Articles
308 Documents
Stiffness-based Spring Design Optimization using Taguchi Method to reduce Low-Frequency Vibration
Ahmad Yusuf Ismail;
Al Munawir;
Noerpamoengkas A
Jurnal Mekanova: Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 5, No 2 (2019): Oktober
Publisher : universitas teuku umar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (986.002 KB)
|
DOI: 10.35308/jmkn.v5i2.1635
Low-frequency vibration has been troublesome for a mechanical system. Despite the measurement difficulties, low-frequency vibration also creates several environmental effects such as high noise level that is harmful to the human body. One of the methods to reduce vibration is tuning the vibration isolation i.e. spring and damping coefficient. However, the latter method is found to be effective only for the mid-high frequency range. Therefore, this paper proposes an optimization of the spring a.k.a. stiffness coefficient in order to reduce the low-frequency vibration. The Taguchi method is used as an optimization tool since it offers simplicity yet powerful for any field of application, particularly in engineering. Two significant parameters in the spring geometry were selected as the optimization variable in the Taguchi method and evaluated using vibration transmissibility concept. The result shows that the Taguchi method has been successfully obtained the optimum value for the spring geometry purposely to reduce the vibration transmissibility.
Studi Simulasi Numerik Aliran Melintasi Backward Facing Step Dengan Penambahan Rectangular Bump
Sulaiman Ali;
Luthfi Hakim;
Rusman AR
Jurnal Mekanova: Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 4, No 1 (2018): April
Publisher : universitas teuku umar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1727.492 KB)
|
DOI: 10.35308/jmkn.v4i1.1578
Rectangular bump merupakan salah satu jenis pengganggu atau turbulator dengan tujuan mengganggu aliran supaya aliran menjadi turbulen lebih awal sebelum daerah recirculaion flow. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai fenomena aliran yang melewati backward facing step setelah dilakukan penambahan rectangular bump didepan daerah recirculation. Rectangular bump ditempakan dengan jarak yang berbeda (s/d = 0,5 dan s/d = 2) dengan harapan bisa memprediksi Reattachmen lenght, menghitung nilai Coefficient pressure (Cp) dan Skin friction coefficient (Cf). Penelitian dilakukan secara numerik menggunakan perangkat lunak Computational Fluid Dinamics (CFD) komersial. Dengan memilih berbagai model turbulensi, yaitu model Standard k- (SKE), model Realisable k- (RKE), model Standard k-???? (SKW) dan model Shear-Stress-Transport (SST) k-???? (SSTKW).
Sensor Magnetik Fluxgate Berkonfigurasi 2×(1000/500/1000)
Mukhlizar Mukhlizar;
Murhaban Murhaban
Jurnal Mekanova: Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 4, No 2 (2018): Oktober
Publisher : universitas teuku umar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1172.855 KB)
|
DOI: 10.35308/jmkn.v4i2.1603
Pengukuran merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Kurangnya alat ukur dengan resolusi tinggi, masih meninggalkan suatu rintangan dalam hal pengukuran medan magnetik lemah. Salah satu metode yang dapat dilakukan untuk mengukur medan magnet adalah metode fluxgate. Rentang kerja sensor fuxgate untuk mendeteksi medan magnet berkisar antara 10−10 − 10−4T baik DC maupun AC. Sensor fluxgate memiliki sensitivitasyang tinggi, stabil terhadap suhu tinggi, daya operasi yang rendah, ukuran yang kecil, serta resolusinya hingga 10 pT. Sehingga sensor fluxgate sangat cocok untuk mengukur medan magnetik yang lemah. Telah dilakukan karakterisasi terhadap sensor magnetik flusxgate dengan konfigurasi 2 × (1000/500/1000). Sensitivitas yang diperoleh sebesar 17,793 V/µT dan resolusi sensor sebesar 56,2 pT/mV. Kesalahan mutlak sensor yang diperoleh maksimum sebesar 0.0334 µT dengan kesalahan relatif sebesar 1,5%.
Penentuan Sudut Kemiringan Optimal Panel Surya Untuk Wilayah Meulaboh
Syurkarni Ali;
T.M Aziz Pandria
Jurnal Mekanova: Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 5, No 1 (2019): April
Publisher : universitas teuku umar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1182.847 KB)
|
DOI: 10.35308/jmkn.v5i1.1621
Development of energy especially alternative energy and renewables continue to be encouraged, one of which is becoming the trend of the world today is focused towards the development of solar energy. The optimum angle of tilt of the photovoltaic panel is one of the deciding factor against the acceptance of the amount of solar radiation in the amountof the maximum, so that will affect the power output of a photovoltaic panel. Method of calculation of the Altitude angle is a way to find out the optimum height of the positions of the Sun, and these factors influence the position of the slope of the surface of the panel sector in the region, so by knowing the position of the right angle of the Sun will be able to obtain the maximum amount of radiation against photovoltaic panels. Adjustment of the angle of the slope against the monthly solar panels in the region of Meulaboh is affected by the angle of altitude. January and March, the optimum angle value starts from 35,54 ° to 12,39°. April does not occur, because of the angle position of the panel surface horizontal is same. May to December, the orientation of the panel turned south-facing surface of the panel with face down which is characterized by a negative notation.
