cover
Contact Name
Moh Cholisatur Rizaq
Contact Email
deskovi@umaha.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
deskovi@umaha.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
DESKOVI : Art and Design Journal
ISSN : 26545381     EISSN : 2655464X     DOI : -
Core Subject : Art,
DESKOVI : Art and Design Journal is a journal published officially by Universitas Maarif Hasyim Latif. The topics in DESKOVI cover the results of study and creation that can broaden knowledge in the field of art and design in general with a focus on the topic of design processes, design methodology, design development, design history, design discourse, art criticism, art anthropology, art sociology, creative industry and conceptual culture, education and research in the fields of art, performance, product design, interior design and visual communication design.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2021): DESEMBER 2021" : 13 Documents clear
12 PRINSIP ANIMASI PADA GERAK KARAKTER SKELETAL ANIMATION “ACHOO” Anis Rahmi
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 4 No. 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v4i2.914

Abstract

Karakter animasi merupakan seni menyajikan dan membuat tokoh tertentu bergerak dan dengan ciri dan karakteristik di layar dalam konteks 2D atau 3D. Hal tersebut menimbulkan kesulitan animator saat bekerja menggambungkan banyak gambar untuk mewujudkan suatu karakter bergerak, berpikir, berperilaku muncul secara konsisten di layar. Skeletal Animation membantu animator untuk memecahkan masalah kerumitan ketika menggerakkan bagian-bagian potongan gambar, mengontrol perubahan bentuk gambar dengan bantuan algoritma komputer yang menunjukkan pose gerak serta mengurangi kebutuhan memori pada komputer terkait kebutuhan untuk menggerakan gambar dalam jumlah yang banyak. Ilusi gerak suatu karakter tokoh tidak hanya menganut aturan hukum dasar fisika, tetapi juga berurusan dengan masalah waktu pengerjaan, reaksi emosional tokoh dan daya tarik karakter yang diatur dalam 12 prinsip dasar animasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Hasil penelitian berupa evaluasi deskriptif yang diperoleh dari narasumber yang berprofesi sebagai animator senior studio animasi di Batam yang memberikan evaluasi gerak tokoh film animasi pendek berjudul “Achoo” yang menerapkan teknik skeletal animation pada gerak 2 karakter berwujud manusia dan 1 tokoh mikroba yang hidup dan bergerak seperti memiliki kepribadian seorang manusia.
IMAJINASI SOSOK IBU DALAM KARYA SENI LUKIS Riki Umar Tono
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 4 No. 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v4i2.916

Abstract

Tulisan ini membahas mengenai bagaimana seorang anak yang tidak sempat merasakan kasih sayang dari sosok ibu kandung dikarenakan telah meninggal dunia ketika anak tersebut berusia tiga tahun. Sosok ibu yang dipilih dalam penciptaan karya seni lukis dikarenakan penulis menganggap bahawa hal yang paling dekat dari kehidupannya adalah sosok ibu. Walaupun terasa dekat baginya, akan tetapi penulis merasa kesedih dan sakit hati dikarena tidak memiliki sosok ibu kandung ketika umur tiga tahun sampai tumbuh dewasa. Dengan rasa yang penulis alami dari dulu sampai sekarang, penulis memilih sosok ibu menjadi inspirasi berkarya. Penciptaan seni lukis ini bertujuan untuk mengimajinasikan sosok ibu   dengan menggunakan metode practice based research. Sehingga  karya yang dihasilkan bersifat subjektif dengan pengalaman pribadi penulis, oleh karenakan itu pengaplikasian metodenya mengunakan eksplorasi, eksperimentasi dan penbentukan. Dengan metode tersebut imajinasi sosok ibu dalam karya seni lukis dapat diwujudkan dengan bentuk surealisme.
BRAND IMAGE DAN REPUTASI MELALUI CUSTOMER CAPITAL (STUDI KASUS : PERTUNJUKAN RAMINTEN CABARET YOGYAKARTA) Dewi Sinta Fajarwati
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 4 No. 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v4i2.1560

