cover
Contact Name
Moh Shidqon
Contact Email
ajidshidqon@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ajid.shidqon@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
ISSN : 26858908     EISSN : 26862603     DOI : -
Core Subject : Engineering,
PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI di terbitkan oleh PERHAPI dan terbit tahunan dan mempunya ISSN 2686-2603 (Online) & ISSN 2685-8908 (Cetak).
Arjuna Subject : -
Articles 54 Documents
Search results for , issue "2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI" : 54 Documents clear
OPTIMALISASI TEKNIK PELEDAKAN PADA AREA DEKAT PEMUKIMAN DALAM RANGKA KONSERVASI CADANGAN BATUBARA Rusadi Apriansyah; Arintoko Saputro; Elfizar Diando
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pertambangan telah terbukti dapat memberikan sumbangsih positif terhadap ekonomi area sekitar, sekaligus memberikan dampak negatif pada pemukiman/lingkungan sekitar. Salah satu dampak negatifnya yakni getaran tanah yang dihasilkan dari kegiatan peledakan pertambangan, terutama pada lokasi pertambangan yang berdekatan dengan area pemukiman. Pit C2 Site Sambarata Mine Operation PT. Berau Coal adalah salah satu area pertambangan yang arah penambangannya mendekati pemukiman (500-150 meter dari pemukiman), serta menerapkan metode peledakan dalam proses pemberaian batuan. Berdasarakan hasil survei fisik pemukiman mengacu pada SNI 7571: 2010 tentang standar baku mutu terhadap tingkat getaran peledakan pada kegiatan tambang, diketahui kelas bangunan berada pada kelas 2 yang berarti getaran tanah maksimal yang diperbolehkan dari kegiatan peledakan ≤ 3,0 mm/s. Namun getaran tanah dari kegiatan peledakan pada jarak 500-150 meter dari lokasi peledakan lebih dari 3,0 mm/s. Selain itu, apabila mengacu pada KEPMEN No.1827/K/30/MEM/2018 Hal 79 sub point 9 tentang pengupasan tanah penutup mempersyaratkan adanya kajian teknis jika kegiatan peledakan dilakukan pada jarak kurang dari 500 meter dari manusia. Berdasarakan pemaparan diatas, maka dilakukan optimalisasi teknik peledakan dalam rangka mengurangi getaran tanah agar sesuai dengan nilai ambang batas SNI 7571: 2010 (≤ 3,0 mm/s) dan pemenuhan terhadap regulasi KEPMEN No.1827/K/30/MEM/2018 sehingga kegiatan peledakan dan pertambangan dapat dilakukan dalam rangka konservasi cadangan batubara pada area penambangan yang berjarak 150-500 meter dari pemukiman. Adapun optimalisasi teknik peledakan yang dilakukan yakni pengaturan isian bahan peledak, kustomisasi delay/rangkaian peledakan, penggunaan air deck, dan subtitusi material stemming menggunakan batu pecah (gravel). Optimalisasi tersebut terbukti dapat menghasilkan getaran tanah yang berada dibawah nilai ambang batas (PVS ≤ 3,0 mm/s) sesuai SNI 7571 : 2010 pada radius 500-150 meter dari pemukiman sehingga kegiatan penambangan/peledakan dapat tetap dilakukan dan cadangan batubara sebesar 660.580 ton dapat dikonservasi.
