cover
Contact Name
Ferius Soewito
Contact Email
-
Phone
+6221-31937910
Journal Mail Official
jinma_mki@idionline.org
Editorial Address
Jl. Dr. G. S. S. Y Ratulangie No. 29, Menteng, Jakarta Pusat 10350
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Journal of the Indonesian Medical Association : Majalah Kedokteran Indonesia
ISSN : 20891067     EISSN : 26543796     DOI : http://dx.doi.org/10.47830
Journal Of The Indonesian Medical Association (JInMA) / Majalah Kedokteran Indonesia (MKI) adalah Jurnal yang berada di bawah naungan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dan sebagai Kanal InformasiIlmiah di Kalangan Dokter Umum dan Dokter Spesialis serta Profesi Terkait.
Articles 428 Documents
PENGARUH PEMUPUKAN TERHADAP KADAR NITRAT DAN NITRIT PADA KANGKUNG (IPOMOEA REPTANA POIR) Silalahi, Jansen; Asmaradhani, Dian; Ginting, Nahitma; Silalahi, Yosy CE
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 68 No 6 (2018): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volum
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Sayuran merupakan sumber utama nitrat dan nitrit di dalam makanan. Kadar nitrat dan nitrit dalam sayuran dipengaruhi oleh umur tanaman dan jenis pupuk yang digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemupukan terhadap kadar nitrat dan nitrit di dalam sayur kangkung. Metode: Kangkung ditanam tanpa pupuk, pupuk kandang, dan pupuk urea. Pemetikan dilakukan pada hari ke 22, 25 dan 28. Penetapan kadar nitrit dilakukan dengan pereaksi asam sulfanilat dan N-(1-naftil) etilendiamin dihidroklorida. Kemudian kadar nitrit diukur dengan spektrofotometri sinar tampak pada panjang gelombang maksimum 540 nm. Penetapan kadar nitrat dilakukan dengan mereduksi nitrat menjadi nitrit dengan serbuk Zn dalam suasana asam, kemudian ditentukan sebagai nitrit dan hasilnya dikonversi terhadap nitrat. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa kadar nitrit dan nitrat lebih tinggi dibandingkan dengan pupuk kandang dan tanpa pupuk. Kadar nitrat terendah terdapat pada kangkung tanpa pupuk pada pemetikan hari ke-22 yaitu 2,33 mg/kg, dan kadar nitrat tertinggi terdapat pada kangkung dengan pupuk urea pemetikan hari ke-28 yaitu 68,59 mg/kg. Kadar nitrit terendah yaitu 21,46 mg/kg yang terdapat pada kangkung tanpa pupuk pada hari ke 22 dan kadar nitrit tertinggi yaitu 67,90 mg/kg pada pemetikan hari ke 28 pada kangkung dengan pupuk urea. Kesimpulan: Pupuk urea lebih meningkatkan kadar nitrit dan nitrat dalam kangkung dibandingkan dengan pupuk kandang dan tanpa pupuk. Makin lama umur pemetikan meningkatkan kadar nitrat dan nitrit dalam kangkung.
HUBUNGAN ANTARA KONSUMSI PANGAN DAN TINGKAT ASUPAN GIZI DENGAN STATUS GIZI ANAK CEREBRAL PALSY Indriasari, Marina; Hardinsyah; Kustiyah, Lilik; Hadipoetro, Ferial
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 68 No 6 (2018): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volum
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Permasalahan gizi pada anak Cerebral Palsy (CP) dapat terjadi karena asupan makanan yang tidak adekuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsumsi pangan dan kecukupan asupan gizi kaitannya dengan status gizi anak CP di Jakarta, Depok, dan Bogor. Metode: Desain potong lintang pada penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Luar Biasa (SLB) dan Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC). Subjek sebanyak 45 dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, konsumsi pangan dengan metode food record 1 x 24 jam. Status gizi dinilai dari indeks massa tubuh (IMT) berdasarkan umur. Hasil: Frekuensi makan utama sebanyak tiga kali sehari dengan frekuensi makan selingan satu kali mempunyai korelasi positif kuat dengan status gizi anak CP sebesar 0,636. Tingkat asupan zat gizi makro yang terpenuhi hanya protein dengan korelasi positif kuat sebesar 0.729 terhadap status gizi anak CP. Korelasi positif paling kuat sebesar 0,885 pada jenis buah yang dikonsumsi dengan status gizi. Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat asupan seng (p=0,037) dan vitamin C (p=0.008) dengan status gizi. Kesimpulan: Semakin tinggi tingkat kecukupan seng dan vitamin C, semakin baik status gizi anak CP. Semakin banyak frekuensi makanan selingan dan jenis makanan mengandung protein serta buah, semakin baik status gizi anak CP.
