cover
Contact Name
Fauziah Astrid
Contact Email
fauziah.astrid@uin-alauddin.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalisa@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Jurnalisa : Jurnal Jurusan Jurnalistik
ISSN : 24606766     EISSN : 26860570     DOI : -
Journalisa Journal is a scientific publication for research topics and studies on journalism and mass media. The form of publiation that we receive will be reviewed by reviewers who have a concentration in the field of journalism, specifically mass media and Communication.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2018)" : 10 Documents clear
PENGAPLIKASIAN POLA COMPUTER MEDIATED COMMUNICATION (CMC) DALAM DAKWAH Sri Hadijah Arnus
Jurnal Jurnalisa: Jurnal Jurusan Jurnalistik Vol 4 No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurnalisa.v4i1.5618

Abstract

Penelitian ini berbicara komunikasi yang menggunakan komputer sebagai perantara (medium). Hal ini berkembang seiring kemajuan teknologi komunikasi dan internet. Medium ini dikenal dengan nama Computer Mediated Communication (CMC). Hal yang berkaitan dengan ini seperti sistem obrolan, website dalam bentuk world wide web. Di dalamnya mencakup sistem tekstual. Grafis, fotografi, audio, dan video yang keseluruhan menggunakan aspek hyperlink. penulis menganggap bahwa penerapan pola CMC ini sebagai pelengkap dan memperkaya metode dakwah yang telah ada sekarang ini.  Metode dakwah yang dilakukan secara face to face hendaknya tidak dihilangkan dan akan terus dikembangan sehngga tidak kalah dengan kemajuan teknologi saat ini.
POLA KOMUNIKASI PENGGUNA APLIKASI CHATTING (STUDI PADA KOMUNITAS ANDROID MAKASSAR) Rahmita Saleh; Suwardi Thahir
Jurnal Jurnalisa: Jurnal Jurusan Jurnalistik Vol 4 No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurnalisa.v4i1.5623

Abstract

Kehadiran internet dan sistem operasi Android menjadikan komunikasi semakin mudah dilakukan tanpa ada hambatan jarak dan waktu. Perubahan cara berkomunikasi, gaya hidup dan pemenuhan kebutuhan manusia adalah beberapa dampak dari hadirnya inovasi ini. Salah satu perubahan cara berkomunikasi yang paling berpengaruh adalah perilaku percakapan sehari-hari yang didominasi oleh penggunaan aplikasi menggunakan perangkat mobile. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi pengguna aplikasi chatting dengan memfokuskan penelitian pada kelompok sosial Komunitas Android Makassar yang merupakan kelompok yang ikut mempopulerkan penggunaan perangkat berbasis sistem operasi Android di Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan Etnografi Komunikasi untuk menggambarkan secara detail pola komunikasi melalui hubungan antara komponen-komponen komunikasi dalam setting tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pola komunikasi kelompok Komunitas Android Makassar dalam berkomunikasi menggunakan aplikasi chatting cenderung bersifat massa namun terdapat dua perbedaan yaitu pada umpan balik dan model penyebaran pesan. Selain itu, bentuk komunikasi pengguna aplikasi chatting berupa dialog satu-ke-banyak dan terjadi secara asinkron yang berarti bahwa peserta tidak berpotensi untuk saling berinteraksi secara nyata karena berlangsung menggunakan perantara berupa perangkat mobile.
IMPLEMENTASI ZETIZEN BAGI DAYA TARIK LITERASI MEDIA GENERASI Z Haidir Fitra Siagian; Tri Imam Fachrurrazi
Jurnal Jurnalisa: Jurnal Jurusan Jurnalistik Vol 4 No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurnalisa.v4i1.5619

Abstract

Implementation or activities undertaken by Zetizen PT. Jawa Pos Group in increasing reading interest of Z generation towards the news which is presented with intergrating Zetizen newspaper published in 38 cities of 34 provinces in Indonesia, website zetizen.com with providing news contents, quizzes, and Zetizen members, social media to encourage the increase of awareness towards Zetizen products, both traffic website and newspaper readers, last offline engagement, by always being involved and creating Zetizen events and communities. Those four elements are interconnected within increasing reading interest of Z generation. The challenges faced by Zetizen PT. Jawa Pos Group is divided into two. 1) Human Resources, including; a) diversification of spirit, lack of human resources, b) Zetizen crew must have courage, develop research and understand the condition of young people. And 2) Content, including: a) Make the Zetizen news become viral, attractive, communicative, b) lack of media distribution, c) updating timeline and interesting creative videos.
EFEKTIVITAS DAKWAH MELALUI MAJALAH Alamsyah Alamsyah
Jurnal Jurnalisa: Jurnal Jurusan Jurnalistik Vol 4 No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurnalisa.v4i1.5624

