cover
Contact Name
Muhammad Awal
Contact Email
daengngerang@gmail.com
Phone
+62085242770947
Journal Mail Official
mediafisio@poltekkes-mks.ac.id
Editorial Address
Jl. Paccerakkang No. 77 Makassar - Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar
ISSN : 20865937     EISSN : 27157288     DOI : https://doi.org/10.32382/mf.v12i1
Core Subject : Health, Science,
Ruang lingkup media fisioterapi adalah jurnal kesehatan yang mengelola artikel kesehatan dalam rumpun ilmu fisioterapi : 1. Fisioterapi Muskuloskeletal 2. Fisioterapi Neuromuskular 3. Fisioterapi Kardiovaskular dan Respirasi 4. Fisioterapi Geriatrik 5. Fisioterapi Pediatrik 6. Fisioterapi Ergonomi dan Kesehatan Kerja 7. Fisioterapi Olahraga, dan 8. Fisioterapi Kesehatan Masyarakat
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2018)" : 5 Documents clear
PENGARUH PEMBERIAN MASSAGE DENGAN TEKNIK EFFLURAGE TERHADAP PENURUNAN NYERI GASTROCNEMIUS PEMAIN FUTSAL CLUB FUTSAL DPC BONTOCANI arpandjam'an arpandjam'an; Muhammad Awal; H. Tiar Erawan
Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.431 KB) | DOI: 10.32382/mf.v10i2.552

Abstract

Pada olahraga futsal terlalu banyak aktifitas pada gastrocnemius  sehingga dapat timbul kelelahan pada kedua tungkai yang menyebabkan nyeri pada gastrocnemius. Kelelahan adalah suatu keadaan yang relatif, tetapi semuanya berakibat kepada pengurangan kapasitas kerja dan ketahanan tubuh. Kelelahan otot secara fisik antara lain akibat zat-zat sisa metabolisme seperti asam laktat, CO2 dan kontraksi otot yang kuat dan lama. Hambatan aliran darah yang menuju ke otot yang sedang berkontraksi mengakibatkan kelelahan otot yang hampir sempurna selama satu menit atau lebih karena kehilangan makanan terutama kehilangan oksigen.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efflurage terhadap penurunan nyeri gastrocnemius pada pemain futsal club futsal DPC Bontocani. Jenis penelitian ini bersifat pra eksperimen dengan rancangan penelitian one group pre tes – post tes desain.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian efflurage dapat menghasilkan penurunan nyeri dari 4,540 pada pre test menjadi 3,040 pada post tets pada skala VAS, dengan rata-rata penurunan nyeri sebesar 1,500. Kemudian hasil Uji Pairet t-sample menunjukkan bahwa pemberian efflurage dapat memberikan pengaruh yang bermakna terhadap penurunan nyeri gastrocnemius dengan nilai p (0,000) < 0,05.Dengan demilian dapat disimpulkan bahwa pemberian efflurage dapat memberikan pengaruh yang bermakna terhadap penurunan nyeri gastrocnemius pada pemain futsal club futsal DPC Bontocani.Kata Kunci : Efflurage, Nyeri Gastrocnemius 
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PELAKSANAAN SENAM NIFAS Andi Halimah; Anshar Anshar
Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.222 KB) | DOI: 10.32382/mf.v10i2.801

