cover
Contact Name
Syafrullah
Contact Email
klorofil@um-palembang.ac.id
Phone
0711511731
Journal Mail Official
jurnalklorofilfpump@gmail.com
Editorial Address
Jl. A Yani 13 Ulu Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian
ISSN : 20859600     EISSN : 24433985     DOI : https://doi.org/10.32502/jk.v14i1
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ini fokus pada kajian hasil-hasil penelitian bidang pertanian khususnya agroteknologi, budidaya pertanian.
Articles 183 Documents
RESPON BERBAGAI GALUR LOKAL PADI GOGO (Oryza sativa. L) TERHADAP DOSIS HARA N, P DAN K DI ULTISOL Responses of Local Cultivars Upland Rice to N, P and K Dosage at Ultisol Yulhasmir, Yulhasmir
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 9, No 2 (2014): Jurnal Ilmu-Ilmu Agroteknologi Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v9i2.114

Abstract

esearch on Responses of Local Cultivars Upland Rice to N, P and K Dosage at Ultisols, Experiments have been carried out in Research station of BLPP Agribisnis Raksa Jiwa (OKU), from the month of April 2013 to August 2013. The design used was split-plot design. The main plot was a level combinationt of nutrients N, P and K (H) with four doses of the: H0 (Without fertilization N, P and K), H1 (100 kg Urea/ ha, 50 kg SP-36/ha and 50 kg KCl/ha), H2 (200 kg Urea/ha, 100 kg SP-36/ha and 100 kg KCl/haI, H3 (300 kg Urea/ha, 150 kg SP-36/ha and 150 kg KCl/ha). Sub-plot was cultivars of upland rice (G) consisting of nine strains of the: G1 (strains Patek), G2 (strains Henik Bujuk), G3 (strains Henik Ijuk), G4 (strains Henik Pisang), G5 (strains Dayang Rindu), G6 (strains Sirendah), G7 (strains Pandan), G8 (strains Semester), G9 (Situ Bagendit). The parameters observed were the number of tillers, number of productive tillers, plant height, dry weight, plant age, time out of panicles, grain number/panicle, percentage grain content, grain weight/clump, and grain weight of 1000 grains.The result showed that there is a very significantly interaction between the cultivars with dosage of N, P and K, and no significant for the number of tillers, number of productive tillers, number of grains/panicle and grain weight/clump. Each of the strains showed growth characteristics and the results vary with fertilizer N, P and K. Henik Ijuk, Dayang Rindu, Henik Pisang, Sirendah, Henik Bujuk, Semeter and Patek strains grain yield per clump weight the higher the dose the greater the nutrient N, P and K and Pandan strains will show the weight of grain per clump lower with increasing doses N, P and K. Henik Ijuk strains produce higher grain production than the other strains. Dose of fertilizer that can be used for local upland rice cultivation is recommended to use a
UJI BEBERAPA VARIETAS JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) DI LAHAN LEBAK Rosmiah, Rosmiah; Saputri, Indah Firmawati
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 13, No 1 (2018): klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v13i1.1107

Abstract

Uji beberapa varietas jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) di lahan lebak. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan menentukan varietas jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) terbaik  di lahan lebak. Penelitian ini telah dilaksanakan pada kebun percobaan kampus C  Universitas Muhammadiyah Palembang, Desa Pulau Semambu, Kecamatan Inderalaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini telah berlangsung dari bulan April sampai dengan bulan Juli 2016. penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Tunggal dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan didapatkan 24 petak . Adapun faktor perlakuannya sebagai berikut :1. Varietas Jagung Manis , V1= Sweet Boy, V2= Bonanza, V3= Sagita, V4= Radja, V5= Leptop, V6= MB-01 Sweet. Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa varietas Sweet Boy memberikan pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis yang baik bila dibandingkan dengan varietas yang lain dengan berat tongkol 10,7 ton/ha.
RAGAM DAN JUMLAH POPULASI ARTHROPODA PADA BERBAGAI UMUR TANAMAN CAISIN (Brassica juncea L.) Nunilahwati1, Haperidah; Khodijah, Khodijah
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 9, No 2 (2014): Jurnal Ilmu-Ilmu Agroteknologi Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v9i2.113