PEMBANGUNAN JEMBATAN HD 785 (PIT E BLOK 7 EAST – OPD H4 BLOK 56) DALAM RANGKA MENDUKUNG TARGET RENCANA PRODUKSI DI BMO PT BERAU COAL Adnan Fadhlullah Muharam; Dudu Anwar Sanusi; Ichsan Sebastian
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Binungan Mine Operation (BMO) adalah salah satu site operasional tambang yang dimiliki oleh PT Berau Coal, dengan rencana produksi site BMO dari tahun 2017 hingga 2025 adalah sebesar 646 Juta Bcm overburden (OB) dan 61 juta MTon (MT) batu bara dengan stripping ratio (SR) 10.58. Untuk merealisasikan rencana penambangan tersebut dibutuhkan jembatan pengangkutan Over Burden (OB) yang melintasi Sungai Inaran dengan lebar sungai ± 30 meter dan tinggi pasang surut hingga 7 m. Jembatan pengangkutan OB akan menghubungkan PIT E (blok 7) dengan Out Pit Dump (OPD) Pit H4 blok 5-6 yang memiliki kapasitas sebesar 60 juta Bcm. Dengan mempertimbangkan volume timbunan yang di rencanakan dan opportunity dumping jarak dekat, desain jembatan dibuat dua lajur agar kegiatan penambangan dapat optimal. Jembatan dibangun dengan bentang 50 m, dan dibagi menjadi 2 segmen yaitu bentang 24 m dan 26 m. Jembatan di desain untuk bisa mengakomodir unit Heavy Duty (HD) 785 dengan berat total (muatan) 163.78 t. dan axle load (maks) 112.353 t serta dibangun dengan sistem komposit meggunakan girder baja. Permodelan jembatan dilakukan dengan menggunakan program Autodesk Robot Structure dengan di dukung data geoteknik, sehingga didapat desain yang optimal. Dengan dibangunnya jembatan HD ini, menjadikan alternative area dumping point untuk kebutuhan site BMO semakin banyak sehingga dapat memenuhi rencana produksi jangka panjang yang telah disusun, jembatan ini juga berperan dalam pemangkasan jarak dumping yang semula jarak dumping dari Sisi Timur ke sisi Barat sebesar 3,5 km menjadi 2,5-3 km.
KARAKTERISASI GEOKIMIA BATUAN PENGAPIT LAPISAN BATUBARA Herry Setia Wahyudi; Ginting Jalu Kusuma; Edy Jamal Tuheteru
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penambangan batubara dapat mempercepat proses terbentuknya air asam tambang (AAT). AATmerupakan limbah hasil kegiatan pertambangan yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungankarena memiliki tingkat keasaman yang tinggi sehingga dapat dengan mudah melarutkan berbagailogam. Dalam rangka penerapan kaidah teknik pertambangan yang baik, regulasi telah mewajibkanperusahaan tambang untuk melakukan kajian terhadap potensi pembentukan AAT saat menyusundokumen studi kelayakan. Kajian yang dilakukan dapat berupa studi geokimia untuk mengetahuikarakteristik batuan dalam menghasilkan asam atau yang dikenal dengan karakterisasi geokimia batuan.Karakterisasi geokimia batuan ditentukan berdasarkan data uji statik yang dikonfirmasi dengan hasil ujikinetik. Empat sampel batuan pengapit batubara yakni ABC 01, ABC 02, ABC 03 dan ABC 04 diambiluntuk dilakukan pengujian skala laboratorium. Dari hasil pengujian, sampel ABC 01 dan ABC 03dikategorikan sebagai batuan yang berpotensi menimbulkan asam (PAF) sedangkan sampel ABC 02dan ABC 04 termasuk batuan yang tidak berpotensi menimbukan asam (NAF). Meskipun berdasarkankriteria penapisan hasil uji statik keempat sampel tergolong PAF, namun dari hasil uji kinetik, hanyasampel ABC 01 dan ABC 03 yang memiliki nilai pH yang sesuai dengan pH AAT, yakni 4. Uji kinetikmerupakan simulasi proses oksidasi dan pelindian batuan yang terjadi di lapangan, sehingga hasil ujikinetik lebih diyakini tingkat kebenarannya dibandingkan hasil uji statik. Hasil dari karakterisasi batuanini dapat digunakan sebagai acuan dalam penanganan AAT yang terbentuk pada kegiatan penambanganbatubara
MANFAAT INOVASI APLIKASI I-PERMIT UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS MANAJEMEN RISIKO KESELAMATAN PERTAMBANGAN PT BORNEO INDOBARA Dicky Irwanto; Adrianus Darmawan