Abstract

Masa nifas (puerperium) adalah masa pulih kembali, mulai dari persalinan  selesai  sampai  alat-alat  kandungan  kembali  seperti  pra-hamil, masa nifas ini yaitu 6-8 minggu (Rustam, 1998). Dalam masa nifas alat-alat genetalia interna maupun eksterna akan berangsur-angsur pulih kembali seperti keadaan sebelum hamil. Perubahan-perubahan alat genetalia ini dalam keseluruhannya disebut involusi (Sarwono, 2002).Berdasarkan penelitian  yang pernah dilakukan terhadap  78 orang ibu nifas yang ada di Rumah Sakit Siti Khadijah Kabupaten Pinrang Makassar tentang manfaat senam nifas, hanya terdapat 4 orang ibu yang  mengetahui manfaat, sedangkan 74 lainnya tidak mengetahui manfaat senam nifas dikarenakan kurangnya pengetahuan dan kesibukan dengan pekerjaan masing-masing (Abd. Latief S).Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan yang diambil dari beberapa referensi dan diketahui ada beberapa faktor yang memengaruhi pelaksanaan senam nifas, yaitu : (1) faktor pengetahuan,  lebih banyak ibu nifas yang tidak mengetahui tentang manfaat dari senam nifas; (2) pendidikan,  pendidikan yang tinggi mempengaruhi pelaksanaan senam nifas dibandingkan yang pendidikan rendah; (3) kesehatan ibu akan lebih cepat pulih apabila melakukan senam hamil daripada yang tidak melakukan; (4) motivasi yang kuat mendorong seorang ibu untuk dapat melaksanakan senam hamil; (5) Faktor budaya mempengaruhi pelaksanaan senam nifas karena merupakan anggapan yang keliru terhadap perilaku ibu setelah melahirkan;  dan (6) Faktor tenaga kesehatan sangat berperan dalam pelaksanaan senam nifas, baik di Puskesmas, Rumah Sakit dan di Rumah.Berdasarkan hasil tersebut didapatkan kesimpulan bahwa senam  nifas sangat bermanfaat untuk pemulihan kondisi ibu setelah melahirkan dan dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, pendidikan, kesehatan ibu, motivasi, budaya dan peran dari tenaga kesehatan. Kata kunci: senam, ibu nifas, senam nifas,
HUBUNGAN ANTARA TEKANAN PANAS DENGAN KETAHANAN KERJA KARYAWAN PADA BAGIAN PELEBURAN DI PT. ANEKA TAMBANG TBK. UBPN POMALAA 2013 Anwar Sarman; Anshar Anshar
Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.895 KB) | DOI: 10.32382/mf.v10i2.804

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang bertujuan mengetahui hubungan antara tekanan panas dengan ketahanan kerja karyawan pada bagian peleburan di PT. Aneka Tambang Tbk. UBPN Pomalaa 2013. Sebuah penelitian observasional Analitik dengan desain Cross Sectional Study. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 79  orang dengan jumlah sampel sebanyak 44 orang. Sampel diambil dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Dari penelitian tersebut diperoleh kesimpulan bahwa tekanan panas pada bagian peleburan sebagian besar melebihi nilai ambang batas yang diperkenankan, sedangkan ketahanan kerja karyawan memiliki ketahanan kerja yang rendah yakni sebanyak 28 orang (63,6%) dari jumlah sampel. Dari hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa ada hubungan antara tekanan panas dengan ketahanan kerja karyawan dengan nilai hasil X2 hitung (13,442) > X2 tabel (3,841), ini berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Saran pada penelitian ini adalah pengaturan menerapkan pengendalian secara teknik untuk penurunan suhu lingkungan kerja, penyediaan air minum pada tempat-tempat tertentu  dan pemberian waktu istirahat yang ditetapkan atas dasar ketentuan perundang-undangan yang bertujuan untuk mencapai tingkat ketahanan kerja yang optimal.
PENGARUH BOBATH EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN TUMBUH KEMBANG MOTORIK KASAR ANAK CEREBRAL PALSY TIPE SPASTIC QUADRIPLEGIA USIA 4-6 BULAN DI YPAC MAKASSAR Suharto Suharto; Sri Saadiyah L
Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.496 KB) | DOI: 10.32382/mf.v10i2.810