Abstract

Caisin atau caisim (Brassica juncea L.) merupakan hortikultura yang banyak dikonsumsi masyarakat karena banyak mengandung vitamin dan mineral. Faktor yang mempengaruhi produksi tanaman caisin diantaranya adalah serangan hama tanaman. Pemantauan populasi arthropoda pada tanaman caisin bisa dilakukan dalam menekan populasi hama. Penelitian bertujuan mengamati ragam dan jumlah populasi arthropoda tanaman caisin pada beberapa tingkat umur. Penelitian dilaksanakan lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Palembang. Penelitian ini dilakukan bulan Februari sampai dengan April 2014. Arthropoda di tanah dan tajuk pada tanaman perlakuan yang ditemukan dianalisis secara deskriptif dan ditampilkan dalam bentuk gambar. Data komposisi spesies dan jumlah individu arthropoda ditajuk dan tanah pada perlakuan digunakan untuk menganalisis ragam dan jumlah populasi spesies. Hasil penelitian menunjukkan ragam arthropoda yang ditemukan pada tanaman caisin umur 7, 14, 21, 28, 35 dan 42 hst masing-masing 1, 5, 15, 17, 18, 12 spesies dan 6, 25, 114, 249, 335, 176 individu. Keragaman arthropoda tertinggi pada umur tanaman caisin 28 hst yaitu 0,930 dan terendah 7 hst yaitu 0. Indeks dominasi arthropoda tertinggi pada tanaman caisin umur 7 hst yaitu 1,00 sedangkan terendah 21 hst yaitu 0,325. Sedangkan Indeks kemerataan tertinggi pada tanaman caisin umur 28 hst yaitu 0,744 dan terendah 7 hst yaitu 0. Pemantauan populasi arthropoda penting guna mengurangi penggunaan pestisida sintetik dalam menekan organisme pengganggu tanaman (OPT).
PEMANFAATAN BATUBARA DAN SUMBER DAYA LOKAL PEDESAAN SEBAGAI PUPUK BATUBARA PLUS DAN PENGARUNYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN PADI SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION (S R I) DI LAHAN PASANG SURUT Syafrullah, Syafrullah
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 13, No 2 (2018): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v13i2.1322

Abstract

            Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pupuk organik plus dari batubara atau Batubara Plus dosis 750 kg/ha terhadap pertumbuhan dan produksi beberapa varietas tanaman padi (Oryza sativa L.) dengan System of Rice Intensification (SRI) di lahan pasang surut. Penelitian ini telah dilaksanakan di wilayah kota terpadu mandiri (KTM) khususnya di lahan sawah pasang surut di Desa telang sari kecamatan Tanjung Lago Kabupaten banyuasin.Kegiatan penelilitian ini berlangsung dari bulan Januari sampai bulan Mei 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara Faktorial, dengan 9 kombinasi perlakuan dan di ulang sebanyak 3 kali dengan  5 tanaman contoh. Faktor-faktor yang diteliti dalam penelitian meliputi  Jenis Pupuk (P) yang terdiri dari : P0= Pupuk Kimia Anjuran, P1 = Pupuk Kompos Jerami Padi Dosis 5 ton/ha, P2= Pupuk Organik Plus dari batubara Muda dosis 750 kg/ha dan Varietas Padi (V) yang terdiri dari : V1 =  Varietas Mentik wangi, V2 =  Varietas Gogo Aromatik dan V3 =  Vareitas Beras Merah Peubah yang di amati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), jumlah anakan (batang), jumlah anakan produktif (malai), berat 1000 butir (gram),  jumlah gabah per malai (butir) dan produksi per petak (gram). Dari hasil penelitian menunjukan bahwa pupuk organik plus dari batubara dosis 750 kg/ha memberikan pertumbuhan dan produksi tanaman padi terbaik dibandingkan formulasi pupuk lainnya, varietas gogo aromatik yang ditanam dengan metode SRI memberikan produksi tanaman padi terbaik, dibandingkan varietas lain dan perlakuan interaksi antara dengan pupuk organik plus takaran 750 kg/ha dengan varietas Gogo Aromatik berpengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi dengan produksi per petak 4,5 kg atau bila di konversi mencapai 7,23 ton/hektar. This research aimed to observe the effect of organic fertilizer from coal plus with 750 kg/ha on the growth and production of some varieties of rice plant (Oryza sativa L.) by the System of Rice Intensification (SRI) in the tidal land. This research has been conducted in the area of integrated urban independent (KTM), particularly in the tidal land telang sari sub Desa Tanjung Lago Banyuasin district, from January until Mei 2016. This research used Randomized Block Design (RBD) arranged in Factorial, with 9 combination treatment and repeated 3 times with 5 plants sample. The factors examined in the study include the type of fertilizer (P) consistied of: P0 = Chemical Fertilizer Recommendation, P1 = Rice Straw Compost Dose 5 tons / ha, P2 = Organic Fertilizer Plus from coal 750 kg / ha while the second factor is Rice Varieties (V) consistied of : V1 = Mentik wangi, V2 = Gogo Aromatic and V3 = Red Rice. Variables in the research was observed in plant height (cm), number of tillers (stems), the number of productive tillers (panicles), 1000 grain weight (g), number of grains per panicle (item) and production per m2 (g). The results showed that Organic fertilizer from coal plus 750 kg / ha gave the best growth and production of rice plant than the others, Aromatic Gogo varieties grown with SRI methods gave the best rice plant production compared to other varieties. and combination treatment between organic fertilizer plus 750 kg / ha with Gogo Aromatic varieties gave the best effect on the growth and production and produced 4.5 kg or reached 7.23 tons / hectare.
Morphological Changes in Roselle’s Breeding (Hibiscus sabdariffa L) With The Provision of Manure on Ultisol Soil Gribaldi, Gribaldi; Nurlaili, Nurlaili
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 10, No 1 (2015): Klorofil
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v10i1.197