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kaidah teknik pertambangan yang baik menjadi pedoman utama pelaksanaan kegiatan operasional pertambangan batubara di PT Borneo Indobara. Aspek pengelolaan keselamatan pertambangan menjadi fokus perhatian manajemen untuk terus ditingkatkan melalui inovasi keselamatan dengan memanfaatkan platform teknologi digital. Salah satu permasalahan yang sering teridentifikasi di lapangan adalah belum standarnya Ijin Kerja Khusus sebagai sarana pengendalian administrasi keselamatan pekerjaan berisiko tinggi. Kondisi tidak aman dan perilaku tidak aman dapat timbul dari pengajuan Ijin Kerja Khusus yang tidak lengkap, tidak akurat dalam mengidentifikasi bahaya, dan persiapan pengendalian risiko yang tidak sesuai dengan pekerjaan. Kualitas Ijin Kerja Khusus yang tidak memadai dapat disebabkan antara lain oleh tingkat kompetensi dan kesadaran karyawan yang masih rendah, sistem pengajuan ijin yang sulit dan banyak birokrasi, pengawasan yang longgar, dan penerapan standar keselamatan yang belum konsisten. Berdasarkan pertimbangan tersebut, PT Borneo Indobara mengembangkan Aplikasi Izin Kerja Khusus berbasis web, yang disebut i-Permit. Aplikasi i-Permit dibuat untuk memudahkan administrasi pengajuan dan persetujuan Izin Kerja Khusus dengan mudah dan cepat. Aplikasi ini juga dibuat untuk meningkatkan kualitas identifikasi bahaya dan manajemen risiko, pencegahan kecelakaan, meningkatkan kepatuhan terhadap Peraturan Keselamatan Pertambangan, dan juga meningkatkan pengetahuan dan kesadaran karyawan secara keseluruhan dalam membangun Budaya Keselamatan. Pengembangan aplikasi i-Permit telah memberikan manfaat yang signifikan dalam peningkatan kinerja keselamatan pertambangan di PT Borneo Indobara. Aplikasi i-Permit telah diterapkan di semua departemen dan kontraktor PT Borneo Indobara. Manfaat aplikasi iPermit dapat dilihat dari percepatan waktu validasi ijin dari semula rerata 4,1 hari menjadi 0,7 hari dan kenaikan jumlah penerbitan Ijin Kerja Khusus dari 412 menjadi 1893 atau peningkatan sebesar 459%. Selain itu, sistem dashboard aplikasi i-Permit memberikan dampak positif pada efektifitas pengawasan keselamatan pekerjaan risiko tinggi yang diatur melalui i-Permit yaitu Pekerjaan di Ketinggian, Pekerjaan di Ruang Terbatas, Pekerjaan Panas, Pekerjaan Peledakan, dan Pekerjaan Penggalian, yang ditunjukkan dengan feedback positif dari pengguna iPermit dengan nilai 4,6 dari skala 1-5.
KARAKTERISASI PASIR KUARSA DI DAERAH BANGKA SEBAGAI BAHAN BAKU PANEL SURYA Syafrizal Syafrizal; Akmal Yahya Hidayat; Wirandika Mayzzani Hadiana; Mirza Dian Rifaldi; Periska Rasma
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan energi surya sebagai salah satu sumber energi terbarukan sedang menjadi perhatian di dunia. Dalam energi surya, radiasi matahari diubah menjadi arus listrik dengan menggunakan panel surya yang bahan bakunya terbuat dari bahan semikonduktor. Bahan semikonduktor yang biasa digunakan dan mudah diperoleh adalah silikon. Keterdapatan silikon di alam jarang ditemukan dalam bentuk bebas, namun dapat dijumpai dalam bentuk senyawa silika (SiO2) pada mineral kuarsa. Potensi akan pasir kuarsa di Indonesia sebenarnya cukup melimpah, namun pemanfaatan pasir kuarsa sebagai bahan baku panel surya masih belum terlalu masif dikaji. Pada penelitian ini dilakukan karakterisasi pasir kuarsa di daerah Bangka serta kemungkinan pemanfaatannya sebagai bahan baku panel surya. Karakterisasi pasir kuarsa dilakukan menggunakan analisis Scanning Electron Microscope (SEM), X-Ray Fluorescence (XRF), dan Inductively Coupled Plasma Mass Spectrometry (ICP-MS). Spesifikasi pasir kuarsa yang dapat dijadikan bahan baku panel surya adalah memiliki kandungan silicon dioxide ≥ 99,7%, iron oxide ≤ 85 ppm, titanium oxide ≤ 140 ppm, dan alumunium oxide ≤ 500 ppm. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, sampel pasir kuarsa di daerah Bangka memiliki kandungan silicon dioxide 69,817%–95,604%, iron oxide 11294,63–18014,22 ppm, titanium oxide 131,78–417,03 ppm, dan alumunium oxide 2645,3–17213,35 ppm. Dengan demikian, pasir kuarsa di daerah Bangka belum memenuhi spesifikasi sebagai bahan baku panel surya. Pasir kuarsa di daerah Bangka kemungkinan masih berpotensi sebagai bahan baku panel surya, namun dibutuhkan proses pemurnian yang kompleks yang mungkin dengan biaya yang mahal.
