cover
Contact Name
Muhammad Zainuddin Fathoni, ST., M.MT
Contact Email
zainuddin@umg.ac.id
Phone
+6281331707167
Journal Mail Official
matrik.ie@umg.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi
ISSN : 16935128     EISSN : 26218933     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Matrik Journal is published by Industrial Engineering Department, Faculty of Engineering University of Muhammadiyah Gresik, twice a year in March and September. The purpose of this journal is to facilitate scientists, researchers and practitioners to publish original research articles or article reviews. The article essentially contains topics on Industrial Engineering, Management, and Production.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 11 No 1 (2011)" : 7 Documents clear
PENDEKATAN FUZZY-QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT DALAM PEMILIHAN SUPPLIER Suhartini Suhartini
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 11 No 1 (2011)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.497 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v11i1.385

Abstract

PT. Liku Telaga is one of the companies engaged in chemical industry production base with sulfuric acid and aluminum sulfate. To be able to produce a product according to customer’s spesification, PT. Liku Telaga wanted to make improvements in the process, especially in procurement division. Where it relates to the process of selecting suppliers for the supply of raw materials in the production process. Problems encountered in this study is to determine the supplier selection and allocation of orders in accordance with the company spesification. Fuzzy Method-Quality Function Deployment is used to measure supplier performance. The purpose of this research is to be able to meet optimal solutions in selecting suppliers accordance to company criteria. Score each supplier sulfur is PT. Ocean area (Singapore) with a score of 200.8, Standard Chemical Corp. Pte.Ltd (Singapore) with a score of 164.3, PT. Yosomulyo Jajag (Surabaya) with a score of 160.3 and CV. Archindo (Gresik) with a score of 152.0. Score of each supplier of aluminium hydroxide is Hindalco Industries Limited (India) with a score of 219.0, PT. Bisindo Kencana (Jakarta) with a score of 186.0, Sumitomo (Brazil) with a score of 165.9, and Chemindus SDN BHD (Malaysia) with a score of 135.8.
PENGUKURAN BEBAN KERJA DENGAN METODE FISIOLOGI (STUDI KASUS PADA “X” FITNESS CENTER AMBON) Novita Irma Diana Magrib
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 11 No 1 (2011)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v11i1.390

Abstract

Services provided by the “X” fitness center fitness facility with a variety of tools already available, the “X” fitness center, most customers are men, where most of the activities carried out are activities of lifting barbells of various sizes. From this it will be calculated the amount of energy consumption based on heart rate and recommend the lifting load limit corresponding to anthropometrics Indonesian workers.Based on the calculation of loading equation then the average energy required for lifting the load 12 Kg, 16 kg, and 20 Kg were 3-6 kilocalories / minute. Thus removal of the load on the “X” Fitness Center with a size of 12 kg, 16 kg and 20 kg was allowed for the appointment, because the load with so many sizes still categorized in mild and moderate workloads
MANAJEMEN KUALITAS PADA SUPPLY CHAIN KEMASAN GELAS DI PT. IGLAS (PERSERO) SURABAYA Elly Ismiyah
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 11 No 1 (2011)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7.778 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v11i1.386

Abstract

Kualitas adalah salah satu faktor yang menentukan keberhasilan suatu industri di tengah persaingan. PT.Iglas (Persero) merupakan salah satu produsen kemasan gelas perlu memandang kualitas tidak hanya dari sisi produksi tetapi juga dari proses-proses lain dalam supply chainnya karena problem-problem kualitas tidak hanya terjadi pada proses produksi saja tetapi juga pada proses-proses lain dalam supply chain. Dengan konsep Supply Chain Quality Management (SCQM), masalah kualitas yang ada pada supply chain kemasan gelas di PT.Iglas (Persero) Surabaya akan diteliti dan dianalisa. Pada setiap stage supply chain diidentifikasi masalah kualitas yang terjadi, dari jenis cacat yang ditemukan kemudian dibuat pareto diagram untuk mengetahui cacat kritisnya dan cause effect diagram untuk mengidentifikasi penyebabnya. Selain itu penelitian juga bertujuan untuk mengetahui praktek manajemen kualitas perusahaan melalui framework yang telah ditentukan. Hasil dari penelitian ini selain cacat-cacat yang terjadi pada stages supply chain kemasan gelas, juga menyajikan upaya-upaya perusahaan maupun bersama anggota supply chain lain untuk meningkatkan kualitas kemasan gelas, posisi perusahaan dalam tingkatan praktek manajemen kualitas dan usulan perbaikan untuk mengurangi jumlah cacat.
APLIKASI METODE LEAN UNTUK MENDETEKSI DAN MEREDUKSI PEMBOROSAN PADA SISTEM PRODUKSI INSTALASI PENJERNIHAN AIR MINUM NGAGEL III (STUDI KASUS PDAM KOTA SURABAYA) I.G.A Sri Deviyanti
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 11 No 1 (2011)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v11i1.391