MANIFESTASI KULIT SEBAGAI PETUNJUK DIAGNOSIS PADA KWASHIORKOR Angelina; Prawitasari, Titis
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 68 No 6 (2018): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volum
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Kwarshiorkor merupakan kondisi malnutrisi berat yang disebabkan asupan protein tidak adekuat. Kwashiorkor seringkali tidak terdiagnosis karena kecurigaan klinis masih rendah, adanya edema menutupi malnutrisi, kurangnya pengetahuan mengenai manifestasi klinis tipikal kwarshiorkor. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan klinis terhadap kasus kwashiorkor, khususnya yang datang dengan manifestasi kulit, sehingga tidak terjadi keterlambatan diagnosis. Kasus: Anak lelaki 3,5 tahun dengan lesi kulit luas seluruh tubuh dirujuk dengan kecurigaan lupus eritematosa sistemik. Pasien terkesan cengeng, murah marah, tampak edema, dan alopesia yang jelas. Status dermatologikus secara umum didapatkan lesi kulit hipopigmentasi dan hiperpigmentasi dengan eritema, erosi multipel dan skuama putih kecoklatan. Status antropometri berdasarkan kurva WHO 2006 menunjukkan berat badan (BB) menurut umur 1 SD < Z score < 2 SD, tinggi badan (TB) menurut umur -1 SD < Z score < 0 SD, dan BB menurut TB > 3 SD. Terdapat riwayat penurunan BB 12 kilogram (kg) dalam 6 bulan terakhir. Pemeriksaan laboratorium terdapat hipoalbuminemia dan defisiensi seng. Selama perawatan pasien mendapat formula khusus gizi buruk F100 dan F135, suplementasi mikronutrien, dan vaselin album. Pada hari perawatan kelima eritema, erosi, dan deskuamasi kulit mulai menghilang. Berat badan menurun seiring dengan berkurangnya edema. Kesimpulan: Setiap tenaga kesehatan harus memikirkan kemungkinan kwarshiokor sebagai diagnosis banding pada pasien dengan edema dan menifestasi kulit luas, yang memiliki riwayat penurunan berat badan bermakna sebelumnya.
MASALAH DAN TATA LAKSANA OBESITAS DALAM KEHAMILAN Ocviyanti, Dwiana; Dorothea, Maya
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 68 No 6 (2018): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volum
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Berat badan lebih (overweight) dan obesitas merupakan kondisi pandemik global yang prevalensinya terus meningkat. Kondisi ini juga banyak ditemukan pada wanita usia subur. Keadaan berat badan lebih dan obesitas pada kehamilan merupakan salah satu kondisi obstetri berisiko tinggi. Kondisi berat badan lebih dan obesitas terbukti dari berbagai penelitian dapat meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas ibu dan janin, antara lain dapat meningkatkan risiko hipertensi dan diabetes gestasional pada masa antepartum, komplikasi intrapartum seperti distosia bahu, perdarahan postpartum, dan kegagalan induksi maupun persalinan pervaginam pasca bedah sesar. Selain itu, pada masa postpartum, obesitas terbukti meningkatkan risiko tromboemboli. Pada janin, obesitas dalam kehamilan meningkatkan risiko makrosomia dan kecacatan janin. Oleh karena itu, guideline-guideline dari Amerika, Kanada, Australia, serta Inggris menganjurkan tata laksana kolaboratif multidisiplin antara dokter umum, bidan, dokter spesialis obstetri dan ginekologi, ahli anestesi, ahli gizi, serta kedokteran olahraga dalam melakukan tata laksana pada ibu hamil dengan obesitas.
POTENSI, APLIKASI DAN PERKEMBANGAN DIGITAL HEALTH DI INDONESIA Sunjaya, Anthony P.
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 69 No 4 (2019): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volum
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0679/jinma.v69i4.63

