cover
Contact Name
Widia Ardias
Contact Email
wee2d.ardias@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltajdid@uinib.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid
ISSN : 14102617     EISSN : 2685466X     DOI : -
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid diterbitkan oleh Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Imam Bonjol Padang, sebagai media informasi dan forum pembahasan kajian tentang ilmu ushuluddin yang terkait dalam empat aspek bidang keilmuan yakni, Aqidah dan Filsafat Islam, Studi Agama-Agama, Ilmu Al-quran dan Tafsir (Tafsir Hadis), Psikologi Islam. Majalah ini berisi kumpulan tulisan ringkas hasil penelitian, hipotesa, survey dan karya akademik lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 20, No 1 (2017)" : 8 Documents clear
SPIRITUALITAS DALAM AGAMA HINDU Ayu Rustriana Rusli
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 20, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v20i1.168

Abstract

Spiritualitas dan agama adalah dua hal yang berbeda namun tak dapat dipisahkan. Karena spiritualitas adalah salah satu cara manusia dalam beragama. Dalam Hindu, jalan spiritualitasnya memberi peluang bagi setiap individu untuk memilih cara yang sesuai dengan potensi dan bentuk penghayatannya serta sesuai dengan situasi dalam kehidupan individu yang bersangkutan. Oleh karena itu ada empat cara atau jalan spiritualitas dalam Hindu yang dapat dipilih yaitu Karma Yoga, Bhakti Yoga, Jnana Yoga dan Raja Yoga
INTERNALISASI NILAI-NILAI AL-QUR’AN TERHADAP ILMU DAN PENDIDIKAN DALAM ISLAM Sirajuddin Zar
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 20, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v20i1.163

Abstract

Islam is a religion that concerned to all aspects of life. Everything has been arranged in accordance with a command from Allah. Religion in Islamic view is a basic principle and a way of life and tawhid is the basis of everything. Islamic science focused on how Islam as the foundation of science that binding value and science based on the framework of tawhid which containing three components, namely, theocentric, anthropocentric and cosmocentric and those components become the basis for the character education in Islam
HUBUNGAN ILMU AKHLAK DENGAN ILMU TAUHID Darmansyah, Darmansyah
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 20, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v20i1.169

Abstract

Basically, there is a connection between every science whether the connection is tight, mediocre, or relatively far. Some subject that have a close connection with Ethical science are Tasawuf, Theology, Education Science, Psychiatry and Philosophy. Whereas, some science that have mediocre connection with Ethics are Law, Sosiology, History ad Anthropology. Some science that have far connection with Ethics are Physics, Biology and Politics.In this article, we will investigate the very close relationship between Ethics and Theology.
AGNOSTISISME MODERN faisal, Faisal
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 20, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v20i1.164

Abstract

Pemikiran tentang Tuhan sebagai tema utama dalam agama, mengalami dinamika sepanjang sejarah manusia. Pencarian Tuhan ternyata tidak berhenti ketika konsep Teisme memberi jawaban dengan berbagai argumentasi. Salah satu paham yang muncul kemudian adalah agnostisisme yang pada prinsipnya memandang bahwa manusia tidak bisa memberikan jawaban mengenai apakah Tuhan ada atau tidak. Bagi penganut paham ini, jawaban ada atau tidak, memiliki nilai yang sama karena eksistensi Tuhan tidak bisa dibuktikan secara ilmu pengetahuan empiris dan positivistik. Tulisan ini akan membahas paham agnostik ini, baik tentang pengertian, akar pemahaman, maupun tentang kaitannya dengan sains.
DIMENSI EPISTEMOLOGI DALAM PEMIKIRAN FAZLUR RAHMAN Hamdan Akromullah
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 20, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v20i1.1

Abstract

Tulisan ini membahas tentang Dimensi Epistemologi dalam Pemikiran FazlurRahman. Di akhir tulisan ini disimpulkan bahwa karakteristik mendasar gerakan neomodernismeadalah terletak pada perhatiannya yang dalam pada tradisi Islam. Metodologi, akal, dan Islamisasi ilmu pengetahuan adalah persoalan-persoalanepistemologis yang utama dalam neo-modernisme Fazlur Rahman. Menurut FazlurRahman ilmu pengetahuan itu adalah benar, tergantung pada penggunaannya.Penggunaannya yang menjadikan ilmu itu benar dan salah. Sumbangan terbesar FazlurRahman bagi umat Islam adalah perombakan konsepsi umat Islam tentang epistemologiyang telah membuat pemikiran umat Islam rigid, puritan, dan dikotomis dalammemecahkan persoalan yang mengakibatkan umat Islam sulit untuk berpikir sintesis,elastis, dan pragmatis. Fazlur Rahman telah memberikan alternatif berpikir bagi kaummuslimin.
RESPON CIVITAS AKADEMIKA FAKULTAS USHULUDDIN IAIN IMAM BONJOL TERHADAP PERATURAN DIRJEN PENDIS NO. 1429/2012 (Perubahan Nama Program Studi dari “Tafsir Hadis” Ke “Ilmu Alquran dan Tafsir” dan “Ilmu Hadis”) Muslim Muslim
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 20, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v20i1.165