Abstract

Pelanggan atau pembeli merupakan tolak ukur kesuksesan sebuah produk. Dalam dunia pertunjukan penotonlah yang menjadi kunci utama dalam melihat pertunjukan itu menarik atau biasa saja. Penonton juga menjadi satu penentu faktor penting dalam Modal Intelektual yaitu sebagai Customer Capital Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) cara padang masyarakat terhadap pertunjukan di Raminten Cabaret Show yang melibatkan para kaum Crossgender atau Crossdresser, (2) usaha pengelola untuk dapat menjaga reputasi dalam masyarakat terkait isu LGBT. Metode yang digunakan adalah kulitatif deskriptif dengan pendekatan observasi. Peneliti menemukan bahwa hampir semua kalangan masyarakat menganggap bahwa Raminten Cabaret Show hanya sebatas sebuah pertunjukan seni. Ketertarikan penonton justru karena tata panggung yang megah dan kualitas penampilan impersonate yang sangat bagus. Narasumber yang diwawancara adalah para stake holder internal atau bagaian Manajemen dan penoton yang pernah menyaksikan pertunjukan.
LINGKARAN SEBAGAI FRAME DIMENSION FILM "I AM NOT MADAME BOVARY (2016)" KARYA FENG XIAOGANG Driepuza Ryan Fortunanda
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 4 No. 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v4i2.1561

Abstract

Frame dimension dalam sebuah karya seni dua dimensi adalah bidang pembatas karya seni itu sendiri dengan dunia luar atau galeri seni. Frame dimension menjadi sebuah ruang pembatas seniman untuk membingkai apapun yang diinginkan. Berbeda dengan karya seni dua dimensi lain, film dari dahulu selalu berbentuk kotak. Film I Am Not Madame Bovary (2016) dihadirkan dengan frame dimension yang berbeda dari film lainnya, yaitu menggunakan lingkaran secara dominan. Tidak hanya sebagai eksplorasi bentuk, pemilihan frame dimension lingkaran tentu mempunyai gagasan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang gagasan dari pemilihan frame dimension lingkaran pada film tersebut. Metode kualitatif digunakan untuk melakukan penelitian ini. Melalui metode ini data akan dianalisis lalu dijabarkan. Data diperoleh dari dua aspek film, yaitu sinematik dan naratif. Sinematik dilihat dari segi mise-en-scene dan aspek naratif diketahui dari cerita film. Pada awal film menunjukan sebuah fragmen dari sebuah cerita digambarkan dengan lukisan Cina lama. Analisis berdasarkan awal film menunjukan petunjuk dari gagasan pemilihan frame dimension lingkaran, yaitu mengenai zaman Dinasti Song. Pengetahuan mengenai sejarah Dinasti Song khususnya lukisan-lukisannya sangat diperlukan pada penelitian ini. Bagaimana keterkaitan antara dua hal tersebut, yaitu film I Am Not Madame Bovary (2016) dan zaman Dinasti Song. sehingga mempengaruhi gagasan dari pemilihan frame dimension lingkaran.
KAJIAN BENTUK MANAJEMEN HAK CIPTA PENCIPTA KARYA ARIE PRIMA KURNIA Sari Pertiwi
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 4 No. 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v4i2.1562

Abstract

Penelitian jurnal berangkat dari fenomena kasus pelanggaran hak cipta seorang pencipta karya yang mendistribusikan karyanya ke negara dengan kebijakan hukum hak cipta yang berbeda. Penelitian ini berfokus dalam mengkaji bentuk manajemen hak cipta seorang pencipta karya yaitu Arie Prima Kurnia yang pernah bersinggungan dengan persoalan hak cipta di luar Indonesia. Proses mengkaji dilakukan berdasarkan teori manajemen dari George R. Terry dan Leslie W. Rue sebagai landasan utamanya. Penelitian menggunakan metode kualitatif pada proses analisis data, teknik wawancara terstruktur pada proses pengumpulan data primer, teknik mengumpulkan dokumen secara online dan offline pada proses pengumpulan data sekunder, serta teknik triangulasi pada proses validasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk manajemen hak cipta yang diterapkan oleh Arie Prima Kurnia telah memenuhi kriteria suatu bentuk manajemen yang berfungsi dengan baik berdasarkan teori dari George R. Terry dan Leslie W. Rue.
MODEL PENGELOLAAN PADA SANGGAR SENI INDAH DI MATO DALAM MELESTARIKAN SENI PERTUNJUKAN MINANGKABAU Dani Fajrul Arisyi
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 4 No. 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v4i2.1563

