cover
Contact Name
Swasti Maharani
Contact Email
adminpub@mykreatif.com
Phone
-
Journal Mail Official
educatife@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Griya Salaam, Sawit, Boyolali
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
Educatif: Journal of Education Research
ISSN : 26863669     EISSN : 26862077     DOI : -
Core Subject : Education,
Educatif is a scientific journal that publishes research articles, case studies, and reviews in education. Educatif is concerned with innovation, creativity, and novelty. Educatif published by PT. Kreasi Teknologi Informatif (KREATIF). Educative published every 3 months ( January, April, July, & October).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 3 (2020): July" : 14 Documents clear
Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe make a match terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika pokok bahasan sifat-sifat bangun datar kelas VII MTs Al-Hidayah Lajo Kidul tahun pelajaran 2019/2020 Madinatur Rohmah; Nur Rohman; Anita Dewi Utami
Educatif Journal of Education Research Vol 2 No 3 (2020): July
Publisher : Kreasi Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36654/educatif.v2i3.16

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe make a matchterhadap prestasi belajarsiswa pada mata pelajaran Matematika pokok bahasan Sifat-sifat bangun datar kelas VIIMTsAL-Hidayah Lajo Kidul tahun pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bersifat eksperimen. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII semester II MTs AL-Hidayah Lajo Kidul tahun pelajaran 2019/2020 dengan jumlah populasi sebanyak 46 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah jenis sampling jenuh. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan menggunakan uji prasyarat yang berupa uji normalitas menggunakan metode liliefors, uji homogenitas menggunakan uji F serta uji keseimbangan atau uji hipotesis menggunakan uji t. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dari pelaksanaan tes prestasi belajar didapatkan bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen yaitu (X₁) ̅ = 77,95 dan rata-rata kelas kontrol yaitu (X₂) ̅ = 69,17. Harga thitung sebesar 3,006, dk = 44 dan taraf signifikasi α = 5% dengan rumus interpolasi didapat harga ttabel sebesar 2,017. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa thitung> ttabel, dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe make amatchterhadap prestasi belajarsiswa pada mata pelajaran Matematika pokok bahasan Sifat-sifat bangun datar kelas VII MTsAL-Hidayah Lajo Kidul tahun pelajaran 2019/2020.
Analisis kemampuan pemecahan masalah matematika pada materi aritmatika sosial ditinjau dari tipe kepribadian siswa Ilham Riawan; Sujiran; Dian Ratna Puspananda
Educatif Journal of Education Research Vol 2 No 3 (2020): July
Publisher : Kreasi Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36654/educatif.v2i3.20

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dalam menyelesaikan masalah aritmatika sosial yang ditinjau dari tipe kepribadian siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian terdiri dari angket penggolongan tipe kepribadian Keirsey, tes pemecahan masalah dan wawancara. Teknik analisis data yang dilakukan meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan pemecahan masalah siswa pada masalah aritmatika sosial berdasarkan tipe kepribadian yaitu (1) siswa Guardian memecahkan masalah dapat melakukan 3 tahap polya yaitu memahami masalah dengan baik, merencanakan penyelesaian dengan tepat, melaksanakan rencana dengan benar namun tidak melakukan pemeriksaan kembali karena merasa jawaban sudah benar. (2) Siswa Artisan dapat melakukan 4 tahap polya. Memahami masalah dengan baik, menyusun rencana penyelesaian dengan runtut, melaksanakan rencana dengan perhitungan serta algoritma yang benar, dan melakukan pemeriksaan kembali (3) Siswa Rational dalam memecahkan masalah dengan tahap polya hanya mampu melakukan tahap memahami masalah. Pada tahap merencanakan penyelesaian tidak dapat menyusun strategi dengan benar sehingga hasil akhir yang diperoleh menjadi salah (4) Siswa Idealist memecahkan masalah dapat melakukan 3 tahap polya yaitu memahami masalah dengan baik, mampu menyusun strategi, melaksanakan rencana dengan metode yang singkat dengan bahasa pemahamannya sendiri dan memeriksa kembali jawaban karena merasa yakin dengan jawabannya.
Peranan bahasa indonesia dalam membangun karakter generasi muda bangsa Siti Murdiyati
Educatif Journal of Education Research Vol 2 No 3 (2020): July
Publisher : Kreasi Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36654/educatif.v2i3.21