Abstract

CP adalah suatu kelainan gerakan dan sikap tubuh (posture) yang tidak progresif oleh karena suatu kerusakan/gangguan pada otak yang seddang tumbuh/belum matang dan menyebabkan penurunan fungsi motorikPenelitian merupakan pra eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Bobath Exercise terhadap tumbuh kembang motorik kasar anak dengan kondisi cerebral palsy. Lokasi penelitian adalah di Poliklinik Fisioterapi  YPAC Makassar dengan jumlah sampel sebanyak 10 orang yang diperoleh dengan tehnik purposive sampling.Berdasarkan gambaran penderita cerebral palsy, hasil penelitian menunjukkan bahwa responden terbanyak adalah motorik kasar tengkurap dan terlentang dengan jumlah 6 orang (60%), dan responden yang terkecil adalah motorik kasar duduk tanpa berpegangan dengan jumlah 4 orang (40%). Nilai rerata pre test yaitu 1,8 + 0,63246 dan nilai rerata post test yaitu 2,2 + 0,51640, selisih nilai rerata adalah 0,6000. Perubahan nilai rerata yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan perkembangan motorik kasar setelah diberikan bobath excercise. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian bobath excercise dapat menghasilkan peningkatan perkembangan motorik kasar. hasil Uji Wilcoxon yang terdiri dari nilai Ranks dan nilai Z. nilai ranks, diperoleh angka 0 pada negative kemudian angka 6 pada positif ranks. Kemudian dilihat dari nilai Z diperoleh nilai sebesar 2,449 dengan nilai p = 0,014 < 0,05 yang berarti bahwa ada perbedaan yang bermakna setelah diberikan perlakuan.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemberian bobath exercise dapat memberikan pengaruh yang bermakna terhadap peningkatan perkembangan motorik kasar pada anak cerebral palsy tipe spastic quadriplegia usia tumbuh kembang 4 – 6 bulan. Kata Kunci : Bobath Exercise, tumbuh kembang motorik kasar, cerebral palsy, spastic quadriplegia
BEDA PENGARUH PEMBERIAN MICROWAVE DIATHERMY DENGAN ULTRASOUND PADA PENERAPAN MUSCLE ENERGY TECHNIQUE TERHADAP PERUBAHAN NYERI AKIBAT SPASME OTOT UPPER TRAPEZIUS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SALEWANGANG MAROS Darwis Durahim; Fahrul Islam
Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.214 KB) | DOI: 10.32382/mf.v10i2.817

Abstract

Penguluran atau kontraksi yang berlebihan dan berulang yang berlangsung dalam waktu lama menyebabkan otot mengalami spasme yang akhirnya menyebabkan nyeri hingga keterbatasan gerak sendi leher/cervical.Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh pemberian microwave diathermy dengan ultrasound pada penerapan muscle energy Technique  terhadap perubahan nyeri akibat spasme otot upper trapezius Penelitian ini adalah quasy eksperimen menggunakan pretest-posttest two group design. Populasi penelitian adalah semua pasien nyeri leher (cervical syndrome) yang berkunjung di Poliklinik Fisioterapi Rumah Sakit Umum Daerah Salewangan Maros selama penelitian berlangsung. Sampel penelitian pasien nyeri leher yang berkunjung di poliklinik Fisioterapi Rumah Sakit Umum Daerah Salewangang Maros yang diperoleh dengan teknik purposive sampling sehingga jumlah sampel 20 orang yang dibagi atas dua kelompok.Hasil penelitian diperoleh adanya perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah pemberian microwave diathermy dan muscle energy technique dengan selisih rata-rata nilai aktualitas nyeri 2.73 + 0.40 cm dengan hasil uji wilcoxon p=0.005 < α= 0.05. Sedangkan pada intervensi ultrasound dan muscle energy technique diperoleh selisih rata-rata nilai aktualitas nyeri 2.96 + 0.56 cm dengan hasil uji wilcoxon p= 0.005 < α= 0.05. Pada uji Mann-Whitney tidak diperoleh adanya perbedaan yang signifikan diantara kedua perlakuan, dimana selisih nilai rata-rata VAS 0.2 cm  dengan p= 0.40 > α= 0.05.Kesimpulan penelitian ini adalah ada perubahan aktualitas nyeri sebelum dan sesudah pemberian microwave diathermy dan muscle energy technique serta ultrasound dan muscle energy technique pada pasien nyeri leher. Tidak ada perbedaan perubahan aktualitas nyeri diantara kedua kelompok perlakuan. Kata Kunci : Microwave diathermy, Ultrasound, muscle energy technique,  Nyeri leher

Page 1 of 1 | Total Record : 5