Articles
8 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5, No 1 (2016)"
:
8 Documents
clear
HAKIKAT WAHYU MENURUT PERSPEKTIF PARA ULAMA
Abd. Rahman
Jurnal Ulunnuha Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/ju.v5i1.556
Bagi umat Islam, al-Qur`an adalah kitab suci dan sumber ajaran yang paling utama. al-Qur`an yang berupa perkataan Allah dalam bentuk tulisan, diturunkan kepada Nabi yang terakhir Muhammad SAW. Allah menurunkan al-Qur`an sebagai bentuk wahyu kepada Nabi MuhammadSAW yang tidak seorangpun selainnya dapat mengetahui dan merasakan kapan dan bagaimana proses penerimaannya. Wahyu dalam bentuk al-Qur`an diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad dengan perantara Malaikat Jibril baik diterima ketika sadar (terjaga)maupun melalui mimpi yang nyata. Wahyu yang berupa panggilan gaib berbeda dengan ilham dan insting yang juga berupa panggilan gaib namun bisa saja didapatkan oleh siapapun melalui berbagai proses psikologis.
MAKNA SABAR DALAM SURAT YUSUF
Rahmi Rahmi
Jurnal Ulunnuha Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/ju.v5i1.551
Sabar merupakan akhlak mulia yang banyak mendapat perhatian al-Qur’an. Di antaranya terdapat dalam surat Yusuf. Berdasarkan kisah-kisah yang terdapat di dalam surat Yusuf dapat dipahami bahwa bentuk ujian kesabaran yang menonjol adalah musibah dan godaan kemaksiatan. Merujuk kepada kisah Nabi Ya’kub dan Yusuf, maka tidak ada pilihan bagi orang yang ingin sukses dan beruntung, kecuali sabar dalam menjalani setiap proses kehidupan. Kekuatan untuk sabar diperoleh dengan pertama, keimanan kepada Allah, yaitu; meyakini dan merasakan pertolongan, perlindungan, rahmat, nikmat, balasan dan kesuksesan dari Allah dan kedua, selalu menjaga hubungan dengan Allah.
METODE PEMAHAMAN HADIS MUHAMMAD AL-GHAZALI
Mhd. Idris
Jurnal Ulunnuha Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/ju.v5i1.552
Hadis merupakan sumber pokok ajaran Islam yang kedua setelah al-Qur`an. Untuk memahaminya secara mendalam dibutuhkan kajian secara komprehensif dengan metode dan pendekatan tertentu agar mampu menangkap maksud sebuah hadis. Sesuai dengan perkembangan zaman, para ulama kontemporer mencoba memahami sebuah hadis dengan metode pemahaman mereka masing-masing. Di antara ulama kontemporer itu adalah Muhammad al-Ghazali. Dia menawarkan beberapa metode untuk memahami hadis Nabi. Menurutnya, metode pemahaman hadis Nabi harus diukur dari empat criteria keshahihan matan hadis, yaitu: matan hadis harus sesuai dengan al-Qur`an, matan hadis harus sesuai hadis shahih lainnya, matan hadis harus sesuai dengan fakta sejarah, matan hadis harus sesuai dengan kebenaran ilmiah.
ISBÂL DALAM PRESPEKTIF VARIASI HADIS
Muhamad Rezi
Jurnal Ulunnuha Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/ju.v5i1.558
Di antara permasalahan etika berpakaian dalam Islam adalah Isbâl, yaitu memanjangkan pakaian sampai ke bawah mata kaki bahkan hingga menyapu jalan. Dalam Islam, Isbâl diperbolehkan secara mutlak bagi wanita. Namun bagi laki-laki masih diperdebatkan karena bisa saja disertai dengan kesombongan. Ada banyak hadis yang menjelaskan tentang perkara Isbâl dengan berbagai bentuk penjelasan. Sebagian ulama menilai bahwa Isbâl secara mutlak dilarang bagi laki-laki tetapi sebagian ulama lain menilai bahwa permasalahan mendasar dalam etika berpakaian adalah kesombongan.