Abstract

Sebagai makhluk sosial manusia tentu melibatkan bahasa saat berinteraksi dengan sesamanya. Bahasa merupakan unsur penting kebudayaan. Transformasi budaya selama ini berlangsung tiada lain karena peran bahasa pula. Ungkapan “Bahasa menunjukkan bangsa” telah terbukti. Melalui bahasa kita dapat mengetahui budaya dan pola pikir suatu masyarakat. Melalui bahasa, seseorang dapat menunjukkan sudut pandang, pemahaman atas suatu hal, asal usul bangsa dan negara, pendidikan, bahkan sifat seseorang. Bahasa dapat menjadi cermin diri baik sebagai bangsa maupun sebagai diri sendiri. Agar komunikasi yang dilakukan berjalan lancar dengan baik, penerima dan pengirim bahasa harus menguasai bahasanya. Selain memiliki fungsi utama sebagai wahana berkomunikasi, bahasa juga memiliki peran sebagai alat ekspresi budaya yang mencerminkan bangsa penuturnya. Kecakapan berbahasa suatu bangsa mencerminkan budaya bangsa yang terwujud dalam sikap berbahasa itu sendiri. Salah satu upaya dalam membentuk karakter generasi muda sedini mungkin adalah dengan pendidikan karakter dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam membaca pada pembelajaran Bahasa Indonesia diantaranya adalah bisa menghargai karya orang lain, kreatif, tanggung jawab, rasa ingin tahu terhadap hal-hal yang positif, kejujuran, keberanian, rasional, kreatifitas, kerja keras, sopan santun.
Peran pendidikan kewarganegaraan (PKn) untuk generasi muda Indonesia Kusman
Educatif Journal of Education Research Vol 2 No 3 (2020): July
Publisher : Kreasi Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36654/educatif.v2i3.22

Abstract

Tujuan penulisan ini menemukan peran Pendidikan kewarganegaraan dalam membimbing generasi muda dalam menjalankan hidupnya. Hal ini menunjukan bahwa adanya Pendidikan Kewarganegaraan memiliki peran yang penting dalam membentuk karakter pribadi generasi muda. Pendidikan kewarganegaraan (PKn) adalah program pendidikan berdasarkan nilai- nilai pancasila sebagai wahana untuk mengembangkan dan melestarikan nilai luhur dan moral yang berakar pada budaya bangsa Indonesia yang diharapkan menjadi jati diri yang diwujudkan dalam bentuk prilaku dalam kehidupan sehari-hari baik sebagai individu, anggota masyarakat dan makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Pendidikan kewarganegaraan dimaksudkan untuk membangun warga Negara yang baik (good citizenship) yaitu bukan hanya warga negara yang patuh terhadap aturan- aturan hukum yang berlaku, tetapi juga warga negara yang bersifat demokratis dan menjunjung tinggi hak asasi manusia. Karakter yang dimaksud tentu saja karakter yang berpedoman pada nilai luhur bangsa yakni Pancasila. Karakter kewarganegaraan baik untuk pribadi maupun masyarakat Indonesia adalah karakter yang didasarkan atas nilai-nilai Pancasila. Pendidikan Kewarganegaraan diberikan kepada peserta didik supaya dapat menjadikan mereka warga Negara yang baik. Bagaimanakah pendidikan kewarganegaraan berperan dalam pembangunan dan pengembangan karakter dalam diri generasi muda, tentu dapat terjawab jika kontribusi yang diberikan pendidikan kewarganegaraan berhasil mengarahkan generasi muda saat ini untuk berpartisipasi mengusung karakter bangsa. Dalam hal ini pendidikan kewarganegaraan merupakan suatu alat pasif untuk membangun dan memajukan sistem demokrasi suatu bangsa
Peningkatan keaktifan dan hasil belajar biologi pada kompetensi dasar struktur jaringan penyusun organ pada sistem gerak manusia melalui metode pembelajaran picture and picture bagi siswa kelas XI MIPA 1 pada semester gasal tahun pelajaran 2019 / 2020 SMA Titik Nurhayati
Educatif Journal of Education Research Vol 2 No 3 (2020): July
Publisher : Kreasi Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36654/educatif.v2i3.24