INKUSI TEKNOLOGI MINING EYES PADA APLIKASI METODE LOADING READY TO REVERSE DI PIT C1 BLOK 8 PT BERAU COAL Saeful Aziz; Safril Hasani; Pandu Zea Ardiansyah; Andhika Indra Subroto; Bagus Pranugraha; Hafidz Nasher
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pit C1 Blok 8 Site Binungan Mine Operation Area 2 PT Berau Coal merupakan salah satu area operasional penambangan batubara dengan karakteristik multi-seam, kemiringan lapisan batubara pada interval 12 – 20 derajat, ketebalan lapisan batubara pada interval 0.5 – 7.5 meter, dan variasi ketebalan interburden pada interval 3 – 300 meter. Karakteristik endapan batubara menjadi salah satu pertimbangan dalam pembentukan disain penambangan batubara yang dikolaborasikan dengan disiplin ilmu lain diantaranya geoteknik, hidrologi, safety and environment, inklusi teknologi, dan aspek – aspek lainnya. Produktivitas alat gali-muat menjadi salah parameter penting dalam mengukur efektivitas operasi produksi. Salah satu yang mempengaruhi produktivitas alat gali muat adalah metode loading di area front penambangan. Salah satu metode loading yang dapat diterapkan adalah ready to reverse. Salah satu value yang dipegang oleh PT Berau Coal yakni continuous improvement. Didorong oleh semangat dari value tersebut, PT Berau Coal melakukan kajian dan implementasi terkait kemungkinan pengawasan jarak jauh melaui mining eyes (cctv) dapat mendukung proses operasi produksi termasuk melakukan verifikasi jarak jauh dalam penerapan metode loading ready to reverse. Tujuan improvement ini adalah untuk meningkatkan efektivitas dan safety penerapan metode loading ready to reverse yang sebelumnya dilakukan melalui verifikasi langsung di lapangan oleh pengawas. Adapun area kajian dan implementasi ini dilaksanakan di Pit C1 Blok 8 Site Binungan Mine Operation Area 2 PT Berau Coal. Dalam penelitian ini penulis bersama team yang yang dibentuk (terdiri dari department Mine Planning, Mine Operation, Safety, Operation Training and Development) melakukan perencanaan menggunakan siklus plan, do, check, action (PDCA) terkait parameter dan standar yang proper untuk digunakan sebagai bagian dari manajemen perubahan. Hasil improvement ini menunjukan bahwa pengayaan inklusi tekonologi mining eyes pada pengaplikasian metode loading ready to reverse di Pit C1 Blok 8 PT Berau Coal dapat meningkatkan kontribusi positif terhadap capaian produksi sebesar 524.880 m3/bulan.
