Rahmi Rahmi
UIN Imam Bonjol Padang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DOUBLE MOVEMENTS DALAM TAFSIR AL-MISHBAH Rahmi Rahmi; Novizal Wendry
Al-Bayan: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Tafsir Vol 4, No 2 (2019): Al-Bayan: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Qur’anic and Tafsir studies Programme at Ushuluddin Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.934 KB) | DOI: 10.15575/al-bayan.v4i2.7478

Abstract

Artikel ini mendiskusikan gagasan hermeneutik double movement Fazlur Rahman dalam menafsirkan Alquran. Terdapat kalangan yang menyetujui dan menolaknya. Artikel  ini  menfokuskan pada penelusuran terhadap sikap dan  aplikasi  M. Quraish Shihab terhadap double movement dengan pendekatan content analisys. Objek material riset ini adalah penafsiran Shihab terhadap ayat hukum yang terdapat dalam Tafsir Al-Mishbah, dimana Rahman juga membahas ayat tersebut. Tulisan ini menemukan bahwa secara prinsip Shihab meresepsi positif terhadap keberadaan hermeneutik double movement, dijadikan pendekatan dalam penafsiran Alquran. Namun, ada rambu yang mesti dipatuhi dalam menggunakannya yaitu dengan tidak menafikan keberadaan redaksi ayat, tidak menghapus aspek hukum yang terkandung dalam Alquran, dan memerhatikan ayat secara holistik. Shihab menolak penggunaan hermeneutik dalam menafsirkan Alquran jika batasan-batasan tersebut diabaikan. Berdasarkan prinsip tersebut, ditemukan  variasi sikap  Shihab. Dari keempat ayat yang ditelusuri dalam kajian ini; dua ayat  ditafsirkann oleh Shihab dengan menggunakan double movement, dan dua lainnya ditafsirkannya tanpa menggunakan double movement. 
MAKNA SABAR DALAM SURAT YUSUF Rahmi Rahmi
Jurnal Ulunnuha Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/ju.v5i1.551

Abstract

Sabar merupakan akhlak mulia yang banyak mendapat perhatian al-Qur’an. Di antaranya terdapat dalam surat Yusuf. Berdasarkan kisah-kisah yang terdapat di dalam surat Yusuf dapat dipahami bahwa bentuk ujian kesabaran yang menonjol adalah musibah dan godaan kemaksiatan. Merujuk kepada kisah Nabi Ya’kub dan Yusuf, maka tidak ada pilihan bagi orang yang ingin sukses dan beruntung, kecuali sabar dalam menjalani setiap proses kehidupan. Kekuatan untuk sabar diperoleh dengan pertama, keimanan kepada  Allah, yaitu; meyakini dan merasakan pertolongan, perlindungan, rahmat, nikmat, balasan dan kesuksesan dari Allah dan  kedua, selalu menjaga hubungan dengan Allah.
THE KAFALA SYSTEM AS ONE OF THE FIRST INSTRUMENTS OF SLAVERY AND IGNORANCE IN ISLAMIC VIEWS Meirison Meirison; Rahmi Rahmi; Susilawati Susilawati
Jurisdictie: Jurnal Hukum dan Syariah Vol 14, No 1 (2023): Jurisdictie
Publisher : Fakultas Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/j.v14i1.20764

Abstract

This article aims to discuss the problems of kafala in dealing with labor. In Islam, the kafala serves a noble purpose: it ensures that less well-off people are financially secure in the face of legal issues. This article discusses the shift in the value of kafala in the Middle East because there has been a gap between kafala in Islamic Sharia and its practice in Saudi Arabia, Bahrain, Qatar, and the Arab Emirates. This study used a qualitative descriptive analysis approach based on a literature study supported by personal experience and found that the kafala existing in modern times was not the same as the kafala intended by Islam because it originated from different sources. The concept of kafala has devolved into modern slavery. The kafala was abolished amid much controversy, and little has changed. Thousands of migrant domestic workers are exploited and subjected to horrendous working conditions that, at worst, amount to modern slavery. The law does not protect female workers, and the government has no intention to change the current system. We find that kafala, which initially had a noble purpose, has turned into a device for exploiting workers against a background of abundant natural resources.Artikel ini bertujuan untuk membahas permasalahan kafala dalam menangani tenaga kerja. Dalam Islam, kafala memiliki tujuan mulia: memastikan bahwa orang yang kurang mampu aman secara finansial dalam menghadapi masalah hukum. Artikel ini membahas tentang pergeseran nilai kafala di Timur Tengah karena telah terjadi kesenjangan antara kafalah yang ada dalam Syariat Islam dan praktiknya di negara seperti Saudi Arabia, Bahrein, Qatar dan Emirat Arab. Studi ini menggunakan pendekatan analisis deskriptif kualitatif berdasarkan studi literatur yang didukung oleh pengalaman pibadi dan menemukan bahwa kafala yang ada pada zaman modern tidak sama dengan kafala yang dimaksud oleh Islam karena berasal dari sumber yang berbeda. Konsep kafala telah berubah menjadi perbudakan modern. Kafala dihapuskan di tengah banyak kontroversi, dan hanya sedikit yang berubah. Puluhan ribu pekerja rumah tangga migran dieksploitasi dan mengalami kondisi kerja yang mengerikan, paling buruk, menjadi perbudakan modern. Undang-undang tidak melindungi pekerja perempuan, dan pemerintah tidak berniat mengubah sistem yang ada. Kami mendapatkan bahwa kafala yang semula memiliki tujuan mulia dalam syariat Islam telah berubah menjadi alat untuk mengeksploitasi buruh dengan latar belakang sumber daya alam yang melimpah.