Abstract

Budaya kesenian khususnya seni petunjukan patut dilestarikan. Model tata kelola sangat dibutuhkan dalam melestarikan seni pertunjukan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta mengkaji model tata kelola yang digunakan pada Sanggar Seni Indah di Mato dalam melestarikan seni pertunjukan tradisional. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Objek penelitian yaitu Sanggar Seni Indah di Mato. Subjek pada penelitian ini adalah Mia Famiati yang menjabat sebagai wakil ketua pada Sanggar Seni Indah di Mato. Teknik pengumpulan data dengan melakukan wawancara dan observasi. Hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa Sanggar Seni Indah di Mato memberikan kelas pelatihan, membuat tari-tarian kreaasi, memberikan alternatif untuk siswa mengikuti festival tradisional, dan membuat lomba seni pertunjukan tradisional. Dalam pelestariannya, sanggar ini tetap mengembangkan budaya seni pertunjukan dengan tidak meninggalkan ketradisiannya. Sanggar ini juga selalu berkreasi untuk mencoba hal-hal baru agar sanggar tersebut berkembang dan semakin maju. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teori manajemen sebagai acuan penelitian. Terdapat 4 fungsi manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian.
KUALITAS LAYANAN STUDIO MUSIK VOZ DI PAKUALAMAN YOGYAKARTA Fatikha Yulianisa
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 4 No. 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v4i2.1564

Abstract

Kualitas layanan merupakan salah satu faktor penting yang menentukan kepuasan pelanggan, sehingga pelanggan bersedia untuk menggunakan layanan kembali, bahkan merekomendasikannya pada orang lain. Meningkatkan kualitas layanan tentu dapat meningkatkan kepuasan dan kesetiaan pelanggan terhadap layanan tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengukur kualitas layanan studio musik voz yang hasilnya ditindaklanjuti sebagai pertimbangan peningkatan kualitas layanan dalam rangka mengembangkan usaha dan menjaga kesetiaan pelanggan studio musik voz. Penelitian ini melakukan survei terhadap 40 orang penyewa studio musik voz berusia 15 tahun atau lebih dengan frekuensi kunjungan minimal 3 kali dalam jangka waktu 3 bulan terakhir. Penelitian ini merekomendasikan: (1) mengadakan evaluasi kerja karyawan secara berkala sembari berlibur agar dapat men-charge kembali semangat karyawan dan meningkatkan loyalitas karyawan terhadap perusahaan, (2) mengikutsertakan karyawan pada training/workshop terkait layanan studio musik voz, (3) meningkatkan kemudahan transaksi secara online seperti ovo dan gopay atau platform transaksi online lainnya, sehingga transaksi tercatat secara otomatis dan meningkatkan rasa aman pelanggan ketika bertransaksi, (4) menambah software mesin kasir dalam gadget agar pembayaran dapat terdokumentasi secara rapi dan jelas sehingga meningkatkan rasa aman pada pelanggan.
MANAJEMEN RUANG SENI ALTERNATIF PADA KEDAI KEBUN FORUM YOGYAKARTA Faisal Akbar
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 4 No. 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v4i2.1565