Abstract

Undang-Undang Dasar 1945 mengamanatkan setiap warga negara berhak mendapatkan pelayanan kesehatan secara berkeadilan tanpa memandang status sosial dan ekonomi seseorang. Hak untuk hidup sehat juga merupakan bagian dari Hak Asasi Manusia dan merupakan sebuah investasi jangka panjang bagi sebuah negara. Rendahnya rasio dokter per penduduk di Indonesia merupakan sebuah tantangan dalam mewujudkan hal di atas. Saat ini, Indonesia memiliki rasio dokter per penduduk sebesar 1:3333, terendah di Asia Tenggara yang memiliki rerata 1:769 dan masih dibawah rekomendasi World Health Organization (WHO) untuk memiliki rasio 1 dokter per 1000 penduduk.1
PEMANFAATAN MRI PELVIS UNTUK MEMPREDIKSI KEDALAMAN INFILTRASI ENDOMETRIOSIS SUSUKAN DALAM POSTERIOR KE REKTOSIGMOID: STUDI KOMPARASI Amelia, Yustie; Muslim, Refni; Marwali, Muhammad Luky Satria; Prawirodihardjo, Bonita; Prihartono, Joedo
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 69 No 4 (2019): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volum
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0679/jinma.v69i4.64

Abstract

Pendahuluan: Infiltrasi endometriosis susukan dalam (ESD) posterior ke rektosigmoid sering memerlukan tata laksana pembedahan radikal dan lintas disiplin. Modalitas diagnostik standar seperti USG dan laparaskopi lemah dalam menilai infiltrasi ESD posterior di lokasi yang sulit terjangkau. MRI berpotensi menjadi modalitas diagnostik pilihan karena bersifat multiplanar dan baik dalam diferensiasi jaringan lunak. Penelitian ini bertujuan membandingkan kesesuaian MRI pelvis dengan temuan operasi dan histopatologi untuk memprediksi kedalaman infiltrasi ESD posterior ke rektosigmoid. Metode: Sebanyak 37 pasien yang menjalani operasi dengan indikasi ESD posterior dan pemeriksaan MRI pelvis di pusat rujukan endometriosis (2015-2018) dipelajari secara retrospektif. Gambar MRI dianalisis oleh dokter spesialis radiologi divisi ginekologi secara independen kemudian dibandingkan dengan laporan operasi dan analisis sediaan histopatologi oleh dokter spesialis patologi anatomi. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji McNemar dan koefisien Cohen?s Kappa. Hasil: Didapatkan nilai konkordan (McNemar p) dan koefisien Kappa (p) untuk penilaian adanya ekstensi ESD posterior ke rektosigmoid 100% (1,000) dan 1 (0,000); infiltrasi lapisan muskularis rektosigmoid 89,2% (0,617) dan 0,78 (0,001); infiltrasi lapisan submukosa rektosigmoid 81,1% (1,000) dan 0,35 (0,146). Kesimpulan: Terdapat kesesuaian yang baik antara MRI pelvis dengan temuan operasi dan histopatologi dalam memprediksi kedalaman infiltrasi ESD posterior ke rektosigmoid.
PREDICTOR OF DENGUE SHOCK SYNDROME AMONG PEDIATRIC DENGUE INFECTION IN LIMITED RESOURCE SETTING Cecilia, Cindy; Sugianto, Julius Albert
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 69 No 4 (2019): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volum
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0679/jinma.v69i4.65