Abstract

Tulisan ini menelusuri respon civitas akademik Fakultas Ushuluddin IAIN Imam Bonjol Padang terhadap Peraturan Direktur Jendral Pendidikan Islam No 1429 tahun 2012 tentang Perubahan Nama Program Studi dari “Tafsir Hadis” ke “Ilmu Alquran dan Tafsir” dan “Ilmu Hadis”). Peraturan Dirjend Pendis tentang pemisahan Jurusan Tafsir Hadis menjadi dua prodi, Ilmu Alquran dan Tafsir dan Ilmu Hadis, ternyata masih direspon pro dan kontra. Segi sumber daya diperlukan reorganisasi dengan penambahan jumlah dosen karena tidak mencukupi syarat pembukaan prodi baru (6 orang). Selain itu, pemecahan 1 prodi menjadi 2 prodi berarti mengganti kurikulum yang sudah ada. Diperlukan perencanaan kurikulum baru untuk prodi IAT dan IH. Untuk perkembangan ke depan, IAT dan IH juga diharapkan mengembangkan spesifikasi keilmuannya sehingga prodi ini memiliki ciri khas di masa depan, misalnya; kajian Alquran di Barat, Kajian hadis di Barat, Tafsir Nusantara dan sebagainya.
KEBEBASAN BERAGAMA DALAM PERSPEKTIF ISLAM Lukmanul Hakim
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 20, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v20i1.166

Abstract

Tujuan tulisan ini adalah untuk mendeskripsikan arti kebebasan beragama dalam perspektif Islam dan untuk menganalisis pandangan Islam tentang kebebasan beragama. Pendekatan dalam tulisan ini adalah dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitis. Kebebasan beragama dalam pandangan Islam adalah tidak adanya keterhalangan seseorang untuk mengekpresikan jiwanya di dalam memilih agama, menjalankan dan bertukar fikiran di dalam masalah agama tanpa adanya unsur-unsur paksaan dan pengaruh dari pihak lain. Namun tetap dilandasi dengan al-Qur‟an dan Sunnah Nabi Muhammad Saw. Pandangan agama Islam tentang kebebasan beragama adalah dengan memberikan kebebasan kepada seseorang untuk memilih, menjalankan dan bertukar fikiran di dalam masalah agama, baik dilakukan dengan yang seagama maupun dengan penganut agama lain, baik di tempat umum ataupun tersendiri baik dikerjakan sendiri-sendiri maupun bersama orang lain. Namun walaupun demikian tetap berpijak kepada garis-garis yang telah ditetapkan al-Qur‟an dan Sunnah Nabi Muhammad Saw.
STUDI KITABAL-Jāmi’al-Ṣagīrmin Aḥādīṡ al-Basyīr al-Nażīr KARYA Al-Suyūṭī Muhammad Anshori
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 20, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v20i1.167

Abstract

Tulisan ini mencoba untuk meneliti salah satu kitab hadis antologi yang memiliki pengaruh besar dalam studi hadis, yaitu al-Jāmi’ al-Ṣagīr fī Aḥādīṡ al-Basyīr al-Nażīr karya al-Suyūṭī (w. 1405 M/911 H). Kitab ini disusun berdasarkan abjab Arab atau mu‟jam dengan tujuan untuk mempermudah dalam pencarian matan hadis. Beberapa ulama telah memberi perhatian terhadapal-Jāmi’ al-Ṣagīrdengan mensyarḥkan supaya mudah dipahami isi kandungan hadisnya. Dengan metode deskriptif-analitis tulisan ini menunjukkan bahwa kualitas hadis dalam kitab tersebut bervariatif, ada yang sahih, hasan, daif, bahkan palsu atau tidak memiliki asal usul yang jelas.Al-Suyūṭī memang dikenal kurang teliti dan mempermudah dalam mensahihkan sebuah hadis. Kriteria kesahihan hadis menurutnya sangat longgar sehingga terkesan lebih menekankan aspek matan daripada sanad. Tentu hal itu juga penting tetapi kajian terhadap sanad juga harus dilakukan supaya seimbang. Al-Jāmi’ al-Ṣagīrmerupakan salah satu kitab yang merujuk kepada banyak sumber kitab-kitab hadis terdahulu. Dari beberapa kitab yang ada, kita hadis inilah yang disusun secara alpabetis supaya pembaca mudah dalam mencari matan hadis secara langsung. Harus diakui bahwa tidak semua rumus atau lambang kualitas hadis bisa dipegang dalam kitab tersebut. Selain itu ada beberapa hadis yang tidak disusun berdasarkan abjad atau secara alpabetis. Tetapi bagaimanapun juga kita al-Jāmi’ al-Ṣagīrkarya al-Suyūṭī telah memberi kontribusi dalam memperkaya literatur hadis.

Page 1 of 1 | Total Record : 8