INDEX TRANSPARANSI CSR PERUSAHAAN TAMBANG DI INDONESIA: STUDI KASUS 15 PERUSAHAAN TAMBANG DI INDONESIA Deea Rizki Oziana; Zati Hulwani
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh semua perusahaan di Indonesia. Hal ini sejalan dengan beberapa aturan pemerintah Indonesia tentang tanggung jawab sosial dan lingkungan diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 Pasal 74 Ayat 1 dan UU No.25 Tahun 2007 Pasal 15 Huruf d. Salah satu metode indikator yang digunakan untuk menentukan tingkat keterbukaan pengungkapan CSR setiap perusahaan yaitu dengan Index transparansi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat index transparansi perusahaan-perusahaan tambang di Indonesia. Data yang digunakan pada penelitian ini berdasarkan data-data sekunder dari 15 perusahaan tambang besar di Indonesia. Data tersebut mencakup laporan tahunan, laporan CSR, laporan keberlanjutan perusahaan, website perusahaan, dan sumber-sumber lainnya. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode pendekatan konten analisis dengan mengolah data-data sekunder dari masing-masing perusahaan untuk menentukan derajat keterbukaan pengelolaan CSR berdasarkan tingkat indeks transparansi. Index transparansi perusahaan dinilai dengan bobot 1-10 dengan kriteria penilaian mencakup; (a) Pengungkapan dana CSR tahun berjalan dalam laporan publik (3 poin); (b) Pengungkapan aktivitas CSR tahun berjalan (3 poin); (c) Penerbitan laporan kewajiban perusahaan (2 poin); (d) Pengungkapan strategi CSR (1 poin); (e) Pengungkapan informasi CSR di situs resmi perusahaan (1 poin). Bedasarkan hasil pengolahan data yang telah dilakukan menunjukkan bahwa: (1) semua perusahaan tambang besar di Indonesia telah melakukan pengungkapan CSR kepada publik; (2) Beberapa perusahaan mempunyai total nilai index transparansi tertinggi 10 poin, hal ini dikarenakan perusahaan tersebut memiliki semua kriteria dalam penilaian; (3) Tidak semua perusahaan memaparkan kegiatan CSR dalam laporan tahunan; laporan CSR; dan laporan keberlanjutan perusahaan; (4) Beberapa perusahaan hanya memaparkan di website perusahaan, seminar internasional, dan sumber-sumber lainnya; (5) Perusahaan tambang yang status kepemilikan sahamnya bersifat terbuka (Tbk) lebih mudah didapatkan laporan tahunan dan laporan keberlanjutan dibandingkan perusahaan dengan kepemilikan saham sendiri.
PENGAPLIKASIAN DROPDOWN HOPPER UNTUK MENGURANGI TIMBULAN EMISI GRK Adhika Catra Pradhana; Tavidh Mutaqin Ardanu
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi batu bara yang terus meningkat telah membuat PT Borneo Indobara berupaya untuk menciptakan peluang-peluang agar kegiatan produksi dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Peluang-peluang tersebut harus berlandaskan wawasan lingkungan dan juga efisiensi terhadap energi. Oleh sebab itu PT Borneo Indobara telah membuat instalasi yang terintegrasi dengan Dropdown Hopper di area Port. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil dari observasi langsung di lapangan pada aplikasi Dropdown Hopper dalam setahun. Dropdown Hopper dapat digambarkan sebagai skyline yang memiliki sistem untuk mempercepat kegiatan peremukan batubara dan juga pengantaran ke tongkang. Instalasi Dropdown Hopper ini memiliki nilai capex yang tidak murah, berkisar 156 milyar, namun jika dibagi menjadi seumur tambang maka ada banyak sekali penghematan yang didapat. Salah satunya berkurangnya biaya rental alat berat untuk mendorong batubara ke dalam hopper existing. Sistem kerja Dropdown Hopper ini adalah dengan membuat kubangan secara otomatis saat batubara akan dikirim ke tongkang. Hopper akan membuka dan menutup melalui control panel. Dengan Dropdown Hopper ini bisa menghilangkan hingga 5 alat berat sejenis wheel loader dan bulldozer. Program ini berhasil memangkas emisi yang dihasilkan oleh PT Borneo Indobara terutama di bagian pengurangan Gas Rumah Kaca sebesar 1.938,48 Ton CO2e pada tahun 2021. Pengurangan emisi program tersebut setara dengan apa yang diserap hutan alam seluas 554 Ha dalam setahun. Sedangkan dari sisi bisnis, penghematan biaya yang diperoleh dari aplikasi Dropdown Hopper adalah sebesar Rp 12.929.000.000,00 pada tahun 2021
Slope Stability Analysis for Optimization of Coal Blocks 7-12, Seam H Pit T4U, Sambarata Mine Operation, PT Berau Coal Based on Mohr-Coulomb Failure Criterion Erlangga Adi Nugroho; Yuzar Chairil Firmansyah; Lukman Hakim