Abstract

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) adalah salah satu perusahaan daerah dengan kegiatan pokok melayani dan menyediakan air bersih kepada masyarakat melalui sistim perpipaan. Perusahaan Daerah Air Minum kota Surabaya merupakan perusahaan pemerintah yang mempunyai tanggung jawab terhadap pengelolaan air untuk dikonsumsi masyarakat Surabaya. Agar masyarakat dapat menikmati air bersih yang terjamin kualitas dan kuantitasnya Perusahaan Daerah Air Minum harus meningkatkan performansinya dan salah satu caranya adalah dengan melakukan effisiensi yaitu dengan mengurangi aktivitas non value added yang sebenarnya merupakan pemborosan. Metode Lean merupakan sebuah filosofi yang mencoba untuk mengeliminir segala bentuk pemborosan yang terjadi dalam aliran nilai. Penelitian diawali dengan memahami karakteristik system secara umum dan menggambarkan Big Picture Mapping. Selanjutnya mengaplikasikan waste workshop untuk mengidentifikasikan waste yang terjadi dengan menggunakan tool yang terpilih. Proses pemilihan tool ini dengan menggunakan metode Value Stream Analysis Tool untuk mendapatkan tool mana yang tepat dalam proses mapping tool yang terpilih adalah process activity mapping. Pemborosan yang terjadi selanjutnya di analisa untuk mencari akar penyebab pemborosan. Bentuk rekomendasi yang diberikan dalam penelitian ini ditujukan untuk mereduksi akar penyebab pemborosan tersebut.
STRATEGI PEMBAHARUAN PT. FIAN WISATA TOURS & TRAVEL DENGAN MENGGUNAKAN MATRIKS TWOS, SPACE DAN GRAND STRATEGY Nachnul Ansori
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 11 No 1 (2011)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v11i1.387

Abstract

Banyaknya perusahaan yang masih belum mampu mengelola strategi pemasaran akan berakibat pada ketidakmampuan dalam bersaing dengan perusahaan lain di pasar bebas, yang pada akhirnya akan mengalami kebangkrutan. Berbagai upaya telah dilakukan oleh perusahaan seperti memberikan bonus ataupun diskon, akan tetapi masih belum ada hasil yang memuaskan, dan bahkan perusahaan akan mengalami kemacetan dalam memberikan keuntungan. PT.FIAN WISATA, Tours and Travell berupaya melakukan pembenahan manajemen pemasarannya hingga mendapatkan hasil yang maksimal. Tiga tahapan yang dilakukan dalam nenyelesaikan masalah diatas yaitu tahap masukan, tahap pencocokan dan tahap kesimpulan. Pada tahap masukan terbagi menjadi tiga jenis data yaitu Matrik Evaluasi Faktor Eksternal (EFE), Matrik Evaluasi Faktor Insternal (EFI) dan matriks Profil Persaingan (CPM). Sedangkan pada tahap Pencocokan digunakan tiga metode yaituMatriks SWOT, SPACE, Internal-Eksternal dan Matriks Grand Strategi. Dan terakhir adalah Tahap Keputusan dengan menggunakan QSPM. Pada matriks SPACE menyarankan agar menggunakan strategi kompetitif dapat berupa persaingan harga yang ketat, peningkatan kualitas pelayanan dan perluasan pasar. Sedangkan pada matriks Grand Strategy menyarankan agar menggunakan strategi intensif yang dapat berupa pembenahan arus kas, manajemen pemasaran/promosinya dan segala sesuatu yang berhubungan dengan pembenahan kekurangan dalam perusahaan itu sendiri.
STUDI DESKRIPTIF KUANTITATIF TINGKAT KEPUASAN KERJA DAN CARA MENGEKSPRESIKAN TINGKAT KEPUASAN KERJA YANG RENDAH PADA KARYAWAN DENGAN MASA KERJA DI ATAS TIGA PULUH TAHUN Awang Setiawan Wicaksono; Nyimas Nurhanisah
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 11 No 1 (2011)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.99 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v11i1.388