Abstract

Roeselle plant (Hibiscus sabdariffa L.) are now widely cultivated, so that the need of roselle?s seed are increasing. Growing media largely determines the growth of seedlings, the use of Ultisol soil as growing media showed lower seedling growth. The efforts to overcome this can be done with the addition of manure. This study aims to determine the morphological changes of roselle seeds with the provision of manure on Ultisol soil in Polybag. This study used a completely nonfactorial randomized design with four treatments and five replications. The treatment under study consists of: P0 = without manure, P1 = cow manure, P2 = goat manure, and P3 = chicken manure. The result of this study showed the provision of manure on the planting medium affects the growth of roselle seeds in Polybag. The best seedling growth was obtained in growing media with the provision of chicken manure.
PENGARUH JENIS DAN TAKARAN PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) DI POLYBAG Hawalid, Heniyati; Widodo, Ekki Harri
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 13, No 2 (2018): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v13i2.1327

Abstract

Influence the type and dose of organic fertilizer on the growth of seedlings sugarcane (Saccharum officinarum L.) in polybag. This research aims to study the Influence of type and dose of organic fertilizer on the growth bibbit sugarcane (Saccharum officinarum L.) in polybag. Pennelitian been implemented dilahan campus C experiment station Muhammadiyah University Palembang, hamlet 1 semambu island village, district of North Indralaya Ogan Ilir, South Sumatra from April 2016 to July 2016. This study used a randomized block design (RAK) Factorial with 12 combination treatment and repeated 3 replications with three plant examples. The treatment factors are as follows: (1) Types of Organic Fertilizer (O), namely: O1 charcoal rice husk, O2 Blotong, O3 Chicken manure, and (2) dose of organic fertilizer (T), namely: T0 Without organic fertilizer T1 10 ton / T2 ha 15 ton / ha T3 20 ton / ha. The parameters observed in this study was time bud (HST), High Plant (cm) Number of Tillers (tillers), number of leaves (Overlay), Root Length (cm), Total Root (strands). Based on the results of analysis of variance showed that the treatment significantly blotong fertilizer plant height, number of tillers, number of roots, root length and influential real armpits terhdap time out shoots all the observed variables. Treatment of organic fertilizer rate of 10 tons / ha significantly smapai very significant on plant height, number of tillers, number of roots and root length, but the effect is not real terhdap waktukeluar shoots, but the real effect on the number of leaves Pengaruh jenis dan takaran pupuk organik terhadap pertumbuhan bibit tanaman tebu (Saccharum officinarum L. ) di polybag. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari Pengaruh Jenis dan Takaran Pupuk Organik terhadap pertumbuhan bibbit tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) di polybag. Pennelitian ini telah dilaksanakan dilahan kebun percobaan kampus C Universitas Muhammadiyah Palembang, dusun 1, desa pulau semambu, kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir, Sumatra Selatan dari bulan April 2016 sampai bulan Juli 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK ) Faktorial dengan 12 Kombinasi Perlakuan dan diulang sebanyak 3 ulangan dengan 3 tanaman contoh. Adapun faktor perlakuan adalah sebagai berikut : (1) Jenis Pupuk Organik (O) yaitu : O1 Arang sekam padi, O2 Blotong, O3 Kotoran ayam, dan (2) Takaran Pupuk Organik (T) yaitu : T0 Tanpa pupuk organik T1 10 ton/ha T2 15 ton/ha T3 20 ton/ha. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah Waktu keluar tunas (Hst), Tinggi Tanaman (cm), Jumlah Anakan (anakan), jumlah daun (Helai), Panjang Akar (cm), Jumlah Akar (helai). Berdasarkan hasil analisis keragaman menunjukan bahwa perlakuan pupuk blotong berpengaruh nyata tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah akar, panjang akar dan berpengaruh tiak nyata terhdap waktu keluar tunas semua peubah yang diamati. Perlakuan takaran pupuk organik 10 ton/ha berpengaruh nyata smapai sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah akar dan panjang akar, tetapi berpengaruh tidak nyata terhdap waktukeluar tunas, tetapi berpengaruh nyata pada jumlah daun
PENGARUH JARAK TANAM DAN PEMBERIAN PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KEDELAI (Glycine max L. Merrill) DAN JAGUNG (Zea mays L.) DENGAN POLA TANAM TUMPANG SARI DI LAHAN LEBAK Khotbawan, Imam; Hawalid, Heniyati; Aminah, R. Iin Siti
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 10, No 2 (2015): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v10i2.202

