini mencoba mengatasi masalah ini dengan mengintegrasikan kecerdasan buatan untuk mendapatkan prediksi yang lebih akurat dan lebih cepat. Kecerdasan buatan dalam bentuk regresi terawasi dan pengelompokan tanpa pengawasan digunakan untuk mengevaluasi data radar secara langsung. Model regresi linier digunakan untuk mengukur hubungan antara waktu dan pergerakan. Berdasarkan teori pergerakan inversi kecepatan, gerakan linier secara bertahap akan berubah karakteristiknya ke arah gerakan progresif. Oleh karena itu, model linier dipilih sebagai model yang tepat untuk mengidentifikasi pergerakan selama masih dalam fase linier sedini mungkin.  Hasil dari metode sebelumnya selanjutnya akan dikelompokkan menggunakan metode pengelompokan tanpa pengawasan. Ini adalah teknik pengelompokan fitur-ruang non-parametrik yang tidak memerlukan pengetahuan sebelumnya tentang jumlah klaster, dan tidak membatasi bentuk klaster. Kluster dengan jumlah piksel yang kurang dari jumlah ambang minimum piksel akan difilter sebagai prediksi palsu, dan sisanya tetap. Hasil uji coba menunjukkan bahwa metode ini mampu mengurangi prediksi palsu dan memiliki akurasi yang lebih baik dalam memprediksi pergerakan riil. Namun, pengalaman dan penilaian insinyur masih diperlukan untuk menentukan dengan benar parameter kecerdasan buatan serta memvalidasi hasil prediksi dengan kondisi riil. Peningkatan dengan mudah dapat dilakukan dengan meningkatkan frekuensi akuisisi data, sementara penelitian lebih lanjut diperlukan dengan melakukan analisis beberapa variasi kerangka waktu.
KEANEKARAGAMAN HAYATI KAWASAN NIKEL LATERIT STUDI: PERTAMBANGAN NIKEL PULAU OBI, MALUKU UTARA Handayani S, Retno Dewi; Priyanto, Primus; Gultom, Tonny
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2021: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.257

Abstract

Keanekaragaman hayati atau biodiversitas (biological diversity/biodiversity) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan berbagai kehidupan di bumi yang mengacu pada berbagai ekosistem dan organisme hidup hewan, tumbuhan, habitat, komunitas, dan genetika.  Kegiatan pertambangan akan memberikan gangguan lingkungan selama dalam operasi dan akan dikembalikan fungsi lingkungan setelah penambangan selesai sesuai dengan rona akhir penambangan.  Aktivitas pembukaan lahan menyebabkan keterisolasian dan fragmentasi habitat yang beragam dan kepunahan spesies serta tekanan pertumbuhan populasi. PT. Trimegah Bangun Persada (PT. TBP) dan PT. Gane Permai Sentosa (PT.GPS) adalah anak perusahaan Harita Group yang bergerak dalam bidang tambang nikel yang berlokasi di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara.  Pulau Obi sebagai bagian dari kawasan biogeografi Wallacea memiliki keragaman flora dan fauna yang menarik dengan tingkat endemisitas yang tinggi khususnya kelompok avivauna (burung).  PT. TBP dan PT.GPS telah melakukan monitoring keanekaragaman hayati sebagai dasar pengelolaan lingkungan dengan tujuan mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan, mamalia, herpetofauna, burung dan serangga di areal PT.TBP dan PT.GPS dan sekitarnya.  Metode yang dipilih disesuaikan dengan komunitas dan taksa dari masing-masing flora dan fauna. Ekosistem di dalam areal PT. TBP dan PT.GPS adalah bagian dari ekosistem Pulau Obi yang sudah jauh berbeda dengan kondisi ekosistem alaminya.  Pada tahun 2007 terjadi kebakaran hutan yang menghabiskan hampir seluruh tegakan hutan di Pulau Obi termasuk hampir seluruh areal PT.TBP dan PT.GPS.   Saat ini masih terjadi proses suksesi dengan jenis tumbuhan yang mendominasi adalah kayu marufu/rufu ((Alphitonia incana) dan/atau papua (Leptospermum amboinense).  Permasalahan pada tanah nikel laterit umumnya kondisi tanah yang kurang subur karena minimnya unsur hara dan terbatasnya top soil tanah yang mengakibatkan proses suksesi berjalan cukup lama.   Beberapa jenis fauna yang dijumpai di areal studi PT.TBP dan PT.GPS,  seperti kuskus obi (Phalanger rothschildi), Nuri Kalung Ungu (Eos squamata obiensis), serta soa-soa (Hydrosaurus amboinensis) dan Jamides celeno.  Hasil monitoring dapat digunakan sebagai dasar dalam penentuan kebijakan pengelolaan dalam rangka program rehabilitasi dan penyelamatan flora  dan fauna di areal kerja PT.TBP dan PT.GPS dan sekitarnya.
PENGGUNAAN DRONE DENGAN TEKNOLOGI LIDAR DI TAMBANG BAWAH TANAH PT FREEPORT INDONESIA Parhusip, Andrew; Hutauruk, Benget; Meigy, Emil; Widodo, Ahmad Muklas
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2021: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.252

