cover
Contact Name
Richa Mardianingrum
Contact Email
j.pharmacosript@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
j.pharmacosript@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pembela Tanah Air No.177, Kahuripan, Tawang, Tasikmalaya, Jawa Barat 46115
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Pharmacoscript
ISSN : 26224941     EISSN : 26851121     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Pharmacoscript merupakan jurnal penelitian yang dikelola oleh Prodi Farmasi dibawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Perjuangan Tasikmalaya (P-ISSN: 2622-4941 E-ISSN: 2685-1121) Jurnal ini merupakan media publikasi penelitian dan review artikel pada semua aspek ilmu farmasi yang bersifat inovatif, kreatif, original dan didasarkan pada scientific yang diterbitkan 2 kali dalam 1 tahun yakni pada bulan Agustus dan Februari. Jurnal ini memuat bidang khusus di farmasi seperti kimia farmasi, teknologi farmasi, farmakologi, biologi farmasi, farmasi klinik, dan bioteknologi farmasi.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2019): Pharmacoscript" : 7 Documents clear
STUDI MOLECULAR DOCKING, MOLECULAR DYNAMIC, DAN PREDIKSI TOKSISITAS SENYAWA TURUNAN ALKALOID NAFTIRIDIN SEBAGAI INHIBITOR PROTEIN KASEIN KINASE 2-α PADA KANKER LEUKEMIA Fauzan Zein Muttaqin
Pharmacoscript Vol. 2 No. 2 (2019): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v2i2.241

Abstract

Kanker leukemia merupakan suatu penyakit keganasan pada sistem hematopoiesis yang ditandai dengan akumulasi leukosit ganas di sumsum tulang dan darah tepi. Reseptor CK2-α (Casein Kinase 2-alfa) merupakan molekul penting dalam mengatur kaskade sinyal hematopoiesis yang terkait dalam mendorong pertumbuhan beberapa tumor darah. Senyawa ligan alami (CX-4945) dari reseptor CK2-α yang merupakan senyawa turunan alkaloid naftiridin berdasarkan beberapa penelitian yang telah dilakukan baik secara in vitro maupun secara in vivo terbukti memiliki aktivitas dalam menghambat sel-sel penyebab kanker, khususnya protein CK2-α pada kanker leukemia. Tujuan: Mengkaji interaksi dan afinitas senyawa turunan naftiridin terhadap reseptor CK2-α serta prediksi toksisitasnya sehingga menjadi alternatif pengobatan leukemia dengan resiko efek samping yang minimum. Metodologi: Tahapan studi yang dilakukan antara lain pengkajian parameter fisikokimia, meliputi penetapan koefisien partisi (CLogP), bobot molekul (BM), jumlah donor dan akseptor ikatan hidrogen, jumlah rotasi ikatan, energi HOMO-LUMO, lalu dilakukan analisis interaksi ligan uji terhadap reseptor CK2-α melalui simulasi molecular docking dan molecular dynamic serta prediksi toksisitasnya. Validasi docking dilakukan dengan me-redocking ligan alami CX-4945 dari reseptor CK2-α (kode PDB: 3PE1), diperoleh nilai RMSD sebesar 0,358 Å. Hasil: Pada simulasi molecular docking senyawa turunan naftiridin terhadap reseptor CK2-α dengan Autodock didapatkan 10 ligan uji terbaik dengan nilai energi bebas ikatan (∆G) dan nilai konstanta inhibisi (Ki) yang rendah. Sebelum dilakukan simulasi molecular dynamic, 10 ligan uji dan reseptor target dipreparasi dengan pembuatan topologi. Hasil simulasi molecular dynamic 10 ligan uji terbaik terhadap reseptor CK2-α dengan Gromacs selama 10 nanodetik menunjukkan nilai RMSD dan RMSF yang rendah ditandai dengan kecenderungan grafik yang cukup konstan, dimana nilai RMSD untuk ligan uji 4-Metilaaptamin sebesar 1,4 Å dan nilai RMSF untuk ligan uji Lopokladin A sebesar 1,5 Å menunjukkan kestabilan yang cukup baik diantara ligan uji lainnya. Sedangkan prediksi toksisitas dengan ADMET Predictor menunjukkan bahwa ligan uji Kloronaftiridin diprediksi memiliki resiko toksisitas paling rendah dibandingkan ligan uji lainnya. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diketahui bahwa 4-Metilaaptamin merupakan kandidat senyawa inhibitor CK2-α yang paling berpotensi dengan afinitas tertinggi dan resiko toksisitas yang rendah.
UJI TOKSISITAS AKUT SELULOSA MIKROKRISTAL DARI TANAMAN RAMI (Boehmeria nivea L. Gaud) PADA MENCIT GALUR SWISS WEBSTER Nitya Nurul Fadilah
Pharmacoscript Vol. 2 No. 2 (2019): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v2i2.231