Abstract

Pengaruh Jarak Tanam dan Pemberian Pupuk Hayati Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merril) dan Jagung (Zea mays L.) dengan Pola Tanam Tumpang Sari di Lahan Lebak. Penelitian ini bertujuan untuk: Mengetahui dan mempelajari pengaruh jarak tanam dan pemberian pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai (Glycine max L.) dan Jagung (Zea mays L.) yang ditanam secara polikultur. Peneli tian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split-plot Design). Perlakuan yang dilakukan pada tiap anak petak adalah jarak tanam dan jenis pupuk hayati dengan 3 ulangan. Perlakuan jarak tanam 40 x 30 cm2 pada kedelai merupakan jarak tanam yang cukup baik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai dan tanaman jagung dibandingkan dengan jarak tanam 20 x 30 cm2 dan 30 x 30 cm2, dan pemberian pupuk kimia anjuran (pupuk Urea, KCl dan SP 36) menghasilkan produksi untuk tanaman kedelai yang lebih baik dari pada pemberian pupuk hayati Azospirillum, Bio P, dan kombinasi Azospirillum dengan pupuk Bio P. Sedangkan untuk interaksi yang cukup baik untuk tanaman kedelai adalah pada jarak tanam kedelai 40 x 30 cm2 dan pemberian pupuk kimia anjuran (pupuk Urea, KCl dan SP 36). Pemberian pupuk hayati Bio P mampu meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman jagung. Sedangkan interaksi yang cukup baik bagi tanaman jagung ialah pada jarak tanam kedelai 40 x 30 cm2 dan pemberian pupuk hayati Bio P.
PENGARUH JENIS RAKIT LIMBAH BOTOL PLASTIK DAN JENIS PUPUK ORGANIK PADAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI (Brassica oleracea L. Var. alboglabra Bailey) DI LAHAN RAWA LEBAK YANG TERGENANG Karya, Bambang; Hawalid, Heniyati; Hawayanti, Erni
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 10, No 2 (2015): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v10i2.207

Abstract

Pengaruh jenis rakit limbah botol plastik dan jenis pupuk organik padat terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi (Brassica oleracea L. Var. alboglabra Bailey) di lahan rawa lebak yang tergenang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis limbah botol plastik dan jenis pupuk organik padat yang dapat menghasilkan pertumbuhan terbaik pada tanaman sawi (Brassica oleracea L.) di lahan lebak yang tergenang. Penelitian ini telah dilaksanakan di kebun petani Desa Saka Tiga Kecamatan Indralaya Kabupatan Ogan Ilir Sumatera Selatan, yang dimulai pada bulan Juni 2013 sampai dengan bulan September 2013. Penelitian ini menggunakan Rancangan petak terbagi (Split plot design) yang disusun secara faktorial dengan 9 kombinasi perlakuan dan 3 kelompok sebagai ulangan. Faktor- faktor yang diteliti dalam penelitian meliputi jenis Rakit plastik (R) yang terdiri dari : R1 = Rakit limbah botol plasik ukuran 300 ml, R2 = Rakit limbah botol plasik ukuran 600 ml, R3 = Rakit limbah botol plasik ukuran 1500 ml dan Jenis pupuk organik ( J ) yang terdiri dari : J1 = Jenis Pupuk Organik limbah tanaman, J2 = Jenis Pupuk Organik Plus, J3 = Jenis Pupuk Organik kotoran ayam. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman ( 34,46 cm ), jumlah daun ( 11,26 helai ), berat produksi ( 118,81 g ), berat kering berangkasan ( 27,29 g ), dan indeks panen ( 73,16 % ). Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa jenis rakit limbah botol plastik ukuran 600 ml dengan pemberian pupuk organik plus memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi (Brassica oleracea L.).
PEMANFAATAN KOMPOS LIMBAH TANAMAN PADI DAN PEMBERIAN MIKORIZA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) PADA LAHAN KERING MASAM Moelyohadi, Yopie
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 14, No 1 (2019): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v14i1.1851