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mine planning is the process of determining mine design and operational activities carried out to determine the feasibility of mine design and operational activities. Mining design certainly requires slope stability analysis to ensure the safety and security of mining operations and the resource itself. Differences between mine design and actual conditions in the field can occur at any time, such as coal optimization. This coal optimization can be done but still have to pay attention to the slope stability. There are several methods to analyze slope stability, such as the limit equilibrium method which is based on the Mohr-Coulomb failure. This method is a slope stability analysis method used to determine the response of rock material to the forces acting on the material. This method is the method used to conduct slope stability analysis for optimization of blocks 7-12, seam H Pit T4U, Sambarata Mine Operation, PT Berau Coal. In addition to slope stability analysis, monitoring using Slope Stability Radar (SSR) is also needed to monitor deformation in the area. Optimization is carried out to increase the amount of coal production but by still paying attention to the safety factor of the slopes. Optimization is done by adding a decrease in elevation whereas, in the initial planning, mining activities are only carried out up to an elevation of (-60) mRL . After optimization, mining activities can be continued up to an elevation of (-70) mRL. Based on data on production targets in block 7-12, seam H, Pit T4U, the target of coal production at that block is 445 metric tons (MT) and after optimization, coal production at that block increased by 44.9% to 645 MT. Based on the geotechnical analysis, this optimization can be carried out. However, in practice, monitoring of mining activities is necessary and monitoring is required through Slope Stability Radar (SSR) monitoring to monitor deformation, especially in the high wall area to anticipate material movement.
OPTIMALISASI FLOOR BATUBARA PADA KEGIATAN COAL GETTING DI PIT KG PT. BORNEO INDOBARA TAHUN 2021 Achmad Noer Muchlis; Wahyu Afandi; Sandi Kurniawan
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konservasi sumberdaya mineral dan batubara selanjutnya disebut konservasi mineral dan batubara adalah upaya yang dilakukan dalam rangka optimalisasi pengelolaan, pemanfaatan dan pendataan sumberdaya minerba secara terukur, efisien, bertanggung jawab dan berkelanjutan. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai upaya konservasi di PT. Borneo Indobara di bagian pengelolaan untuk memperoleh recovery yang optimal dalam kegiatan coal getting dengan melakukan optimalisasi floor batubara, dimana hal ini sesuai dalam KEPMEN ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018 tentang Pedoman pelaksanaan Kaidah teknik Pertambangan yang baik lampiran VII tentang konservasi batubara. Dalam estimasi cadangan batubara di PT. Borneo Indobara, loss coal dari kegiatan penambangan dengan asumsi 5 cm roof dan 5 cm floor pada setiap lapisan. Optimalisasi batubara ini dilakukan di bagian floor yang secara perhitungan reserve tidak masuk ke dalam cadangan karena asumsi loss coal 5 cm pada floor, dan secara penambangan sudah tidak mampu lagi menggunakan excavator 20 – 30 ton class untuk melakukan getting secara langsung. Jika dipaksakan untuk di getting langsung akan membuat batubara tersebut tercampur dengan material pengotor (dilusi coal). Penentuan metode optimalisasinya yaitu dengan melakukan pengumpulan terhadap batubara sisa di floor yang masih bisa di kerjakan dengan menggunakan excavator 20 ton yg dilengkapi cutting edge, produk yang telah dilakukan pengumpulan tersebut berpotensi memiliki kualitas rendah sehingga penanganan selanjutnya di lakukan metode pencampuran dengan batubara kualitas rendah (floor batubara) di Pit atau ROM. Adapun nilai positif nya secara ekonomis lebih murah dalam pengolahan nya karena tidak memerlukan washing plant. Optimalisasi floor batubara ini pada tahun 2021 dilakukan perencanaan dengan melakukan estimasi tonase batubara 5 cm dari floor dengan menggunakan software. Hasil realisasi optimalisasi floor batubara sebesar 347.12 kt. Optimalisasi floor batubara merupakan salah satu upaya konservasi yang turut berkontribusi terhadap recovery penambangan. Berdasarkan hasil rekonsiliasi produksi terhadap estimasi cadangan tertambang (geomodel) sejak awal penambangan tahun 2011 sampai akhir tahun 2021, recovery penambangan di Pit KG mencapai 101.86%.