Abstract

Manajemen berfungsi dalam pengendalian berbagai sumber daya organisasi guna menghasilkan produk yang dirancang secara tepat. Penelitian ini bertujuan mengkaji fungsi manajemen terdiri dari perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (actuating) dan pengawasan (controlling) yang digunakan pada Kedai Kebun Forum. Dikelola oleh pasangan suami istri, Yustina Neni dan Agung Kurniawan. Keduanya mengelola Kedai Kebun Forum sebagai restoran dan galeri seni. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah Yustina Neni, Direktur Kedai Kebun Forum. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan kajian dokumen. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa Kedai Kebun Forum malakukan kegiatan seninya dalam upaya mendistribusikan seni sebagai ilmu pengetahuan serta pengkajian dalam rangka membangun kepekaan terhadap setiap gejala perubahan sosial melalui kesenian. Kedai Kebun Forum muncul akibat akumulasi kendala perihal ruang dari semua gagasan dan kreativitas yang lahir dan berkembang di wilayah seni yang dikelola langsung oleh seniman.
PETISI MENJADI BEGAL FILM INDONESIA, FENOMENA KRITIK KELOMPOK MENDOMPLENG MAYORITAS, DARI PERSPEKTIF THEODORE ADORNO Sri Nugroho
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 4 No. 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v4i2.1566

Abstract

Petisi selayaknya hakim terhadap content Film Indonesia. Kepentingan kelompok yang mengatasnamakan mayoritas dengan mengusung isu agama menjadikan film sebagai kekuatan baru yang berpotensi melemahkan nilai-nilai yang mereka langgengkan. Hal ini tidak serta-merta berdiri sebagai suatu obyektivitas murni, namun disusupi oleh usaha-usaha penyeragaman wacana dengan tujuan tertentu. Perspektif Adorno yang mengulas lebih jauh pada basis objektif revolusioner, berakibat pemusnahan terhadap pemikiran kritis terhadap individu yang berafiliasi dengan kapitalisme. Istilah Kapitalis yang menduduki industri perfilman Indonesia dapat didefinisikan dalam arti sesungguhnya, yakni sebagai penguasa pasar perfilman, atau mampu menyetir pasar. Kapitalis berusaha melumpuhkan sendi pemikiran kritis, sehingga perfilman Indonesia akan tergiring ke dalam satu tema saja, yaitu banjirnya film-film bertema religius, di mana film-film yang lahir adalah karya film yang bermain aman. Kematian pemikiran ide kritis dalam proses kreatif sebuah karya film menghasilkan film yang aman dari ormas dan tidak mengusik “anjing tidur”, sehingga lambat laun akan hilang objektivitas dan menghasilkan film yang seragam.
PERANCANGAN KARYA MONOLOG MAJIR DENGAN MENERAPKAN DANCE THEATER SEBAGAI KONSEP PERTUNJUKAN Supiriani Eka Lestari
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 4 No. 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v4i2.1567

Abstract

Laporan ini merupakan perancangan proses pembuatan karya teater berjudul Majir dari terciptanya gagasan sampai pada tahap pementasan. Karya Majir menceritakan keadaan seseorang perempuan yang mengalamai kondisi infertilitas, tidak dapat memiliki anak atau mandul. Tokoh Inai dalam karya ini merupakan seorang dukun beranak yang tidak mempunyai anak. Harapan besarnya untuk memiliki anak membuat Inai frustasi dan mempertanyakan kepada Tuhan mengapa ia berbeda dari perempuan lainnya, hingga akhirnya ia berusaha untuk menerima keadaannya. Pengkarya menggunakan spirit suku Dayak Kanayatn sebagai latar tempat, waktu peristiwa ini terjadi. Bentuk penggarapan karya Majir adalah monolog dengan menerapkan dance theater dalam konsep pertunjukannya. Monolog sebuah ilmu terapan seni peran di mana seorang aktor memainkan satu tokoh seorang diri di atas panggung. Dance theater merupakan sebuah bentuk pertunjukan di mana tidak hanya berupa gerak-gerak indah saja yang disajikan namun lebih cenderung pada penyampaian suasana melalui teatrikalnya. Ruang pertunjukan dibuat tidak berjarak antara penonton dan pemeran untuk menciptakan tontonan yang lebih intim. Melalui konsep ini pengkarya ingin menyajikan tontonan yang lebih segar, agar tujuan terciptanya karya lebih mudah diterima dan dipahami.

Page 1 of 2 | Total Record : 13