Abstract

PT Freeport Indonesia memiliki empat area tambang bawah tanah di distrik Mimika, Papua, Indonesia. Tiga tambang menggunakan metoda ambrukan (block caving) yaitu Grasberg Block Cave (GBC), Deep Mill Level Zone (DMLZ) dan Deep Ore Zone (DOZ); sedangkan tambang Big Gossan (BG) menggunakan metode stope and fill. Metode block caving yang digunakan di DOZ, GBC, dan DMLZ memerlukan banyak lubang penyaluran (Ore Pass) untuk menyalurkan bijih batuan (ore) ke level hauling, untuk open stopes di Big Gossan memerlukan berbagai ukuran stopes tergantung pada posisi mineral yang akan ditambang. Pengukuran dan monitoring kondisi ore pass dan stopes merupakan salah satu kunci penting dalam proses operasi produksi tambang yang berkesinambungan. Banyak kasus telah terjadi dimana penanganan yang terlambat terhadap perbaikan dinding ore pass yang tergerus membuat produksi terhambat di panel dimana ore pass itu berada. Metode monitoring survey konvensional acapkali dinilai memerlukan waktu pengerjaan yang banyak, kualitas data yang bervariasi dan mempunyai beberapa keterbatasan di area terbatas seperti ore pass dan stopes yang memberikan hasil yang tidak akurat dalam pengambilan keputusan dan penundaan pada produksi tambang. Proses ini telah diperbaiki dengan penggunaan Autonomy drone dikombinasikan dengan teknologi LiDAR. Hasil dari penggunaan teknologi drone ini kemudian dibandingkan dengan metode survey konvensional terkait dengan implementasi, hasil akhir dari pengukuran dan proses pengambilan data dalam pengoperasian survey. Kajian ini akan memaparkan secara detail penggunaan teknologi drone LiDAR di tambang bawah tanah untuk setiap tambang bukan hanya untuk memonitor aset infrastruktur pendukung produksi tambang bawah tanah seperti ore pass, raise ventilasi, tapi juga pengukuran pergerakan terowongan, penilaian kondisi wet muck panel dan area yang tidak disanggah ground support. Dari kajian ini dapat disimpulkan bahwa teknologi baru ini dapat meningkatkan kualitas data survey yang diambil dengan aman untuk mendukung proses operasi produksi yang berkesinambungan.
PENGELOLAAN MINERAL IKUTAN TIMAH DALAM RANGKA UPAYA PELAKSANAAN KONSERVASI MINERAL Aji, Iskak
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2021: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.268