Abstract

Seiring dengan arus perkembangan media informasi yang nampak semakin pesat sebagai konsekwensi dari kemajuan peradaban khususnya di bidang prestasi ilmu dan teknologi, bentuk-bentuk penyampaian pesan di mana kegiatan dakwah termasuk di dalamnya, juga amat terasa untuk perlu dimodernisir sesuai dengan perkembangan zaman dan kemajuan di bidang peradaban. Jika tidak, maka sistem penyampaian pesan dalam bentuk dakwah akan tertinggal dan dapat berakibat tidak lagi mendapat tempat yang layak ditengah kemajuan ilmu dan peradaban yang semakin maju. Eksistensi majalah sebagai media merupakan kebutuhan primer untuk menyalurkan aspirasi, ide dan pesan-pesan moral agama  yang sangat efektif ke berbagai belahan dunia.
PENERAPAN JURNALISME PRESISI PADA PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH (PILKADA) DI INDONESIA Rahmawati Latief
Jurnal Jurnalisa: Jurnal Jurusan Jurnalistik Vol 4 No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurnalisa.v4i1.5620

Abstract

Jurnalisme presisi diketahui sebagai genre jurnalisme yang menautkan antara pekerjaan jurnalistik dengan pekerjaan saintis sosial. Jurnalisme presisi adalah metode peliputan berita dengan menggunakan riset ilmu sosial di mana peristiwa, karakteristik, tingkah laku atau sikap diubah menjadi angka-angka untuk ditelaah dan dianalisis dengan metode survei, analisa isi dan eksperimen lapangan. Kemunculan jurnalisme ini disebabkan karena beberapa fenomena ekonomi sosial budaya politik yang tidak lagi mampu dijelaskan melalui peliputan berita konvensional yang sifatnya naratif dan deskriptif khususnya isu-isu kontestasi Pemilihan Umum (Pemilu). Jurnalisme presisi ini menjawab ekspektasi masyarakat untuk menikmati laporan pemberitaan yang objektif, kredibel dan komprehensif. Dukungan metode penelitian sosial yang rasional dan akurat menjadi perekat jurnalisme presisi sebagai barometer bagi masyarakat dalam menentukan pilihan politiknya sekaligus preferensi bagi semua elemen masyarakat untuk memprediksi pemenang kontestasi Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) di Indonesia.
STRATEGI KOMUNIKASI MAJELIS TAKLIM NURUL ISHLAH SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN KESADARAN BERAGAMA Syamsidar Syamsidar
Jurnal Jurnalisa: Jurnal Jurusan Jurnalistik Vol 4 No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurnalisa.v4i1.5625

Abstract

Majelis Taklim Nurul Ishlah Muhammadiyah merupakan tempat pangajaran atau pendidikan agama  yang  fleksibel dan tidak terikat oleh waktu. Majelis Taklim bersifat terbuka terhadap segala usia, lapisan atau strata sosial, dan jenis kelamin. Waktu penyelenggaraannya pun tidak terikat. Tempat bisa dilakukan di rumah, masjid, mushalla, gedung dan sebagainya. Selain itu, majelis taklim memiliki fungsi yaitu sebagai lembaga dakwah dan lembaga pendidikan non-formal. Fleksibelitas majelis taklim inilah yang menjadi kekuatan sehingga mampu bertahan dan merupakan lembaga pendidikan yang paling dekat dengan umat (masyarakat). Majelis taklim juga merupakan wahana interaksi dan komunikasi yang kuat antara masyarakat awam dengan para mualim, dan antara sesama anggota jamaah majelis taklim tanpa dibatasi oleh tempat dan waktu.Terkait dengan fungsinya sebagai lembaga pendidikan non  formal maka majelis taklim sangat berpengaruh terhadap peningkatana kesadaran beragama setiap masyarakat atau ummat yang senantiasa mengikuti kegiatan yang dilaksanakan oleh majelis taklim.
DAKWAH DALAM PERSPEKTIF MEDIA SOSIAL Muh Nur Latief
Jurnal Jurnalisa: Jurnal Jurusan Jurnalistik Vol 4 No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurnalisa.v4i1.5621

Abstract

This paper discusses about da'wah in social media by exposing the material and method of da'wah for people universally. The process of this little simple dakwah was supposed to be able to convey the main points of Islamic teachings in full which include; aqidah, shariah and morals. In this modern era technology has become more sophisticated so as to facilitate the da'i to preach using technology in accordance with the situation and conditions so it will be easy for Muslims to get knowledge from the media. By using social media will encourage Muslims to broadcast religion and this will bring a positive impact audiences against the use of media for preaching. Social media can make people communicate with each other wherever and whenever, no matter how far they are, and no matter day or night.
KOMUNIKASI PENDIDIKAN BERBASIS BLENDED LEARNING DALAM MEMBENTUK KEMANDIRIAN BELAJAR Usman Usman
Jurnal Jurnalisa: Jurnal Jurusan Jurnalistik Vol 4 No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurnalisa.v4i1.5626