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa bagi kelas XI MIPA 1 semester gasal tahun pelajaran 2019/2020 SMA Negeri 1 Tunjungan Kabupaten Blora. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, di mana masing-masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Siklus I terdiri dari tiga pertemuan (tiga kali tatap muka), siklus II terdiri dari 2 pertemuan (duakali tatap muka). Data keaktifan diperoleh dari observasi oleh guru pengajar dan teman sejawat, sedangkan hasil belajar diperoleh dari tes hasil ulangan harian tiap-tiap siklus.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil observasi keaktifan sudah menunjukkan peningkatan menjadi kategori tinggi. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata persentase capaian keaktifan dari siklus II sebesar 87,33% (kategori tinggi). Keaktifan peserta didik dari siklus 1 menuju ke siklus 2 mengalami peningkatan. Yaitu aspek kehadiran naik dari 92,59 % menjadi 100% (kategori tinggi). Aspek keaktifan bertanya dan memberi pendapat naik dari 51,62% menjadi 78,57 (kategori tinggi). Aspek berfikir bersama dalam kelompok naik dari 60,87% menjadi 86,73% (kategori tinggi). Aspek kejujuran dalam mengerjakan tugas naik dari 69,9% menjadi 93,33% (kategori tinggi). Aspek kemampuan dalam berkomunikasi naik dari 57,40% menjadi 79,53% (kategori tinggi) pada perlakuan siklus 2. Hasil belajar peserta didik didapatkan bahwa hasil belajar peserta didik pada siklus 2 mengalami kenaikan 13,37% dibandingkan dengan hasil belajar pada kondisi siklus 1. Persentase peserta didik yang belum memenuhi KKM mengalami penurunan 2,86%. Hal ini ditunjukkan persentase siklus 1 sebesar 14,28% turun menjadi 11,42% pada perlakuan siklus 2. Persentase yang sudah memenuhi KKM mengalami kenaikan 2,86% dari siklus 1 sebesar 85,71% naik menjadi 88,57% pada perlakuan siklus 2. Kesimpulannya bahwa Keaktifan dan Hasil belajar biologi kompetensi dasar struktur jaringan penyusun organ pada sistem gerak manusia bagi kelas XI MIPA 1 semester gasal tahun pelajaran 2019/2020 SMA Negeri 1 Tunjungan Kabupaten Blora meningkat setelah dilaksanakan pembelajaran melalui metode pembelajaran cooperative learning metode Picture and Picture.
Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Smp Melalui Pendekatan Realistic Mathematic Education Delina
Educatif Journal of Education Research Vol 2 No 3 (2020): July
Publisher : Kreasi Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36654/educatif.v2i3.178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang memperoleh pendekatan Realistic Mathematic Education dengan memperoleh pembelajaran biasa. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP di Kabupaten Purwakarta, sedangkan sampelnya adalah SMP Negeri 1 Plered dan dipilih dua kelas secara acak dari seluruh kelas VII yang ada. Kemudian dari dua kelas tersebut ditetapkan secara acak yang menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen memperoleh pembelajaran biasa sedangkan kelas kontrol memperoleh pembelajaran biasa. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan berpikir kritis matematis dari hasil penelitian disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang memperoleh pendekatan Realistic Mathematics Education lebih baik daripada yang memperoleh pembelajaran biasa.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Materi Statistika di Kelas XII Multimedia SMK N 2 Merangin Hendriyeni
Educatif Journal of Education Research Vol 2 No 3 (2020): July
Publisher : Kreasi Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36654/educatif.v2i3.179

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi statistika di kelas XII Multimedia SMK N 2 Merangin tahun pelajaran 2019/2020. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk meningkatkan keaktifan peserta didik. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XII MM2 SMK N 2 Merangin. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dimana setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, tindakan , pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes untuk memperoleh data hasil belajar peserta didik dan observasi untuk memperoleh data keaktifan peserta didik selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan Hasil belajar dan keaktifan peserta didik. Hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan yaitu dari 43,48% dengan nilai rata-rata 56 pada pra siklus menjadi 73,21 % dengan nilai rata-rata 78 pada siklus I dan mengalami peningkatan lagi pada siklus II menjadi 86,96% dengan nilai rata-rata 82. Keaktifan peserta didik dalam belajar juga mengalami peningkatan yaitu dari 47,92% pada pra siklus menjadi 74,58% pada siklus I dan mengalami peningkatan lagi pada siklus II yaitu 82,5%.
Menciptakan Pakem Melalui Kooperatif Tipe Problem Based Learning (PBL) Dalam Meningkatkan Kompetensi Siswa Pada Materi Pokok Trigonometri Rani Hartian
Educatif Journal of Education Research Vol 2 No 3 (2020): July
Publisher : Kreasi Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36654/educatif.v2i3.182