Abstract

Selulosa mikrokristal dari serat tanaman rami (Boehmeria nivea L.Gaud) sebagai eksipien farmasi memerlukan uji toksisitas akut dan skrining farmakologi untuk mengetahui tingkat keamanan dan efeknya. Uji toksisitas akut bertujuan untuk menentukan dosis toksik pada mencit yang dinyatakan dengan nilai LD50 menggunakan metode Log probabilitas. Hewan percobaan dibagi menjadi kelompok kontrol (PGA 2%) dan kelompok uji yang diberi suspensi selulosa mikrokristal secara oral dengan berbagai variasi dosis yakni: 5g/kg Berat Badan; 7,5g /kg BB; 10g/kg BB; 12,5g/kg BB; dan 15g/kg BB. Hasil percobaan menunjukkan bahwa nilai LD50 selulosa mikrokristal dari serat rami pada mencit jantan adalah 11,21g/kg BB setara dengan 7,8g/kg BB tikus dan untuk mencit betina 9,3g/kg BB setara dengan 6,5g / kg BB tikus. Menurut kriteria Hodger dan Sterner, selulosa mikrokristal dari serat rami termasuk dalam kategori praktis tidak toksik. Hasil skrining farmakologi berdasarkan perhitungan statistik menggunakan uji Friedman dilanjutkan dengan uji Tukey menunjukkan bahwa selulosa mikrokristal dari serat rami memberikan efek pada sistem saraf pusat mencit yakni: Mengurangi aktivitas gantung, retablismen, straub, fleksi, dan pineal. Sementara efek pada sistem saraf otonom yakni piloereksi dan diare.
PERBEDAAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN MAREME (Glochidion arborescens Blume) ANTARA METODE PENGERINGAN OVEN DAN ANGIN-ANGIN DENGAN METODE FRAP MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Yuni Siti Sugihartini
Pharmacoscript Vol. 2 No. 2 (2019): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v2i2.240

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai aktivitas antioksidan daun mareme (Glochidion arborescens Blume) menggunakan metode FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power). Daun mareme memiliki kandungan metabolit sekunder flavonoid yang dapat memberikan aktivitas antioksidan. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan aktivitas antioksidan daun mareme antara metode pengeringan angin-angin dan oven. Metode ekstraksi dengan maserasi menggunakan pelarut metanol, uji kualitatif dilakukan dengan KLT, Penentuan EC50 dengan FRAP menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil uji kualitatif menunjukan bahwa ekstrak positif memberikan aktivitas antioksidan yang ditunjukan dengan kuning sampai hijau pada bercak dengan nilai rf 0,25. Uji kuantitatif menunjukan ekstrak dengan metode pengeringan angin-angin dan oven memiliki nilai EC50 yaitu sebesar 7,56 dan 7,94 ppm dan pembanding asam askorbat 3,6 ppm. Sehingga ekstrak dikategorikan memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat. Dan tidak ada perbedaan aktivitas antioksidan antara metode pengeringan angin-angin dan oven dilihat dari intensitas antioksidan yaitu < 50 ppm.
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL DAUN KAPULAGA (Amomum compactum Soland ex. Maton) TERHADAP PERTUMBUHAN Trichophyton rubrum Khusnul Khusnul
Pharmacoscript Vol. 2 No. 2 (2019): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v2i2.238

Abstract

Kapulaga (Amomum compactum Soland ex. Maton) merupakan tanaman yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan dan juga dipercaya memiliki khasiat untuk mengobati berbagai penyakit, salah satunya penyakit yang disebabkan oleh jamur. Trichophyton rubrum merupakan salah satu jamur yang dapat menyebabkan penyakit kulit, diantaranya tinea pedis, tinea unguium, tinea korporis, dan lan-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak etanol daun kapulaga (Amomum compactum Soland ex. Maton) terhadap pertumbuhan jamur Trichophyton rubrum. Pengujian daya hambat ekstrak etanol daun kapulaga (Amomum compactum Soland ex. Maton) dilakukan dengan menggunakan metode Kirby-Bauer. Hasil penelitian yang diperoleh, ekstrak etanol daun kapulaga (Amomum compactum Soland ex. Maton) dapat menghambat pertumbuhan jamur Trichophyton rubrum dari konsentrasi 10% dengan rerata diameter zona hambat sebesar 30 mm, 20% sebesar 35 mm, 30% sebesar 38 mm, 40% sebesar 40 mm, 50% sebesar 45 mm, 60% sebesar 46 mm, 70% sebesar 47 mm, 80% sebesar 48 mm, 90% sebesar 62 mm, dan 100% sebesar 72 mm. Hasil analisis statistika menunjukkan bahwa diameter zona hambat jamur  Trichophyton rubrum  untuk hampir setiap konsentrasi ekstrak kapulaga menunjukkan perbedaan yang sangat nyata terhadap semua konsentrasi ekstrak, Hal ini berarti sebagian besar konsentrasi ekstrak tersebut telah menunjukkan efek yang berbeda dalam menghambat pertumbuhan Trichophyton rubrum. Efek antifungi yang paling baik terlihat pada konsentrasi ekstrak 100% dengan kemampuan daya hambat sebesar 72 mm dengan kategori hambatan sangat kuat sedangkan konsentrasi terkecil yang masih dapat menghambat pertumbuhan  terdapat pada konsentrasi ekstrak 10 % dengan kemampuan daya hambat sebesar 30 mm dengan kategori hambatan sama-sama sangat kuat
PENGARUH PELARUT CAMPUR ETIL ASETAT DAN N-HEKSAN TERHADAP RENDEMEN DAN KANDUNGAN METABOLIT SEKUNDER EKSTRAK DAUN BIDARA ARAB (Ziziphus sphina-christi L) Nur Aji
Pharmacoscript Vol. 2 No. 2 (2019): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v2i2.222

