Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

RESPON BERBAGAI GALUR LOKAL PADI GOGO (Oryza sativa. L) TERHADAP DOSIS HARA N, P DAN K DI ULTISOL Responses of Local Cultivars Upland Rice to N, P and K Dosage at Ultisol Yulhasmir, Yulhasmir
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 9, No 2 (2014): Jurnal Ilmu-Ilmu Agroteknologi Klorofil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v9i2.114

Abstract

esearch on Responses of Local Cultivars Upland Rice to N, P and K Dosage at Ultisols, Experiments have been carried out in Research station of BLPP Agribisnis Raksa Jiwa (OKU), from the month of April 2013 to August 2013. The design used was split-plot design. The main plot was a level combinationt of nutrients N, P and K (H) with four doses of the: H0 (Without fertilization N, P and K), H1 (100 kg Urea/ ha, 50 kg SP-36/ha and 50 kg KCl/ha), H2 (200 kg Urea/ha, 100 kg SP-36/ha and 100 kg KCl/haI, H3 (300 kg Urea/ha, 150 kg SP-36/ha and 150 kg KCl/ha). Sub-plot was cultivars of upland rice (G) consisting of nine strains of the: G1 (strains Patek), G2 (strains Henik Bujuk), G3 (strains Henik Ijuk), G4 (strains Henik Pisang), G5 (strains Dayang Rindu), G6 (strains Sirendah), G7 (strains Pandan), G8 (strains Semester), G9 (Situ Bagendit). The parameters observed were the number of tillers, number of productive tillers, plant height, dry weight, plant age, time out of panicles, grain number/panicle, percentage grain content, grain weight/clump, and grain weight of 1000 grains.The result showed that there is a very significantly interaction between the cultivars with dosage of N, P and K, and no significant for the number of tillers, number of productive tillers, number of grains/panicle and grain weight/clump. Each of the strains showed growth characteristics and the results vary with fertilizer N, P and K. Henik Ijuk, Dayang Rindu, Henik Pisang, Sirendah, Henik Bujuk, Semeter and Patek strains grain yield per clump weight the higher the dose the greater the nutrient N, P and K and Pandan strains will show the weight of grain per clump lower with increasing doses N, P and K. Henik Ijuk strains produce higher grain production than the other strains. Dose of fertilizer that can be used for local upland rice cultivation is recommended to use a
Pemberian Kapur Pertanian Untuk Meningkatkan pH Tanah di Desa Tanjung Sari, Kabupaten OKU Novriani, Novriani; Pusvita, Ema; Asroh, Ardi; Gribaldi, Gribaldi; Nurlaili, Nurlaili; Danial, Ekawati; Yulhasmir, Yulhasmir; Diana, Susanti; Dewi, Nurmala; Sakalena, Firnawati; Fatmanurshanti, Dora; Lastinawati, Endang; Rosmawati, Henny; Ogari, Putri Ayu; Lestari, Windi
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.2041

Abstract

Acidic soils are one of the major constraints in agricultural development in tropical regions, including in Tanjung Sari Village, Ogan Komering Ulu (OKU) Regency. Field surveys indicated that most farmlands in this village have soil pH ranging from 4.5 to 5.0, which is categorized as acidic. This condition negatively affects nutrient availability, microbial activity, and the productivity of food and horticultural crops. One of the recommended practices to overcome this problem is the application of agricultural lime (liming). This activity aimed to improve farmers’ knowledge and skills regarding the benefits, dosage, and techniques of lime application, as well as to directly improve soil pH through field demonstration. The method consisted of three stages: preparation (survey and soil analysis), implementation (training, extension, and field practice), and evaluation (measurement of soil pH and assessment of farmers’ knowledge improvement). The training materials included soil pH concepts, its influence on crop growth, types of agricultural lime, calculation of lime requirements, and proper application techniques. The results of this activity indicated an increase in farmers’ understanding of the importance of liming and an improvement in soil pH in demonstration plots after lime application. In conclusion, liming practices in Tanjung Sari Village proved beneficial for improving soil quality and supporting sustainable agricultural productivity. It is expected that farmers will be able to apply this technology independently in the future, with continuous support from local government through the provision of agricultural lime.ABSTRAKTanah masam merupakan salah satu kendala utama dalam pengembangan pertanian di daerah tropis, termasuk di Desa Tanjung Sari, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Hasil survei menunjukkan bahwa sebagian besar lahan pertanian di desa ini memiliki pH tanah berkisar antara 4,5–5,0, yang tergolong masam dan berdampak negatif terhadap penyerapan unsur hara, aktivitas mikroorganisme, serta produktivitas tanaman pangan dan hortikultura. Salah satu upaya untuk memperbaiki kondisi tersebut adalah melalui pemberian kapur pertanian atau pengapuran. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani mengenai manfaat, dosis, dan teknik aplikasi kapur pertanian, sekaligus memperbaiki pH tanah melalui penerapan langsung di lahan. Metode kegiatan meliputi tahap persiapan (survei dan analisis tanah), pelaksanaan (penyuluhan, pelatihan, dan praktik lapangan), serta evaluasi (pengukuran pH tanah dan peningkatan pengetahuan peserta). Materi kegiatan mencakup konsep pH tanah, pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman, jenis kapur pertanian, perhitungan dosis kapur, serta teknik aplikasi di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman petani mengenai peran kapur pertanian, serta adanya perbaikan pH tanah di lahan percontohan setelah pengapuran. Dengan demikian, kegiatan pengapuran di Desa Tanjung Sari terbukti bermanfaat dalam meningkatkan kualitas tanah dan mendukung produktivitas pertanian berkelanjutan. Ke depan, diharapkan petani dapat menerapkan teknologi ini secara mandiri dan pemerintah daerah dapat memberikan dukungan melalui penyediaan kapur pertanian secara berkelanjutan.
APLIKASI POC ASAL RUMAH TANGGA UNTUK BUDIDAYA SAYURAN DI DESA TANJUNGAN KECAMATAN PENGANDONAN OKU Diana, Susanti; Danial, Ekawati; Yulhasmir, Yulhasmir; Nurshanti, Dora Fatma; Rosmawati, Henny; Sari, Enda Kartika
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (ABDIMAS) UNIVERSITAS BATURAJA Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (ABDIMAS) Universitas Baturaja
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54895/abdimu.v5i1.2844

Abstract

Jumlah penduduk semakin meningkat menyebabkan tumpukan sampah (sayuran dan buahan) meningkat. Sampah organik maupun anorganik melimpah. Limbah sampah perlu di olah menjadi pupuk organik. Pengabdian telah di laksanakan pada bulan Desember 2021 bertempat di Desa Tanjungan Kabupaten OKU. Metode pengabdian dengan ceramah, tanya jawab, dan praktik pembuatan pupuk organik. Transfer iptek yang di berikan pada kelompok tani dalam pengabdian ini adalah menjelaskan cara pembuatan pupuk organik cair yang berasal dari limbah buah dan aplikasinya dalam budidaya tanaman sayuran secara vertikultur. Tahap-tahap yang akan dilakukan yaitu 1. persiapan bahan dan alat, 2. Pembuatan POC, 3. Aplikasi POC. Dari hasil pengabdian kepada masyarakat di Desa Tanjungan bahwa masyarakat mendapat pengetahuan tentang teknologi dalam mengelolah limbah organik asal rumah tangga berupa sayuran dan buuah buahan menjadi pupuk organik cair dan pengaplikasinya dalam budidaya sayuran secara vertikultur.