cover
Contact Name
Moh. Farhan Qudratullah
Contact Email
aching_lo@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi@jbs.or.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi
ISSN : 25489593     EISSN : 26548348     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi contains original research about the results of community service activities. The community service activities include the implementation of research results, the application of appropriate technology, the dissemination of innovations, conceptual ideas, study and application of theory, and the development of community empowerment models; in the fields of science and technology and based on Islamic values.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2019)" : 6 Documents clear
Go Organic-Gerakan Kelompok Petani Pesanggem Dalam Biokonversi Kulit Kopi Menjadi Kompos dan Pupuk Organik Granule Syahrul Kurniawan; Sugeng Riyanto; Wisynu Ari Gutama; Novalia Kusumarini; Noval Adieb; Nur Azizah; Gabryna Auliya Nugroho
Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1506.883 KB) | DOI: 10.14421/jbs.1400

Abstract

Sejak tahun 2016, Universitas Brawijaya memperoleh mandat dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mengelola hutan seluas 544 ha di lereng Gunung Arjuno menjadi hutan Pendidikan dan Pelatihan, yang diberi nama UB Forest. Di dalam UB forest terdapat petani penggarap yang menanam kopi dibawah tegakan pinus. Setiap tahun, produksi kopi di UB Forest mencapai 600 kg ha-1, dengan potensi limbah sisa panen kulit kopi antara 50–60%. Limbah sisa panen kulit kopi tersebut hanya ditumpuk saja dan berpotensi menimbulkan pencemaran. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok tani hutan UB Forest di dalam mengolah sisa panen kulit kopi menjadi pupuk kompos dan pupuk organik granul (POG). Kegiatan yang dilakukan meliputi: 1) Penyuluhan; 2) Pembuatan rumah produksi kompos; 3) Introduksi mesin granulator; 4) Pelatihan pembuatan kompos dan POG; 5) Pengemasan produk, dan 6) analisa kualitas kompos dari kulit kopi. Hasil kegiatan meliputi 1) tersedianya rumah produksi pupuk organik granul beserta alat pembuat pupuk organik granule (granulator); 2) 85% dari petani hutan peserta penyuluhan dan pelatihan mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan di dalam mengolah sisa panen kulit kopi menjadi kompos dan pupuk organik granul; 3) kelompok tani hutan memiliki modul dan SOP pembuatan kompos dan pupuk organik granul.[Since 2016, Brawijaya University received a mandate from the Indonesian Ministry of Environment and Forestry to manage 544 hectares (ha) of forest, located in the slopes of Mount Arjuno, as a forest for Education and Training, which is named UB Forest. In UB forest, there are forest farmer who planted coffee under the pine trees. Every year, coffee production in UB Forest reaches 600 kg ha-1, with 50-60% of them is coffee peel. The waste of the remaining coffee peel is only stacked and potentially cause pollution. This activity is aimed to increase the knowledge and skills of forest farmer groups (UB Forest) in processing the remaining coffee peel into compost and granular organic fertilizer (POG). The activities included: 1) Counseling; 2) Creating compost production houses; 3) Introducing of granulator machines; 4) Training in composting and POG; 5) Product packaging, and 6) analysis of the quality of compost. The results of the activities included: 1) the availability of houses for the production of compost and POG along with the tools for processing granule organic fertilizers (granulators); 2) 85% of forest farmers participating in counseling and training experience increased knowledge and skills in processing the remaining coffee peel into compost and granule organic fertilizer; 3) forest farmer groups have modules and SOPs for composting and granule organic fertilizer.]
Peningkatan Kemandirian Kelompok Petani Pengembang Agensia Hayati Dadi Makmur Untuk Memproduksi Aktivator Jamur Entomopatogen Beauveria bassiana Skala Rumah Tangga Siti Nur Aisyah; Agung Astuti
Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (941.464 KB) | DOI: 10.14421/jbs.1410

