cover
Contact Name
Nur Aini Retno Hastuti, SST., M.Keb
Contact Email
nurainiretno@ub.ac.id
Phone
+6285642140459
Journal Mail Official
joim@ub.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Issues in Midwifery
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 25496581     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Journal of Issues in Midwifery (JOIM) adalah jurnal online dalam bidang kebidanan yang dikelola oleh Jurusan kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang Indonesia. JOIM terbit tiga kali dalam setahun pada periode bulan April - Juli , Agustus - November , dan Desember - Maret dan memuat berbagai artikel sebagai hasil penelitian utuh, tinjauan pustaka, laporan kasus dan komunikasi singkat dalam bidang kebidanan.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3 (2018)" : 5 Documents clear
Hubungan Kejadian Melasma dengan Penggunaan Kontrasepsi Hormonal Suntik dan Pil Kombinasi di BPM Dwi Astutik, Desa Petungsewu, Dau, Kabupaten Malang Jannah, Fauqo Wildatil; Ariani, Dewi; Sariati, Yuseva
Journal of Issues in Midwifery Vol 2, No 3 (2018)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.29 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2018.002.03.2

Abstract

ABSTRAKJannah, Fauqo Wildatil. 2018. Hubungan Kejadian Melasma dengan Penggunaan Kontrasepsi Hormonal Suntik Kombinasi dan Pil Kombinasi di Bidan Praktik Mandiri Dwi Astutik, Desa Petungsewu, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Tugas Akhir, Program Studi S1 Kebidanan, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Pembimbing: (1) Dewi Ariani, SST, MPH (2) Yuseva Sariati, SST, SE, M.Keb.Peningkatan penggunaan kontrasepsi hormonal di Indonesia berhubungan dengan beberapa keuntungan yang diberikan, seperti efektif, murah, dan terjangakau berbagai kalangan. Terlepas dari beberapa keuntungan yang diberikan oleh kontrasepsi hormonal, terdapat salah satu efek samping yang dianggap merugikan bagi penggunanya, yaitu melasma. Melasma merupakan suatu bentuk hiperpigmentasi yang ditimbulkan akibat adanya penumpukan melanin pada epidermis, dermis, maupun keduanya. Melasma  dapat muncul pada pengguna kontrasepsi hormonal seperti pil kombinasi maupun suntik kombinasi, dan sering muncul pada area wajah sehingga hal ini dapat mempengaruhi kualitas hidup sehari- hari. Munculnya melasma pada pengguna pil dan suntik kombinasi dipengaruhi oleh adanya hormon estrogen dan progesteron yang terkandung dalam kontrasepsi tersebut yang akan mengakibatkan penumpukan di dalam tubuh. Hormon estrogen dan progesteron saling berkaitan dalam mempengaruhi pigmentasi sel, dimana mereka berperan secara langsung pada melanosit sebagai salah satu reseptornya. Kandungan hormon yang berbeda dapat memberikan pengaruh yang berbeda pula pada kejadian melasma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kejadian melasma dengan penggunaan kontrasepsi hormonal suntik kombinasi dan pil kombinasi di BPM Dwi Astutik Desa Petungsewu Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Desain penelitian yang digunakan adalah desain case control dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah responden sebanyak 34 orang, pada tiap kelompok (kasus dan kontrol). Analisis data menggunakan Uji Chi Square dan diapatkan nilai α= 0,015 (signifikan) dan odd ratio sebesar 3,378. Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan pada penggunaan kontrasepsi hormonal suntik kombinasi dan pil kombinasi dengan kejadian melasma dengan besar resiko yaitu penggunaan suntik kombinasi 3,378 kali lebih beresiko menimbulkan melasma dibanding penggunaan pil kombinasi.Kata kunci: Kontrasepsi Hormonal, Suntik Kombinasi, Pil Kombinasi, Melasma ABSTRACTJannah, Fauqo Wildatil. 2018. The Correlation between Melasma Occurrence with The Use of Injection Combination and Pills Combination of Hormonal Contraception in Dwi Astutik Maternity Home, Petungsewu Village in Dau District of Malang Regency. Final Assignment, Midwifery Program, Faculty of Medicine, Brawijaya University. Supervisors: (1)  Dewi Ariani, SST, MPH (2) Yuseva Sariati, SST, SE, M.Keb.The Increasing of hormonal contraceptives use in Indonesia is related to its advantages, such as effective, inexpensive, and affordable. In spite of some advantages which is provided by the hormonal contraceptives, there is a bad effect that causes any harm, which is called melasma. Melasma is a form of hyperpigmentation arising due to the buildup of melanin in the epidermis, dermis, or both. Melasma can appear on the users of hormonal contraceptives such as the pill or injection combination and tend to appear on face areas so that it can be influencing the life’s quality. The appearance of melasma on the user of injection and pill combination is affected by the presence of estrogen and progesterone hormones which is contained in contraception and it will cause kind of accumulation in the body. Estrogen and progesterone hormones are interrelated in affecting cells pigmentation, as one of melanocyte's receptor. The difference of hormonal substances can give different influence to the genesis of melasma. This research aims to know the correlation between melasma occurrence with the use of injection combination of hormonal contraceptives and pills combination in Dwi Astutik Maternity Home, Petungsewu Village in Dau District of Malang Regency. The research design used was the design of the case-control sampling technique using a purposive sampling technique. The number of respondents as many as 34 people, on each group (case and control). Data analysis using the Chi-Square Test and obtained the value of α = 0.015 (significant) and the odds ratio of 3.378. The conclusion of this study is there is a correlation between injection and pill combination and the genesis of melasma. the use of injection combination 3.378 times is riskier to emerge melasma than the use of pill combination. Keyword: Hormonal Contraception, Injection Combination, Combination Pills, Melasma
Pengaruh Pemberian Jus Buah Nangka Matang (Artocapus heterophyllus) Pada Tikus Bunting (Rattus norvegicus strain wistar) Terhadap Kejadian BBLR Pradipta, Dea; Nurdiana, Nurdiana; Mastuti, Ni Luh Putu Herli
Journal of Issues in Midwifery Vol 2, No 3 (2018)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.471 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.20178.002.03.1