Abstract

Introduction: Indonesia has the most dengue outbreaks in the ASEAN region. Lack of diagnostic modality and poor sanitation especially in rural area hinders proper and prompt management of Dengue Fever. Aim: Finding the early, simple, and reliable predictor of Dengue Shock Syndrome (DSS) in Indonesia. Materials and Methods: A retrospective study reviewing the medical record of pediatric patient with dengue infection from 1 January 2016 to 31 March 2016 were conducted. Age, gender, dengue signs, and simple laboratory result were collected. The data acquired were then analyzed using logistic regression for multivariate analysis (P<0,05) to find the severity predictor. Results: 80 cases of dengue infection were included, mean age was 7,7 ± 3.4 years old, the average length of hospital stay was 4.59 days. 28.75% of patients had DSS. From the multivariate analysis, it is found that lethargy (p= 0.00; OR 21.23), bleeding (p= 0.01; OR 0,04), cold extremities (p=0.00;OR=22.35), and increased haematocrit level (p=0.01;OR=4.72) has significant relationship with DSS while other indicator did not. Conclusion: Patients presenting with lethargy, cold extremities, and increase in haematocrit level should be treated promptly and intensively as they are more likely to develop DSS compared to patients who did not.
CURRENT ANESTHESIA METHODS FOR NO-SCALPEL VASECTOMY: A SYSTEMATIC REVIEW Rahman, Fakhri; Birowo, Ponco; Rasyid, Nur
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 69 No 4 (2019): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volum
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0679/jinma.v69i4.67

Abstract

Introduction: This study was aimed to described current anesthesia methods to facilitate no-scalpel vasectomy procedure. Methods: A systematic review based on PRISMA guideline was conducted which included all the studies discussing no-scalpel vasectomy and focusing on its anesthesia method. Outcomes searched were pain during anesthesia and procedure. Literature search was done through search engines (PubMed, EBSCO Host and Cochrane library) using (?no-scalpel vasectomy? OR ?scalpel-free vasectomy? OR ?vasectomy?) AND (?anesthesia?) as keywords and through manual search. Literature selection process was done by two reviewer and qualified studies were subjected to quality assessment. Results: A total of 446 literatures were found and five studies satisfying the eligibility criteria and discussed following anesthesia methods: local infiltration anesthesia (LIA), spinal cord block (SCB), no-needle anesthesia (NNA), mini-needle anesthesia (MNA) and eutectic mixture of local anesthetic (EMLA). This study showed that the average score of pain (VAS 1-10) during no-scalpel vasectomy procedure for LIA, combination of LIA and SCB, NNA, MNA and combination of LIA and EMLA were 1.86 ? 2.7, 0.64, 0.66 ? 2.13, 0.66 and 2.15, respectively. Conclusion: Combination of LIA and SCB, NNA and MNA showed promising results as anesthesia methods. However, these promising results should be further proven by more studies.
PENGARUH AKUT MUSIK KLASIK TERHADAP KEMAMPUAN SPASIAL Lubis, Leonardo; Fitria, Nita
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 69 No 4 (2019): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volum
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0679/jinma.v69i4.68

Abstract

Pendahuluan: Musik klasik adalah komposisi musik dengan melodi kompleks yang dapat mengaktivasi area Brodmann 22, 9, 46, 17, 18, dan 19. Area-area tersebut penting pula untuk kemampuan spasial, yaitu fungsi kognitif untuk merancang, menggambarkan, dan membayangkan suatu objek dalam ruang secara tepat. Dalam bidang kedokteran, kemampuan spasial sangat dibutuhkan untuk pembelajaran anatomi, interpretasi radiograf dan prosedur bedah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh music klasik terhadap kemampuan spasial. Metode: Penelitian eksperimental dilakukan terhadap subjek,yaitu: 182 orang mahasiswa kedokteran Unpad yang terdiri dari 117 orang perempuan dan 65 orang laki-laki. Subjek dikelompokkan menjadi kelompok yang diperdengarkan musik Mozart Sonata K448 selama 10 menit (perlakuan) dan kelompok yang tidak diperdengarkan apapun dan hanya duduk diam selama 10 menit (kontrol). Setelah perlakuan, subjek mengerjakan tes spasial. Parameter yang diamati adalah rata-rata nilai tes spasial. Hasil dianalisis dengan uji T tidak berpasangan. Hasil: Rerata skor spasial kelompok musik klasik lebih tinggi secara bermakna (p<0,05) dibandingkan kelompok kontrol, baik pada perempuan (33,6379 vs. 31,6949)(nilai p 0,0235) maupun laki-laki (36,8387 vs. 33,9198)(nilai p 0,0125). Kesimpulan: Musik klasik memberikan stimulasi area fungsional otak spesifik sehingga dapat meningkatkan kemampuan spasial secara akut.
LUARAN BAYI DARI IBU DENGAN TUBERKULOSIS RESISTAN MULTI OBAT Yusuf, Dwiyanarsi; Lisnawati, Yuyun
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 69 No 4 (2019): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volum
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0679/jinma.v69i4.69