Abstract

Matematika merupakan pelajaran penting bagi siswa dimana siswa dituntut memiliki kemampuan strategik dalam proses pembelajaran. Oleh karenanya, upaya yang dilakukan dalam pembelajaran matematika adalah menerapkan pembelajaran kooperatif tipe Problem Based Learning (PBL). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kompetensi siswa, untuk mengetahui aktivitas siswa terhadap pembelajaran, untuk mengetahui suasana yang PAKEM dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Instrument yang digunakan adalah tes, lembarobservasi aktivitas guru dan siswa, serta lembar angket dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kompetensi siswa dan terciptanya suasana yang PAKEM. Subjek penelitian ini 30 siswa, pada siklus I, siswa yang tuntas belajar adalah 14 siswa dengan persentase ketuntasan klasikal 46,7% dan pada siklus II, siswa yang tuntas belajar adalah 26 orang dengan persentase ketuntasan klasikal 86,67%. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning(PBL) dapat meningkatkan kompetensi siswa dan terciptanya suasana PAKEM pada materi pokok trigonometri.
Persiapan Ujian Nasional (UN) Mata Pelajaran Matematika SMP Negeri 20 Pontianak Utara (Survey tentang Upaya Sekolah, Guru, Orang Tua, dan Siswa dalam Mempersiapkan Siswa Memenuhi Standar Kelulusan UN) Pratiwi
Educatif Journal of Education Research Vol 2 No 3 (2020): July
Publisher : Kreasi Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36654/educatif.v2i3.183

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini secara umum adalah untuk mengetahui hubungan dan pengaruh persiapan orang tua siswa dan persiapan siswa secara bersama-sama terhadap hasil UN mata pelajaran Matematika siswa SMP Negeri 20 Pontianak Utara. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Penelitian menggunakan teknik komunikasi tidak langsung dan angket sebagai alat pengumpul data pokok. Ada 373 orang yang ditetapkan sebagai populasi dalam penelitian ini, terdiri atas: (1) responden yang menduduki jabatan fungsional pada tingkatan manajemen puncak (top of management level) di sekolah, yaitu Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Waka Kurikulum, dan Waka Kesiswaan; (2) guru matematika; (3) orang tua siswa (dihitung 1 mewakili sebagai orang tua); dan (4) siswa. Kesimpulan yang didapat diantaranya: (1) Hubungan fungsional antara persiapan orang tua siswa dan siswa SMP Negeri 20 Pontianak Utara dengan hasil UN Matematikanya mempunyai arah positif; (2) Korelasi majemuk persiapan orang tua siswa dan persiapan siswa SMP Negeri 20 Pontianak Utara dengan hasil UN Matematikanya tergolong Sangat Rendah, ditunjukkan dengan r = 0,135, tetapi tidak signifikan.
Penerapan Model Pembelajaran Talking Stick pada Materi Matriks di kelas XI MIPA di SMAN 1 Trumon Fauziah Ahmady
Educatif Journal of Education Research Vol 2 No 3 (2020): July
Publisher : Kreasi Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36654/educatif.v2i3.186

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar model pembelajaran Talking Stick dapat meningkatkan Pemahaman Pada Materi Matriks Pada Mata Pelajaran Matematika di kelas XI MIPA SMAN 1 Trumon. Penelitian ini berlangsung dalam 2 siklus yang masing-masing siklus terdiri atas tahap perencanaan, tindakan,observasi, dan refleksi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini meliputi: Hasil belajar siswa yang diambil dari pemberian soal tes pada akhir siklus, kemampuan guru dalam pembelajaran yang diambil dari lembar observasi, aktivitas siswa dalam pembelajaran yang diambil dari lembar observasi, dan data tentang refleksi siswa terhadap pembelajaran yang diambil dari angket pada setiap akhir pertemuan. Talking Stick merupakan model pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Dimana model pembelajaran ini memuat unsur permainan sehingga tidak menimbulkan kebosanan pada siswa ketika melaksanakan proses pembelajaran, tapi juga dapat membentuk siswa untuk lebih berani mengemukakan pendapat, melatih keterampilan membaca dan memahami dengan cepat materi yang diberikan. Hasil Belajar siswa harus mencapai KKM yaitu 75 %. Dilihat dari hasil pada observasi Pra Siklus dari 24 siswa yang memiliki nilai telah mencapai ketuntasan sebanyak 9 siswa (38,24 %) Sedangkan yang belum mencapai ketuntasan adalah sebanyak 15 siswa (61,76 %) dengan rata-rata kelas sebesar 71,66 %, Dari hasil tes siklus I, terdapat 15 siswa (58,82 %) yang sudah mencapai ketuntasan belajar, Sedangkan yang belum mencapai ketuntasan adalah sebanyak 9 siswa (41,18 %) dengan nilai rata-rata kelas sebesar 78,75 %. Siklus II dapat diketahui bahwa siswa yang mencapai ketuntasan sebanyak 24 siswa (100,00%) mengalami peningkatan dan nilai rata- rata siswa Siklus II adalah 88,33 %. Maka persentase ketuntasan siswa meningkat dari pra Siklus 38,24 %, siklus I 58,82 % dan siklus II menjadi 100,00 % atau meningkat 61,76 %.

Page 1 of 2 | Total Record : 14