Abstract

Menurut Balitbangkes dan Kemenkes RI (2013) di Indonesia persentase kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) pada tahun 2013 mencapai 10,2% dan salah satu penyebabnya yaitu Pola Konsumsi Alkohol Selama Kehamilan. Tingginya kadar glukosa yang ada pada buah nangka matang berpotensi menjadi sumber alkohol. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat adanya efek jus buah nangka matang terhadap kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) pada janin tikus. Desain penelitian ini menggunakan experimental murni dengan rancangan penelitian Post Test Only Control Group Desain. Menggunakan 20 ekor tikus betina bunting jenis Rattus norvegicus strain wistar dan dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu; kontrol (P0), Perlakuan 1 (P1) = 0,85 ml/200g BB/hari, Perlakuan 2 (P2) = 1,7 ml/200g BB/hari dan Perlakuan 3 (P3) = 3,4 ml/200g BB/hari). Jus buah nangka diberi selama 19 hari dan pada hari ke-19 tikus bunting dibedah lalu diambil janinnya untuk ditimbang. Didapatkan hasilnya pada kelompok P0 rata-rata berat badan janin tikus  4.18 ± 1.39 gr, kelompok P1 = 3.60 ± 1.15 gr, kelompok P2 = 3.56 ± 0.57 gr, dan pada kelompok P3 = 2.84 ± 1.80 gr. Analisis Oneway Anova didapatkan hasil pvalue = 0,475 (p>0,05) dikatakan penurunan berat badan janin tikus pada kelompok P1, P2 dan P3 tidak berbeda signifikan dengan kelompok P0. Akan tetapi ada kecenderungan penurunan berat badan janin tikus dengan peningkatan dosis jus buah nangka yang diberikan
Perbedaan Disfungsi Sexual Wanita yang Melahirkan Secara Pervaginam dengan Episiotomy Mediolateral dan Seksio Sesarea Irwanto, Yahya; Mustofa, Edy
Journal of Issues in Midwifery Vol 2, No 3 (2018)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.722 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2018.002.03.5

Abstract

Generally, the causes of Postpartum Female Sexual Dysfunction (PPFSD) are dyspareunia, perineal pain, the discomfort of incision lesion including surgery, reduction of libido, lack of lubrication in the vagina, changes in seeing body image to be negative, and anorgasm irelated to pain and trauma. Perineal pain and dyspareunia are post partum problems which occur frequently and interfere with normal sexual function, that usually are caused by perineal trauma, episiotomy, and child birth instrumentation.This study was conducted by a cross-sectional study. Research subjects consisted of women  post vaginal delivery with mediolateral episiotomy and postcesarean section. Each group consisted of 45  people. After three months post partum sexual function as sessed using FSFI scores (Female Sexual Function Index) as well as an assess ment of demographic data include age, religion, education, employment, insurance coverage/BPJS, gestational age, birthweight, stitches condition, medical treatment, nursing, assistance of baby sitter and problems in the family. The data had to fulfill the inclusion and exclusion criteria in the form of question naires were further tested withc hi-square analysis and independent t-test.In the demographic data analysis withc hi-squareanalys is didn’t find any significant differences  between the two groups, with p>0.05. The sexual dysfunction among women after vaginal delivery  with mediolateral episiotomy and cesarean section  there was no significant difference p=0.081, and p>0.05. On the FSFI scores domains there are significant differences between the two group son the variables of sexual  desire, orgasm, pain and FSFI total scores.
Pengaruh Pemberian Edamame (Glycin max (L) merrill) Terhadap Produksi Asi Pada Ibu Nifas Primipara Di Bpm Dillah Sobirin Kecamatan Pakis Kabupaten Malang safitri, rani
Journal of Issues in Midwifery Vol 2, No 3 (2018)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.293 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2018.002.03.4