Abstract

Kelompok petani pengembang agensia hayati (KPPAH) Dadi Makmur merupakan salah satu kelompok tani di Kabupaten Sleman yang secara aktif menerapkan pengendalian biologis dengan memanfaatkan jamur entomopatogen Beauveria bassiana. Permasalahannya adalah produksi agensia hayati ini terkendala oleh ketersediaan kultur aktivator yang disuplai dari pihak lain. Oleh karena itu, diperlukan adanya kegiatan peningkatan kemandirian dalam bentuk pelatihan dan pendampingan terkait proses pembuatan aktivator B. bassiana menggunakan prosedur yang dapat diaplikasikan pada skala rumah tangga. Tujuan program ini untuk memperkenalkan prosedur produksi aktivator B. bassiana sehingga dapat meningkatkan pemahaman, kemampuan teknis dan kemandirian dari KPPAH ini. Tahapan kegiatannya meliputi pemetaan level pengetahuan dasar melalui aktivitas focus group discussion (FGD), pelatihan laboratorium dan pendampingan produksi aktivator B. bassiana di lokasi mitra. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan kemandirian yang sangat signifikan dalam produksi aktivator (inokulum F2 dan F3) (100%), inkubasi inokulum F2 dan F3 (73,4%), dan mengamati karakteristik inokulum yang siap untuk diaplikasikan (75%). Ditinjau dari segi kemampuan teknis, anggota KPPAH Dadi Makmur menunjukkan tingkat kecakapan yang berbeda, terutama dalam kegiatan produksi inokulum F2 dan F3.[Dadi Makmur is one of farmer communities in Sleman Regency that has applied the biological control actively and continously by utilizing the entomopathogenic fungus, Beauveria bassiana. The main problems found are this fungus production was constrained by the limited supply of activator culture from other party. Therefore, an independency improvement activity, in the form of training and supervision, is urgently needed, particularly related to the production of B. bassiana starter culture using an applicable method for home industry. This program was aimed to introduce the procedure used in the production of starter culture, thus it could improve the understanding, technical skill and the independency of this community. This activity consisted of several steps, such as mapping of basic understanding level through focus group discussion, laboratory training and on-site supervision of B. bassiana starter production. The results recorded a significant increase on people’s independency in the preparation of activator culture (F2 and F3) (100%), incubation of activator culture (73.4%) and characterization of a ready-to-apply inoculum (75%). Based on the technical skill, each member performed various levels of performance, particularly during the preparation of starter culture.]
Peningkatan Lingkungan Bersih dan Sehat di Kampung Kalisari Timur I, Surabaya Desrina Yusi Irawati; Yemima Hartono B; Olivia Marcella
Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1272.448 KB) | DOI: 10.14421/jbs.1514

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini dilakukan di Kalisari Timur I RT 2 RW 6, Surabaya. Mayoritas penduduk laki-laki di kampung ini bermata pencaharian sebagai nelayan, dan ibu-ibu berprofesi sebagai asisten rumah tangga atau penjual makanan. Permasalahan yang terjadi di daerah ini adalah kurang memiliki budaya membuang sampah pada tempatnya sehingga sampah berserakan, tidak menjaga kebersihan dan kerapian  lingkungan sekitar, dan tidak memiliki jadwal kerja bakti secara rutin. Solusi yang ditawarkan dari masalah ini adalah menghidupkan jadwal kerja bakti secara rutin, membiasakan membuang sampah pada tempatnya dengan pengadaan tempat sampah di setiap rumah, melakukan pengecatan lorong serta gapura, penanaman tanaman sebagai wujud memperindah lingkungan sekitar, dan pemasangan slogan kebersihan lingkungan di beberapa titik. Program pengabdian tersebut mendapat respon positif dikalangan warga, terbukti dengan keikutsertaan warga pada setiap program. Hasil program yang sudah terlaksana adalah lingkungan terlihat bersih, rapi, serta cerah, warga mulai membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya, mengingatkan warga untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dari slogan yang sudah tertempel, menumbuhkan rasa memiliki dan bertanggungjawab terhadap lingkungan sekitar.[This community service program was conducted at Kalisari Timur I RT 2 RW 6, Surabaya. The majority of the male population in this village earn a living as fishermen, and mothers work as household assistants or food vendors. The problems that occur in this area are those who do not have the culture of disposing of garbage in trash cans scattered about, do not need cleanliness and neatness of the surrounding environment, and do not have regular work schedules. The solution offered from this problem is to open a routine work schedule, familiarize garbage disposal according to the procurement of trash bins in each house, do the casting of aisles and gates, plant plants to beautify the environment, and put slogans on environmental cleanliness at various points. This service program received a positive response among residents, as evidenced by the participation of citizens in each program. The results of the program that have been implemented are that the environment looks clean, neat, bright, residents are getting used to throwing trash in its place, convincing citizens to always maintain the cleanliness of the environment from the slogan that has been attached, foster a sense of belonging and be responsible for the surrounding environment.]
Pemanfaatan Limbah Plastik Minyak Goreng Pada Panti Asuhan Al Hasanah Desa Pandau Jaya Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar Prama Widayat
Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1026.595 KB) | DOI: 10.14421/jbs.1383

