cover
Contact Name
Richa Mardianingrum
Contact Email
j.pharmacosript@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
j.pharmacosript@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pembela Tanah Air No.177, Kahuripan, Tawang, Tasikmalaya, Jawa Barat 46115
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Pharmacoscript
ISSN : 26224941     EISSN : 26851121     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Pharmacoscript merupakan jurnal penelitian yang dikelola oleh Prodi Farmasi dibawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Perjuangan Tasikmalaya (P-ISSN: 2622-4941 E-ISSN: 2685-1121) Jurnal ini merupakan media publikasi penelitian dan review artikel pada semua aspek ilmu farmasi yang bersifat inovatif, kreatif, original dan didasarkan pada scientific yang diterbitkan 2 kali dalam 1 tahun yakni pada bulan Agustus dan Februari. Jurnal ini memuat bidang khusus di farmasi seperti kimia farmasi, teknologi farmasi, farmakologi, biologi farmasi, farmasi klinik, dan bioteknologi farmasi.
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2023): Pharmacoscript" : 4 Documents clear
EVALUASI PENGGUNAAN SUPLEMEN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI LIMA APOTEK KABUPATEN KARAWANG Afifah Fitria; Hilmi Indah Laily; Salman Salman
Pharmacoscript Vol. 6 No. 1 (2023): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v6i1.1023

Abstract

COVID-19 terjadi akibat adanya infeksi saluran pernafasan akut yang ditularkan melalui droplet selama batuk dan bersin oleh orang yang bergejala maupun tidak bergejala. Pada masa pandemi COVID-19 banyak suplemen yang digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah serta membantu memulihkan suatu penyakit. Salah satu cara dalam upaya pencegahan kesehatan yaitu dengan mengkonsumsi suplemen. Suplemen merupakan suatu bahan tambahan yang baik bagi tubuh yang mengandung satu atau lebih vitamin dan mineral. Oleh karena itu, diperlukan suatu penelitian khusus tentang penggunaan suplemen di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan jumlah penggunaan suplemen yang dilihat berdasarkan data dalam resep bulan Mei sampai dengan Oktober 2021 kemudian dimasukan kedalam Microsoft Excel, dan mengetahui penggolongan suplemen berdasarkan informasi yang ada dalam MIMS serta menentukan ada tidaknya interaksi obat dengan suplemen berdasarkan informasi yang ada pada drugs.com selama masa pandemi COVID-19 di lima Apotek Kabupaten Karawang, penelitian ini dilakukan pada bulan Januari sampai dengan April 2022. Metode yang digunakan yaitu deskriptif, kualitatif-kuantitatif didukung dengan data primer menggunakan data resep. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari lima apotek, suplemen yang paling banyak digunakan adalah vitamin B yang termasuk dalam golongan vitamin dan mineral. Interaksi obat dengan suplemen hanya dihasilkan dari satu apotek yaitu apotek kelima, berdasarkan tingkat keparahannya apotek kelima mengalami interaksi dengan kategori minor dan moderat.
ANALISIS KARAKTERISTIK FISIKA PADATAN KARAGENAN DARI EUCHEUMA COTTONII HASIL EKSTRAKSI KOH pH 9 ASAL KABUPATEN BANGGAI SULAWESI TENGAH Legowo Wahyu Priyo; Ferdiansyah Rival
Pharmacoscript Vol. 6 No. 1 (2023): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v6i1.1136

Abstract

Menurut data statistik Kementrian Kelautan dan Perikanan diketahui produksi rumput laut di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya, pada tahun 2016 didapatkan hasil sebanyak 11,6 juta ton. Hasil produksi rumput laut tersebut sebagian besar hanya digunakan dalam bentuk bahan baku mentah yang belum digunakan secara luas, disisi lain karagenan yang merupakan produk olahan dari rumput laut memiliki potensi dapat digunakan secara luas dalam bidang farmasi karena memiliki kemampuan yang khas. Karagenan merupakan polisakarida yang terkandung dalam beberapa rumput laut, salah satunya yaitu jenis Eucheuma cottonii. Karagenan dapat diperoleh dengan cara ekstraksi menggunakan larutan basa, seperti kalium hidroksida (KOH) yang merupakan pelarut jenis alkali dengan kategori aman dan mudah didapatkan sehingga lebih dapat diterapkan dalam pembuatan karagenan skala produksi pada industri kecil. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis karakteristik fisika karagenan dari Eucheuma Cottonii hasil ekstraksi sehingga diketahui gambaran fungsi dari suatu bahan yang selanjutnya dapat dikembangkan atau digunakan secara spesifik untuk kebutuhan bahan tambahan obat sediaan padat. Metode yang diterapkan dalam analisis karakarteristik fisika padatan yaitu true density, solid fraction (SF), tensile strength (TS), bonding index (BI), BFI, dan rasio swelling. Hasil yang diperoleh dari sifat fisika padatan karagenan antara lain true density sebesar 1,94 g/mL, SF sebesar 0,70, TS sebesar 0,0853 Mpa, BI sebesar 0,0169, BFI sebesar 0,2616, dan rasio swelling terjadi pada 10 menit pertama. Berdasarkan hasil penelitian dan data karakteristik fisika yang diperoleh didapatkan bahwa karagenan hasil ekstraksi alkali memiliki potensi dalam penggunaannya sebagai bahan tambahan obat yang lebih tepat dan spesifik khususnya untuk bahan tambahan obat bentuk padatan sediaan tablet.
IDENTIFIKASI DAN ANALISIS SIDIK JARI DAUN KATUK DARI LIMA DAERAH DI JAWA BARAT MENGGUNAKAN SPEKTROSKOPI FTIR DAN KEMOMETRIK Rachmawati Winasih; Dinata Deden Indra; Sari Nurmala
Pharmacoscript Vol. 6 No. 1 (2023): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v6i1.1164