Kemampukerasan Baja Tahan Karat AISI 304
Herdi Susanto;
Pribadyo Pribadyo;
Rahmad Novizar
Jurnal Mekanova: Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 5, No 2 (2019): Oktober
Publisher : universitas teuku umar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (950.529 KB)
|
DOI: 10.35308/jmkn.v5i2.1636
Baja tahan karat AISI 304 secara umum digunakan pada mesin-mesin konstruksi terapan sederhana seperti poros propeler kapal nelayan, mesin penghancur es, pemeras tebu danlainnya, dikarenakan ketahanan korosifnya yang baik, disisi lain kelemahan AISI 304 pada kondisi lapangan sering mengalami deformasi dan kepatahan dengan putaran yangrelatif tinggi. Untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan usaha menambah nilai kekerasan permukaan dengan melakukan pengujian Jominy Hardenability. Pengujian Jominy yang dilakukan pada spesimen uji dengan standar ASTM A255-02, dengan laju air pada nozzle 45 liter/menit, pada temperature 8500C dan holding time 15-20 menit. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai awal kekerasan permukaan pada ujung quenching sisi A adalah 187 HB dan pada sisi B adalah 170 HB. Nilai kekerasan permukaan setelah di normalizing pada ujung quenching sisi A adalah 182 HB dan pada sisi B adalah 188 HB. Maka terjadi penurunan kekerasan pada sisi A sebesar 5 HB, dan terjadi peningkatan kekerasan pada sisi B sebesar 18 HB. Setelah di uji Jominy nilai kekerasan pada sisi A adalah 227 HB, dan pada sisi B adalah 223 HB. Pada pengujian jominy terjadi peningkatan kekerasan pada ujung sisi A sebesar 45 HB, dan peningkatan kekerasan pada sisi B sebesar 35 HB. Hasil penelitian ini dapat direkomendasikan bahwa AISI 304 sebelum digunakan sebaiknya dilakukan pengerasan permukaan sehingga sifat mekanik bahan menjadi lebih optimal.
Penentuan Sudut Kemiringan Optimal Panel Surya Untuk Wilayah Meulaboh
Syurkarni Ali;
T.M Aziz Pandria
Jurnal Mekanova: Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 4, No 1 (2018): April
Publisher : universitas teuku umar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1254.162 KB)
|
DOI: 10.35308/jmkn.v4i1.1580
Development of energy especially alternative energy and renewables continue to be encouraged, one of which is becoming the trend of the world today is focused towards the development of solar energy. The optimum angle of tilt of the photovoltaic panel is one of the deciding factor against the acceptance of the amount of solar radiation in the amount of the maximum, so that will affect the power output of a photovoltaic panel. Method of calculation of the Altitude angle is a way to find out the optimum height of the positions of the Sun, and these factors influence the position of the slope of the surface of the panel sector in the region, so by knowing the position of the right angle of the Sun will be able to obtain the maximum amount of radiation against photovoltaic panels. Adjustment of the angle of the slope against the monthly solar panels in the region of Meulaboh is affected by the angle of altitude. January and March, the optimum angle value starts from 35,54 to 12,39. April does not occur, because of the angle position of the panel surface horizontal is same. May to December, the orientation of the panel turned south-facing surface of the panel with face down which is characterized by a negative notation.
Pengaruh Kinerja QoS Untuk Layanan VoIP Berdasarkan Jarak Dari Base Station Pada Jaringan WiMAX
Murhaban Murhaban;
Muhammad Bilai;
Muhammad Nurtanzia Sutoyo
Jurnal Mekanova: Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 4, No 2 (2018): Oktober
Publisher : universitas teuku umar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1087.12 KB)
|
DOI: 10.35308/jmkn.v4i2.1604
Metode Handover digunakan untuk mempertahankan koneksi tetap terjaga. Hal tersebut berkaitan dengan performansi dikarenakan proses pengalihan kanal trafik secara otomatis pada mobile station untuk berkomunikasi tanpa terjadinya pemutusan hubungan. Faktor utama keberhasilan dalam melakukan handover terletak pada quality of service yang menyediakan tingkat jaminan layanan berbeda-beda dalam mengatur dan memberikan prioritas trafik pada jaringan seperti aplikasi voice over IP (VoIP) atau komunikasi voice memanfaatkan jaringan internet dalam permasalahan berdasarkan jarak base station.. Berdasarkan pengujian yang dilakukan untuk metode hard handover dan metode soft handover berdasarkan jarak base station menggunakan aplikasi voice over internet protocol pada mobile station. Diperoleh hasil dengan nilai jitter 0.015 ms – 0.21 ms, dan hasil delay 35.5 ms – 45.8 ms hal tersebut membuktikan bahwa pengaruh jitter dan delay terhadap handover dengan aplikasi VoIP masih dalam tahapan toleransi yang diizinka. Dan berdasarkan hasil penelitian ini jarak antara satu base station dengan station lainnya sangat berpengaruh untuk mendapatkan kulaitas layanan yang lebih baik. Kata Kunci : Handover, Jitter, Delay, VoIP, Quality of Service
Simulasi Numerik Aliran Melintasi Backward Facing Step Dengan Penambahan Rectangular Bump
Syurkarni Ali;
Luthfi Hakim
Jurnal Mekanova: Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 5, No 1 (2019): April
Publisher : universitas teuku umar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1499.431 KB)
|
DOI: 10.35308/jmkn.v5i1.1622
Rectangular bump merupakan salah satu jenis pengganggu atau turbulator dengan tujuan mengganggu aliran supaya aliran menjadi turbulen lebih awal sebelum daerah recirculaion flow. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenaifenomena aliran yang melewati backward facing step setelah dilakukan penambahan rectangular bump didepan daerah recirculation. Rectangular bump ditempakan dengan jarak yang berbeda (s/d = 0,5 dan s/d = 2) dengan harapan bisa memprediksi Reattachmen lenght, menghitung nilai Coefficient pressure (Cp) dan Skin friction coefficient (Cf). Penelitian dilakukan secara numerik menggunakan perangkat lunak Computational Fluid Dinamics (CFD) komersial. Dengan memilih berbagai model turbulensi, yaitu modelStandard k-� (SKE), model Realisable k-� (RKE), model Standard k-???? (SKW) dan model Shear-Stress-Transport (SST) k-???? (SSTKW).