Abstract

Pemberian ASI eksklusif merupakan investasi terbaik bagi kesehatan dan kecerdasan anak. Salah satu penyebab rendahnya pemberian ASI Eksklusif adalah asupan gizi yang rendah dan jumlah ASI yang diproduksi tidak cukup untuk memenuhi permintaan bayi. Kedelai sayur (Glycine max L.Merill), dikenal dengan sebutan Edamame memiliki potensi untuk nutrisi ibu menyusui, karena mengandung senyawa fitosterol yang berfungsi meningkatkan dan memperlancar produksi ASI (efek lactagogum). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian edamame (Glycine max L.Merill) terhadap produksi ASI pada ibu nifas primipara di BPM Dillah Sobirin Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Metode penelitian menggunakan pra eksperimen dengan pendekatan one group pretest posttest Sampel penelitian adalah ibu nifas primipara hari ke 3-7 sebanyak 20 responden. Pengambilan sampling menggunakan purposive sampling. Pemberian edamame sebanyak 65 gram /hari selama 5 hari. Analisis secara bivariat menggunakan uji statistik wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan p value = 0,009 dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti ada pengaruh pemberian Edamame terhadap produksi ASI pada ibu nifas primipara hari ke 3-7 di BPM Dillah Sobirin Pakis Kabupaten Malang. Saran kepada petugas kesehatan diharapkan dapat memberikan asupan nutrisi yang tepat pada ibu nifas saat menyusui sehingga mampu menunjang keberhasilan program pemerintah dalam upaya peningkatan cakupan pemberian ASI Eksklusif.
Hubungan Karakteristik Ibu (Usia, Paritas, Pendidikan) Dan Dukungan Sosial Suami Dengan Keikutsertaan Senam Hamil Di Desa Pandanmulyo Windari, Era Nurisa; Putri, Rismaina; Astriani, Siti Nur
Journal of Issues in Midwifery Vol 2, No 3 (2018)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.96 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2018.002.03.3

Abstract

Kehamilan merupakan suatu proses berkesinambungan yang mana dari mulai terjadinya konsepsi hingga lahirnya janin. Pada masa kehamilan, wanita akan mengalami berbagai perubahan baik perubahan psikologis maupun perubahan fisiologis. Salah satu progam yang dicanangkan oleh pemerintah yang mana diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut yaitu senam hamil. Senam hamil merupakan latihan gerak sebagai terapi pembekalan dalam kesiapan ibu hamil baik secara fisioligis maupun psikologis. Terdapat berbagai faktor yang berpotensi mempengaruhi keikutsertaan dalam senam hamil karakteriistik ibu menjadi diantaranya yang meliputi, pendidikan, usia, dan paritas serta dukungan. Dukungan sosial yang diberikan melalui pada penghargaan, perhatian atau bantuan yang diberikan oleh suatu kelompok atau individu lain, khususnya yaitu dukungan dari pasangan. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui serta mengidentifikasi hubungan antara karakteristik ibu (paritas, usia, pendidikan) dan sosial dukungan suami dengan keikutsertaan senam hamil di Desa Pandanmulyo Wilayah Kerja Puskesmas Tajinan Kabupaten Malang tahun 2017. Observasional analiltik merupakan desain penelitian yang digunakan oleh peneliti yang mana peneliti menggunakan metode pendekatan cross sectional terhadap 35 responden yang diambil menggunakan metode total sampling dengan hasil univariat keikutsertaan senam hamil sebanyak 57,1% atau sebanyak 25 responden. Analisa data diuji menggunakan ChiSquare dengan hasil karakteristik yaitu meliputi usia, paritas dan pendidikan dengan masing-masing p value = 0,006;0,046;0,018 dan dukungan sosial suami menunjukan hasil p value = 0,025. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara karakteristik ibu (usia, paritas dan pendidikan) dan dukungan sosial suami terhadap keikutsertaan senam hamil.

Page 1 of 1 | Total Record : 5