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mempelajari dan mendapatkan jenis kompos limbah tanaman padi dan takaran pupuk mikoriza yang memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung (Zea mays L.). Penelitian ini telah dilaksanakan  di lahan milik  petani  yang terletak di  Desa   Pagar Agung, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan. Waktu pelaksanaan dari bulan September sampai Desember 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split-plot Design) dengan 9 kombinasi perlakuan, diulangan sebanyak 3 kali, serta 4 tanaman contoh. Adapun faktor perlakuanya adalah sebagai berikut : Petak utama adalah Jenis Kompos Limbah Tanaman Padi (K) :  K0         = kontrol (tanpa kompos); K1 = kompos jerami padi; K2 = arang sekam padi sedangkan Anak petak adalah Takaran Pupuk Mikoriza (M) : M0= kontrol (tanpa mikoriza);  M1            = 5gr/tanaman; M2= 10gr/tanaman. Peubah yang diamati dalam penelitian ini yaitu: 1) Tinggi tanaman (cm), 2) Jumlah daun/tanaman (helai), 3) Berat tongkol/tanaman (g), 4) Panjang tongkol/tanaman (cm), 5) Diameter tongkol/tanaman (cm), 6) Jumlah biji/tongkol (butir), 7) Hasil panen/hektar (ton). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian jenis Kompos limbah tanaman padi memberikan pengaruh nyata sampai sangat nyata terhadap semua peubah yang diamati. Perlakuan pemberian takaran pupuk mikoriza berpengaruh sangat nyata terhadap semua peubah yang diamati. Begitu juga dengan kombinasi perlakuan berpengaruh nyata sampai sangat nyata terhadap semua peubah yang diamati, kecuali terhadap peubah tinggi tanaman dan diameter tongkol/tanaman yang berpengaruh tidak nyata. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu Kombinasi pemberian kompos jerami padi dan pupuk mikoriza dengan dosis 10 g/tanaman memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung, dengan hasil panen rata-rata 14,48 ton tongkol kering/hektar.
Response growth and production of maize (Zea mays L.) in the provision of biological fertilizer with different spacing of lowland Wahyudi, Ilham; Hawalid, Heniyati; Hawayanti, Erni
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 11, No 1 (2016): Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v11i1.212

Abstract

Response growth and production of maize (Zea mays L.) in the provision of biofertilizer with differentspacing of lowland. This study aims to determine the effect of biological fertilizer with several different plant spacingon growth and production of maize in lowland. This research has been carried on in the land Campus C Faculty ofagriculture, University of Muhammadiyah Palembang, Hamlet 1 Semambu Island Village, North IndralayaSubdistrict, Ogan Ilir South Sumatra. This study was implemented from January s / d April 2015 This study used arandomized design Divided (Split Plot Design) and each treatment was rpeated 3 times. As the main plot treatmentwas planting distance, consisting of : (J1): Spacing 100x30 cm, (J2): Spacing 70x30 cm, (J3): Spacing 40x30 cm.Treatment subplot consisted of various types of fertilizers, comprising: (H0): Inorganic Fertilizers, (H1): BiofertilizersBio P, (H2): Azospirilium, (H3): Biofertilizer Bio P + Azospirilium. As well as all units in the given treatments ofchicken manure 4 ton ha-1. The results showed that the treatment plant spacing 100x30 cm give the highestinfluence on the growth and production of maize in lowland and tabulation fertilizer Bio P and Azospiriliumcombination provides the highest influence on the growth and production of maize in loeland. As well as theinteraction spacing of 100x30 cm and Bio P + Azospirilium combination gives the best effect on the growth andproduction of maize.

Page 8 of 19 | Total Record : 183