Abstract

Bidara arab (Ziziphus sphina-christi L) merupakan tanaman obat yang belum banyak diketahui masyarakat. Daunnya diketahui mengandung berbagai metabolit sekunder seperti alkaloid, saponin, tanin dan triterpenoid. Tujuan penelitian ini yaitu melihat pengaruh perbandingan pelarut campur etil asetat dan n-heksan terhadap rendemen dan kandungan metabolit sekunder dalam ekstrak daun bidara arab (Ziziphus sphina-christi L).  Metode penelitian ini yaitu eksperimental laboratorium menggunakan campuran pelarut etil asetat dan n-heksan dengan perbandingan 1:9, 3:7, 5:5, 7:3 dan 9:1 terhadap daun bidara arab, dengan metode maserasi. Hasil rata-rata rendemen ekstrak menggunakan campuran pelarut etil asetat dan n-heksan dengan perbandingan 1:9, 3:7, 5:5, 7:3, dan 9:1 berturut-turut adalah 3,53%, 3,81%, 3,89%, 5,15% dan 3,70%. Hasil penapisan fitokimia ekstrak daun bidara arab positif mengandung senyawa kimia golongan flavonoid dan steroid.
BIOAKTIVITAS DAN STUDI IN SILICO SENYAWA TURUNAN N’-BENZOYLISONICOTINOHYDRAZIDE (4-methyl, 4-chloro dan 3,5-dinitro) PADA Mycobacterium Tuberculosis (H37RV) BAKTERI GRAM POSITIF SERTA BAKTERI GRAM NEGATIF Ruswanto Ruswanto
Pharmacoscript Vol. 2 No. 2 (2019): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v2i2.239

Abstract

Isoniazid merupakan obat antituberkulosis yang memiliki aktivitas antimikobakterial yang baik yang bekerja secara aktif dengan menghambat biosintesis asam mikolat. Telah dilakukan pengujian In Vitro pada senyawa N’-(4-Methylbenzoyl) Isonicotinohydrazide N’-(4-Chlorobenzoyl) Isonicotinohydrazide dan N’-(3,5-Dinitrobenzoyl) Isonicotinohydrazide terhadap Mycobacterium tuberculosis H37Rv, bakteri gram positif serta bakteri gram negatif dengan menggunakan metode sumuran dan pada pengujian Mycobacterium tuberculosis H37Rv menggunakan metode REMA (Resazurin Microtiter Assay). Didapat nilai MIC terbaik pada senyawa N’-(3,5-Dinitrobenzoyl) Isonicotinohydrazide memiliki potensi tinggi sebagai antibakteri dengan nilai MIC 0,169 ppm terhadap bakteri e.colli. Ketiga senyawa yang diujikan pada  Mycobacterium tuberculosis H37Rv memiliki kemampuan sebagai anti tuberkulosis tetapi isoniazid lebih baik dari senyawa uji. Senyawa N’-(3,5-Dinitrobenzoyl) Isonicotinohydrazide di dockingkan pada reseptor 1KZN memiliki binding affinity yang lebih kecil dibandingkan senyawa pembanding yaitu isoniazid sebesar -6,89 kkal/mol.
THE EFFECTIVENESS OF AROMATHERAPY AS COMPLEMENTARY THERAPY OF INSOMNIA IN STUDENTS OF FINAL SEMESTER IN POLTEKKES KEMENKES TASIKMALAYA Nuri - Handayani
Pharmacoscript Vol. 2 No. 2 (2019): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v2i2.221

Abstract

Insomnia is difficulty starting and maintaining sleep. People who experience insomnia have less quality and quantity of sleep so people with insomnia feel not fresh and still sleepy after woke up. The purpose of this study was to determine the description of the incidence of insomnia and the effectiveness of giving aromatherapy as one of the complementary therapies of insomnia in the final year students at the Poltekkes of the Ministry of Health Tasikmalaya.The pre-experimental with the study design Single Group Design using the Insomnia Severity Index (ISI) instrument. The purposive sampling technique used in this study and 139 respondents involved.The results of the study showed that respondents who experienced insomnia were 79.14% with various categories from mild to severe insomnia. The effectiveness of the aromatherapy shows the value of p <0.005, which means there is a significant difference between before and after giving aromatherapy to respondents.

Page 1 of 1 | Total Record : 7