Abstract

Komunikasi Pendidikan menjadi salah satu keilmuan yang dilakukan dalam rangka peningkatan di dunia pendidikan. Salah satu modelnya yaitu Blended Learning yaitu suatu komunikasi pembelajaran yang menggabungkan penerapan pembelajaran tradisional di dalam kelas dengan pembelajaran online yang memanfaatkan teknologi informasi. Model pembelajaran ini mengoptimalkan pengintegrasian komunikasi lisan yang ada pada pembelajaran tatap muka dengan komunikasi tertulis pada pembelajaran online. Lebih lanjut pengertian lain dari Blended Learning merupakan pembelajaran yang bersifat fleksibel salain itu penggunaan e-learning atau pembelajaran online merupakan saah satu bentuk contoh pembelajaran yang fleksibel dalam metode Blended Learning. Penerapan model ini mampu meningkatkan mutualitas serta kualitas pembelajaran. Pemblajaran ini dapat menunjukan perbedaan yang lebih baik dalam segi motivasi, minat, maupun hasil belajar peserta didik dibanding metode-metode lain terutama metode dalam pembelajaran langsung, sehingga metode Blended Learning berhasil menjadi trend dan banyak digunakan di perguruan tinggi terkemuka di dunia. Menurut Vernadakis, et al (2012) model pembelajaran Blended Learning mampu menciptakan proses pembelajaran berpusat pada peserta didik. Dalam proses pelaksanaannya, dengan keterlibatan dan partisipasi dalam proses pembelajaran, Blended Learning dapat meningkatkan rasa tanggung jawab peserta didik. Selain itu, adanya interaksi dalam model pembelajaran Blended Learning menciptakan suatu motif kepada peserta didik untuk berkompetisi dalam belajar.
STRATEGI KOMUNIKASI PEMERINTAHAN DI MASA UMAR IBN AL-KHATTAB Nurlaelah Abbas
Jurnal Jurnalisa: Jurnal Jurusan Jurnalistik Vol 4 No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurnalisa.v4i1.5617

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan perkembangan pemerintahan Khalifah Umar Ibn Al-Khattab. Secara khusus, penelitian ini ingin menggambarkan situasi komunikasi pemerintahan dan strategi komunikasi kepemimpinan Umar. Salah satu gambaran dari pemerintahan ini yaitu pembinaan masyarakat secara islam yang dibentuk dengan menggunakan pola pendekatan komunikasi antarpribadi.
Swa-radikalisasi Melalui Media Sosial di Indonesia Achmad Sulfikar
Jurnal Jurnalisa: Jurnal Jurusan Jurnalistik Vol 4 No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurnalisa.v4i1.5622

Abstract

Revolusi teknologi komunikasi dan informasi selalu melahirkan format komunikasi yang berbeda dari yang pernah ada. Interaksi antar manusia yang sebelumnya dibatasi oleh ruang dan pertemuan secara fisik kini dapat dilakukan tanpa batas, menembus batas-batas kota dan negara. Kehadiran beragam aplikasi media sosial berbasis online memberi ruang dan peluang tak terbatas bagi pengguna internet di Indonesia untuk bertukar informasi. Hal ini kemudian dimanfaatkan oleh politisi untuk melakukan kampanye, propaganda bahkan agitasi. Tidak hanya politisi, kelompok Islam garis keras juga memanfaatkan sosial media sebagai wahana penyebarluasan pesan-pesan yang mengandung kekerasan. Swa-radikalisasi adalah fenomena yang menyusul penggunaan media sosial untuk tujuan kekerasan. Berbeda dengan radikalisasi, swa-radikalisasi timbul karena ada unsur kesengajaan pelaku dalam aktifitasnya di dunia maya. Ia mencari sendiri sumber-sumber informasi yang memuat pesan-pesan yang menguatkan potensi radikal dalam dirinya. Pesan-pesan yang kemudian dikonsumsi tidak hanya sebatas pada ide dan tetapi juga hal yang bersifat praktis seperti cara membuat bahan peledak rakitan. Ujung dari proses swa-radikalisasi melalui media sosial ini sendiri tidak lebih baik, ia akan menciptakan lone-wolf terrorist, teroris yang bergerak sendiri tanpa perintah, tanpa organisasi, dan sulit dideteksi yang akan merusak kehidupan masyarakat secara mental dan fisik.

Page 1 of 1 | Total Record : 10