Abstract

Kepuasan kerja merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk mendapatkan hasil kerja yang optimal. Ketika seorang merasakan kepuasan dalam bekerja tentunya ia akan berupaya semaksimal mungkin dengan segenap kemampuan yang dimilikinya untuk menyelesaikan tugas pekerjaannya. Dalam kenyataannya, di perusahaan, kepuasan kerja secara menyeluruh belum mencapai tingkat maksimal. Masa kerja seseorang akan terpengaruh apabila mendapatkan suatu rangsangan, sehingga orang tersebut mampu mempersepsikannya dengan lebih baik pula. Adanya proses belajar atau pemahaman yang diperoleh seseorang melalui intensitas hubungan yang diperoleh dari masa kerja menjadikan seseorang mampu mempersepsikan kondisi kerjanya lebih baik ataupun lebih buruk. Oleh karena itu tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepuasan kerja karyawan dan bagaimana cara mengekspresikan tingkat kepuasan kerja yang rendah pada karyawan dengan masa kerja di atas tiga puluh tahun. Jumlah subyek penelitian yang digunakan sebanyak 72 karyawan yang bermasa kerja di atas tiga puluh tahun pada jabatan kepala regu (karu), di sini peneliti menggunakan teknik sampling jenuh. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disusun dalam bentuk skala likert, data kedua variabel diolah dengan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 22 karyawan (30,6%) yang memiliki tingkat kepuasan kerja rendah, 30 karyawan (41,7%) memiliki kepuasan kerja sedang, 20 karyawan (27,8%) memiliki kepuasan kerja tinggi. Faktor-faktor yang mendukung tingkat kepuasan kerja sebagian besar karyawan meliputi tersedianya perlengkapan pegawai yang memadai, kesejahteraan pegawai terjamin dengan adanya layanan kesehatan, dan tersedianya sarana ibadah yang baik. Faktor yang kurang mendukung tingkat kepuasan kerja sebagian karyawan meliputi hasil penelitian kinerja tidak ada umpan balik, penerapan peraturan kurang tegas dan kurang adil, dan belum adanya sistem karir (carrier planning) yang jelas. Sebagian besar cara mengekspresikan tingkat kepuasan rendah cenderung destruktif dan dalam bentuk pindah ke unit kerja lain.
APLIKASI AGES REPLACEMENT METHODS DALAM MENENTUKAN OPTIMASI PENJADWALAN PERAWATAN KENDARAAAN Ni Luh Putu hariastuti
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 11 No 1 (2011)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v11i1.389

Abstract

Adanya mobilitas masyarakat yang dewasa ini cukup tinggi, menjadikan fenomena tersebut sebagai sebuah peluang bisnis yang menjanjikan. Namun harus diperhatikan juga terkait dengan fasilitas yang disediakan merupakan fasilitas yang mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi pihak pengguna. Disinilah diperlukan adanya jadwal perawatan fasilitas yang optimal sehingga fasilitas dalam hal ini adalah kendaraan dapat menjalankan fungsinya dengan baik, mengingat pengguna kendaraan (bus) adalah karyawan dengan sistem antar jemput setiap hari dan harus selalu tepat waktu. Berdasarkan penelitian dengan menggunakan Metode Age Replacement diperoleh bahwa Interval perawatanpencegahan yang optimal yang dapat dilakukan perusahaan adalah setiap 10 hari dengan tingkat keandalan mesin atau relihabilitas sebesar 62,172%. Sedangkan Waktu optimal perawatan pertahun dilakukan sebanyak 30 kali perawatan,dengan total biaya Rp. 1.340.175.743,31, lebih hemat sebesar 14,7% dibandingkan dengAN kondisi riil

Page 1 of 1 | Total Record : 7