Uji Emisi Sepeda Motor Honda Supra X 125 Menggunaan Campuran Bioetanol Dari Limbah Nanas Dan Premium
Masykur Masykur;
Emiliza Satria;
Herri Darsan
Jurnal Mekanova: Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 5, No 2 (2019): Oktober
Publisher : universitas teuku umar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (978.452 KB)
|
DOI: 10.35308/jmkn.v5i2.1637
Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui emisi gas buang pada mesin motor Honda Supra X 125 Tahun 2006. Penelitian ini menggunakan metode analisa deskriptif. Bahan bakar yang digunakan adalah premium murni (kelompok standart) dan premium yang dicampur dengan bioetanol dengan variasi E2,5, E5, dan E7,5 (kelompok eksperimen). Pengujian dilakukan pada putaran stasioner (1500 rpm), 3000 rpm sampai 8000 rpm dengan interval 500 rpm. Emisi yang diukur pada penelitian ini adalah kadar CO, kadar CO2, Kadar O2, HC dan Lambda (λ). Pengujian dilakukan di Laboratorium Motor Bakar Universitas Negeri Padang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan pengujian emisi gas buang Sepeda Motor Honda Supra X 125 Tahun 2006 menggunakan bahan bakar campuran bioetanol dari limbah nanas dan premium dapat meningkatkan konsentrasi CO2 menurunkan konsentrasi CO, HC dan O2 dibandingkan dengan bahan bakar premium murni pada putaran stasioner. Bahan bakar E5 merupakan variasi yang paling mereduksi emisi dibandingkan variasi bahan bakar yang lain. Pada putaran stasioner konsentrasi CO hanya 5,46% Vol, dan HC hanya 338 ppm.
Kajian Minyak Solar Dari Hasil Penyulingan Tradisional (Studi kasus pertambangan minyak tradisional di Desa Pasir Putih Aceh Timur)
Pribadyo -;
T. Kausar
Jurnal Mekanova: Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 4, No 1 (2018): April
Publisher : universitas teuku umar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1212.107 KB)
|
DOI: 10.35308/jmkn.v4i1.1581
Solar merupakan salah satu komuditi yang sering digunakan oleh masyarakat luas terutama di indonesia. Hampir seluruh masyarakat Indonesia memakai solar untuk sarana sehari – hari terutama untuk bahan bakar kendaraan. Untuk solar sendiri banyak yang diproses atau di olah di pabrik–pabrik besar yang salah satu nya diproduksi oleh PT. Pertamina. Kualitas minyak solar ditentukan oleh angka Cetana. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kualitas minyak yang dihasilkan dari penyulingan tradisional yang dilakukan oleh masyarakat Rantau Panjang Peurelak Aceh Timur dan kemudian dibandingkan dengan minyak solar standart mutu SNI. Pengujian dilakukan dengan menggunakan alat ukur Piknometer untuk berat jenis (bj) dan Oktanometer Shatox untuk pengujian Angka setana. Berdasarkan Hasil pengujian minyak solar hasil penyulingan tradisional nilai berat jenis adalah sebesar 877,6 Kg/m3 dan minyak solar standart mutu SNI berat jenis nya adalah sebesar 815- 860 Kg/m3. Dari hasil pengujian minyak solar hasil penyulingan tradisional nilai angka setana adalah sebesar 48 dan minyak solar standart mutu SNI nilai angka setana adalah sebesar 48-51. Maka dapat disimpulkan angka setana minyak solar hasil penyulingan tradisional memenuhi Standart Nasional Indonesia sehingga layak untuk digunakan.