Abstract

Pendahuluan: Multidrug resistant tuberculosis (MDR TB) merupakan penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, dimana terdapat resistensi terhadap obat isoniazid dan rifampisin dengan atau tanpa resisten terhadap obat lainnya. MDR TB jika tidak diobati atau terdiagnosis selama kehamilan, dapat meningkatkan morbiditas, mortalitas dan transmisi vertikal ibu ke bayi. Terdapat peningkatan risiko komplikasi obstetri seperti abortus, pertumbuhan janin terhambat, air ketuban berkurang, persalinan preterm dan meningkatnya mortalitas neonatus. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk menyajikan serial kasus yang kami dapatkan di RSP mengenai tatalaksana MDR TB dalam kehamilan serta luaran bayi pada ibu dengan MDR TB. Metode: Kami mengikuti 3 wanita hamil yang didiagnosis dengan MDR TB. Data diambil dari anamnesis, pemeriksaan fisik, laboratorium dan luaran bayi. Hasil: Dua dari tiga wanita hamil diketahui resisten terhadap rifampisin dan telah diberikan ethionamide dan levofloxacin selama lebih dari 1 bulan. Dilakukan terminasi kehamilan secara seksio sesaria di usia kehamilan 32 minggu, 36 minggu, dan 36 minggu dengan berat lahir bayi 1450 gram, 2350 gram dan 2600 gram. Tidak ditemukan adanya kelainan keongenital pada semua neonatus. Kesimpulan: Serial kasus MDR-TB dalam kehamilan telah dilaporkan. Dua dari pasien telah diberikan terapi ethionamide dan levofloxacin selama kehamilan, dan tidak menunjukkan adanya kelainan bawaan pada neonatus. Berat lahir rendah ditemukan pada dua neonatus.

Page 2 of 43 | Total Record : 428


Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 75 No 4 (2025): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 75 No 3 (2025): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 75 No 2 (2025): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 75 No 1 (2025): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 74 No 6 (2024): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 74 No 5 (2024): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 74 No 4 (2024): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 74 No 3 (2024): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 74 No 2 (2024): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 74 No 1 (2024): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 73 No 6 (2023): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 73 No 5 (2023): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 73 No 4 (2023): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 73 No 3 (2023): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 73 No 2 (2023): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 73 No 1 (2023): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 72 No 6 (2022): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 72 No 5 (2022): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 72 No 4 (2022): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 72 No 3 (2022): Journal of the Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 72 No 2 (2022): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 72 No 1 (2022): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 71 No 6 (2021): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 71 No 5 (2021): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 71 No 4 (2021): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 71 No 3 (2021): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 71 No 2 (2021): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 71 No 1 (2021): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 70 No 12 (2020): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, V Vol 70 No 10 (2020): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, V Vol 70 No 8 (2020): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 70 No 6 (2020): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 70 No 4 (2020): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 70 No 2 (2020): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 70 No 2 (2020): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volum Vol 69 No 12 (2019): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, V Vol 69 No 12 (2019): Journal of The Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volu Vol 69 No 10 (2019): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volu Vol 69 No 10 (2019): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, V Vol 69 No 8 (2019): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 69 No 8 (2019): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volum Vol 69 No 6 (2019): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 69 No 6 (2019): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volum Vol 69 No 4 (2019): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 69 No 4 (2019): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volum Vol 69 No 2 (2019): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 69 No 2 (2019): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volum Vol 68 No 12 (2018): Journal of The Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volu Vol 68 No 12 (2018): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, V Vol 68 No 10 (2018): Journal of The Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volu Vol 68 No 10 (2018): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, V Vol 68 No 8 (2018): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 68 No 8 (2018): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volum Vol 68 No 6 (2018): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volum Vol 68 No 6 (2018): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 68 No 4 (2018): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volum Vol 68 No 4 (2018): Journal of the Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 68 No 2 (2018): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 68 No 2 (2018): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volum Vol 68 No 1 (2018): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo Vol 68 No 1 (2018): Journal of the Indonesian Medical Association Majalah Kedokteran Indonesia Volum More Issue