HADIS-HADIS BALÂGHÂT MARFU’ DALAM KITAB MUWATHTHA’ IMAM MALIK
Hafizullah Hafizullah
Jurnal Ulunnuha Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/ju.v5i1.553
استعمل العلماء طريقة خاصة في رواية الحديث ما لم توجد في كتاب غيره. فالإمام مالك بن أنس مثلا ففي في كتابه الموطاء قد توجد الأحاديث من البلاغات (فهي الأحاديث التي تكون التحمل فيه بصيغة "بلغني" أو "أنه بلغه"). فالحديث من حيث المصدر قد يكون مرفوعا إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم وقد يكون موقوفا على الصحابة رضوان الله عليهم، وقد يكون معلقا أو معضلا أو مرسلا من حيث اتصال السند. فهذه كلها تؤثر على صحة الحديث وموقف الكتاب بين كتب الحديث. ولذلك استعملت طريقة الإعتبار في هذه البحث من المتابعة والمشاهدة لمعرفة حجية هذه الأحاديث ليكون صالحة لأدلة الحكم لأن الحديث قد يكون مرسلا في رواية مالك وهو متصلا في كتاب آخر و قد يكون منقطعا في رواية مالك وهو متصلا في كتاب آخر وغير ذلك.
WAKTU DALAM PERSPEKTIF AL-QUR`AN
Murniyetti Murniyetti
Jurnal Ulunnuha Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/ju.v5i1.559
Dalam ajaran Islam, ciri-ciri seorang muslim yang ideal adalah pribadi yang menghargai waktu. Seorang muslim memiliki kewajiban untuk mengelola waktunya dengan baik. Al-Quran dan Hadis menjelaskan bahwa pengelolaan waktu yang baik dalam segala aktifitas kehidupan adalah salah satu indikasi keimanan dan bukti ketaqwaan.
TAFSIR AL-MANÂR: MAGNUM OPUS MUHAMMAD ABDUH
Nofri Andi
Jurnal Ulunnuha Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/ju.v5i1.554
Tafsir al-Manâr merupakan tafsir paling modern yang diprakarsai oleh seorang pembaharu (mujaddid) yaitu Muhammad Abduh bersama muridnya Syekh Rasyid Ridha, munculnya tafsir ini dilatarbelakangi oleh keadaan sosial pada waktu itu sangat kaku dan beku model penafsiran. Sehigga para penafsir sangat sempit dalam menafsirkan al-Qur’ân dan belum adanya pekembangan intelektual yang sangat dinamis. Dengan munculnya tafsir al-manâr yang dijadikan rujukan bagi para penafsir selanjutnya maka al-Qur’ân memang betul terasa membumi pada masa tersebut dan berkenaan tentang kehidupan masyarakat. Mereka memandang al-Qur’ân bukan hanya teori-teori yang berkisar antara masalah“kelangitan” dan berputar-putar pada masalah akhirat, surga dan neraka. Namun al-Qur’ân juga berbicara tentang hubungan manusia dengan manusia, agama dengan agama lain dan masalah lainnya.
إعجاز القرآن الكريم في سورة الروم (في أدنى الأرض)
Meirison Meirison
Jurnal Ulunnuha Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/ju.v5i1.560
نحمد الله الذي جعل كتابه مليئاً بالمعجزات، الحمد لله الذي أودع في هذا الكتاب العظيم دلائل وبراهين تؤكد إعجازه الخالد على الرغم من محاولات المشككين لإطفاء نور الله ويأبى الله ذلك، إنهم لا يدركون خطورة أقوالهم، فهم عندما يردُّون على الإسلام فكأنما يردون على الله قوله-سبحانه وتعالى. ولذلك فلن تنجح خططهم ولن يحصدوا إلا الخيبة والخسران. يقولون في نقد الإعجاز في قوله تعالى :(غُلِبَتِ الرُّومُ. فِي أَدْنَى الْأَرْضِ )الروم: 2-3) ”درج المفسرون على تفسير أدنى بمعنى الأقرب. وأيضا القرآن نفسه يستعمل أدنى بمعنى أقرب. بينما لا نجد مشكلة في القرآن لاستعمال "أخفض" ككلمة. وحيث أن أدنى بحسبه تعني أخفض فيجب أن تكون المعركة تمت بالقرب من القدس كي تكتمل المعجزة. من غير دليل على أن الآية تشير إلى معركة الفرس والرومان سوى إشارة أخفض الأرض. والتي يجب أن تكون القدس .الملفت للنظر بأن المسلمين لم يهتموا بدراسة تاريخ تلك الحقبة لتحديد تلك المعركة التي انتصر فيها الفرس على الروم. ولكن صانعوا المعجزات لا يجدون غضاضة في تجاهل التاريخ وعدم البحث عن الحقيقة طالما وافقت هواهم وسوف نستمع الآن إلى قول القرآن العظيم وأن المعجزة ثابتة ولا يمكن لإنسان عاقل أن يتجاهلها أو يشكِّك في مصداقيتها.