Abstract

 Konservasi mineral dan batubara merupakan upaya optimalisasi pengelolaan atau pemanfaatan sumber daya mineral dan batubara secara terukur, efisien, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. Di dalam Undang-undang No. 3 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara bahwa IUP atau IUPK wajib melaksanakan kaidah Teknik pertambangan yang baik. Salah satu kewajiban dalam penerapan kaidah Teknik pertambangan yang baik adalah upaya konservasi mineral dan batubara. Objek-objek yang menjadi target upaya pelaksanaan konservasi mineral dan batubara sesuai Lampiran VII Kepmen ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018 meliputi recovery penambangan, recovery pengolahan, batubara kualitas rendah, mineral kadar rendah, mineral Ikutan, sisa hasil pengolahan dan pemurnian, serta cadangan marginal. Pada tahun 2020 Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara telah menerbitkan Petunjuk Teknis terkait dengan pelaksanaan konservasi mineral dan batubara dalam rangka pelaksanaan kaidah Teknik pertambangan yang baik yang tercantum dalam Kepdirjen Minerba No. 182.K/30/DJB/2020 yang salah satu lampirannya memuat tentang petunjuk teknis pengelolaan mineral ikutan timah dan nikel. Maksud dan tujuan diterbitkannya petunjuk teknis tersebut adalah agar menjadi acuan bagi seluruh stakeholder dalam mengelola mineral ikutan timah dan nikel. Mineral ikutan saat ini juga menjadi salah satu isu strategis yang menjadi prioritas agar dapat diusahakan sehingga memberikan kontribusi dan nilai manfaat terhadap negara. PT Timah Tbk sebagai pemegang izin usaha pertambangan yang juga merupakan Badan Usaha Milik Negara telah melakukan pengelolaan terhadap mineral ikutan timah. Pengelolaan mineral ikutan difokuskan pada pendataan dan penempatan khusus apabila mineral ikutan dapat dipisahkan pada proses pengolahan. Mineral ikutan yang terkandung dalam timah pada saat ini yang dapat dikelola dan ditempatkan khusus yaitu ilmenite dan zircon dimana proses pemisahan tersebut dilakukan oleh Unit Metalurgi Muntok dan Kondur. Pendataan ilmenite dan zircon yang dilakukan secara berkala oleh PT Timah Tbk. dilaporkan di dalam laporan berkala konservasi mineral dan batubara dan menjadi data dari hasil penelitian makalah yang disampaikan. PT Timah Tbk, saat ini juga sedang dalam proses studi dan penelitian di project tanjung ular untuk mengupayakan ilmenite yang juga mengandung logam tanah jarang. Upaya-upaya pemanfaatan ilmenite dan zircon saat ini juga masuk dalam program strategis oleh Direktorat Jenderal Minerba sehingga nantinya diharapkan dapat memberikan nilai manfaat dan kontribusi terhadap negara. Dalam rangka pelaksanaan kaidah teknik pertambangan yang baik khususnya penerapan aspek konservasi, objek-objek konservasi khususnya pengelolaan mineral ikutan termasuk kewajiban pengelolaannya menjadi hal yang harus dipahami dan diperhatikan dalam pelaksanaan kegiatan pertambangan. Sehingga hal-hal yang menjadi tantangan di masa depan seperti upaya pemanfaatan mineral ikutan timah termasuk mineral yang mengandung radioaktif yang saat ini belum bernilai ekonomis atau belum ada teknologi pengolahan lebih lanjut dapat terlebih dahulu didata, dikelola secara khusus sehingga suatu saat apabila sudah ada teknologi dan bernilai ekonomis dapat upayakan lebih lanjut dan dapat memberikan dampak yang positif bagi pertambangan di Indonesia.
PENERAPAN METODE SCRUM UNTUK PROYEK PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PADA PERUSAHAAN MEDIA DIGITAL PERTAMBANGAN Mayang Sari; Faris Primayudha
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2021: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.247

Abstract

Media Pertambangan mengedukasi pembaca dan mendorong peningkatan kualitas dan kapabilitas sumber daya manusia. Keberhasilan peran media tersebut dapat dilihat dari banyaknya jumlah pengunjung pada portal website. Sementara itu, keterbatasan jumlah karyawan dan tingginya beban kerja berpotensi menyebabkan penurunan jumlah konten yang secara langsung berdampak pada penurunan jumlah pengunjung portal website. Oleh karena itu, diperlukan kerangka kerja yang bersifat kompleks dan inovatif yang sesuai dengan karakteristik organisasi. Kerangka kerja tersebut memiliki tiga pilar empiris yakni transparansi, inspeksi, dan adaptasi yang dinamakan sebagai metode scrum. Studi menunjukkan bahwa penerapan metode scrum dapat memberikan pengaruh pada pola pikir dan perilaku karyawan. Ada korelasi positif antara kedisiplinan, agility, dan kolaborasi antar karyawan dengan peningkatan produktivitas sehingga dapat meningkatkan jumlah kunjungan website. Persentase peningkatan jumlah kunjungan website ini menjadi tolak ukur keberhasilan penerapan metode scrum. Penelitian ini menggunakan pendekatan empiris dengan metode scrum. Implementasi penelitian terbagi menjadi tiga tahapan terdiri dari product backlog,  sprint planning, dan sprint review. Dimulai dari mengidentifikasi daftar pekerjaan dan komitmen, menganalisis umpan balik pihak-pihak terkait, dan mengevaluasi temuan sebagai proses pengembangan berkelanjutan. PT Dunia Tambang Digital (duniatambang.co.id) adalah perusahaan startup media pertambangan yang mempunyai visi menjadi rumah berita untuk industri pertambangan di Indonesia diharapkan mampu mendorong peranan pertambangan mineral dan batubara demi menunjang industri strategis dan ketahanan nasional. Penelitian ini menjadi salah satu proyek pengembangan dalam dunia digital dan informasi khususnya di sektor pertambangan untuk meningkatkan kualitas dan kapabilitas sumber daya manusia

Page 1 of 3 | Total Record : 23