Abstract

Melihat banyaknya limbah plastik bekas minyak goreng yang terbuang percuma, hasil dari pemakaian rumah tangga. Baik yang digunakan oleh panti asuhan sendiri maupun yang digunakan oleh ibu-ibu rumah tangga yang ada disekitar panti asuhan. Namun pemakaian untuk panti asuhan yang cukup banyak karena untuk memberikan makan 97 anak asuh maka setidaknya mereka menghabiskan sekitar 2 liter minyak sekali masak. Untuk itulah bekas limbah akan dikumpulkan agar dimanfaatkan untuk polibek menanam cabe merah. Hasil dari penanaman cabe ini akan bisa digunakan untuk kebutuhan panti asuhan dan bisa dijual nantinya, untuk menghasilkan pendapatan bagi mereka.[Seeing the amount of used cooking oil plastic waste that is wasted, results from household use. Both those used by the orphanages themselves or those used by housewives around the orphanage. But the use of orphanages is quite a lot because to feed 97 foster children, then at least they spend about 2 liters of oil once cooked. For this reason, waste will be collected so that it can be used for polybags to plant red chili. The results of the chilli planting will be used for the needs of the orphanage and can be sold later, to generate income for them.]
Front & Back Matter Redaksi Redaksi
Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4217.03 KB)

Abstract

Sistem Pengolahan Air dan Pengendalian Limbah di PLTU Tanjung Jati-B Desa Tubanan Kembang Jepara Noviatul Munawaroh; Siti Syamsyiatun; Achmad Ali Fikri
Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.56 KB) | DOI: 10.14421/jbs.1406

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui adanya proses pengolahan air dan pengendalian limbah di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Desa Tubanan Kecamatan Kembang Kabupaten Jepara. Penelitian ini dilakukan dengan metode kepustakaan. PLTU yang dibangun di tepi laut menggunakan air laut sebagai sumber airnya. Proses yang dilakukan dalam pengolahan air ini, antara lain adalah: 1) Destilasi, 2) Demineraliasi, 3) Kondensasi, dan 4) Instalasi Pengolahan Air. Kemudian dalam melakukan pengendalian limbah PLTU dilakukan beberapa pengolahan limbah berdasarkan karakteristik dari setiap sumber limbah yang dihasilkan. Limbah PLTU sudah dapat dimanfaatkan untuk fly ash, buttom ash, dan gypsum. Dalam pengolahan limbah hasil prosduksi, PLTU juga bekerja sama dengan Perusda Pemkab Jepara. PLTU juga telah merencanakan program E-green (perusahaan hijau) yang aman terhadap manusia, lingkungan, efisiensi dalam pemanfaatan SDM, dan mampu berkonstribusi terhadap keanekaragaman hayati.[The research was conducted aimed at knowing the process of water management and waste control at the Steam Power Plant (PLTU) in Tubanan Village, Kembang District, Jepara Regency. This research was conducted using the library method. The PLTU built on the seashore uses sea water as a source of water. The processes carried out in this water treatment include: 1) Distillation, 2) Demineralization, 3) Condensation, and 4) Water Tretment plant. Then in conducting waste control, PLTU is carried out by several waste treatments based on the characteristics of each source of waste produced. The PLTU waste can already be used for fly ash, buttom ash, and gypsum. In processing production waste, the PLTU cooperates with the Regional Government of Jepara Regency. The PLTU has also planned an E-green (green company) program that is safe for humans, the environment, efficiency in utilizing human resources, and able to contribute to biodiversity.]

Page 1 of 1 | Total Record : 6