Abstract

Katuk merupakan salah satu tanaman yang daunnya digunakan sebagai obat herbal di Indonesia. Proses budidaya tanaman obat di berbagai daerah dapat mempengaruhi kualitas kandungan di dalamnya. Pengendalian mutu tanaman obat dapat dilakukan dengan cara menentukan sidik jari tumbuhan menggunakan pendekatan kemometrik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik daun katuk dari lima daerah di wilayah Jawa Barat menggunakan metode spektroskopi Fourier Transform Infrared (FTIR) yang dikombinasikan dengan Principal Component Analysis (PCA). Tahapan penelitian meliputi pengumpulan sampel dari lima daerah yaitu Bandung, Sumedang, Bogor, Sukabumi dan Tasikmalaya, kemudian sampel diekstraksi menggunakan etanol 96%. Ekstrak tersebut dianalisis menggunakan FTIR pada rentang bilangan gelombang 4000-650 cm-1. Spektrum FTIR sampel diberi perlakuan pendahuluan seperti smoothing, derivate dan baseline terlebih dahulu sebelum dianalisis dengan PCA. Hasil penelitian menunjukkan spektrum FTIR yang relatif sama dari lima jenis sampel. Sampel dari kelompok 1 (Sumedang, Bogor) dan kelompok 2 (Sukabumi dan Bandung) menunjukkan hubungan yang erat pada skor plot PCA, sedangkan Tasikmalaya dikelompokkan ke dalam kelompok lain. Analisis diskriminan dapat mengklasifikasikan daun katuk menurut jenis varietasnya. Metode yang dikembangkan ini cocok untuk identifikasi dan autentikasi daun katuk.
PENGARUH PENAMBAHAN CROSPOVIDONE DALAM PEMBUATAN TABLET ORALLY DISINTEGRATING TABLET LORATADIN SECARA GRANULASI BASAH DAN KEMPA LANGSUNG Anggraeni Wulan; Purnamasari Nira; Alatas Fikri; Ratih Hestiary; Aulia Rachmadian
Pharmacoscript Vol. 6 No. 1 (2023): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v6i1.1188

Abstract

Sediaan Orally Disintegrating Tablet (ODT) merupakan sistem penghantaran obat dengan disintegrasi yang cepat dalam waktu kurang dari 60 detik. ODT umumnya menggunakan bahan penghancur yang dapat mempercepat hancurnya tablet dalam rongga mulut tanpa melalui proses pembentukan gel, antara lain crospovidone. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penambahan crospovidone dalam pembuatan ODT loratadin dengan metode granulasi basah dan kempa langsung terhadap sifat fisik tablet, seperti kerapuhan, kekerasan, waktu pembasahan, waktu hancur serta profil disolusi tablet. Penambahan crospovidone dengan metode granulasi basah dilakukan secara intragranular dan ekstragranular. Secara intragranular crospovidone dicampurkan dengan eksipien lain untuk membentuk granul, sedangkan secara ekstragranular, crospovidone dicampurkan dengan granul kering. Berbeda dengan metode granulasi basah, pada metode kempa langsung, crospovidone dicampurkan langsung dengan bahan-bahan lainnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan crospovidone dalam pembuatan ODT loratadin secara intragranular, ekstragranular dan kempa langsung mempengaruhi sifat fisik tablet seperti kerapuhan, kekerasan, waktu pembasahan, waktu hancur serta profil disolusi tablet. Penambahan crospovidone secara kempa langsung merupakan metode yang paling efektif dalam menghasilkan Orally Disintegrating Tablet loratadine dengan waktu hancur yang paling singkat yaitu 57 detik.

Page 1 of 1 | Total Record : 4